Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI
Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3
Galeri Online Produk UMKM Sukabumi
Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com
Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini
Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com
Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini
Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com
Galeri Online Produk UMKM Sukabumi
Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com
16 Desember 2011
Profil UKM Bumbu Masak yang Tembus Luar Jabar
1 Desember 2011
Guna Kembangkan Pasar UMKM Sukabumi, BUMI KREATIF Luncurkan Website
29 September 2011
Asep Setiawan, Pengusaha Boneka Daur Ulang
Oleh : Falah Kurnia Robbi
9 Agustus 2011
Bazaar Ramadhan Digelar Di 7 Kecamatan
30 April 2011
Perbankan Jangan Persulit UKM
10 April 2011
Melihat Profil UKM Peserta Pameran Hari Jadi Kota Sukabumi
Penemuan kompor dengan bahan bakar spirtus ini ternyata memiliki beberapa kelebihan dibanding kompor dengan bahan bakar minyak tanah. Selain lebih hemat, tidak berjelaga, kopor ini juga cepat panas.
"Kompor spirtus ini lebih aman dan apinya biru," kata Deni yang juga owner Sabrina Collection Sukabumi kepada Radar Sukabumi saat ditemui disela-sela pameran produk UKM dalam memperingati Hari Jadi Kota Sukabumi ke-97 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Merdeka Kota Sukabumi, kemarin.
"Saya merintis pembuatan kompor spirtus ini sejak satu tahun lalu dan mempekerjakan masyarakat sekitar rumah,"ujarnya.
Kelebihan kompor ini, lanjut Deni hanya dengan memakai 1 liter spirtus, bisa dipakai untuk menanak nasi, menggoreng makanan, dan memasak air. Dan spirtus yang digunakan adalah spirtus berwarna putih.
"Pokoknya lebih murah dibanding minyak tanah,"imbuhnya.
Selain itu, harga spirtus lebih terjangkau yang harganya berkisar Rp 5000/liter dibanding minyak tanah non subsidi yang harganya mencapai Rp 9 ribu-10 ribu/liternya. Kompor ciptaannya tersebut dijual ke pasaran dengan harga Rp 50 ribu/unit.
"Dalam satu tahun kemarin saja, kami sudah bisa menjual hingga 500 kompor spirtus. Dan dipasarkan di Kota/Kabupaten Sukabumi, Bandung, Bogor, Jakarta hingga ke Madura,"terangnya.
Ketika ditanya lebih rinci mengenai kompor sprtus ini, Deni belum berani menyampaikan rahasia komponen di dalam kompor yang memiliki keunggulan dibanding kompor minyak tanah.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskoperindag) Kota Sukabumi, Dudi Fathul Jawad, pihaknya siap membantu pengembangan dan pemasaran kompor berbahan bakar spirtus ini. (*)
21 Maret 2011
UKM Tersandung Pasar Bebas
Maraknya minimarket memang sudah menjadi sebuah masalah. Ditambah lagi dengan sekarang perhatian pemerintah untuk mengembangkan UKM sendiri kurang maksimal. Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Kota Sukabumi Yoyo Subagyo sendiri menganggap dengan dibukanya persaingan pasar bebas, mereka kesulitan dalam membendung bertambahnya minimarket.
Iwong salah satu pedagang di Pasar Ciwangi mengungkapkan, semakin hari pendapatannya terus berkurang. "Pedagang kecil seperti kami mana sanggup bersaing dengan minimarket-minimarket yang ada di Kota Sukabumi. Perbandingannya sudah terlalu jauh, mereka dengan kualitas pelayanan mulai dengan infrastruktur dan sebagainya sudah bisa menggilas pedagang-pedagang seperti kami," ujarnya Kepada Radar Sukabumi.
Dia juga menambahkan, modal yang dimiliki tidaklah sebesar modal yang dimiliki para pengusaha besar. "Gambarannya seperti ini, kami memiliki Rp10ribu sementara harus bersaing dengan mereka yang mempunyai uang Rp1 juta. Otomatis kita akan kalah," sambungnya.
Ia menegaskan kondisi ini harus menjadi perhatian semua stakeholder. "Permasalahan ini memang harus jadi perhatian bagi semua stakeholder. Jangan Sampai hanya dibebankan apalagi sampai menyalahkan salah satu pihak saja,"pungkasnya. (rp4)
22 Februari 2011
Aqua Dorong Perkembangan Ekonomi Daerah
Diskusi tentang “Pentingnya Investasi di Daerah dan Dampaknya Terhadap pengembangan UKM” dilaksanakan di Hotel Savoy Homann-Bandung dengan menghadirkan Agus Pambagio (Pemerhati Kebijakan Publik), Gunaryo (Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri), dan salahsatu wakil dari industri Binahidra Logiardi (Senior Manajer CSR Danone Aqua). Agus Pambagio menjabarkan efek investasi di sektor air mineral sebagai salahsatu contoh industri yang berkembang. Disusul dengan paparan Gunaryo mengenai peran Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dapat menjadi penopang ekonomi daerah bila mendapat dukungan kuat dari industri. Sementara itu mewakili industri, Binahidra Logiardi menyampaikan tujuan keberlanjutan dari pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UKM yang dilakukan PT Tirta Investama (Danone Aqua) untuk menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat di daerah
Upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Danone Aqua mungkin dapat dijadikan salahsatu inspirasi bagi dunia industri. Sebagai salahsatu pelaku industri, PT Tirta Investama, produsen air minum dalam kemasan Aqua melakukan sejumlah pemberdayaan masyarakat dan dukungan pengembangan UKM sebagai bagian dari kegiatan CSR Danone Aqua. Program CSR telah dilakukan Danone Aqua sebelum melakukan investasi di berbagai daerah melalui pembangunan pabriknya. Hal ini berbanding terbalik dengan kebiasaan investor yang baru mulai melakukan CSR ketika pabriknya sudah berdiri. “Danone Aqua melakukan kegiatan CSR sejak tahap perencanaan investasi. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan keseriusan itikad baik Danone Aqua terhadap masyarakat untuk turut serta mengembangkan ekonomi masyarakat dan daerahnya. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat tentang komitmen bisnis kami yang tidak semata melakukan usaha bisnis, tapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan sosial lingkungan”, jelas Troy Pantouw (Direktur Komunikasi PT Tirta Investama).
Tujuan peningkatan ekonomi masyarakat menjadi target dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UKM oleh Danone Aqua. Di wilayah Pasuruan tempat 2 lokasi pabrik Aqua berdiri menjadi salahsatu contoh dimana Tim CSR Danone Aqua bekerjasama dengan LSM membentuk kelompok-kelompok kerja. Salahsatunya kelompok kerja Jati Anom di Desa Karangjati yang mengelola sampah plastik menjadi sebuah kerajinan dan sampah organik menjadi kompos. Ada juga kelompok kerja lainnya dari warga desa yang terdiri dari kaum pria yang melakukan budidaya jamur tiram dan keripik. Contoh lain juga dilaksanakan di Desa Dayurejo dimana CSR Danone Aqua membantu pemberdayaan masyarakat sekitar lewat pengolahan sabun sereh, arang, dan budidaya tanaman kopi. Di daerah Kebon Candi, Danone Aqua juga membantu pertanian organik, peternakan sapi perah dan kambing etawa masyarakat sekitar.
Di luar dukungan pemberdayaan masyarakat di lapangan, beberapa pelatihan kerja berupa motivasi kewirausahaan, teknis kewirausahaan, pemberian bantuan modal awal, alat-alat, bahan baku hingga pendampingan juga dilakukan Danone Aqua dan LSM. Bahkan Danone Aqua bekerjasama dengan UKM di Pasuruan mengembangkan Koperasi bernama “Akar Daun” untuk keberlanjutan dan kemandirian kelompok kerja yang ada. Hal ini memudahkan pengembalian modal kerja sehingga dapat bermanfaat untuk pengembangan usaha masyarakat yang lainnya. Danone Aqua juga secara aktif memberikan media promosi bagi produk UKM tersebut dengan mengikutsertakan mereka dalam sejumlah pameran dalam skala regional.(*/veg)
26 Januari 2011
Kredit UMKM Jabar Masih Kecil
Misalnya, melalui pengucuran kredit. Hal itu pun dilakukan seluruh lembaga perbankan di Jabar, baik yang dimiliki pemerintah daerah, BUMN, swasta nasional, maupun swasta asing.
Namun, pada kenyataannya, di Jabar, kucuran dana kredit bagi UMKM masih kecil. "Selama periode Januari-November 2010, nilai total kredit di Jabar yang dikucurkan perbankan sejumlah Rp 127 triliun. Alokasi bagi UMKM senilai Rp 38,9 triliun," tandas Kepala Kantor Bank Indonesia Bandung (KBIB), Lucky Fathul Fathul Aziz Hadibrata, di KBIB, Jalan Braga Bandung, Rabu (26/1).
Diutarakan, kredit senilai Rp 127 triliun itu, sekitar Rp 3 triliun di antaranya untuk revitalisasi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Jabar, yang menyerap 41,6 persen tenaga kerja.
Tentang kredit UMKM di Jabar, pria asal Ciamis ini meneruskan, melihat kondisi itu, sebenarnya, angkanya masih kecil. Persentasenya, sebut dia, sebesar 30,2 persen. Angka ini, ujar Lucky, masih jauh lebih kecil daripada pencapaian nasional, yaitu 50 persen.
"Untuk itu, tahun ini, kami tanpa kompromi, mendorong lembaga-lembaga perbankan di Jabar supaya menaikkan kucuran kreditnya kepada para UMKM. Target kami, naik minimalnya menjadi 30 persen. Nah, bagi lembaga perbankan yang berkantor pusat di Bandung, targetnya mencapai 58 persen," tegas Lucky. (win)
Dorong UMKM, BI Gandeng Dinas KUMKM
Kepala Kantor Bank Indonesia Bandung (KBIB), Lucky Fathul Aziz Hadibrata, di KBIB Jalan Braga Bandung, Rabu (26/1), memperkirakan, minimnya akses itu yang sepertinya menjadi dasar kehati-hatian para lembaga bank pelaksana, khususnya di Jabar, untuk mengucurkan kreditnya kepada para pelaku KUMKM.
Faktor lainnya, lanjut Lucky, dalam hal Non-Performance Loan (NPL) atau kredit bermasalah. Diutarakan, jika melihat Non-Performance Loan (NPL) atau kredit bermasalah sektor UMKM yang mencapai 6,22 persen, kemungkinan besar, faktor itu pun membuat lembaga-lembaga perbankan berhati-hati dalam mengucurkan kreditnya kepada UMKM. Sedangkan untuk total kredit, di Jabar, NPL mencapai 3,65 persen.
Padahal, sambung Lucky, sektor ini menjadi perhatian pihaknya. Agar penyaluran kredit bagi UMKM mengalami peningkatan, ujarnya, tahun ini, pihaknya meningkatkan kerjasama dengan berbagai stake holder, tidak terkecuali pemerintah daerah.
"Misalnya, bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM (KUMKM) Jabar. Tujuannya, untuk membantu meningkatkan akses perbankan bagi para pelaku KUMKM, yang selama ini, memang terus menjadi kendala," paparnya.
Kerjasama dengan Dinas KUMKM itu, lanjutnya, juga termasuk dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diungkapkan, di Jabar, penyaluran KUR oleh perbankan pada 2010 senilai Rp 4,5 triliun. Nilai itu, tuturnya, adalah yang ketiga terbesar setelah Jatim dan Jateng.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya pun terus mendorong keberadaan Pusat Pengembangan Pendamping UKM (P-3 UKM). Program ini, jelasnya, adalah untuk meningkatkan kelayakan UMKM untuk mendapatkan suntikan kredit perbankan. "Tahun lalu, realisasi kredit melalui P-3 UKM senilai Rp 190 miliar. Angka itu peruntukannya bagi sekitar 4.911 unit UMKM," jelasnya. (win)
Manajemen Kreatifitas UKM
- selalu memimpikan gagasan baru dengan selalu bertanya Why ? How ?
- selalu mencari peluang baru atau mencari cara baru untuk menciptakan peluang baru;
- berorientasi kepada tindakan ;
- pemimpi besar, meskipun mimpinya tidak selalu dapat direalisasikan ;
- tidak malu melakukan sesuatu, meskipun dari skala kecil ;
- tidak pernah berpikir menyerah, selalu mencoba lagi ; dan
- tidak pernah takut gagal.










