Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label walikota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label walikota. Tampilkan semua postingan

16 Januari 2012

Ribuan Izin Pemampaatan Ruang Ditenggarai Illegal

Sukabumi - Sedikitnya 1.349 surat izin pemanfaatan ruang di Kota Sukabumi ditengarai ilegal. Pasalnya proses perizinan hanya mengacu pada Keputusan Walikota (Kepwal) nomor 142 tahun 2011. Aturan yang dikeluarkan orang nomor satu di Kota Sukabumi ini, dinilai bertentangan dengan Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 2010 tentang Penataan Ruangan.
Pernyataan adanya ribuan izin ilegal disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Ahmad Fahmi. Politisi PKS ini menilai Kepwal No. 142/2001 telah mengangkangi peraturan yang lebih tinggi yakni PP No. 15 tahun 2010. Sekalipun resikonya harus kehilangan potensi sumber pendapatan asli daerah dari sektor perizinan.
”Semestinya Pemkot tidak mengeluarkan izin ketika payung hukumnya bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Sebab tidak ada landasan hukum yang membenarkan izin keluar atas Keputusan Walikota,” kata Fahmi.
Fahmi mengakui Kepwal No. 142/2011 lahir sebagai inisiatif pengganti Perda yang mengatur penataan ruangan di Kota Sukabumi. Masa berlaku Perda  habis masa berlakunya sejak Juli 2011. Sepanjang Juli hingga Desember 2011, Kepwal 142/2011 menjadi landasan hukum atas terbitnya 1.349 surat izin pemanfaatan ruang.
”Keluarnya Kepwal No. 142/2011 sebenarnya bertujuan baik agar Pemkot tidak sampai kehilangan potensi PAD. Namun perlu diingat juga ada persoalan hukum yang tidak bisa diabaikan pemerintah daerah,” kata Fahmi.
Staf Bagian Pelaksana Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT)  KPMPT Kota Sukabumi, Endang mengatakan, Kepwal No. 142/2011 menjadi landasan hukum untuk menerbitkan izin yang berkaitan dengan penataan ruang. Berkat Kepwal ini, ribuan izin keluar hingga mampu menyedot PAD sebesar Rp 609 juta.
Kepala Bagian Hukum Pemkot Sukabumi, Een Rukmini menjelaskan keluarnya Kepwal No 142/2011 mengacu pada ketentuan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Salah satu alasan keluarnya Kepwal juga karena Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah sedang dalam proses penggodokan.
”Berdasarkan PP No. 15 tahun 2010 menyebutkan izin penataan ruangan harus mengacu pada Perda. Tetapi kami melihat aspek sosiologis yang bakal timbul. Sebab akan terjadi stagnasi pembangunan apabila Pemerintah Daerah tidak mengeluarkan izin yang berkaitan dengan penataan ruangan ini,” kata Een.



Sumber : Jurnal Sukabumi

1 Desember 2011

HET Tabung Gas Melon Ditetapkan Rp. 13.650,-

CIKOLE– Pemkot Sukabumi kembali sosialisasi harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji ukuran 3Kg atau Simelon di Buleng resto, kemarin. Langkah ini untuk menghidari kebergaman harga di Kota Sukabumi. Pemkot menetapkan HET gas 3 Kg sekaligus mengeluarkan surat keputusan (SK) Walikota No 201 Tahun 2011, yakni HET gas 3 Kg di pasaran senilai Rp 13.650 dan agen Rp 12.750. Harga itu sudah termasuk biaya angkutan sampai pangkalan. ” Harga di pasaran ini dengan radius maksimum 60 KM dari pengisian bulk elpiji,” ujar Walikota Sukabumi Muslikh Abdussyukur. 
Pangkalan gas elpiji ini pun wajib memiliki perizinan berdasarkan perundang-undangan serta mengikuti kontrak dengan agen.” Untuk pangkalan bisa milik perorangan, koperasi, atau badan usaha yang dibina oleh agen,” ungkapnya Muslikh berharap keluarnya SK tersebut bisa memberikan kesejahteraan pada seluruh masyarakat baik itu pelaku usaha, agen, pangkalan, pengecer dan konsumen. ” Saya berharap harga gas elpiji ini bisa memberikan daya ungkit kesejateraan di Kota Sukabumi,” tandasnya 
Sementara itu, Kepala bidang Gas elpiji 3 Kg MIGAS Kota/Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi menjelaskan keluarnya SK walikota ini tersebut bisa menata para agen, pangkalan gas elipiji di Kota Sukabumi.” Kita bisa mengontrol agen dan pangkalan yang nakal yang menjualdiatas HET,” imbuhnya Kebutuhan konsumsi gas elpiji 3 Kg di Kota/ Kabupaten Sukabumi saat ini sebanyak 1 juta perbulan, dari 23 agen dan 530 pangkalan.” Kami pun membuat kebijakan untuk agen minimal memiliki 1000 tabung, sedangkan pangkalan minimal 175 tabung,” pungkasnya(fkr)

9 Agustus 2011

Bazaar Ramadhan Digelar Di 7 Kecamatan

Lembursitu – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, mengadakan Pasar Murah dan Bazaar Sembako Ramadan, di setiap Kecamatan se-Kota Sukabumi. Kegiatan Pasar Murah dan Bazar tersebut baru dimulai, kemarin (8/8) di Kelurahan/Kecamatan Lembursitu. 
Dalam kegiatan tersebut, berbagai macam prodak disuguhkan. Mulai dari kebutuhan sembako dan oleh-oleh asli sukabumi. Kegiatan sendiri, dibuka langsung Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur. Seperti dikatakan Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi, Dudi Fathul Jawad pasar murah dan Bazar Sembako Ramadan tersebut, dilaksanakan secara rutin setiap tahun sekali, di setiap Kecamatan se-Kota Sukabumi. 
Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya merealisasikan aspirasi warga masyarakat, yang menghendaki agar di setiap Kecamatan di Kota Sukabumi dilaksanakan Pasar Murah dan Bazaar Sembako Ramadhan. “Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah derah untuk membantu, sekaligus meringankan beban warga masyarakat, khususnya warga masyarakat yang kurang mampu,” ujar Dudi Farhul Jawad. 
Dijelaskannya, Pasar Murah dan Bazaar Sembako Ramadhan tersebut, dilaksanakan per kecamatan. Di setiap Kecamatan, masing-masing melaksanakan selama 2 hari. Diharapkan dengan pasar murah ini mampu meredam gejolak harga sembako sekaligus membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sembako selama ramadan. 
Sementara itu, menurut Lurah Lembursitu, Rosidin, kegiatan ini sangat membantu masyarakat terutama di daerahnya. “Masyarakat di sini sangat terbantu sekali dengan program ini. Apalagi, dari segi harga sembako yang dijual, di bawah harga pasar,” ujarnya. Selain itu, Rosidin berharap kalau kegiatan ini tidak hanya dilakukan dua hari ini saja. Tapi, bisa berkelanjutan, sehingga bisa mengakomodir UKM yang ada di daerahnya tersebut. “Kalau kagiatan ini rutin dilaksanakan, saya yakin bisa bersaing dengan pasar modern yang selama ini merajai Kota Sukabumi,” sambungnya.(rp4)

30 April 2011

Perbankan Jangan Persulit UKM

Sukabumi -- Walikota Sukabumi, HM Muslikh Abdussyukur meminta pihak perbankan agar memberikan kemudahan kredit bagi usaha kecil menengah (UKM). Pasalnya, kehadiran UKM sudah terbukti mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Bahkan sektor usaha kecil selama ini telah membantu pemerintah daerah dalam penyerapan tenaga kerja.
Penegasan itu disampaikan Walikota saat dalam sambutanya di acara Pelatihan Indigopreneur UKM yang berlangsung di Hotel Taman Sari Kota Sukabumi, Selasa (26/4) kemarin. Kegiatan ini digelar atas kerjasama PT Telkom Indonesia, Jurnal Nasional, dan Kadin Kota Sukabumi.
”Hanya dengan modal Rp 5 juta saja, sektor UKM sudag bisa mempekerjakan minimal tiga orang. Apabila modalnya lebih besar, kemungkinan tenaga kerja yang bisa terserap akan lebih banyak lagi,” kata Muslikh.
Menurut Muslikh, pemberian modal UKM sebenarnya sudah disediakan pemerintah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Fakta di lapangan masih banyak ditemukan UKM yang mengeluh saat mengajukan kredit melalui perbankan. Salah satu alasannya karena terbentur persyaratan administrasi yang kurang lengkap.
”Kelengkapan administrasi memang penting. Namun jangan sampai persoalan ini menjadi hambatan bagi UKM yang punya itikad baik untuk mengembangkan usahanya. Sebab modal usaha UKM ini tidak terlalu besar,” tandas Muslikh.
Pendapat yang sama disampaikan Ketua Kadin Kota Sukabumi, Andri L. Kusuma. Menurutnya, masih banyak UKM yang kinerjanya bagus sehingga layak mendapatkan batuan modal usaha. Namun pihak perbankan terkadang ketakutan modal yang diberikan kepada UKM akan menimbulkan kredit macet.
Direktur Utama PT Media Nusa Pradana yang juga Pemimpin Umum Jurnal Nasional, N. Syamsuddin Ch Haesy mengakui banyak UKM yang antri untuk mendapat kredit perbankan. Tetapi keinginan sektor UKM untuk memperkuat modal usahanya ini selelu terbentur sikap perbankan. Justru perbankan lebih condong memberikan pinjaman bagi usaha berskala besar.
”Orang kecil itu biasanya mengajukan pinjaman modal untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Beda dengan kalangan pengusaha besar. Mereka mengajukan pinjaman justru untuk memperkaya diri sendiri,” kata Haesy yang langsung mendapat aplous dari sekitar 100 lebih peserta Pelatihan Indigopreneur.

= Rojab ASy’ari
rojaba@jurnas.com

9 Maret 2011

Investor Seoul Jajaki Kota Sukabumi

Radar Sukabumi -- Masih banyaknya lahan hijau di Kota Sukabumi yang belum tergarap dengan optimal, membuat salah satu investor dari Seoul, Korea Selatan tertarik untuk mengembangkan kerjasama budidaya tanaman hias Suji dan bunga Kamboja dengan Pemerintah Kota Sukabumi. Sampai saat ini pihak investor sedang melakukan penjajakan dengan Pemerintah Kota Sukabumi.
"Kerjasama ini sebagai bentuk kepedulian mereka bagi warga yang tidak mampu di Kota Sukabumi. Salah satunya dengan melakukan kerjasama di bidang pertanian dan nantinya hasilnya akan di pasarkan di negaranya," kata Walikota Sukabumi Muslikh Abdussyukur kepada Radar Sukabumi.
Dijelaskan Muslikh, selain menggelontorkan dana mereka juga berniat untuk memberikan pelatihan kepada warga. Tentang bagaimana caranya budidaya tanaman hias yang benar. "Kalau di kita tanaman seperti kamboja dan suji tidak terlalu populer, namun di negara mereka mempunyai nilai jual yang tinggi. Nantinya keuntungan hasil penjualan tanaman tersebut sekitar 15 persen untuk warga yang tidak mampu di Kota Sukabumi," ujarnya.
Lebih lanjut Muslikh menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan penjajakan dengan melihat lokasi yang akan digunakan. Salah satunya adalah di Bumi Perkemahan (Buper) Cikundul Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi. Bahkan ternyata mereka juga mempunyai lahan khusus, untuk mengembangkan dua jenis tanaman hias tersebut yang nantinya akan diekspor ke negara mereka.
"Meskipun mereka mempunyai lahan dan melakukan pembudidayaan sendiri, mereka juga membeli dari masyarakat. Namun agar produksi bisa berjalan terus sehingga tidak menghambat ekspor ke negara mereka nantinya, perlu ada keterjaminan stok. Salah satu caranya dengan membina warga, sehingga mempunyai keterampilan,"pungkasnya. (sri)

8 Februari 2011

Pasar Degung Habiskan Rp 851 juta

Radar Sukabumi -- Pembangunan Pasar Degung Kota Sukabumi menghabiskan Rp 851 juta. Dana pembangunan pasar yang berlokasi di wilayah Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi ini berasal dari bantuan Kementerian Koperasi dan UKM RI tahun 2010 .
" Awalnya bantuan ini jumlahnya 1 milyar, namun karena penyerapan di lapangan untuk perbaikan dan peningkatan pasar ini menghabiskan dana Rp 851 juta. Sisanya langsung dikembalikan lagi ke pusat, karena bantuan ini tidak masuk dalam APBD," ujar Walikota Sukabumi Muslikh  Abdussyukur kepada Radar Sukabumi usai meresmikan Pasar Tradisional Degung belum lama ini.