Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label furniture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label furniture. Tampilkan semua postingan

26 Juli 2012

Penjualan Produk Rumah Q-Ta Naik 10 Persen

SUKABUMI- Menjelang bulan suci Ramadan, aktivitas mudik sudah mulai ramai. Sudah jauh hari para pemudik memesan tiket keberangkatan, agar tak kehabisan tiket untuk pulang kampung. Namun, tidak sedikit masyarakat yang akan menampung anggota keluarganya, untuk menginap di rumah pada saat bulan suci Ramadan. Untuk memberikan kenyamanan kepada anggota keluarganya tersebut, mereka mulai ramai-ramai membeli produk furnitur. Seperti kasur, meja makan, sofa, dan beberapa jenis pajangan rumah lainnya. 
Hal tersebut tentu saja menjadi peluang bisnis bagi para pengusaha furnitur, untuk menyediakan permintaan konsumen yang mulai meningkat. Seperti yang dilakukan manajemen Rumah Q-Ta. Saat ini, pihaknya memberi harga promo untuk sejumlah item dengan stok terbatas. “Alhamdulillah menjelang Ramadan kali ini, pembeli furnitur di Rumah Q-Ta khususnya di Rumah Q-Ta Cabang Ciseureuh mulai bertambah 5 sampai 10 persen, itu pun baru awal-awal mendekati Ramadan,”ujar Manajer Divisi Promo Rumah Q-Ta Cabang Ciseureuh Sukabumi, Indrianing Asih. 
Menurutnya, kenaikkan akan terus bertambah seiring adanya lebaran Idul Fitri 1433 H. “Biasanya mendekati Lebaran , jumlah pembeli akan terus bertambah lagi,”akunya. Manajemen toko furnitur yang baru saja selesai mengadakan lomba mewarnai untuk Paud hingga SD Tingkat Kota Sukabumi ini, juga telah menyusun serangkaian program untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1433 H. 
Selain dengan memberikan diskon dari 10 hingga 15 persen, untuk beberapa item dengan stock terbatas. Rumah Q-Ta juga semakin memantapkan pelanannya pada pelanggan. “Kami berharap semoga Ramadan kali ini semakin banyak pelanggan, yang membeli produk furnitur baru di toko kami. Serta puas dengan pelayanan dan harga yang kami tawarkan,”urainya. (pkl2) 

27 Januari 2012

Direktori Bisnis Furniture dan Olahan Kayu di Kota Sukabumi

Inilah data pelaku bisnis yang bergerak dibidang furniture dan olahan kayu di Kota Sukabumi.

Direktori Bisnis Olahan Kayu - Sukabumi

22 November 2011

Anggota DPR Kagumi Industri Furnitur Nadera


SUKABUMI –  Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Kokab Sukabumi dari Fraksi Demokrat, Pasha Ismaya Sukardi melangsungkan reses kali keduanya dengan mengunjungi industri pengrajin furnitur Kabupaten Sukabumi. Ini kali yang dikunjunginya perusahaan furnitur terbesar di Desa Mangkalaya Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi bernama Nadera. Untuk meninjau akitifitas di sana, Pasha langsung ditemani Owner Nadera, M Nasir. Kepada Pasha, Nasir mengatakan bahwa saat ini Nadera yang kini memiliki luas 5 Ha telah memperkerjakan lebih 1.000 karyawan yang 80 persennya adalah penduduk lokal. “Kami mengembangkan usaha furnitur ini dimulai sejak 1993. Berbagai produk furnitur telah kami produksi untuk kebutuhan konsumen,”tuturnya kepada Pasha kala itu.
Pria yang membidangi komisi perdagangan dan perindustrian tersebut tentunya sangat kagum terhadap keberhasilan yang dikelola H M Nasir. “Saya kagum Pak Haji Nasir bisa memberdayakan masyarakat sekitar dalam meningkatkan taraf hidup. Ini tentunya patut ditiru bagi mereka yang berhasil di manapun,”kata Pasha.
Apalagi, Nadera telah mampu mentransformasi sistem produksi tradisional ke semi modern. “Ini tentunya patut dicontoh. Dan ketika Pak Nasir bercerita, Nadera mampu bangkit di tengah keterpurukan krisis ekonomi kala ini dengan memproduksi secara massal. Hal ini menjadi bagian kemajuan dan kebangkitan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Sukabumi,”katanya.
Menurut pria asli Sukabumi yang berparas indo ini bahwa Nadera yang dikelola M Nasir terbukti dengan prinsip dan kerja kerasnya mampu mengembangkan Nadera dari nol sampai menjadi perusahaan besar seperti saat ini.
Sementara itu, menyinggung kebangkitan potensi perekonomian di Sukabumi, Pasha optimis kehadiran Tol Bogor Cianjur Sukabumi dalam waktu yang tidak lama lagi, bisa memicu pertumbuhan perekonomian di berbagai sektor. “Pertanyaannya besar kesiapan masyarakat Sukabumi menghadapi lonjakan tersebut. Jangan sampai kita hanya penonton. Untuk itu saya mengajak agar menciptakan Nadera-Nadera baru serta Muhammad Nasir yang lain untuk menjawab keraguan tersebut,”bijak cucu pejuang Sukabumi RH Didi Sukardi ini. (dit)

18 Januari 2011

Penjualan Funiture Sukabumi Meningkat

Radar Sukabumi -- Funiture merupakan salah satu kebutuhan warga Sukabumi untuk menambah kelengkapan isi rumah. Dalam beberapa bulan terakhir, usaha di sektor ini terus menggeliat dengan capaian 20 hingga 70 persen. Penjualan terbesar didominasi perlengkapan dari kayu jati yang dipadu ukiran jepara. Dengan fasilitas yang disediakan layanan kredit dengan mengunakan Adira Finance dan Kredit Plus. 
Pemilik CV Kurnia Mebel di Supermall Sukabumi, Dadang Sholehudin mengatakan, minat masyarakat terhadap furniture jati Jepara terus meningkat. Mengingat, selain memiliki ukiran klasik dan modern, furniture jenis itu memiliki kualitas tahan lama dibandingkan dengan perabot kayu biasa. "Karena banyak masyarakat yang mengambil barang yang kami tawarkan terutama penjulan kayu jati kami optimis dapat memnuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya kepada Radar Sukabumi. 
Dari segi desain, proses pembuatan hingga kualitas produk yang tercipta, ukiran Jepara memang belum ada duanya, karena sebuah karya masterpiece. Tidak ada yang bisa membuat atau meniru ukiran tersebut asli sehingga sama. Produksi mebel dan kerajinan tangan ukiran Jepara masih berjalan baik. Bahkan, pengrajin dan tempat produksi tidak lagi hanya berdomisili di Kota Sukabumi, meskipun aslinya dari Kabupaten Jepara Jawa tengah. 
Bahkan untuk lebih meningkatkan penjualan di kuartal pertama tahun 2011 dadang mengaku telah mengandengn sejulah finance yang menyediakan layanan kredit seperti Kredit Plus dan Adira Finance. "Produk yang ditawarkan cukup beragam terutama yang memiliki desain ukir atau yang berjenis minimalis semua barang yang disediakan pun bisa didapatkan dengan cara menggukana layanan kredit dengan perusahaan yang telah ditentukan," jelasnya. Dengan mengandalkan keterampilan manual, ternyata membuat mebel Jepara yang dikelola CV Kurnia Mebel mempunyai keunggulan. Nilai tambahnya justru karena masih banyaknya sentuhan tangan tersebut. Khususnya pada seni ukir yang terpahat di produk mebel kayu. "Kami justru banyak mendapat orderan untuk barang hasil hand scrap. Lagi pula harga yang ditawarkan relatif terjangkau dari Rp2 juta hingga Rp4 juta," tambahnya yang menyebut dalam sehari, rata-rata dua sampai tiga furniture laku terjual. Dewi Astuti, calon pembeli mengatakan funiture dengan gaya minimalis lebih pas digunakan di Kota Sukabumi. Sebab, iklim sejuk menambah kekuatan dan daya tahan perabotan dari kayu tersebut. "Saya membeli funiture di sini karena tampilannya menarik dan sangat pas dengan kondisi keuangan saya," pungkasnya. (ali)