Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

8 Desember 2011

Disnak Ngotot Operasikan Pasar Ternak Bojongkokosan

CICURUG - Protes pemindahan yang dilakukan warga pasar ternak Cicurug ternyata tidak berpengaruh terhadap beroperasinya pasar ternak yang berada di Desa Bojongkokosan Kecamatan Parungkuda. Kendati bertentangan dengan keinginan warga pasar ternak, namun Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi tetap mengoperasikan keberadaan pasar itu secara resmi kemarin. 
Pasalnya pasar ternak Bojongkokosan sudah didasari SK bupati sebagai landasan beroperasinya, dengan demikian jika tidak difungsikan maka anggran Rp 400 juta yang berasal dari APBN akan terbuang sia-sia. Hingga saat ini belum ada solusi pasti mengenai persoalan tersebut. Hanya saja sebuah kebijakan ditempuh yakni memperbolehkan pasar ternak Cicurug untuk tetap digunakan disamping pasar ternak Bojongkokosan. Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Kabupaten Sukabumi, Asep Sugianto mengatakan pasar ternak Bojongkokosan tetap harus beroperasi. 
Disisi lain Disnak tidak akan menutup kegiatan pasar ternak Cicurug, karena berhadapan dengan kondisi saat ini dimana terjadi penolakan relokasi. “Silahkan untuk para pedagang ternak yang ingin beraktivitas di pasar ternak Cicurug, begitu pun jika beraktivitas di pasar ternak Bojongkokosan,” katanya saat dihubungi secara terpisah. Mengenai tidak adanya sosialisasi relokasi pasar ternak lanjut Asep, Pihaknya sudah lakukan penjelasan kepada warga pasar ternak dari tahun 2009 silam. Bahkan pemerintah memberikan voting empat lokasi yang akan dijadikan pasar ternak, yakni di Benda Kecamtan Cicurug, Kampung Leuwi cerik Desa Naggerang, wilayah Indolakto Kelurahan Cicurug dan desa Bojongkokosan. “Hasilnya Bojongkokosan, Sedangkan permintaan relokasi tersebut muncul dari permintaan warga yang merasa tidak nyaman dengan kondisi pasar ternak Cicurug, Saat itu pemerintah ketika sosialisasi kami ajak ke daerah Jawa tengah untuk banding, sosialisasi sudah sepenuhnya dilaksanakan,” ujarnya. 
Asep mengungkapkan mungkin saat ini hal tersebut jangan di debatkan sebab khawatir memunculkan polemik berkepanjangan. Pastinya pasar ternak Cicurug tetap bisa digunakan, warga pasar di beri kebebasan untuk menggunakan kedua fasilitas pasar ternak tersebut. Tetapi untuk memenuhi permintaan warga pasar ternak Cicurug supaya lokasi relokasi masih berada di kawasan Kecamatan Cicurug hal itu sangat sulit dipenuhi. 
Sementara, akibat tidak setujuanya relokasi pasar ternak ke Desa Bojongkokosan, warag pasar ternak melakukan unjukrasa Senin (5/12). Warga khawatir dengan relokasi tersebut akan membutuhkan waktu lama supaya usaha kembali maju. Selain itu warga memandang nilai historis bahwa pasar ternak yang terkenal dengan sebutan Pasar Domba (Pasdom) merupakan ikon Cicurug, sedangkan keberdaan pasar ternak di Bojongkokosan akan merusak ikon kawasan Sejarah perjuangan desa tersebut.(dri) 

PT SLM Buka Dealer Motor DI Karangtengah

SUKABUMI - PT Selamat Lestari Mandiri terus mengembangkan sayapnya dalam bidang usaha otomotif. Selamat Motor sebagai dealer produk motor Honda kini lebih dekat dengan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan produk Honda, dengan membuka dealer baru di Jl. Raya Karangtengah Cibadak Kabupaten Sukabumi. Peresmian dealer Selamat Motor ini berlangsung di lokasi baru dealer, dihadiri petinggi PT Selamat Lestari Motor Group, Owner Selamat dan Sulani Indrawati, serta Direksi, Angelina. Disamping itu, sebagai tamu undangan pejabat pemerintah Kecamtaan Cibadak serta tokoh masyarakat,beberapa klub motor Honda hadir dalam kesempatan ini. 
Acara persemian yang identik dengan warna merah putih ini akrab dengan slogan Honda One Heart. Kendati bergerak dibidang otomotif, namun acara diisi dengan penampilan budaya seperti tari merak dan lengser. Dalam hal ini menggambarkan Honda merupakan budaya masyarakat, yang dekat dan akrab. Kepala Cabang Pusat (KCP) Selamat Motor Sukabumi, Arie Munandar mengatakan dengan dibukanya dealer Selamat Honda, bertambah satu dealer menjadi tiga. Sebelumnya Selamat Motor sudah hadir di Sukabumi dan Palabuhanratu. Untuk konsumen Honda tidak akan disulitkan dengan layanan servis, pasalnya terdapat lima pos Honda yang akan melayani kebutuhan konsumen. 
“Selamat Motor optimis dapat memenuhi permintaan sepeda motor khususnya merek Honda. Lokasi cabang saat ini yang dipilih dekat berdampingan dengan pemukiman penduduk. Supaya terjalin hubungan baik Honda dan saling memberikan nilai positif khususnya dengan warga sekitar,” ujarnya. Arie memaparkan, Selamat Motor merupakan dealer yang menyediakan berbagai produk Honda serta menjadi satu-satunya dealer Honda yang menyediakan tipe motor kelas Preminium, seperti jenis Honda CBR 250 tipe Abs, CBR 250 biasa serta Honda matic elegan VCX. “Selamat motor optimis memberikan layanan yang membuat nyaman konsumen, kami berikan kemudahan dan sarana. Selanjutnya untuk lebih mengakrabkan lagi setiap tahun sebagai agenda rutin akan berlangsung event yang menarik dan menjadi hiburan untuk masyarakat,” tukasnya. (dri) 

Pasar Pelita Akan Direnovasi Pertengahan 2012

SUKABUMI – Pasar Pelita direncanakan bakal dibongkar pertengahan tahun depan. Rencananya, pasar tradisional ini akan direnovasi menjadi pasar modern. Belum disebutkan berapa nilai investasi untuk perombakan salah satu pusat perdagangan ternama di Kota Sukabumi ini. Namun Kepala Dinas Koperasi Perindsutrian dan Perdagangan (Koperindag), Dudi Fathul Djawad memastikan renovasi Pasar pelita sudah diajukan RAPBD 2012. “Kalau tidak ada halangan dan mendapat persetujuan dari dewan, kami merencanakan renovasi Pasar Pelita, Juni tahun depan,” ujar Dudi di ruang kerjanya. 
Dijelaskan Dudi, pembongkaran Pasar Pelita yang identik dengan pasar tradisional ini akan berubah menjadi pasar modern, tapi tidak sepenuhnya menghilangkan kesan tradisional di dalamnya seperti unsur tawar menawar yang sangat kental. “Nuansa tradisional akan tetap ada, yang menonjol sisi modernisasinya terletak pada sisi bangunannya saja yang lebih mewah,” jelasnya. 
Lazimnya pembongkaran pasar, Dudi juga sudah memprediksi bakal terjadi kontroversi terkait rencana ini. Pasalnya pasar yang akan dibangun ini akan membuat sebagian pedagang mengeluh. “Pembongkaran besar ini akan merubah struktur bangunan pasar tapi tidak akan bergeser,” tandas Dudi. Pembangunan pasar yang akan memfasilitasi masyarakat agar lebih memberikan keleluasan masyarakat dalam berjual beli, sekaligus memberikan kenyamanan masyarakat supaya tidak takut tindakan kriminal di dalam pasar. 
“Untuk saat ini pemerintah akan memberikan tampilan baru Pasar Pelita nanti, tapi tidak akan bergeser lokasinya dan diharapkan pasar pelita ini akan menjadi ikon perdagangan yang bersih di Sukabumi. Di sisi lain Dudi menjelaskan perkembangan pasar modern di Kota Sukabumi tidak akan dibatasi oleh pemerintah Kota Sukabumi. Bahkan, kehadirannya dinilai mendukung Kota Sukabumi sebagai Kota Jasa Perdagangan. 
Saat diminta tanggapannya terhadap menjamurnya minimarket atau swalayan di Kota Sukabumi. Dudi menyatakan pasar tradisional dan pasar modern di Kota Sukabumi tidak akan dibatasi keberadaannya. “Dikarenakan, keduanya sangat diperlukan. Masing-masing pasar itu memiliki segmentasi pasar yang berbeda. Sehingga kehadiran pasar tersebut bisa seiring dengan Kota Sukabumi sebagai Kota Pusat Perdagangan,” ujar Dudi. Tentunya, lanjut Dudi, kehidupan perdagangan akan menjadi ikon, sehingga banyak warga (baik masyarakat Kota Sukabumi maupun luar,red) yang datang ke Kota Sukabumi yang memerlukan layanan jasa perdagangan. Akhirnya bisa meningkatkan laju perekonomian di Kota Sukabumi. 
“Yang terpenting adalah setiap pendirian pasar modern, harus memenuhi persyaratan. Salah satunya mereka harus menjalin kemitraan usaha antara pasar modern, pasar tradisional dan UMKM. Serta wajib merekrut tenaga kerja lokal,”urainya. Itu semua, lanjut Dudi sesuai dengan aturan perizinan tertanggal 23 Februari 2011. Dimana, kewenangan untuk mengeluarkan surat perizinan atas pendirian pasar modern (swalayan,red) tersebut ditangani oleh bagian teknik pada Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Kota Sukabumi yang salah satu anggotanya adalah Diskoperindag Kota Sukabumi. “Namun demikian, kita tetap memperhatikan jarak atau radius keberadaan pasar modern dengan pasar tradisional. Agar tidak mengganggu kelangsungan pasar tradisional itu sendiri. Untuk itu, kami menghimbau agar para pedagang mengutamakan pelayanannya terhadap konsumen dan juga menjaga kebersihan,”pungkasnya. 
Di sisi lain tanggapan dari salah seorang pedagang kecil yang sering disapa Syariah menuturkan, ” adanya minimarket dan swalayan semakin marak di Kota Sukabumi, sehingga persaingan sulit dihadapi oleh pedagang kecil seperti saya. Kebanyakan masyarakat beralih ke swalayan dan minimarket untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya. Mungkin masyarakat melihat kwalitas dari produk yang terjamin di sawalayan dan minimarket, sehingga berujung tidak banyak masyarakat yang singgah ke warung saya untuk berbelanja”, katanya.((cr1/cr3) 

Warga Tolak Pembangunan Pujasera Alun-Alun Karangtengah

SUKABUMI – Sebagian warga Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi menolak pembangunan pusat jajan serba ada (Pujasera) di Lapang Alun-alun Karangtengah. Alasannya, pembangunan senilai Rp 780 juta tersebut dibangun di atas lahan mempunyai nilai historis dan pusat silaturahmi masyarakat dan keagaaman. 
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan mekanisme pembangunan yang ditengarai mengangkangi aturan. Belum adanya surat izin mendirikan bangunan (IMB), salah satunya. Kececewan warga memuncak ketika pembangunan dimulai namun mereka mengaku tidak dilibatkan dengan rencana pembangunan Pujasera itu. “Kami menolak adanya bangunan berupa kios itu di alun-alun Karangtengah. Sebab, tempat tersebut mempunyai nilai historis. Dan selama ini menjadi pusat silaturahmi warga serta sering digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan,” kata tokoh pemuda Karangtengah, Ris Ris Rizal Apri Perkasa kepada Pos Kota, Selasa (6/12). 
Menurut Ris Ris, dengan adanya bangunan puluhan kios tersebut nantinya akan merusak fungsi lapang alun-alun tersebut. Malah Ris Ris mengaku banyak warga yang tidak tahu dengan adanya rencana proyek tersebut. “Seharusnya disosialisasikan terlebih dahulu dengan warga, jangan asal bangun saja. Terus apakah segala perizinannya sudah dilaksankan,” tanya Ris Ris. 
Sementara itu, Kepala Desa Karangtengah Gerry Iman Sutrisno menjelaskan, proyek senilai Rp 780 juta dari Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Diskoprindagsar) Kabupaten Sukabumi. Gerry membantah rencana pembangunan tersebut sudah disosialisasikan dan mendapat persetujuan warga. Hanya, Gerry mengakui kalau proses perizinan pembangunan sekitar 30 kios tersebut, seperti IMB masih dalam proses. “Ini bukan pembangunan. Namun kita lakukan penataan dengan cara membangun kios yang diperuntukan untuk warga sini juga. Coba lihat kondisi sekarang, estetikanya sudah kurang karena tidak tertatanya para pedagang,” kilah Gerry. 
Ditegaskan Gerry, justru dengan adanya bangunan tersebut akan menggairahkan perekonomian warga sekitar. Pasalnya, bangunan tersebut ke depannya akan menjual berbagai produk, termasuk menjajakan barang atau makanan dari Sukabumi. “Namun tidak akan menghilangkan nilai historis. Malah bisa menjadi lokasi silaturahmi warga di sini karena sering berinterkasi antar warga,” jelasnya. (sule/dms)

3 Desember 2011

Sukabumi Diusulkan Sebagai Miniatur Penetapan Ekonomi Syariah

SUKABUMI -- Badan Amil Zakat Kabupaten Sukabumi mencetuskan agar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dijadikan sebagai miniatur penerapan ekonomi syariah Indonesia karena hampir 99 persen warga kabupaten merupakan umat muslim. "Kabupaten Sukabumi sangat layak dijadikan sebagai miniatur ekonomi syariah, hal ini didukung oleh sejumlah faktor salah satunya adalah masyarakatnya yang 99 persen merupakan umat muslim," kata Ketua BAZ Kabupaten Sukabumi, Mustafa Kamal, kepada wartawan. 
Selain itu, pembentukan ekonomi syariah juga ini didukung oleh 100 tokoh masyarakat Kabupaten Sukabumi, sehingga dengan penerapan ini sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Sukabumi yang berupaya mewujudkna masyatakat yang berakhlak mulia, maju dan sejahtera. Lebih lanjut, dengan adanya gagasan ini berarti Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah di Indonesia yang menerapkan sistem syariah dan berharap bisa berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. 
"Kami pun sudah melakukan pendekatan dengan lembaga lain seperti Baznas, tokoh cendikiawan muslim dan mantan Menteria Pangan dan Holtikultura pada era Presiden BJ Habibie, AM Saefudin," tambahnya. 
Sementara, Bupati Sukabumi, mendukung penerapan ekonomi syariah di Kabupaten Sukabumi dan pemerintah juga akan memberikan perhatian lebih pada ekonomi syariah."Dengan dikembangkannya sistem ekonomi bisa membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki," tambah Sukmawijaya.

1 Desember 2011

HET Tabung Gas Melon Ditetapkan Rp. 13.650,-

CIKOLE– Pemkot Sukabumi kembali sosialisasi harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji ukuran 3Kg atau Simelon di Buleng resto, kemarin. Langkah ini untuk menghidari kebergaman harga di Kota Sukabumi. Pemkot menetapkan HET gas 3 Kg sekaligus mengeluarkan surat keputusan (SK) Walikota No 201 Tahun 2011, yakni HET gas 3 Kg di pasaran senilai Rp 13.650 dan agen Rp 12.750. Harga itu sudah termasuk biaya angkutan sampai pangkalan. ” Harga di pasaran ini dengan radius maksimum 60 KM dari pengisian bulk elpiji,” ujar Walikota Sukabumi Muslikh Abdussyukur. 
Pangkalan gas elpiji ini pun wajib memiliki perizinan berdasarkan perundang-undangan serta mengikuti kontrak dengan agen.” Untuk pangkalan bisa milik perorangan, koperasi, atau badan usaha yang dibina oleh agen,” ungkapnya Muslikh berharap keluarnya SK tersebut bisa memberikan kesejahteraan pada seluruh masyarakat baik itu pelaku usaha, agen, pangkalan, pengecer dan konsumen. ” Saya berharap harga gas elpiji ini bisa memberikan daya ungkit kesejateraan di Kota Sukabumi,” tandasnya 
Sementara itu, Kepala bidang Gas elpiji 3 Kg MIGAS Kota/Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi menjelaskan keluarnya SK walikota ini tersebut bisa menata para agen, pangkalan gas elipiji di Kota Sukabumi.” Kita bisa mengontrol agen dan pangkalan yang nakal yang menjualdiatas HET,” imbuhnya Kebutuhan konsumsi gas elpiji 3 Kg di Kota/ Kabupaten Sukabumi saat ini sebanyak 1 juta perbulan, dari 23 agen dan 530 pangkalan.” Kami pun membuat kebijakan untuk agen minimal memiliki 1000 tabung, sedangkan pangkalan minimal 175 tabung,” pungkasnya(fkr)

PKL Cibadak Bakal Direlokasi

CIBADAK - Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati lokasi trotoar sepanjang jalan Surya kencana, Cibadak akan di relokasi. Rencananya pada minggu depan relokasi akan dilakukan, untuk ditempatkan di delapan titik lahan yang sudah di sepakati PKL bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi. Namun bukan hanya PKL saja yang direlokasi, lahan parkir kendaraan toko pun akan mengalami penataan. Pasalnya saat ini PKL dan parkir liar ikut andil paling besar menyumbang kesemerawutan Lalulintas Cibadak. Maka, tindakan ini dilakukan meminimalisir tingkat kepadatan arus lalu lintas Cibadak, serta menjaga ketertiban tata ruang kota. 
“Usai penataan, Dishub dan pemerintah akan memasang rambu dan papan peringatan untuk tidak melakukan aktivitas lagi di jalur surya kencana tersebut,” ungkap Ketua Paguyuban PKL Cibadak, Dedi AR usai rapat pembahasan PKL di kantor Dishub Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Cikembar. Selanjutnya, kata Dedi pengaturan ini akan berkelanjutan, seperti wancana yang dimilikinya bahwa seluruh PKL tersebut akan direlokasi ke lapangan Sekarwangi. Sebuah pusat PKL yang nantinya aktivitas usaha di tempatkan di sana dan akan di permanetkan. Namun ini masih wancana, tetapi saya berharap pemerintah tanggap mengenai ini,”ujarnya. 
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Riyadi membenarkan rencana relokasi ataua penataan PKL dan parkir. Menurutnya Dishub bersama pemerintah Daerah dalam hal ini Kecamatan dan PKL sudah berkoordinasi. Sudah ada bagian tugas masing masing dalam pelaksanaan teknisnya. “Rencananya seperti yang sudah di bahas, yakni tidak boleh ada PKL atau tukang tambal ban juga pull kendaraan angkutan yang beraktivitas di trotoar jalan. PKL akan dipindah ke delapan titik relokasi. Demikian juga dengan parkir. Dengan penataan ini saya berharap jalan Surya kencana bisa lancar dan tertib,” tandasnya. (dri) 

Tangkapan ikan di Sukabumi turun 40%

SUKABUMI : Produksi ikan laut di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menurun hingga 40% bila dibandingkan beberapa pekan lalu akibat hujan yang turun hampir setiap hari. Pelaksana Harian (Plh) Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sukabumi Tendi Sudama, Rabu, mengatakan, dibandingkan dengan pekan lalu produksi ikan menurun dari produksi sebanyak 35 ton/hari saat ini maksimal hanya 25 ton/hari. “Penurunan produksi ikan laut ini disebabkan musim hujan sehingga hasil tangkapan menjadi berkurang,” kata Tendi. 
Menurutnya, penurunan produksi ini bukan dikarenakan musim paceklik tetapi lebih karena faktor cuaca, sehingga dari 15 ribu nelayan di Palabuhanratu yang ada, sekitar 50 persennya tidak melaut. Contohnya nelayan Kapal Rumpon dari enam unit yang ada, kini hanya satu kapal yang beroperasi. Padahal nelayan rumpon setiap satu kali beroperasi bisa menghasilkan ikan 1,5 ton sampai 3,5 ton, jika dirata-ratakan akibat cuaca buruk ini setiap harinya produksi ikan dari Kapal Rumpon berkurang hingga 10 ton. “Cuaca buruk ini menyebabkan nelayan enggan melaut sehingga mempengaruhi hasil tangkapan ikan laut,” tambahnya. 
Namun, jumlah produksi ikan bisa terbantu dengan masih adanya kapal-kapal kecil seperti payang, congkreng dan beleketek yang tetap melaut, walaupun melautnya tidak jauh. Sementara kapal-kapal besar yang mencari ikan sampai keluar Teluk Palabuhanratu, kebanyakan tidak melaut karena khawatir terjadi sesuatu jika cuaca buruk datang, katanya. 
Menurut Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) Arief Rahman, cuaca di perairan laut Sukabumi khususnya Palabuhanratu cukup buruk, karena mulai masuknya angin barat yang biasanya kecepatan angin cukup tinggi mencapai 15 knot/detik. Dikatakan Arief, dengan kondisi yang seperti ini gelomban pun cukup tinggi bisa mencapai 3 meter untuk di luar Teluk Palabuhanratu jika cuaca benar-benar buruk. “Dari pantauan kami ketinggian gelombang di dalam teluk mencapai 1,5 meter sementara di luar mencapai 3 meter, maka dari itu kami pun mengimbau kepada nelayan untuk waspada dan tidak memaksakan melaut jika cuaca buruk,” katanya. 
Produksi ikan laut di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menurun hingga 40 persen bila dibandingkan beberapa pekan lalu akibat hujan yang turun hampir setiap hari. Pelaksana Harian (Plh) Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sukabumi Tendi Sudama, Rabu, mengatakan, dibandingkan dengan pekan lalu produksi ikan menurun dari produksi sebanyak 35 ton/hari saat ini maksimal hanya 25 ton/hari. (MSU)

Konsumsi ikan warga Sukabumi masih rendah

SUKABUMI : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat konsumsi ikan oleh warga daerah itu masih rendah atau baru mencapai 19 kilogram perkapita pertahun. “Konsumsi ikan oleh warga Kabupaten Sukabumi masih sangat rendah karena ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya konsumsi ikan tersebut,” kata Kepala DKP Kabupaten Sukabumi, Dedah Herlina, Minggu. 
Menurut dia, yang paling mempengaruhi rendahnya konsumsi ikan adalah kurangnya daya beli masyarakat akan ikan, padahal harga ikan laut maupun darat harganya cukup terjangkau dibandingkan dengan harga daging sapi atau laut. Selain itu, faktor kekurangtahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan, padahal zat yang terkandung dalam ikan sangat tinggi. “Warga masih mengira harga ikan lebih mahal dibandingkan dengan harga kebutuhan pokok lainnya. Bahkan ikan memiliki kadar lemak tak jenuh yang berfungsi mempercepat metabolisme tubuh dan kandungan proteinnya pun dua kali lebih besar dibandingkan daging ayam maupun sapi,” katanya. 
Walaupun konsumsi ikan masih rendah, tetapi warga utara Kabupaten Sukabumi ternyata konsumsi ikannya cukup tinggi, rata-rata setiap harinya mereka mengkonsumsi ikan darat seperti nila, mas, mujair dan lain-lain. Warga yang dekat dengan sentra produksi ikan seperti Palabuhanratu. Agar warga Kabupaten Sukabumi gemar makan ikan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh warga yang ada sampai ke pelosok akan pentingnya konsumsi makan ikan. Selain itu, dengan makan tubuh akan senantiasa sehat, pintar dan jarang terserang penyakit. “Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat tahu zat yang terkandung dalam ikan, karena dengan sosialisasi ini diharapkan progam `Gemari` atau Gemar Makan Ikan bisa terus meningkat,” kata Dedah. (fsi)

Guna Kembangkan Pasar UMKM Sukabumi, BUMI KREATIF Luncurkan Website

Sukabumi - Asosiasi pelaku dan komunitas kreatif Sukabumi Bumi Kreatif dan Sukabumi Today meluncurkan website e-commerce untuk memfasilitasi pemasaran pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kota Sukabumi lewat Internet. Website yang beralamat www.produksukabumi.com yang merupakan galeri produk UMKM Sukabumi ini diluncurkan di sela-sela pameran UMKM di GOR Merdeka Kota Sukabumi, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (29/11/2011). 
Ketua Bumi Kreatif Endud Badrudin menjelaskan pembuatan website ini untuk memfasilitasi seluruh pengusaha UMKM Kota Sukabumi. Saat ini jumlahnya mencapai 3.000 pengusaha yang aktif. ''Melalui website ini kami bisa memasarkan produk-produk hasil para pengusaha UMKM. Karena dengan jaringan Internet ini dapat diakses dimana saja, juga luar negeri,'' jelas Endud kepada INILAH.COM usai peluncuran, Selasa (29/11/2011). 
Executive Editor SukabumiToday Geri Sugiran menambahkan dalam mengelola website ini, telah disiapkan tiga orang sebagai marketing online untuk melayani setiap pemesan dan bertransaksi. ''Sekarang website sudah dapat diakses. Dalam pameran ini akan saya upload sebanyak seribu produk. Saat ini baru ada empat produk dan yang mendaftar sudah ada dua puluh produk,'' tambah blogger asal Sukabumi ini.[jul]