Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

16 Oktober 2012

Sukabumi Kebanjiran Permintaan Nila Sultana

SUKABUMI -- Pengembangan produksi varietas ikan nila seleksi unggulan selabintana (Sultana) sudah merata di hampir seluruh Indonesia. Padahal, jenis nila ini baru diluncurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2012. 
Nila Sultana dikembangkan Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi sejak 2001 lalu. Varietas nila ini mendapat pengakuan dari KKP dengan keluarnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.28/MEN/2012 tentang Pelepasan Ikan Nila Sultana pada 7 Juni 2012. 
Nila Sultana merupakan hasil persilangan sepuluh varietas nila unggul seperti nila Gift, JICA, Gesit, dan Putih. Nila jenis ini memiliki ciri khas berupa tubuhnya lebih merah dan bagian perut terlihat. ‘’Permintaan induk atau calon induk Nila Sultana berasal dari seluruh Indonesia,‘’ ujar Kepala Seksi Informasi BBPBAT Sukabumi, Jaka Trenggana, kepada Republika, Selasa (16/10). 
Mayoritas permintaan masih dari Dinas Perikanan di masing-masing daerah. Jumlah permintaan induk dan calon induk Nila Sultana pada 2012 ini mencapai sekitar 168.675 ekor. Permintaan terbanyak berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Barat sebanyak 112.275 ekor. Sedangkan daerah lainnya yaitu Aceh, Riau, Lampung, Jakarta, dan Jawa Tengah.

26 September 2012

UKM Layangan Sukabumi yang Bertahan

Meski saat ini sudah bukan musimnya lagi bermain layangan. Tapi, para pembuat layangan ini masih tetap setia memproduksi layangannya. Bagaimana kisahnya? 
Seperti tak mengenal musim dan rasa lelah, pria asal Subangkidul Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi Asep Saepuloh dengan sabar dan telaten menekuni usahanya membuat layang-layang. Usaha tersebut dilakoninya tersebut dijadikannya sebagai mata pencaharian utama Asep sehari-hari. Pria yang akrab disapa Epul ini mengaku, sudah menekuni pembuatan layang-layang selama 20 tahun silam. Berawal dari hobi, kini Epul mampu meraup omset sekitar Rp14 juta per dua minggu, dengan pemasaran ke daerah Sukabumi dan Cianjur. 
“Dulu saya hobi main layangan, berawal dari situlah saya mendapat ide untuk bisnis layang-layang ini,”katanya. Ketika ditemui Radar Sukabumi dikediamannya, pria ramah ini mengaku hasil dari bisnis pembuatan mainan tradisional ini cukup menggiurkan. Dalam satu hari, ia mampu memproduksi sekitar 1000 rim untuk dikirim ke Cianjur. Produk yang dihasilkan terdiri dari tiga jenis layangan, tergantung dari kualitasnya. Ada jenis layang-layang super, standar dan ada juga layang-layang Jabrug. Biasanya untuk yang super ditandai dengan kerangka layangan yang bagus, dan terbuat dari kayu berkualitas. Sedangkan untuk jabrug, dirinya mengaku kualitasnya sangat rendah. “Kalau jabrug itu, bikin layangannya asal-asalan,”ujarnya. Harga yang ditawarkannya bervariatif. Untuk yang super dijualnya dengan harga Rp700 ribu/bal dan Rp500 ribu/bal untuk jenis standar. Sedangkan untuk jabrug Rp300 ribu-Rp350 ribu. 
Menurutnya, saat musim layangan jumlah pemesan mengalami peningkatan 100 -200 persen. Untuk menangani lonjakan tersebut, pria yang dimemiliki dua orang anak ini banyak merekrut pegawai. Meski begitu, terkadang pesanan konsumen tidak semua terlayani. Biasanya permintaan mulai ramai dari Maret- Agustus. “Biasanya, kalau sudah musim layangan saya bisa kirim 60 ribu per rimnya,”kata pria yang sekarang mempunyai 25 karyawan tersebut. “Mau musim hujan atau kemarau, kita terus membuat layangan. Sehingga usaha ini insya Allah tidak akan terputus oleh musim,”tambahnya lagi. 
Hampir sama dengan pengrajin lainnya, di lapangan Epul menemukan banyak kendala. Terutama dalam hal permodalan dan kesulitan mendapat bahan baku. “Sekarang bahan baku untuk kualitas super, sudah sangat sulit. Kalaupun ada harganya pasti mahal,” katanya. Selain kesulitan bahan baku, dirinya juga mengeluhkan soal bantuan permodalan. Untuk itu, Epul meminta kepada Pemerintah Kota Sukabumi untuk lebih memperhatikan nasib para UKM yang ada di Sukabumi, untuk bisa memberikan pelayanan modal dengan bunga rendah. “Saya berharap, semoga Pemerintah Kota Sukabumi dan juga BUMN, untuk lebih memperhatikan nasib kita. Agar bisa memberikan modal dengan bunga rendah,” desaknya. 

29 Agustus 2012

Sukabumi Ekspo Kembali Akan Digelar, Pemkot Gelar Tender Online EO Penyelenggaranya

Pada bulan Nopember 2012 yang akan datang, Pemkot Sukabumi akan kembali menggelar event Sukabumi Ekspo 2012. Kegiatan dua tahunan untuk yang ketiga kalinya ini akan dilaksanakan di Lapang Merdeka mulai tanggal 5 November 2012 selama 7 hari berturut-turut. 
Persiapan untuk pelaksanaan event Sukabumi Ekspo 2012 saat ini baru dalam tahap pelaksanaan lelang untuk menjaring EO penyelenggara event tersebut. Pengumuman mengenai lelang sudah dapat diakses sejak kemarin sore (28/08) melalui www.lpse.jabarprov.go.id. Besarnya anggaran untuk paket pelaksanaan jasa penyelenggaraan Sukabumi Ekspo 2012 ini adalah sebesar Rp. 299.700.000,-
Adapun jadwal selengkapnya mengenai proses lelang penyelenggaraan event ini :

  • Pengumuman Prakualifikasi : 28 Agustus - 6 September 2012
  • Download dokumen Prakualifikasi : 28 agustus - 5 September 2012
  • Penjelasan dokumen prakualifikasi : 31 September 2012 mulai jam 09.00
  • Upload Dokumen Penawaran : 31 Agustus - 6 September 2012
  • Pengumuman Pemenang Lelang : 13 September 2012

Adapun persyaratan bagi perusahaan yang berminat mengikuti lelang ini adalah :


  • Sub bidang pelaksanaan/penyelenggaraan (event orginizer)/ MICE (meeting, insentif, Convention, exhibition)
  • peserta berbentuk badan usaha harus memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, kecuali bagi penyedia yang baru berdiri kurang dari 3 tahun
  • persayaratan lain yang tercantum dalam dokumen pengadaan.


26 Juli 2012

Kota Sukabumi Lima Besar Ekonomi Kreatif di Jabar

CIKOLE – Pemkot Sukabumi masuk ke nominasi lima besar Kota/Kabupaten di Jawa Barat (Jabar) dalam kategori pengembangan ekonomi kratif. Masuknya Kota Sukabumi tersebut dinilai oleh Pemerintah Provinsi Jabar telah melakukan upaya dalam mewujudkan pengembangan budaya kratif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertujuan untuk kesejahteraan masayarakat di daerah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Ekonomi, Kurnia Ramdhani pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Sukabumi, beberapa waktu lalu. 
“Awalnya 15 Kota/Kabupaten, setelah dievaluasi oleh komite ekonomi jabar, muncul lima daerah yang layak di ajukan ke tingkat nasional salah satunya Pemkot Sukabumi. Adanya nominasi ini juga merupakan inisiatif dari kementrian bidang kesejahteraan rakyat,” terangnya. Lebih lanjut Kurnia mengatkan, di Kota Sukabumi terdapat 15 sektor pelaku ekonomi kreatif dengan jumlah pelaku sekitar 13.400 orang, di antaranya fesyen, film, musik, kerajinan, teknologi informasi, pasar barang seni, desain dan periklanan. “Tapi yang paling banyak di domisili yakni disektor kerajinan,” lanjutnya. 
Ketika disinggung faktor utama Pemkot Sukabumi masuk nominasi lima besar tersebut, Kurnia menuturkan bahwa kepedulian Pemkot Sukabumi untuk memajukan palaku ekonomi kreatif bisa dilihat dari segi masalah memberikan perijinan. “Ambil contoh, ketika akan digelar konser atau pertunjukan music di Kota Sukabumi pasti mudah, terus keberhasilan yang lainnya juga ketika pemutaran film, meskipun film tersebut local, namun pemkot memberikan kemudahan untuk menggunakan milik gedung pemerintah,” jelasnya. 
Dikatakannya, banyaknya pelaku ekonomi kreatif selain bias membantu penyerapan tenaga kerja, juga berdampak naiknya Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kota Sukabumi sebanyka 20 persen. “LPE kita dari 6,12 persen menjadi 6,32 persen,” pungkasnya.(nur) 

Klaim Kecelakaan Jasa Raharja Rp7,2 Miliar

CIKOLE – Pembayaran santunan kecelakaan dari PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi sampai dengan Juni 2012 mengalami kenaikan dibanding periode yang sama di tahun lalu. Penanggung Jawab Pelayanan Klaim PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, Toif Riyanto mengatakan, sampai dengan periode bulan Juni 2012 pihaknya sudah membayarkan klaim kecelakaan sekitar Rp 7.215.493.760 atau sekitar Rp7, 2 Miliar. “Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekitar Rp 6.596.303.883? ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, “kemarin. 
Berdasarkan data yang diperoleh, sampai dengan bulan Juni 2012 pembayaran klaim untuk meninggal dunia sekitar Rp. 5.600.000.000, Luka-Luka Rp 1.515.993.760, Cacat Tetap Rp. 91.500.000, Penguburan Rp. 8.000.000 dengan total kseluruhan Rp 7.215.493.760. Sedangkan periode yang sama tahun lalu, Meninggal dunia Rp 5.162.500.000, Luka-Luka Rp. 1.359.553.883, Cacat Tetap Rp 66.250.000, Penguburan Rp 8.000.000, dengan total keseluruhan Rp 6.596.303.883. “Jumlah santunan yang kami bayarkan tersebut meliputi tiga wilayah, yaitu Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur,” ungkapnya. 
Saat ditanya terkait kesiapan PT. Jasa Raharja Perwakilan Sukabumimenjelang arus mudik tahun ini, dijelaskannya, pihaknya akan membuka beberapa posko di wilayah kota/kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur bersama dengan Polres di wilayah tersebut. Untuk di wilayah Kabupaten Sukabumi, posko Jasa Raharja akan di buka di Polres Sukabumi dan Pos Polisi Elang (Cibadak). 
Di Kota Sukabumi berlokasi di Kantor PT. Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, Terminal Bus Sudirman dan Posko Pelayanan Terpadu Lakalantas Kecamatan Gunungpuyuh. Sedangkan untuk di Kabupaten Cianjur akan di dipusatkan di Kantor Pelayanan Jasa Rahararja dan Polres Cianjur.”Posko tersebut mulai berperasi dari 12-26 Agustus 2012,”terangnya.(NUR) 

Walau Bermasalah, PD Waluya Disuntik Dana Segar Rp1 Miliar

CIKOLE – Kasus hukum yang membelit salah satu perusahaan daerah dalam bidang farmasi yakni PD Waluya, ternyata tidak menghambat proses kinerja dari PD Waluya. Dikatakan Direktur PLt PD Waluya, Gabriel M Sukarman adanya kasus hukum yang membelit di PD Waluya bukan berarti pelayanan kepada masyarakat dihentikan. Untuk tetap bisa melayani masyarakat, anggaran penyertaan modal yang sudah diketok palu untuk penyegaran PD Waluya, sudah dilakukan pencairan sejak beberapa bulan lalu. “Dari Rp1 miliar yang dialokasikan, kita hanya mencairkannya Rp500 Juta,” terang Gabriel. 
Dijelaskan Gabriel, anggaran yang sudah dicairkan tersebut sudah dipakai untuk membayar utang dan gaji pegawai. Sementara untuk sisa anggaran yang belum dicairkan, Gabriel mengatakan pihaknya belum berencana mencairkannya. “Kita lihat ke depan. Tapi untuk saat ini, kita tidak ada rencana untuk dicairkan,” lanjutnya. Bahkan menurutnya, anggaran tersebut kemungkinan tidak dicairkan seiring dengan rencana melakukan kerjasama dengan swasta dalam pengelolaan PD Waluya. Dengan begitu, pemerintah juga tidak perlu melakukan penyertaan modal lagi. 
“Kita sudah ngobrol dengan pihak dewan. Mereka kelihatannya sepakat dengan apa yang dicanangkan dengan melakukan kerjasama tersebut,” lanjut Gabriel. Sementara itu, kasus PD Waluya sendiri masih ditangani pihak Polres Sukabumi Kota. Sampai saat ini, belum ada kejelasan terkait status dugaan korupsi tersebut. Dari berita yang sebelumnya, Polres Sukabumi Kota masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kalau dari hasil tersebut jelas, polres baru akan bertindak kembali.(nur) 

Pemprov Jabar Sidak Pedagang Tahu Tempe Di Sukabumi

SUKABUMI - Harga bahan baku tahu tempe yang mengalami kenaikan berdampak pada mogoknya produsen di beberapa daerah di Jawa Barat sehingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat menggelar inpseksi mendadak ke sejumlah pasar Sukaraja Sukabumi Jawa Barat. Di pasar tersebut Diskoperaindag Jabar masih menemukan beberpa penjual tahu dan tempe. 
Menurut pihak Diskoperindag Jabar, masih adanya tahu tempe di Sukabumi beberapa pedagang masih mendapatkan pasokan dari sejumlah produsen, namun ukuran serta takaran dari tahu tempe yang ada saat ini mengecil dibandingkan sebelumnya. Upaya pemerintah provinsi Jawa Barat untuk menstabilkan harga kacang kedele akan dilakukan pihak Disperindag Jawa Barat yaitu dengan melakukan langkah dan pembahasan dengan seluruh pengusaha koperasi tahu dan tempe Se-Jawa Barat. 
“Kami menghimbau kepada seluruh produsen tahu tempe agar menggunakan kedele lokal yang terdapat di sentra-sentra dinas pertanian pada masing-masing wilayah daripada membeli dan menggunakan kedele import dari tengkulak yang harganya mahal” himbau Ferry Sopyan, Kadisperindag Provinsi Jabar. 
Hal tersebut karena saat ini harga kacang kedele lokal saat ini berkisar Rp5700 dari para tengkulak sedangkan harga kedele import berkisar Rp8500. Namun para produsen lebih memilih kacang kedele import daripada lokal karena kualitas yang didapat sangat bagus dibandingkan kedele lokal.

Pasar Kertaraharja Cikembar Jadi Pilot Project

SUKABUMI - Setelah lama sempat terkatung, lantaran banyaknya hal yang harus diselesaikan, akhirnya pembangunan Pasar Bersama Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi dimulai. Dimulainya pembangunan pasar dengan pola Bangun Guna Serah yang pembangunannya dipelopori PT. Kerta Bumi Raharja ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sukabumi Sukmawijaya pada 16 Juli yang lalu. 
Pembangunan ini direncanakan bakal rampung selama delapan bulan ke depan. Bupati Sukabumi Sukmawijaya menyambut gembira dengan telah dimulainya proses pembangunan pasar tradisional dengan konsep semi modern oleh PT. Kerta Bumi Raharja. Dengan terlebih dahulu telah menyelesaikan segala permasalahan internal yang melingkupi lokasi tempat dimana pasar ini dibangun. “Keberadaan Pasar Kertaraharja tentunya harus didukung semua pihak, lantaran berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar,”kata Bupati Sukabumi Sukmawijaya usai Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Pasar Kertaraharja Kabupaten Sukabumi. 
Orang nomor satu ini menjelaskan, ketika pasar tersebut jadi, otomatis pusat perdagangan di Kabupaten Sukabumi akan bertambah, dan juga berimbas pada peningkatan penghasilan masyarakat. Bukan hanya pedagang, tapi juga masyarakat disekitarnya. Dengan kondisi seperti itu, tentunya akan memobilisasi orang. Artinya permintaan tenaga kerja pastinya bertambah dan penyedia kebutuhan juga bertambah. “Tidak hanya itu, hal yang juga tak kalah pentingnya ialah akan menambah pemasukan terhadap desa setempat, yang nantinya juga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan warganya. Sesuai dengan perjanjian antara desa dengan pengembang,”tuturnya. 
Lagi-lagi Bupati menegaskan bahwa Pasar Kertaraharja adalah milik desa, karena pembangunan yang dilakukan oleh pengembang diatas tanah milik desa. “Pasar yang menggunakan sistem Bangun Guna Serah ini baru pertama ada di Kabupaten Sukabumi. Ini adalah pilot project atau percontohan yang bisa dikembangkan ke depannya. Lantaran setelah habis masa perjanjian dengan pengembang, pengelolaan pasar tersebut sepenuhnya diserahkan kepada desa. Jadi, setelah 20 tahun, diserahkan sepenuhnya kepada desa,”terang Bupati Sukabumi yang juga berharap daerah lain mencontoh pola kerjasama tersebut. Sehingga, banyak desa yang memiliki pasar semi modern. 
Sementara itu Direktur PT. Kerta Bumi Raharja, Andri L.Kusumah mengucapkan rasa terimakasihnya kepada masyarakat dan aparat di empat desa, yang telah mendukung pembangunan Pasar Bersama Kertaraharja. Sehingga bisa dimulai pembangunannya. Meski ada riak yang muncul sebelumnya, hal itu ditegaskan Andri , sudah diselesaikan dengan baik. “Dukungan masyarakat di empat desa yang berada di sekitar pasar ini menjadi dorongan bagi kami. Apalagi pasar ini merupakan milik desa. Bahkan masyarakat ingin pembangunnya segera dimulai,”ujarnya. 
Sedangkan kompensasi lahan yang digunakan untuk pasar, pengerjaannya telah mencapai 70 persen. Lapang baru tersebut nantinya bukan hanya bisa dugunakan untuk berolah raga, tapi juga untuk Shalat Ied. Bahkan kondisinya lebih baik dari yang sebelumnya. “Lapang baru sebagai konpensasi lahan yang dijadikan pasar juga menjadi milik desa. Jadi, aset desa semakin bertambah,”urainya. 
Pria ramah ini menjelaskan, diatas lahan seluas 7.695 meter tersebut akan dibangun sebanyak 20 kios, yang terdiri atas dua blok. Pengerjaannya dilakukan dua tahap. Tahap pertama akan dibangun sebanyak 160 kios dan sisanya dibangun di tahap ke II. Sedangkan fasilitas yang dibangun, diantaranya pos keamanan, tempat ibadah dan parkir. “Parkir ini bukan hanya bagi pengunjng atau pedagang pasar Desa Kertaraharja, tapi juga bisa digunakan pedagang atau pengunjung yang ada sebelumnya,”bijaknya.(sri) 

Penjualan Produk Rumah Q-Ta Naik 10 Persen

SUKABUMI- Menjelang bulan suci Ramadan, aktivitas mudik sudah mulai ramai. Sudah jauh hari para pemudik memesan tiket keberangkatan, agar tak kehabisan tiket untuk pulang kampung. Namun, tidak sedikit masyarakat yang akan menampung anggota keluarganya, untuk menginap di rumah pada saat bulan suci Ramadan. Untuk memberikan kenyamanan kepada anggota keluarganya tersebut, mereka mulai ramai-ramai membeli produk furnitur. Seperti kasur, meja makan, sofa, dan beberapa jenis pajangan rumah lainnya. 
Hal tersebut tentu saja menjadi peluang bisnis bagi para pengusaha furnitur, untuk menyediakan permintaan konsumen yang mulai meningkat. Seperti yang dilakukan manajemen Rumah Q-Ta. Saat ini, pihaknya memberi harga promo untuk sejumlah item dengan stok terbatas. “Alhamdulillah menjelang Ramadan kali ini, pembeli furnitur di Rumah Q-Ta khususnya di Rumah Q-Ta Cabang Ciseureuh mulai bertambah 5 sampai 10 persen, itu pun baru awal-awal mendekati Ramadan,”ujar Manajer Divisi Promo Rumah Q-Ta Cabang Ciseureuh Sukabumi, Indrianing Asih. 
Menurutnya, kenaikkan akan terus bertambah seiring adanya lebaran Idul Fitri 1433 H. “Biasanya mendekati Lebaran , jumlah pembeli akan terus bertambah lagi,”akunya. Manajemen toko furnitur yang baru saja selesai mengadakan lomba mewarnai untuk Paud hingga SD Tingkat Kota Sukabumi ini, juga telah menyusun serangkaian program untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1433 H. 
Selain dengan memberikan diskon dari 10 hingga 15 persen, untuk beberapa item dengan stock terbatas. Rumah Q-Ta juga semakin memantapkan pelanannya pada pelanggan. “Kami berharap semoga Ramadan kali ini semakin banyak pelanggan, yang membeli produk furnitur baru di toko kami. Serta puas dengan pelayanan dan harga yang kami tawarkan,”urainya. (pkl2) 

Pemilik Hotel Kurang Minat PHRI

CIKOLE – Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kota Sukabumi Ferdiansyah mengatakan dari jumlah 50 hotel yang terdaftar hanya 10 hotel yang masuk dalam keanggotaan PHRI, ini bisa disebabkan kurangnya koordinasi saat pembangunan hotel di Kota Sukabumi , pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui dinas terkait tidak pernah diajak konsultasi oleh tim teknis perencanaan pembangunan khusunya mengenai perhotelan. ”Kami belum pernah dilibatkan atau diajak konsultasi oleh pihak teknis perencanaan pembangunan khusunya hotel oleh pemkot,” ujarnya. 
Ketika ditanya bagaimana perkembangan bisnis Hotel Di Kota Sukabumi, ferdi menuturkan, perkembangan hotel ataupun restaurant diperkirakan beberapa tahun kedepan akan mengalami kemajuan yang pesat, salah satunya dilihat dari wilayah Kota Sukabumi yang terbilang kondusif ” Saya tidak bisa memperkirakan berapa persen peningkatnnya kedepan, namun kita lihat ada beberapa bangunan hotel yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan, dan itu bisa dijadikan salah satu faktor akan terjadi perkembangan yang pesat,” jelasnya. 
Lebih lanjut ia mengatakan, kendati Kota Sukabumi hanya memiliki luas 48 km, namun berdasarkan data yang didapat darin 50 hotel, kategori berbintang hanya dua hotel, yaitu Taman Sari dan Anugerah, sedangkan sisanya sekitar 85 persen termasuk kategori melati. “Peluang bisnis Hotel di Kota Sukabumi masih dibilang menjajanjikan, terbukti dengan liburan sekolah beberapa waktu lalu, semua hotel yang ada di Kota Sukabumi hamper semuanya terisi penuh. Bahkan kondisi serupa juga terjadi setiap akhir pekan, dimana rata-rata pengunjung hotel menginap hanya 2 malam,” pungkasnya.(nur)