Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label hotel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hotel. Tampilkan semua postingan

26 Juli 2012

Pemilik Hotel Kurang Minat PHRI

CIKOLE – Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kota Sukabumi Ferdiansyah mengatakan dari jumlah 50 hotel yang terdaftar hanya 10 hotel yang masuk dalam keanggotaan PHRI, ini bisa disebabkan kurangnya koordinasi saat pembangunan hotel di Kota Sukabumi , pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui dinas terkait tidak pernah diajak konsultasi oleh tim teknis perencanaan pembangunan khusunya mengenai perhotelan. ”Kami belum pernah dilibatkan atau diajak konsultasi oleh pihak teknis perencanaan pembangunan khusunya hotel oleh pemkot,” ujarnya. 
Ketika ditanya bagaimana perkembangan bisnis Hotel Di Kota Sukabumi, ferdi menuturkan, perkembangan hotel ataupun restaurant diperkirakan beberapa tahun kedepan akan mengalami kemajuan yang pesat, salah satunya dilihat dari wilayah Kota Sukabumi yang terbilang kondusif ” Saya tidak bisa memperkirakan berapa persen peningkatnnya kedepan, namun kita lihat ada beberapa bangunan hotel yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan, dan itu bisa dijadikan salah satu faktor akan terjadi perkembangan yang pesat,” jelasnya. 
Lebih lanjut ia mengatakan, kendati Kota Sukabumi hanya memiliki luas 48 km, namun berdasarkan data yang didapat darin 50 hotel, kategori berbintang hanya dua hotel, yaitu Taman Sari dan Anugerah, sedangkan sisanya sekitar 85 persen termasuk kategori melati. “Peluang bisnis Hotel di Kota Sukabumi masih dibilang menjajanjikan, terbukti dengan liburan sekolah beberapa waktu lalu, semua hotel yang ada di Kota Sukabumi hamper semuanya terisi penuh. Bahkan kondisi serupa juga terjadi setiap akhir pekan, dimana rata-rata pengunjung hotel menginap hanya 2 malam,” pungkasnya.(nur) 

27 Januari 2012

Cap Go Meh, Hotel Taman Sari Diskon 25 Persen

Perkembangan hotel dan resort di Sukabumi memang meningkat pesat. Hampir di setiap rute di Jalan Sukabumi, banyak hotel atau penginapan yang menawarkan berbagai macam fasilitas. Begitupun salah satu Hotel and Resort Head Office Taman Sari Sukabumi yang masih menjadi primadona bagi para pengunjung yang akan menikmati situasi alam di Sukabumi. Selain menawarkan keasrian karena memang letaknya yang tidak jauh dari kaki Gunung Gede Pangrango, sekitar 30 menit dari lokasi, siutasi di kawasan hotel juga terasa begitu kental dengan alam. 
Hotel Taman Sari sendiri, merupakan salah satu bagain dari PT Karya Titan Hotel and Resort Head Office Jakarta. Selain Hotel Taman Sari, PT Karya Titan Hotel and Resort Head Office Jakarta juga menawarkan hotel dan resort dikawasan pantai yakni Nuansa Bali-Anyer Banten. Tidak hanya itu, bagi mereka yang ingin melakukan kegiatan di alam, pihaknya juga menawarkan Bukit Baros-Eduadventure dan Lembah Salah Eduadventure. “Banyak kegiatan yang bisa dilakukan, di antaranya kemping, out bond, adventur dan lain sebagainya,” ujar Marketing dan Promotion Head Group, Surya Charlie didampingi Sales Menager Agen Head Group, Merry M. Ricardo kemarin. 
Dalam kesempatan tersebut, pihak PT Karya Titan Hotel and Resort Head Office juga menawarkan diskon 25 persen bagi para pengunjung Hotel Taman Sari. Hal tersebut dalam rangka memeriahkan Cap Go Meh. Diskon sendiri dimulai pada 21 Februari 2012 sampai 29 Februari 2012. “Kita akan memberikan pelayanan secara optimal bagi setiap pengunjung. Mereka bisa menikmati semua fasilitas yang disediakan di hotel kami,” lanjutnya. 
Sebagai bentuk partisipasi dan pelayanan terhadap masyarakat, PT Karya Titan Hotel and Resort Head Office Jakarta akan menyampaikan kepada masyarakat terkait program yang akan dilakukannya. “Ada beberapa program yang kami canangkan. Untuk itu, kami bekerjasama dengan semua elemen baik itu pemerintah, media termasuk masyarakat untuk mensukseskan setiap program. Ini sebagai bagian dari perhatian dan pelayanan kami kepada masyarakat,” terangnya. 
Sementara itu, setiap yang ada di bawah naungan PT Karya Titan Hotel and Resort Head Office juga bisa digunakan untuk kegiatan ataupun even yang akan dilakukan oleh masyarakat. Mereka mengatakan, memang ini merupakan bagian dari pelayanan yang bersifat edukasi. Seperti halnya kawasan Bukit Baros-Eduadventure, kawasan wisata yang dikelillingi pohon pinus di lahan seluas 26 hektar hutan tersebut, disediakan tenda bagi para pecinta alam. 
Tidak hanya itu, di kawasan tersebut juga ada Cafe Keju yang khusus disediakan untuk pengunjung. Keju sendiri, langsung dibuat karena di kawasan tersebut memiliki peternakan sapi dan tempat produksinya. Kapasitas kawasan tersebut, bisa menampung 1.000 orang lebih. (Radar Sukabumi

Okupasi Hotel Jabar Diposisi Terendah ke 6

BANDUNG : Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Barat menyebutkan tingkat hunian hotel di wilayahnya kini berada di posisi 6 terendah di Indonesia. Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar, mengatakan beberapa hotel yang berada di daerah wisata Jawa Barat memiliki tingkat okupansi rendah. “Ini mengherankan, karena beberapa tempat seperti di Pangandaran dan Sukabumi yang menjadi daerah wisata Jawa Barat ternyata okupansi hotel di sana rendah,” ujarnya dalam Rapat Kerja PHRI II hari ini di Hotel Horison Bandung. 
Herman menyebutkan, menurut data BPS, tingkat okupansi hotel di Pangandaran dan Sukabumi masing-masing hanya mencapai 29%. Sedangkan rata-rata okupansi hotel di Jawa Barat mencapai 40% dan di Bandung mencapai 60%. Menurutnya, perbaikan infrastruktur dan jalan di beberapa tempat wisata yang ada akan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang. Hal ini tentu saja dapat membantu meningkatkan jumlah okupansi hotel di Jawa Barat. 
Dalam Rakerda PHRI tersebut, Herman menuturkan setidaknya Jawa Barat harus mampu mendapatkan 10% dari total wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. “Badan Promosi Pariwisata menargetkan wistawan yang datang ke Indonesia sebanyak 7,7 juta orang, setidaknya Jawa Barat bisa mendapatkan 10% wisatawan mancanegara dari jumlah itu,” tuturnya. (Bisnis Jabar)

24 November 2011

Jelang Libur Panjang, Hunian Hotel Masih Sepi

SUKABUMI - Lagi, akibat belum ditetapkannya jadwal libur panjang oleh pemerintah, menjadikan sejumlah perusahaan harus bisa memutar otak agar bisnisnya tetap lancar. Meski perayaan Natal dan tahun baru 2012 sebentar lagi, namun nyatanya hal ini belum berimbas positif bagi mereka. 
Seperti yang dirasakan manajemen A’Rondari Hotel Sukabumi. Hotel yang setara dengan Hotel Melati 3 ini berlokasi di Jl.Sriwidari Kota Sukabumi ini masih sepi pengunjung. “Tingkat hunian hotel kami masih sepi-sepi saja. Bahkan, belum ada satupun pengunjung yang membooking kamar,”kata Koordinator karyawan A’Rondari Hotel, Andi Saeful saat ditemui diruang kerjanya. 
Andi pun mengaku bahwa kondisi tersebut ditengarai karena A’Rondari Hotel masih baru satu tahun dibuka, sehingga belum banyak dikenal oleh masyarakat. Dan pemerintah sendiri belum menetapkan kepastian waktu libur. “Dua hal itulah yang menjadikan tingkat hunian hotel disini belum ada peningkatan, artinya masih sepi pengunjung yang ingin beristirahat,”ujarnya. 
Meski demikian, dirinya optimis kondisi tersebut bisa berubah. Seiring dengan fasilitas hotel yang dimiliki. “A’Rondari Hotel memiliki 18 kamar di antaranya ada tipe superior, deluxe, junior suite, suite dan family. Selain itu, disini juga ada swimming pool, meeting room, beauty parlor dan masih banyak lagi fasilitas lain yang bisa dirasakan pengunjung,”tuturnya. Tak hanya itu, A’Rondari Hotel ini juga pernah dikunjungi band papan atas, seperti D’masiv, Vagetoz, Drive dan Geisha untuk beristirahat,saat mereka berkunjung ke Kota Sukabumi. “Dengan suasana yang sepi jauh dari kebisingan, pelayanan ramah dan ruangan yang bersih diharapkan bisa membuat pengunjung puas dan nyaman serasa di rumah sendiri,” imbuhnya. 
Dirinya memastikan, seminggu menjelang Natal dan Tahun Baru 2011, A’Rondari Hotel akan menaikan tarif sewa kamar sebesar 30 persen. Dan tarif baru kembali normal setelah lima hari pasca tahun baru. “Tentunya tidak hanya A’Rondari Hotel saja yang akan menaikkan tarifnya. Semua hotelpun juga sama akan menaikan tarif menjelang Natal dan Tahun Baru 2012, sekitar 30-50 persen,”katanya yang juga menambahkan bagi pegawai swasta atau negeri yang sering menggunakan A’Rondari Hotel saat berkunjung ke Kota Sukabumi, akan mendapatkan gratis satu kamar atau diskon sekitar 30 persen. 
“Itu semua kami lakukan dengan harapan A’Rondari Hotel ini bisa lebih terkenal lagi dan juga pengunjung yang datang lebih meningkat,”tutupnya.(cr3) 

7 November 2011

Tempat Wisata Sukabumi Minim Pengunjung


Penurunan Drastis Dialami Hotel Selabintana
SUKABUMI – Kondisi alam pegunungan yang eksotis di balut dengan hawanya yang sejuk dan segar membuat pesona Taman Rekreasi dan Wisata Hotel Selabintana Sukabumi tak terlupakan.
Berada di kaki Gunung Gede Pangrango yakni sekitar 7 km dari pusat Kota Sukabumi, kawasan wisata ini memiliki luas sekitar 20 hektar. Kondisi ini cocok untuk dijadikan ajang rekreasi apalagi dilengkapi dengan sarana lengkap seperti tempat seminar/rapat. Bahkan olahragapun sudah tersedia untuk memanjakan para wisatawan yang datang.
Meski berbagai fasilitas terus dikembangkan pihak manajemen, namun di musim lebaran Idul Adha 1432 H ini kunjungan wisatawan tidak mengalami peningkatan alias normal.
Hal ini diakui Manajemen Taman Rekreasi dan Wisata Hotel Selabintana Sukabumi, Ela (39). Perempuan ramah ini mengaku, animo masyarakat untuk mengunjungi Taman Rekreasi dan Wisata Hotel Selabintana di suasana Idul Adha 1432 H kali ini belum nampak.
“Di musim lebaran haji ini saya rasa keberuntungan belum berpihak pada manajemen tempat wisata dan hiburan di Sukabumi termasuk di Taman Rekreasi dan Wisata Hotel Selabintana ini  belum terjadi lonjakan wisatawan. Biasanya yang datang sampai ribuan pengunjung namun pekan ini hanya ratusan saja,”tuturnya.
Ia menilai menurunnya angka kunjungan, lebih dikarenakan jadwal liburan sekolah tidak sepanjang pada Idul Fitri. Ditambah, masyarakat fokus pada perayaan kurban. “Dua hal inilah yang berpengaruh pada tingkat kunjungan disini. Kalau Idul Fitri kan masa liburan anak-anak  sekolah kan panjang ya, otomatis kita pun terbantu,”paparnya.
Menurutnya, berbagai fasilitas terus dikembangkan guna lebih menarik wisatawan. Berbagai wahana penghilang kepenatan tersedia disini mulai kolam renang,taman bermain anak, hotel ,restaurant, kolam pancing lengkap dengah olahraga. Para pengunjung yang datang bisa menikmati panorama alam untuk berekreasi setelah seharian beraktifitas. “Kami senantiasa  memberikan yang terbaik untuk para pengunjung dengan kondisi alam yang indah tentu para pengunjung termanjakan,”tambahnya. Dengan harga yang cukup terjangkau, pengunjung bisa menikmati nuansa panorama alam yang sejuk dengan Rp5ribu saja.
“Harga yang murah disertai pemandangan yang bagus , menjadikan kami memilih tempat wisata ini. Tapi sayang ya kok di musim lebaran Idul Adha ini pengunjung tak seramai di hari-hari biasa bahkan kalah penuhnya pada saat Idul Fitri,”kata salah seorang pengunjung asal Sukaraja Kabupaten Sukabumi Asep Kurniawan(23) dan Lia Aulia (22), kemarin.(cr2)