Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label kota sukabumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kota sukabumi. Tampilkan semua postingan

12 November 2014

Portal Resmi Informasi UMKM & Bisnis di Kota Sukabumi


Kini, telah hadir portal resmi Pemerintah Kota Sukabumi yang khusus menginformasikan seputar aktifitas ekonomi da bisnis, khususnya UMKM yang ada di Kota Sukabumi. Fitur-fiturnya pun lengkap dan dapat memenuhi harapan adanya website dengan data yang lengkap.

Link portal ini adalah : www.perekonomian.sukabumikota.go.id
 


26 Juli 2012

Pemilik Hotel Kurang Minat PHRI

CIKOLE – Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kota Sukabumi Ferdiansyah mengatakan dari jumlah 50 hotel yang terdaftar hanya 10 hotel yang masuk dalam keanggotaan PHRI, ini bisa disebabkan kurangnya koordinasi saat pembangunan hotel di Kota Sukabumi , pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui dinas terkait tidak pernah diajak konsultasi oleh tim teknis perencanaan pembangunan khusunya mengenai perhotelan. ”Kami belum pernah dilibatkan atau diajak konsultasi oleh pihak teknis perencanaan pembangunan khusunya hotel oleh pemkot,” ujarnya. 
Ketika ditanya bagaimana perkembangan bisnis Hotel Di Kota Sukabumi, ferdi menuturkan, perkembangan hotel ataupun restaurant diperkirakan beberapa tahun kedepan akan mengalami kemajuan yang pesat, salah satunya dilihat dari wilayah Kota Sukabumi yang terbilang kondusif ” Saya tidak bisa memperkirakan berapa persen peningkatnnya kedepan, namun kita lihat ada beberapa bangunan hotel yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan, dan itu bisa dijadikan salah satu faktor akan terjadi perkembangan yang pesat,” jelasnya. 
Lebih lanjut ia mengatakan, kendati Kota Sukabumi hanya memiliki luas 48 km, namun berdasarkan data yang didapat darin 50 hotel, kategori berbintang hanya dua hotel, yaitu Taman Sari dan Anugerah, sedangkan sisanya sekitar 85 persen termasuk kategori melati. “Peluang bisnis Hotel di Kota Sukabumi masih dibilang menjajanjikan, terbukti dengan liburan sekolah beberapa waktu lalu, semua hotel yang ada di Kota Sukabumi hamper semuanya terisi penuh. Bahkan kondisi serupa juga terjadi setiap akhir pekan, dimana rata-rata pengunjung hotel menginap hanya 2 malam,” pungkasnya.(nur) 

2 Juli 2012

Inflasi Kota Sukabumi Capai 0.31 Persen

SUKABUMI - Naiknya harga bahan bakar ditingkat eceran secara beruntun dalam dua bulan terahir, memberikan kontribusi signifikan terhadap terjadinya inflasi di Kota Sukabumi. Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Statistik Distribusi BPS Kota Sukabumi, Anita. Menurutnya, ada faktor lain yang menyebabkan inflasi di Kota Mochi ini. Diantaranya, tingginya biaya berobat dan naiknya ongkos transportasi. “Faktor-faktor diatas menjadikan Kota Sukabumi mengalami kenaikan inflasi sebesar 0,31% pada Mei 2012,”katanya. 
Sesuai dengan misinya BPS Kota Sukabumi sebagai pelopor data statistik terpercaya untuk semua, kami memberikan informasi yang sangat aktual. Sehingga bisa memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien. Dan lagi lanjut Anita, menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan khusunya di Sukabumi Umumnya di Indonesia. Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kegiatan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, merupakan tugas pokok BPS. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional dibidang kegiatan statistik, juga merupakan salah satu fungsi yang harus dilaksanakan oleh BPS Kota Sukabumi dan lagi BPS memiliki salah satu wewenang yaitu perumusan kebijakan dibidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro. 
“Sepanjang 2012 (sampai dengan bulan Mei ) di Kota Sukabumi terjadi inflasi sebesar 1,15%,”ujarnya. Menurutnya, kelompok kesehatan menjadi penyumbang inflasi tertinggi, dibanding kelompok pengeluaran lainya, yakni mencapai 3,34%. Sebaliknya kelompok pendidikan,rekreasi dan olahraga mengalami inflasi terendah sebesar 0,03% . “Secara umum komoditas yang menyumbang inflasi dan deflasi secara dominan pada bulan Mei 2012 tercatat ada 89 barang dan jasa, dalam paket komoditas Kota Sukabumi yang mengalami perubahan harga. Dimana 54 barang dan jasa mengalami kenaikan harga dan 35 lainya mengalami penurunan,”urainya. 
Berdasarkan data yang diterima dari Kantor BPS Kota Sukabumi menyebutkan, andil tertinggi disumbangkan oleh bahan bakar rumah tangga (LPG) yakni sebesar 0,073%, kemudian mobil 0,071 % , tarif rumah sakit 0,062 %, jengkol 0.051 %, tarif puskesmas 0,044 %, bawang merah 0,022 %, kue kering bermiyak 0,022 %, rokok kretek 0,015%, teri asin 0,014 %, dan kusen 0,007%. Sedangkan andil deflasi disumbangkan oleh telur ayam ras 0,046%,beras 0, 039%, cabe merah 0,012 %, tomat sayur 0,004%, emas perhiasan 0,004%, bawang putih 0,002%, bensin 0,002%, sepat asin 0,002%. “Jumlah kota-kota IHK di Indonesia yang mengalami inflasi dan deflasi hampir berimbang, dan hampir seluruh Ibukota Provinsi di pulau Jawa mengalami inflasi di Mei 2012, kecuali Kota Bandung, Ibu Kota Jawa Barat yang mengalami deflasi sebesar 0,23%, Kota Semarang mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,36%,”terangnya. 
Secara gabungan di Jawa Barat terjadi inflasi sebesar 0,03 %, diatara tujuh kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tiga kota mengalami deflasi yaitu Kota Depok sebesar 0,40%, Kota Sukabumi 0,31%, dan Kota Cirebon sebesar 0,10%. Sedangkan deflasi dialami oleh Kota Bandung sebesar 0,23 %, Kota Tasikmalaya sebesar 0,008%, Kota Bekasi 0,04% dan kota Bogor 0,03%. “Sedangkan inflasi tahun kalender (year to date ) Kota Sukabumi yakni bulan Januari sampai dengan bulan Mei 2012 sebesar 1,15%, sementara inflasi tahun ketahun atau (year on year) “mei 2012 terhadap mei 2011″ di Kota sukabumi sebesar 5,06 % *sumber warta IHK Kota Sukabumi,”pungkasnya. (cr5) 

22 Mei 2012

Lelang Pengadaan Pelumas Kendaraan di DP4 Kota Sukabumi


DP4 Kota Sukabumi saat ini akan menggelar lelang secara elektronik untuk pengadaan pelumas kendaraan operasional persampahan dan alat berat. Metode pengadaan dilaksananakan dengan metode pelelangan umum dengan metode pasca kualiifikasi dan sistem gugur.
Adapun nilai pagu paket ditetapkan sebesar Rp. 161.863.000,-. Anggaran dana berasal dari APBD Kota Sukabumi dan dapat diikuti oleh perusahaan dengan kualifikasi perusahaan kecil. Adapun syarat kualifikasinya adalah memiliki dokumen usaha lengkap dengan SIUP subbidang perdagangan umum, pernah mendapatkan minimal 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam 4 tahun terakhir baik dilingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman sebagai subkontrak, kecuali bagi penyedia yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun, dan telah melunasi pajak tahun terakhir.
Jadwal pengadaan barang secara elektronik melalui LPSE : (Jadwal lengkap klik disini)

  • Download dokumen pemilihan dan kualifikasi : 22 Mei 2012 jam 13.00 sampai 31 Mei 2012 pukul 23.59 WIB
  • Penjelasan dokumen lelang : 25 Mei 2012 pukul 08.00 - 10.00 WIB
  • Upload dokumen penawaran dan kualifikasi : 28 Mei 2012 mulai pukul 08.00 - 1 Juni 2012 pukul 08.00
  • Penetapan pemenang lelang : 07 Juni 2012 pukul 08.00 -12.00 WIB
Info lengkap silahkan kunjungi disini




5 Maret 2012

Prana Estate, Perumahan Nyaman di Pusat Kota Sukabumi

SUKABUMI -- Laju pertumbuhan perumahan di Kota Sukabumi terus meningkat. Berbagai macam fasilitas dan kelebihanpun ditawarkan. Salah satunya Perumahan Prana Estate yang berlokasi di Jalan Prana Bok A1/01 Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Aneka tipe rumah ditawarkan, mulai Tipe 26 sampai 50. Tidak hanya itu, perumahan Prana Estate juga sangat strategis. Untuk menjangkau pusat Kota Sukabumi, tidak membutuhkan waktu lama karena Perumahan Prana Estate berada di Kecamatan yang menjadi pusat Kota Sukabumi. Selain itu, lokasinya juga berdekatan dengan kawasan kesehatan yakni RSUD R Syamsudin SH, pendidikan dan berbagai hal lainnya yang memang memanjakan bagi para penghuni Prana Estate. Berbagai fasilitaspun disiapkan untuk para penghuni perumahan di antaranya, pendidikan TK dan kolam renang. Sehingga, orang yang akan melakukan aktifi tas olahraga dan pendidikan tidak perlu susah payah. Suasananya yang asri dan segar juga cocok bagi mereka yang senang melakukan jogging di pagi hari. 
Selain itu, Prana Estate juga tidak memberikan jarak dengan warga sekitar. Menurut Staf Pemasaran Prana Estate, Fitri Dulvia konsep berbaur dengan masyarakat sangat dikedepankan. “Kita tidak ingin ada skat antara penghuni perumahan dengan masyarakat,” ujarnya. Persyaratan untuk hunianpun sangat mudah. Selain itu, harganyapun sangat ekonomis. Ditambah lagi, cicilan angsurannya pun cukup terjangkau. “Kita memberikan pelayanan yang maksimal termasuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mau memiliki hunian. Kita juga memberikan kelonggaran dalam agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih maksimal,” lanjutnya. Perumahan ini memiliki beberapa tipe yakni, Tipe Soka A (type 26/117), Tipe Soka B (type 38/144), tipe Griya Melati A (41/78), Tipe Kenanga (type 50/105). (Radar Sukabumi)

4 Maret 2012

Pedagang Tuntut Jl A Yani Kembali Dua Arah

CIKOLE – Puluhan pedagang di kawasan Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, kemarin. Mereka menuntut agar diberlakukan jalur dua arah di Jalan Ahmad Yani karena sejak direkayasa menjadi satu arah, pedagang merasa sepi pengunjung. “Setelah Jalan Ahmad Yani di area Capitol ditutup (satu arah), sekitar dua tahun lalu, toko kami sepi pengunjung menurun hingga 70 persen. Kami menduga penurunan ini karena pengunjung malas harus memutar arah terlebih dahulu, sebelum ke toko kami,” keluh Koordinator Aksi Asep Priatna, kemarin. 
Ratusan pedagang yang berlokasi di daerah tersebut mulai dari pedagang pakaian, konter HP dan pedagang lainnya merasakan pembeli dan pengunjung menurun drastis. Pedagangan menuntut agar dibuka kembali arus lalulintas Jalan Ahmad Yani menjadi dua arah. “Beberapa pedagang bahkan gulung tikar sejak jalan tersebut diberlakukan satu arah,” kata Asep seraya menambahkan unjuk rasa ini merupakan aspirasi sekitar 200 pedagang di Jalan A Yani. 
Unjukrasa pedagang ini diterima Kadishub Andri Setiawan, Kasat Lantas dan Kasat Intelkam Polres Sukabumi Kota AKP Asep Saepudin dan AKP Agus Nur Sad. Kadis Koperindag Dudi Fathul Jawad serta Kepala Satpol PP Agus Wawan Gunawan. 
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Andri Setiawan mengatakan, menyikapi tuntutan pedagang itu pihaknnya akan melakukan pengkajian dengan berbagai pihak terkait, mulai Diskoperindag, Satpol PP dan Polres Sukabumi Kota. Yaitu soal keinginan pedagangan membuka jalur dua arah Jalan Ahamd Yani sampai pertigaan Jalan Ciwangi. “Kami akan kaji keinginan pedagang dan secepatnya ada kepastian soal keinginan pedagang itu,” kata Andri. Ia menambahkan pembahasan ini pun akan dikoordinasikan dengan forum komunikasi lalulintas yang melihat dampak yang terjadi seperti kemacetan dan parkir yang sembarangan mengakibatkan kesemerawutan jalan. “Kami akan melihat dampak yang terjadi sehingga di saat pemberlakuan dua arah Jalan A. Yani tersebut tidak menimbulkan masalah,” pungkas Andri. 
Sementara itu Kadis Koperindag Dudi Fathul Jawad mengharapkan para pedagang untuk sabar dengan melihat masalah ini dari berbagai aspek. “Semoga semuanya bisa terwujud sesuai keinginan dengan mengedepankan kepentingan bersama. Kami bertekad untuk mengedapankan pelayanan dalam berdagang, meningkatkan pelayanan pembeli,” pungkas Dudi. (Radar Sukabumi)

28 Januari 2012

DPRD Akan Panggil BJB Soal Dana ke PD Waluya

Sukabumi : Komisi II DPRD kota Sukabumi dalam waktu dekat akan memanggil pihak Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Sukabumi dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Sukabumi. Pemanggilan yang bertujuan untuk meminta penjelasan terkait seputar kucuran dana Rp. 1.337 miliar kepada PD Waluya. Bahkan Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi Dadang Hermawan akan mengusulkan kepada pihak Eksekutif dan Legislatif agar memindahkan semua rekening pemda dari BJB ke bank lainnya. 
“Kami jadwalkan akhir Januari atau awal bulan Februari karena minggu-minggu ini Komisi II akan melakukan kunker ke Medan,” tutur Ketua Komisi II Dadang Hermawan kepada sejumlah wartawan di ruangan kerjanya Rabu,(18/01) kemarin. Menurut Dadang, usulan dipindahkan saja seluruh rekening pemda ke bank lain dikarenakan undangan Komisi II DPRD Kota Sukabumi beberapa waktu yang lalu untuk melakukan agenda hearing tidak diindahkan oleh pihak BJB, sehingga terkesan pihak BJB tidak proaktif dan menghina lembaga DPRD. 
Adapun agenda hearing nantinya untuk memintai keterangan sejauh mana mekanisme penyaluran peminjaman uang kepada PD Waluya yang menggunakan sertifikat istri Alm. Farid Hardja. “Kami sudah mengirim surat ke pihak BJB, namun sampai saat ini tidak ada niatan baik mereka untuk datang ke gedung DPRD Kota Sukabumi,” ujarnya. Dadang menegaskan, apabila pihak BJB tidak hadir dalam hearing nanti maka seluruh anggota DPRD Kota Sukabumi mulai dari pimpinan sampai dengan anggota akan menandatangani pengusulan dipindahkan saja seluruh rekening pemda ke bank lain. Bahkan apabila pemda tidak menyetujui usulan tersebut, maka seluruh anggota DPRD Kota Sukabumi tidak akan mengesahkan APBD di tahun mendatang. ”Kalau pemda tidak mau menyetujui usulan kami, maka kami tidak akan mengesahkan APBD nantinya,” tegasnya. 
Selain itu pihaknya juga mempertanyakan sejauh mana kinerja Badan Pengawas BUMD Kota Sukabumi khususnya yang menangani PD Waluya sampai terjadinya permasalahan ini. Bahkan dia menganggap Badan Pengawas BUMD Kota Sukabumi seperti boneka cantik yang hanya duduk manis dan menunggu keuntungan dari tiap BUMD. Dadang juga telah mengusulkan kepada Pimpinan DPRD agar bantuan penyertaan modal untuk PD Waluya sebesar Rp 1 miliar agar ditunda dulu untuk sementara sampai waktu yang belum ditentukan. 
Sementara itu, Manajer Komersial BJB Cabang Sukabumi Asep Hadianan saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya membantah telah menerima surat undangan hearing dari Komisi II DPRD Kota Sukabumi. Bahkan dia sempat menanyakan satpam yang dititipi surat undangan tersebut dan tidak bertemu karena tugas shift malam. (Neraca)

27 Januari 2012

Direktori Bisnis Pengrajin Boks Speaker Kota Sukabumi

Boks Speaker buatan pengrajin Kota Sukabumi sudah terkenal baik di pasar nasional maupun internasional. namun tahukan anda dimana boks speaker tersebut dibuat ? Inilah data pengusaha/pengrajin boks speaker yang ada di Kota Sukabumi tersebut.

Direktori Bisnis Pengrajin Boks Speaker - Sukabumi

Direktori Bisnis Furniture dan Olahan Kayu di Kota Sukabumi

Inilah data pelaku bisnis yang bergerak dibidang furniture dan olahan kayu di Kota Sukabumi.

Direktori Bisnis Olahan Kayu - Sukabumi

Investasi PD Waluya Dianggap Illegal Oleh Dewan Pengawas

CIKOLE – Badan Pengawas Perusahaan Daerah (PD) Waluya mengaku investasi yang dilakukan direksi PD Waluya melanggar aturan alias illegal. Soalnya, invetasi itu tanpa sepengetahuan Badan Pengawas PD Waluya. Padahal dalam Perda nomor 14/2008, kerjasama dengan pihak ketiga harus diketahui oleh pengawas. Dalam kasus dugaan adanya penyelewengan dalam investasi PD Waluya terungkap kerjasama dengan pihak ketiga itu adalah antara lain dengan CV Ratu Maharani dan CV Assyifa. Merasa tidak pernah tahu atau pun diberitahu soal investasi dana miliaran rupiah ke pihak ketiga itu, badan pengawas merasa kecolongan. 
“Sebelumnya saya tidak tahu ada kerjasama seperti itu. Saya baru tahu setelah ramai diberitakan media. Makanya kerjasama itu illegal karena kami selaku pengawas tidak mengetahui investasi kepada pihak ketiga,” ujar Ketua Badan Pengawas PD Waluya, Fifi Kusumajaya yang tidak lain Kepala Dinas Pengelolaan Persampahan Pertamanan dan Pemakaman (DP4) Kota Sukabumi. 
Sekadar mengingatkan, sebagaimana terungkap dalam pemeriksaan sejumlah saksi di Polres Sukabumi Kota beberapa waktu lalu, investasi yang diberikan kepada pihak ketiga senilai Rp1,7 miliar terbagi kepada dua orang pihak ketiga yaitu Iwan Kaboel dab Atef yang digunakan untuk proyek di Cianjur dengan rincian delapan proyek oleh Atef dari CV Assyifa dan 13 proyek untuk Iwan Kaboel dari CV Ratu Maharani. “Kami benar-benar tidak tahu dan hal ini illegal. Kapasitas kami selaku pengawas menentukan kebijakan seperti alokasi dana dari pemerintah dan pengucuran dana lainnya, setelah melalui perhitungan yang matang,” ungkap Fifi. Di Badan Pengawas PD Waluya sendiri, selain Fifi sebagai ketua, juga ada Ipin Saripin dan Ahmad Husni. 
Sementara itu, dari lanjutan penyelidikan kasus dugaan korupsi PD Waluya, polisi kembali memeriksa untuk kali kedua Bendahara PD Waluya, Tina Karyati. Selain Tina, Kepala Subseksi Gudang, Maharinta juga dimintai keterangan di Unit II Reskrim Polres Sukabumi Kota, kemarin. Dalam pemeriksaan tersebut sebagai lanjutan penyelidikan Direktur PD Waluya dr Boyke Priyono, Seksi Keuangan Ihsan. Pemanggilan bendahara yang kedua kalinya didampingi kuasa hukum Yeni Iryani. Kuasa Hukum Yeni Irayani menuturkan, terkait panggilan pada kali ini yang sempat merembet ke Subseksi Gudang yang mengetahui seputar barang dan pengeluaran dana tersebut. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. “Tidak ada peningkatan status dalam kasus ini. Kedua klien kami berstatus saksi,” ujar Yeni seraya menambahkan pertanyaan yang dilontarkan penyidik seputar pengucuran dana dan tugas Bendahara dan peran Subseksi Gudang. (Radar Sukabumi

25 Januari 2012

Direktori Bisnis Pengusaha Mochi Khas Sukabumi

Kue Mochi sudah terkenal sebagai makanan khas Sukabumi yang sering dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung kesini. Namun tahukah anda berapa banyak pengusaha kue mochi ini di Kota Sukabumi ? Nah ini dia datanya :

Direktori Bisnis Mochi Sukabumi - Sukabumi

Direktori Bisnis Mesin dan Alat Transportasi di Kota Sukabumi

Direktori Bisnis Mesin & Alat Transportasi - Sukabumi

Direktori Bisnis Makanan dan Minuman di Kota Sukabumi

Direktori Bisnis Makanan & Minuman - Sukabumi

11 November 2011

SMKN 2 Kota Sukabumi Rakit Ribuan Notebook

Citamiang - sejumlah SMK penerima bantuan di Kota/Kabupaten Sukabumi, Kota/Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Hebatnya, ratusan perangkat elektronik yang merupakan bagian dari proyek pengadaan Dirjen Pendidikan Menengah itu akan dirakit siswa SMKN 2 sendiri. Salah seorang guru SMKN 2, Rahmat menjelaskan, perakitan ini sesuai surat keputusan sekretaris Direktorat Jendral Pendidikan Menengah selaku kuasa pengguna Anggaran (KPA) Nomor : 01162/D1/KP/2011, tanggal 9 Mei 2011. Di mana SMKN 2 Sukabumi ditetapkan sebagai perakit notebook, PC dan LCD proyektor. “Ini sebuah kebanggan bagi SMKN 2 secara khusus dan Kota Sukabumi umumnya,” ujar Rahmat. 
Untuk tahap pertama, SMKN 2 akan merakit 661 unit PC dan 1.550 unit notebook dan 260 LCD proyektor. Kegiatan ini ditujukan untuk proses pembelajaran bagi siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) sebagai jurusan TIK di SMKN 2 Sukabumi. “Program ini sekaligus untuk melatih para siswa agar kedepannya memiliki jiwa kewirausahaan yang mandiri,” katanya. 
SMKN 2 mendapat sebutan sebagai smk perakit berkat prestasi yang telah diraih sejak tahun 2008 hingga saat ini. Seperti pada 2008 SMKN 2 merakit PC sebanyak 36 unit, kerja sama dengan PT Syrexindo Mandiri Buana. Setahun kemudian merakit PC maupun notbook bekerja sama dengan tim implementasi pengembangan kota vokasi Kota Sukabumi. 
Tahun lalu, siswa SMKN 2 kembali merakit 371 unit proyektor, merupakan bantuan dari direktorat PSMK. Dalam proses perakitan PC dan LCD proyektor diserahkan pada kelas X dan kelas XI TKJ sedangkan kelas XII ditugaskan sebagai cuality control dan program keahlian RPL ditugaskan untuk proses instalasi pada PC . 
SMKN 2 Kota Sukabumi adalah salah satu dari empat sekolah perakit yang ada di Jawa Barat. SMKN 2 ingin menjadikan sekolah sebagai teaching factory. Rencana untuk membuat power supply dan cassing PC rancangan sendiri, manfaat program pelatihan perakitan ini untuk sekolah adalah agar siswa dapat menjalankan praktik lebih baik lagi.(tiwi_rian/smkndua) Sumber

5 November 2011

Realisasi Investasi Di Kota Sukabumi Baru 50%


Cikole – Pertumbuhan dunia investasi di Kota Sukabumi terus digenjot. Hingga saat ini realisasai pertumbuhan investasi modal dalam negeri masih lebih tinggi dibanding investasi modal asing. Dominasi investasi modal dalam negeri memang tetap menjadi prioritas, untuk memberi ruang para pengusaha lokal dan nasional tumbuh dan berkembang di kawasan ini.
Dari target Rp814 miliar investasi modal dalam negeri hingga awal Oktober 2011 realisasinya baru sekitar 50 persen lebih dari target yaitu Rp413 miliar. Untuk tahun 2012 Kota Sukabumi menargetkan pertumbuhan investasi modal dalam negeri naik hingga 10 persen.
Dari terget yang dicanangkan pemerintah Kota Sukabumi investasi modal asing sebesar Rp50 miliar untuk tahun 2011. Hingga pertengahan kuartal terakhir sudah terealisasi Rp47,5 miliar. “Dari pertumbuhan ini kita optimis target ini akan tercapai meski hanya tinggal satu bulan lagi,” ungkap Kepala Kantor Penanaman Modal Terpadu, Kota Sukabumi, Rudi Juhayat.
Mayoritas para investor modal asing saat ini bergerak di sektor industri tekstil dan Produk tekstil (TPT). Dalam sektor ini sudah ada investor dari Jerman, Korea dan Cina. Selama tahun 2011, dari sektor tersebut berhasil membuka lapangan kerja hingga 2.964 orang. Sektor industri ini kemudian diikuti sektor perbankan dan jasa.
Untuk tahun depan, Pemkot Sukabumi menargetkan pertumbuhan investasi asing naik hingga 8 persen. Investasi modal asing penting untuk menggali potensi lainnya dan sebagai perimbangan pertumbuhan bagi para investor lokal. “Kita harus terus menarik investor asing. Untuk tahun 2012 kita coba tawarkan sektor jasa wisata sebagai unggulan baru kawasan ini,” paparnya.(rp4)

2 November 2011

50% lebih PNS Kota Sukabumi Terlilit Hutang

Cikole – Kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah Kota Sukabumi dianggap kurang memadai. Gaji yang diterimanya setiap bulan ternyata masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kurangnnya kesejahteraan pegawai menjadikan sebagain besar PNS berhutang, menggadaikan SK PNS-nya, untuk memenuhi kebutuhannya.
“Ya banyak PNS yang berhutang. Mungkin lebih 50 persen dari jumlah PNS yang ada di lungkup Pemkot Sukabumi,” ujar Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, M. Murazz usai memberi materi dalam acara Forum Komunikasi Pemberdayaan Aparatur
Negara di Hotel Edelweis Kota Sukabumi, kemarin (26/10).
Ia menambahakan, dalam pemasalahan utang piutang, ini ada yang dikategorikan rasional dan tidak rasional. Rasional ketika PNS meminjam uang untuk membeli rumah, membiayai sekolah anak dan membiayai kesehatan. “Yang tidak boleh itu, ketika PNS berhutang untuk kepentingan konsumtif semata,” paparnya.
Untuk meminimalisir hal tersebut, Muraz mengatakan pihaknya sudah memberikan pelayanan kesehatan bagi PNS di lingkungan Pemkot Sukabumi. “Kita sudah ada paviliun KORPRI untuk melayanai PNS dalam bidang kesehatan. Jadi, tidak ada alasan lagi meminjam uang untuk biaya kesehatan,” terangnya.
Selain itu dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010, para PNS tidak bisa semena-mena dalam bekerja. Jangan samapai para PNS mangkir dari tugas mereka, apa lagi dengan alasan mencari tambahan penghasilan untuk membayar hutang mereka. Para PNS ini seringkali menggunakan SK pengangkatan mereka sebagai jaminan untuk melakukan
pinjaman.
“Saya mengingatkan kepada semua PNS untuk tidak macam-macam karena ada sanksi tegas sesuai PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS yang akan saya tegakan dan saya meminta pada semua unsur masyarakat untuk mengadukan bila ada PNS yang berkeliaran tidak jelas saat jam kerja,” tegasnya.
Dalam peraturan ini bagi PNS yang tidak masuk kerja selama 16-20 hari tanpa alasan akan berikan penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun. Bila melampaui 30 hari akan dilakukan penurunan pangkat lebih rendah satu tahap. Bila mangkir dalam 30 hari akan diturunkan pangakat tiga tahap lebih rendah. Bila PNS mangkir selama 46 hari dalam setahun tanpa alasan jelas akan dikenai sangsi diberhentikan.(rp4)

13 Agustus 2011

Pemkot Buka Posko Pengaduan THR

Cikole – Pemkot Sukabumi melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) yang kerap dikeluhkan karyawan perusahaan di Kota Sukabumi. Posko ini untuk menampung pengaduan THR ini berlokasi di Kantor Dinsostek PB di Jalan Ciaul Pasir No 126 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.
Berkenaan dengan memasuki lebaran Dinsostek PB melakukan himbaun serta sosialisasi kepada seluruh perusahaan untuk memberikan THR kepada pekerja atau karyawan selambat-lambatnya H-7 berdasarkan Peraturan menteri tenaga kerja No. 04 Tahun 1994.
Pelaksana Tugas (Plt) Bidang Tenaga Kerja Dinsostek PB, Agus Andriansyah mengatakan untuk menanggulangi kecurangan dalam pelayanan terkait THR pihaknya telah membuka posko pengaduan selam 24 jam, yang nantinya atas pengaduan tersebut Dinsostek PB menindak lanjuti seperti permasalahan besaran nominal dan waktu dibagikannya THR. “Posko pengaduan tersebut yang nantinya akan kami tindak lanjuti jika ada perusahaan yang melanggar aturan pemberian THR yang tidak sesuai surat edaran,” ujarnya.
Adapun mekanisme pemberian THR telah ditentukan sebagaimana  menurut Permenaker No: Per-04/MEN/1994 Pasal 3 ayat (1) dan (2) yaitu besaran THR bagi pekerja yang telah memiliki massa kerja satu tahun terus menerus maka di berikan uang THR sebesar satu bulan upah kerja sedangkan untuk pekerja yang mempunyai massa kerja dibawah 12 bulan dan sekurang-kurangnya tiga bulan maka perhitungan uang THR yaitu massa kerja dibagi 12 dikali satu bulan upah (Masa kerja bulan/12) x 1 (satu) bulan upah. “Mekanisme tersebut berdasarkan permanen dan jika ada yang melanggar akan kami tindak,” tegasnya
Apabila nilai THR tersebut tertuang dalam perjanjian kerja Peraturan Perusahaan perjanjian Kerja Bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan lebih besar dari ketentuan di atas maka THR yang dibayarkan harus sama dengan perjanjian kerja Peraturan perusahaan perjanjian kerja bersama atau kebiasaan yang telah dilakukan tersebut.
Untuk waktu pembayaran THR diharapkan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum merayakan hari raya keagamaan. Pembayaran tepat waktu tersebut akan sangat berarti bagi pekerja dan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan selama hari raya. “Saya berharap perusahaan bisa menaati aturan tersebut demi kenyamanan pekerja,” harapnya.(rp10)

10 Agustus 2011

Pusat Kaligrafi Pertama Di Indonesia Diresmikan Di Sukabumi

Gunungpuyuh – Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur resmikan Gedung Pusat Studi Kaligrafi dan Perpustakaan Lemka (Pustaka) di Pesantren Kaligrafi Al-Quran Lemaka di Jalan Bhineka Kaya Kelurahan Keramat Kecamatan Gunung Puyuh, kemarin.
Pesantren kaligrafi pertama di indonesia ini, menyediakan perlengkapan buku yang memuat segala bentuk yang berkaitan dengan dunia kaligrafi dan peradaban Islam. “Pesantren Kaligrafi Lemka ini memang salah satu pusat stady pertama di Indonesia. Makanya, tidak ada salahnya pihak pemerintah baik pusat, provinsi ataupun daerah untuk lebih meningkatkan perhatian terhadap Pustaka ini,” ujar Muslikh kepada Radar Sukabumi usai peresmian Pustaka, kemarin.
Selain itu Muslikh juga menjelaskan, kalau Lemka ini menjadi salah satu kebanggaan bagi Kota Sukabumi termasuk Provinsi Jawa Barat karena berhasil menelurkan alumni yang bisa menjuarai perlombaan-perlombaan tingkat nasional bahkan internasional.
Pustaka sendiri dibentuk agar menjadi tempat referensi bagi masyarakat umum khususnya warga Kota Sukabumi. Dalam pustaka sendiri, terdapat beragam buku seperti artikel, kaidah kaligrafi, sejarah kaligrafi, filosofi kaligrafi, buku, skripsi, cerpen, makalah, novel, jurnal dan sumber-sumber kepustakaan lainnya.
Sementara itu, Pimpinan Pesantren Kaligrafi Lenmak, Didin Sirojudin mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya peresmian Gedung Pustaka. Tapi, ini menjadi ajang pendidikan dan latihan bagi para peserta didik baru tahun ajaran 2011-2012. “Memang, ini adalah salah satu pesanten Kaligrafi pertama di Indonesia. Sehingga, bagi mereka yang mau mencari referensi untuk skripsi dan lainnya tidak kesulitan lagi,” ujarnya.
Rencananya, Pustaka sendiri akan dijadikan perpustakaan umum yang bisa diakses oleh semua pihak. Kelebihan yang nanti ditawarkan, para pembaca bisa mendapatkan suasana asri alam. Karena, rencananya tempat baca akan dibuat menjulur ke sawah dekat pesantren. “Sehingga, tidak ada kesan bosan dan lain sebagainya. Makanya kita akan bikin seperti di alam bebas,” sambungnya.
Sementara itu, jumlah santri tahun ini sekitar 81 santri dari 21 provinsi yang ada di Indonesia. Rata-rata, mereka adalah utusan kota/kabupaten dari masing-masing provinsinya.(rp4)

9 Agustus 2011

Disperindag Kota Akan Stabilkan Harga Selama Ramadhan

Sukabumi – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi akan menggelar Bazar Murah Ramadan di tiap kecamatan. Rencananya, kegiatan untuk menyetabilkan harga di pasaran ini akan mulai dilaksanakan pada pekan kedua Ramadan 1432 Hijriah. “Dalam bazar murah Ramadan itu akan digelar di semua kecamatan di Kota Sukabumi. Masing-masing tiap kecamatan akan digelar bazar murah selama dua hari,” kata Kepala Bidang Perdagangan Diskopridag Kota Sukabumi, Wawan Darmawan kepada Radar Sukabumi. 
Disebutkan Wawan, tujuan bazar ini agar masyarakat dapat menikmati harga-harga sembako yang relatif murah. Di samping itu, dalam bazar tersebut akan dijajakan produksi UKM. “Untuk sekarang kan sejumlah harga sembako masih relatif stabil. Adapun ada kenaikan masih dalam batas kewajaran sehingga belum diperlukan operasi pasar (OP). Kendati demikian, bazar murah akan tetap dilaksanakan,” jelasnya. 
Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Diskopridag Kota Sukabumi, Enjen Ismail menambahkan, pihaknya akan memperketat pengawasan barang dan jasa di lapangan. Upaya ini untuk mengantisipasi beredarnya barang atau makanan kadaluarsa dan tidak layak konsumsi. “Memang sejauh ini dari hasil pengawasan belum ditemukan peredaran makanan atau minuman tak layak konsumsi. Namun, pada Ramadan ini dan Lebaran nanti pengawasannya akan diperketat,” tegasnya. 
Menyinggung mengantisipasi munculnya spekulan, kata Enjen, pihaknya juga akan memperketat pengawasan jalur distribusi. “Jangan sampai pada Ramadan dan Lebaran ini ada oknum atau spekulan yang memanfaatkan situasi,” tandasnya.(sri)

Bazaar Ramadhan Digelar Di 7 Kecamatan

Lembursitu – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, mengadakan Pasar Murah dan Bazaar Sembako Ramadan, di setiap Kecamatan se-Kota Sukabumi. Kegiatan Pasar Murah dan Bazar tersebut baru dimulai, kemarin (8/8) di Kelurahan/Kecamatan Lembursitu. 
Dalam kegiatan tersebut, berbagai macam prodak disuguhkan. Mulai dari kebutuhan sembako dan oleh-oleh asli sukabumi. Kegiatan sendiri, dibuka langsung Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur. Seperti dikatakan Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi, Dudi Fathul Jawad pasar murah dan Bazar Sembako Ramadan tersebut, dilaksanakan secara rutin setiap tahun sekali, di setiap Kecamatan se-Kota Sukabumi. 
Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya merealisasikan aspirasi warga masyarakat, yang menghendaki agar di setiap Kecamatan di Kota Sukabumi dilaksanakan Pasar Murah dan Bazaar Sembako Ramadhan. “Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah derah untuk membantu, sekaligus meringankan beban warga masyarakat, khususnya warga masyarakat yang kurang mampu,” ujar Dudi Farhul Jawad. 
Dijelaskannya, Pasar Murah dan Bazaar Sembako Ramadhan tersebut, dilaksanakan per kecamatan. Di setiap Kecamatan, masing-masing melaksanakan selama 2 hari. Diharapkan dengan pasar murah ini mampu meredam gejolak harga sembako sekaligus membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sembako selama ramadan. 
Sementara itu, menurut Lurah Lembursitu, Rosidin, kegiatan ini sangat membantu masyarakat terutama di daerahnya. “Masyarakat di sini sangat terbantu sekali dengan program ini. Apalagi, dari segi harga sembako yang dijual, di bawah harga pasar,” ujarnya. Selain itu, Rosidin berharap kalau kegiatan ini tidak hanya dilakukan dua hari ini saja. Tapi, bisa berkelanjutan, sehingga bisa mengakomodir UKM yang ada di daerahnya tersebut. “Kalau kagiatan ini rutin dilaksanakan, saya yakin bisa bersaing dengan pasar modern yang selama ini merajai Kota Sukabumi,” sambungnya.(rp4)