Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

13 Agustus 2011

Elegannya Gamis Modern

Cikole – Dunia fashion selalu mengalami perkembangan yang demikian cepat, tak terkecuali fashion untuk kaum hawa. Belakangan, model baju untuk Muslimah kian beragam. Pada Ramadan ini model baju Muslimah yang tengah digandrungi yaitu gamis modern. Modelnya yang elegan membuat banyak digemari oleh kaum muslimah.
Salah satu peminat model gamis modern ini adalah Nurlaela (18) yang mengaku senang dengan gamis ini karena modelnya yang elegan sehingga membuatnya terlihat anggun saat memakainya. “Modelnya sederhana gak terlalu banyak corak selain itu kesan muslimahnya tidak hilang, sehingga terlihat anggun saat memakainya,” ujar dara yang sering dipanggil Lela ini.
Bulan Ramadan, baju muslimah selalu menjadi pemburuan masyarakat khususnya kaum hawa. Tidak heran jika ramadan ini banyak yang menjual baju muslim dengan berbagai motif yang sedang trend saat ini.
Dirinyapun menuturkan, kalau pakaian muslim ini sangat gampang didapat. Hampir semua toko menjajakan pakaian tersebut. Kualitasnya pun beragam, ada yang kualitas tinggi (mahal), sedang, bahkan ada yang menawarkan kualitas sederhana. Tapi, tetap tidak mempengaruhi keasrian pakaian yang memang melekat bagi kalangan muslim ini. “Kita bisa pilih, tergantung berapa bajet yang kita miliki. Tapi jangan khawatir, walaupun kualitas sederhana tapi tidak mengurangi gaya pakaian sendiri,” sambung Mahasiswi STIKES Sukabumi semester pertama ini.
Kisaran hargapun relatif terjangkau, untuk mendapatkan pakaian ini, tidak akan menggocek uang lebih dari RP200 rubu. Sehingga, siapapun bisa mendapatkan dengan mudah sekaligus terjangkau.(rp4)

Mukena Artis Banyak DIburu

Cikole – Nuansa ramadan begitu terasa di beberapa pusat perbelanjaan di Kota sukabumi yang diramikan penjual busana muslim, terutama mukena. Di pusat keramaian Kota Sukabumi lantai dasar Super Mall Jl. Ahmad Yani Kota Sukabumi, seorang pedagang pakaian, Dadang Supriatna menjelaskan tahun ini dirinya menjual mukena dengan harga bervariasi mulai Rp60 ribu sampai Rp300 ribu, tergantung bahan dan modelnya.
Seperti model yang sering dipakai artis itu lebih mahal apalagi dari bahan yang digunakannya pun bagus yaitu sutra. “Untuk harga variatif tapi kebanyakan pembeli lebih senang motif yang elegan yang sering dipakai artis,” ujarnya.
Menurut Dadang mukena dagangannya itu Ia datangkan dari Jakarta. Untuk masalah stok jika di hari biasa di tokonya berkisar 20-30 lembar tapi saat Ramadan ini dia berani menstok 70-80 potong mukena karena pengalaman beberapa tahun lalu jelang lebaran dalam satu hari bisa terjual 5-6 helai pakaian muslim. “Mendekati lebaran H-10 lonjakan pembeli baru tinggi sehingga stok pun kami siapkan,” tandasnya.
Hal serupa juga disebutkan pedagang lainnya di Supermall, Yudhi. Geliat penjualan pakaian dan perlengkapan salat meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Seperti penjualan mukena tersebut jika biasanya dalam satu hari itu hanya satu kini mencapai 5 perhari.
Salah seorang pembeli Ratna Agisela (23) saat ditemui Radar Sukabumi dirinya mengaku bulan ramadan kali ini dirinya sudah mempersiapkan busana salat mukena untuk menjelang lebaran agar mendekati lebaran nanti tidak repot dan pasti harganya pun naik. “Harga mendekati lebaran pasti naik apalagi pilihan motifnya pun jadi kurang,” ujarnya.
Ratna pun merasa bingung dalam memilih mukena yang biasanya dengan warna putih kini busana salat atau mukena tidak hanya berwarna putih saja dengan beberapa motif ada juga mukena aneka warna yang cukup menarik mukena dengan dilengkapi dengan tas kecil dan biasanya diperuntukkan bagi para pemudik yang sedang melakukan perjalanan serta ada juga mukena yang biasa digunkan artis seperti Krisdayanti, Marsanda dan Sahrini.(rp10)

9 Agustus 2011

Omzet Penjualan Kerudung Rabbani Naik

Sukabumi —Bulan Ramadan 1432 H ini tentu membawa membawa keberkahan bagi setiap orang. Banyak pedagang kerudung yang mengalami kenaikan omzet pada bulan puasa tahun ini, tak terkecuali outlet penjualan kerudung yang banyak dikunjungi konsumen pada bulan puasa.Salah satunya toko perlengkapan busana muslim Rabbani yang beralamat di Jalan Ahmad Yani No. 125 C Sukabumi, yang mulai kebanjiran pengunjung setiap harinya. pembeli kebanyakan dartang mulaI dari orang dewasa sampai dengan anak-anak. 
Menurut SM Rabbani, Tera Astria mengatakan, di Ramadan ini menjadi berkah tersendiri untuk usahanya, saat ini kenaikan omzet yang dialaminya mengalami kenaikan hingga 100 persen untuk penjualan kerudung saja dari penghasilan Rp 2 juta per hari namun stelah bulan ramadan penghasilannya kini bisa mencapai lebih dari Rp 6 juta dalam satu hari. “Untuk bulan ramadan ini kita memang lagi banyak-banyaknya pengunjung. Biasanya pengunjung yang datang yang membeli kerudung mulai dari orang dewasa hingga kerudung anak-anak yang dicari di sini” ujar Tera di tempat tokonya di Jalan Ahmad Yani No. 125 C. Sukabumi kemarin, Rabu (3/8)”. 
Tera menuturkan, tokonya mulai ramai dipadati pengunjung terhitung semenjak menjelag bulan puasa para pembeli sudah ramai dsikunjungi pra pembeli. ” Penjualan saat ini lumayan cukup ramai, mtapi biasanya seperti pengalaman-pengalaman tahun kemarin kalau sudah masuk ke hari-hari mau lebaran bisa lebih membludak,” katanya. Menurut Terra produk-produk yng di jual di tokonya memiliki kualitas-kualitas unggul yng terbaik dan memilki model yang jarang yang di jual ditempat-tempat lain. 
Hal tersebut juga diakui oleh salah satu pengunjung Dewi (40) beralamat di Jalan Baros yang sudah menjadi langgananan di toko tersebut memang sudah berlangganan membeli kerudung di Rabbani karena kualitas barang yang baik dan model-modelnya yang jarang di jual di pasaran. “Biasanya saya kalau beli kerudung memang disini karena nyaman dipake, udah gitu harganya juga cukup terjangkau juga, udah gitu kan barangnya awet bisa dipake sampai lebaran juga”. kata Dewi yang ditemui saat sedang membeli kerudung. 
Sama halnya dengan Rabbani para pedagang kerudung lainnya pun. Misalnya Asep yang sehari-hari berjualan kerudung di Pasar Ramadan mengungkapkan, saat ini penjualannya mulai banyak dikunjungi pembeli sehingga omsetnya bisa naik hingga 50 persen sehingga pendapatannya pun naik tidak seperti hari-hari biasanya “ 
Memang untuk saat ini masih belum terllu banyak pembeli yang datang tapi untuk kenaikan omset alhamdulilah untuk saat ini ada peningkatan dari hari-hari sebelum Ramadan.” Asep juga berharap semoga kenaikan omzet ini tidak haya terjadi di bulan puasa saja tetapi di harti-hari biasanya pun bisa ramai pembeli.(pkl1)

Pedagang Es Cendol Marak Di Bulan Puasa

Sukabumi – Tidak legkap rasanya jika berbuka puasa tanpa merasakan kesegaran dari es cendol yang cara menghidangkannya dituangkan ke dalam gelas lalu dicampur dengan sirup gula merah dan santan lalu tambahkan es batu. Ternyata di pinggir Jalan Pasundan Kecamatan Warudoyong di pusat Kota Sukabumi begitu marak penjual es cendol Salah satunya penjualnya Asep Supriyadi (24). Warga Cianjur yang sengaja mengadu nasib di Sukabumi ini mengaku baru Ramadan kali ini ia berjualan es cendol. 
“Alhamdulilah selalu habis. Ya, mudah-mudahan cukup untuk kebutuhan lebaran nanti, ” akunya. Berapa harga yang ditawarkan? Ia menyebutkan, cukup murah. Hanya Rp 6ribu per kantong atau gelasnya. “Sehari di bulan suci Ramadan alhamdulillah bisa mengantongi Rp90 ribu-Rp100 ribu,”ucapnya. 
Sedangkan seorang pembeli Herman (39) warga Cipoho Gg Satria mengatakan es cendol yang dibelinya menjadi menu pembuka di saat buka shaum.”Seger rasanya jika waktu berbuka langsung menyeruput segelas es cendol,”katanya.(rp18)

Disperindag Kota Akan Stabilkan Harga Selama Ramadhan

Sukabumi – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi akan menggelar Bazar Murah Ramadan di tiap kecamatan. Rencananya, kegiatan untuk menyetabilkan harga di pasaran ini akan mulai dilaksanakan pada pekan kedua Ramadan 1432 Hijriah. “Dalam bazar murah Ramadan itu akan digelar di semua kecamatan di Kota Sukabumi. Masing-masing tiap kecamatan akan digelar bazar murah selama dua hari,” kata Kepala Bidang Perdagangan Diskopridag Kota Sukabumi, Wawan Darmawan kepada Radar Sukabumi. 
Disebutkan Wawan, tujuan bazar ini agar masyarakat dapat menikmati harga-harga sembako yang relatif murah. Di samping itu, dalam bazar tersebut akan dijajakan produksi UKM. “Untuk sekarang kan sejumlah harga sembako masih relatif stabil. Adapun ada kenaikan masih dalam batas kewajaran sehingga belum diperlukan operasi pasar (OP). Kendati demikian, bazar murah akan tetap dilaksanakan,” jelasnya. 
Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Diskopridag Kota Sukabumi, Enjen Ismail menambahkan, pihaknya akan memperketat pengawasan barang dan jasa di lapangan. Upaya ini untuk mengantisipasi beredarnya barang atau makanan kadaluarsa dan tidak layak konsumsi. “Memang sejauh ini dari hasil pengawasan belum ditemukan peredaran makanan atau minuman tak layak konsumsi. Namun, pada Ramadan ini dan Lebaran nanti pengawasannya akan diperketat,” tegasnya. 
Menyinggung mengantisipasi munculnya spekulan, kata Enjen, pihaknya juga akan memperketat pengawasan jalur distribusi. “Jangan sampai pada Ramadan dan Lebaran ini ada oknum atau spekulan yang memanfaatkan situasi,” tandasnya.(sri)

Bazaar Ramadhan Digelar Di 7 Kecamatan

Lembursitu – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kota Sukabumi, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi, mengadakan Pasar Murah dan Bazaar Sembako Ramadan, di setiap Kecamatan se-Kota Sukabumi. Kegiatan Pasar Murah dan Bazar tersebut baru dimulai, kemarin (8/8) di Kelurahan/Kecamatan Lembursitu. 
Dalam kegiatan tersebut, berbagai macam prodak disuguhkan. Mulai dari kebutuhan sembako dan oleh-oleh asli sukabumi. Kegiatan sendiri, dibuka langsung Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur. Seperti dikatakan Kepala Diskopperindag Kota Sukabumi, Dudi Fathul Jawad pasar murah dan Bazar Sembako Ramadan tersebut, dilaksanakan secara rutin setiap tahun sekali, di setiap Kecamatan se-Kota Sukabumi. 
Adapun maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya merealisasikan aspirasi warga masyarakat, yang menghendaki agar di setiap Kecamatan di Kota Sukabumi dilaksanakan Pasar Murah dan Bazaar Sembako Ramadhan. “Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah derah untuk membantu, sekaligus meringankan beban warga masyarakat, khususnya warga masyarakat yang kurang mampu,” ujar Dudi Farhul Jawad. 
Dijelaskannya, Pasar Murah dan Bazaar Sembako Ramadhan tersebut, dilaksanakan per kecamatan. Di setiap Kecamatan, masing-masing melaksanakan selama 2 hari. Diharapkan dengan pasar murah ini mampu meredam gejolak harga sembako sekaligus membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sembako selama ramadan. 
Sementara itu, menurut Lurah Lembursitu, Rosidin, kegiatan ini sangat membantu masyarakat terutama di daerahnya. “Masyarakat di sini sangat terbantu sekali dengan program ini. Apalagi, dari segi harga sembako yang dijual, di bawah harga pasar,” ujarnya. Selain itu, Rosidin berharap kalau kegiatan ini tidak hanya dilakukan dua hari ini saja. Tapi, bisa berkelanjutan, sehingga bisa mengakomodir UKM yang ada di daerahnya tersebut. “Kalau kagiatan ini rutin dilaksanakan, saya yakin bisa bersaing dengan pasar modern yang selama ini merajai Kota Sukabumi,” sambungnya.(rp4)