Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI
Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3
Galeri Online Produk UMKM Sukabumi
Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com
Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini
Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com
Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini
Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com
Galeri Online Produk UMKM Sukabumi
Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com
26 Juli 2012
Kota Sukabumi Lima Besar Ekonomi Kreatif di Jabar
27 Januari 2012
Gubernur Jabar Bentuk Komite Pengembangan Ekonomi Kreatif
24 Januari 2012
Deri Kreasi Sulap Kayu Bekas Jadi Kerajinan Antik
29 September 2011
Asep Setiawan, Pengusaha Boneka Daur Ulang
Oleh : Falah Kurnia Robbi
10 April 2011
Melihat Profil UKM Peserta Pameran Hari Jadi Kota Sukabumi
Penemuan kompor dengan bahan bakar spirtus ini ternyata memiliki beberapa kelebihan dibanding kompor dengan bahan bakar minyak tanah. Selain lebih hemat, tidak berjelaga, kopor ini juga cepat panas.
"Kompor spirtus ini lebih aman dan apinya biru," kata Deni yang juga owner Sabrina Collection Sukabumi kepada Radar Sukabumi saat ditemui disela-sela pameran produk UKM dalam memperingati Hari Jadi Kota Sukabumi ke-97 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Merdeka Kota Sukabumi, kemarin.
"Saya merintis pembuatan kompor spirtus ini sejak satu tahun lalu dan mempekerjakan masyarakat sekitar rumah,"ujarnya.
Kelebihan kompor ini, lanjut Deni hanya dengan memakai 1 liter spirtus, bisa dipakai untuk menanak nasi, menggoreng makanan, dan memasak air. Dan spirtus yang digunakan adalah spirtus berwarna putih.
"Pokoknya lebih murah dibanding minyak tanah,"imbuhnya.
Selain itu, harga spirtus lebih terjangkau yang harganya berkisar Rp 5000/liter dibanding minyak tanah non subsidi yang harganya mencapai Rp 9 ribu-10 ribu/liternya. Kompor ciptaannya tersebut dijual ke pasaran dengan harga Rp 50 ribu/unit.
"Dalam satu tahun kemarin saja, kami sudah bisa menjual hingga 500 kompor spirtus. Dan dipasarkan di Kota/Kabupaten Sukabumi, Bandung, Bogor, Jakarta hingga ke Madura,"terangnya.
Ketika ditanya lebih rinci mengenai kompor sprtus ini, Deni belum berani menyampaikan rahasia komponen di dalam kompor yang memiliki keunggulan dibanding kompor minyak tanah.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskoperindag) Kota Sukabumi, Dudi Fathul Jawad, pihaknya siap membantu pengembangan dan pemasaran kompor berbahan bakar spirtus ini. (*)
21 Maret 2011
Geliat Pengrajin Pipa Bakar (Mirip Kerjainan Kayu, Pertama di Sukabumi)
Hanya saja, pipa yang ia simpan bukan untuk mengalirkan air sebagaimana lazimnya fungsi sebuah pipa. Pipa di rumahnya, justru berfungsi mengalirkan rupiah sebagai penghasilannya kini.
Maklum, pria ramah ini sudah bergelut bertahun-tahun dengan industri kerajinan pipa bakar. Jika dilihat sepintas, hasil karyanya justru seperti karya-karya kerajinan kayu. Sebab, warna dan corak pipa yang ia olah, mirip dengan kerajinan kayu.
Ilham sendiri, mengawali usahanya itu dari keisengan. Berbekal jiwa seni, ia tekun mengubah pipa itu menjadi sebuah karya bernilai jual. Ada banyak produk yang ia mampu hasilkan ketika pipa-pipa tersebut diolah menjadi lentera, lampion, lampu etnik, juga aksesoris seperti gelang atau anting-anting.
"Awalnya memang hobi. Ketika mengamati benda-benda yang bisa digunakan tiap hari, saya terinspirasi bagaimana benda itu bisa digunakan tapi memiliki daya seni yang tinggi," seru Ilham.
Tak sulit menyulap pipa paralon menjadi produk berkualitas. Ilham mengaku, butuh ketelatenan dan kesabaran saat pipa itu akan dibentuk menjadi benda-benda siap pakai. "Bahan bakunya pun, tidak boleh bekas. Harus pipa baru. Itu penting agar tidak ada dampak terhadap konsumen. Coba kalau paralon bekas. Saya tidak mau konsumen terkena penyakit," terangnya.
Selain itu, kesabaran dan ketelatenan saja tak cukup. Butuh kreasi agar waktu masuk proses pembakaran, warna pipa itu memiliki warna yang mencolok bak kerajinan kayu.
"Ketika dibakar di atas suhu 50 derajat, kita butuh kecermatan agar tiap corak itu bisa memiliki seni. Sebab, selain fungsi, warna pipa usai dibakar itu lah yang menjual," bebernya.
Ilham sendiri mengklaim jika usaha pipa paralon bakar itu pertama di Sukabumi. "Kita pelopornya. Sebab, banyak konsumen yang membeli kerajinan saya itu, aneh dan heran duluan. Kata mereka, saya baru melihat kerajinan ini," kata Ilham menirukan ucapan yang sering ia dengar dari konsumennya di berbagai daerah. (*)
9 Maret 2011
Intan Hermina, Melukis di Bahan Kain Dengan Tusuk Gigi
Yah, benda yang umumnya digunakan setelah makan itu, justru menjadi alat yang sangat berfungsi bagi Intan. Dengan tusuk gigi ini, dara kelahiran Sukabumi 17 Mei 1985 ini mengaku tusuk gigi sangat membantu ketika dirinya melukis objek-objek yang terstruktur dan presisi. "Atau pas lagi bikin garis-garis, cocok banget pakai tusuk gigi," katanya.
Sebenarnya, tusuk gigi ini lebih sering digunakan melukis pada saat tertentu saja, seperti disebutkan tadi. Namun kadang kala, Intan menyelesaikan satu lukisan full menggunakan tusuk gigi. "Memang butuh waktu agak lama tapi hasilnya bagus. Itu pun ketika saya melukis objek yang kecil atau sederhana saja. Kalau banyak, saya tetap pakai bantuan kuas," tuturnya.
Melukis menggunakan tusuk gigi ini sebenarnya baru beberapa pekan terakhir dilakukan Intan. Inspirasi itu berawal dari prinsipnya selama ini, membuat lukisan yang rapih dan bersih. Dengan kuas pun, diakuinya bisa menghasilkan lukisan seperti itu. "Saya juga tidak tahu persis bagaimana awalnya. Cuma waktu itu, tiba-tiba muncul dalam pikiran saya membayangkan lukisan yang rapih jika menggunakan tusuk gigi. Akhirnya saya mencoba dan ternyata bisa, hasilnya pun memuaskan," katanya.
Jika melihat dari lamanya bergelut dengan dunia seni lukis, Intan Hermina bisa disebut pemain anyar. Hobi melukis ini baru sekitar tiga tahun terakhir digelutinya. Namun karyanya sudah ratusan bahkan ribuan. Berbeda dengan pelukis yang melukis di kanvas, Intan justru melukis di baju, tas atau sepatu untuk kemudian dijual.
Untuk wilayah Sukabumi, baju dan tas yang bermotif lukisan karya Intan itu dipasarkan di Gerai Dekranasda, Kecamatan Cisaat. Di pusat kerajinan tangan itu, karya Intan yang dipajang ditandai dengan tulisan 'Handmade by Invalenti'. Harganya bervariasi, mulai Rp80 ribu sampai Rp150 ribu. Tergantung jenis dan lukisan di tas atau baju. "Kalau lukisannya agak susah bikinnya, mungkin lebih mahal. Kalau yang sederhana tentu lebih murah," katanya.
Beberapa konsumen yang menginginkan gambar atau lukisan tertentu di bajunya, bisa terlebih dulu memesan. Baik motif maupun ukuran baju/tas serta warna. Lagi-lagi harganya disesuaikan tingkat kesulitan lukisan. "Soal harga saya tidak terlalu mematok standar, relatif. Saya lebih mengedepankan kualitas lukisan. Termasuk memastikan lukisan di baju tidak luntur atau rusak karena dicuci," ujarnya berpromosi.
Selain dipasarkan di lokalan Sukabumi, produk bermotif lukisan Invalenti juga merambah ke luar daerah bahkan luar pulau Jawa. Pemasarannya via internet. Namun untuk pemesan dari luar ini biasanya dikenakan tambahan ongkos kirim.
Dalam beberapa kesempatan, Intan juga kerap mengikuti pameran potensi daerah. Seperti yang diikuti beberapa bulan lalu di Jakarta. Namun ketika itu bukan membawakan nama Kabupaten Sukabumi karena karya-karya lukisan Intan ternyata justru menarik minat Pemkot Jakarta Barat, sementara dari Pemkab Sukabumi sendiri sejauh ini nihil perhatian. "Itu setelah pihak Dinas Pariwisata Jakbar tertarik melihat karya-karya saya di internet," tuturnya.
Kelebihan Intan melukis baju, tas dan aksesoris lainnya ini memang terbilang langka karena umumnya gambar atau motif di baju hasil percetakan. Hal inilah yang diakui Intan menarik minat Pemkot Jakarta Barat mengajaknya kerja sama dalam pameran potensi daerah itu. "Jadi baju-baju hasil lukisan saya justru menjadi aset atau potensi daerah Jakbar," imbuhnya.(*)
22 Februari 2011
Omset Boink Naik 30 Persen
Di tahun 2011 ini, pengelola pun mengadakan diskon untuk mendongkrak penjualan. Hingga kemarin, omset mereka naik 30 persen dan jumlah pengunjung pun meningkat hingga sepuluh persen.
Store Head Boink Outlet Sukabumi, Heny Nurmela mengatakan, mereka selalu membuat program dan even-even besar seperti hari raya dan tahun baru. Mereka biasanya menggelar diskon mulai dari pakaian hingga aksesoris, seperti yang dilakukan saat ini.
" Sekarang, kami beri diskon mulai 10 hingga 20 persen untuk semua jenis barang (all item,red)," ujarnya kepada Radar Sukabumi yang juga menambahkan bahwa mayoritas produk yang ditawarkannya untuk kawula muda Sukabumi Metropolis.
Perempuan ramah ini menjelaskan, barang yang tersedia di Boink di antaranya kaus, jeket, sepatu, tas, kemeja,hingga aksesori seperti jam tangan , kalung, gelang dan dompet KW.
" Untuk semua item, harganya relatif murah dan kualitasnya tetap dijaga. Seminggu sekali pasti ada barang baru," paparnya.
Jumlah pengunjung Boink,sambungnya, meningkat sepuluh persen setelah mengadakan program diskon ini. Omset mereka pun naik 30 persen. "Kami terus mengadakan diskon di tiap even untuk meningkatkan traffic pengunjung dan omset," pungkas Heny sambil tersenyum. (sri)
8 Februari 2011
Kondisi Home industri Sukabumi, Sejahtera Logam
" Ya, bisnis yang kami memproduksi adalah barang untuk berbagai kebutuhan, dengan berbahan baku kuningan, aluminium, seng dan tembaga," kata Owner Sejahtera Logam Sukabumi, Fudin Saefudin.
Lagipula untuk memproduksi barang yang berkualitas ISO, home industri Sejahtera Logam banyak memberdayakan siswa lulusan SMK. Sebab usaha yang dirintis oleh Fudin bersama istri nya ini memang sangat layak, dan dapat dijadikan sebuah tempat untuk mendapatkan produk yang secara pasar distribusi spare part tidak akan ditemukan.
" Saya selalu menerima pesanan pribadi, baik yang berbentuk gambar maupun contoh barang. Untuk terus berproduksi, saya juga harus pandai membuat pelanggan nyaman. Untuk pesanan gambar biasanya memerlukan waktu hingga tiga minggu. Dan untuk pengelolaan admisnitrasi saya selalu dibantu oleh istri tercinta," paparnya.
Hal ini dilakukan Fudin sebagai upaya untuk lebih mengenalkan istrinya, dengan berbagai bisnis yang terus digeluti suaminya selama ini. Pria yang juga sering mengisi pengajian tersebut ternyata memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi, dan sangat mencintai lingkungan. Hal tersebut terbukti dengan pengupayaan agar limbah sisa produksi tidak mencemari lingkungan maupaun menggagu kenyaman tetangganya.
" Tempat saya produksi ini sangatlah padat penduduk, sehingga untuk menjaga keharmonisan bersama tetangga. Keselamatan kerja dan penangan limbah merupakan hal yang penting," ujarnya.
Sebab Sejahtera Logam sebagai perusahaan yang mempekerjakan enam orang pegawai tersebut. Memiliki corong yang tinggi, dan tempat pengumpulan limbah dana alat peleburan limbah aluminium yang lumayan berpotensi jika dikembangkan. Sebab setiap limbah dari sisa-sisa produksi barang tambang yang menjadi barang metal itu, harus melalui pengolahan yang profesional. Bahkan bagi Fudin keselamatan kerja dan pada saat produksi barang dirinya mengupayakan agar tingkat kebisingan tidak mengganggu tetangga disekitarnya merupakan hal terpenting.
Banyak langkah yang dilakukan karena hasil diskusi berdua, dalam menginovasi sejumlah langkah kerja perusahaan. Untuk masalah limbah barang seperti sisa rautan mesin, dikumpulkan lalu dijual dan jika sedang ada waktu senggang selalu upayakan untuk meleburnya kembali. Hal ini adalah saran dari istri tercintanya. Perusahaan rumahan yang memiliki kualitas produk International Organization for Standardization (ISO), terus berupaya untuk menampilkan produk unggulnya.
"Saya yakin hanya dengan kualitas prima, saya yakin perusahaan ini akan berjalan maksimal dalam pengelolaannya," pungkasnya. (*)
31 Januari 2011
Geliat Bisnis Lukisan Kota Sukabumi
26 Januari 2011
Manajemen Kreatifitas UKM
- selalu memimpikan gagasan baru dengan selalu bertanya Why ? How ?
- selalu mencari peluang baru atau mencari cara baru untuk menciptakan peluang baru;
- berorientasi kepada tindakan ;
- pemimpi besar, meskipun mimpinya tidak selalu dapat direalisasikan ;
- tidak malu melakukan sesuatu, meskipun dari skala kecil ;
- tidak pernah berpikir menyerah, selalu mencoba lagi ; dan
- tidak pernah takut gagal.
PENUTUP
18 Januari 2011
Rumah Batik Sukabumi Majukan Budaya
Distro Semakin Diburu










