Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pariwisata. Tampilkan semua postingan

26 Juli 2012

Pemilik Hotel Kurang Minat PHRI

CIKOLE – Ketua Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kota Sukabumi Ferdiansyah mengatakan dari jumlah 50 hotel yang terdaftar hanya 10 hotel yang masuk dalam keanggotaan PHRI, ini bisa disebabkan kurangnya koordinasi saat pembangunan hotel di Kota Sukabumi , pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui dinas terkait tidak pernah diajak konsultasi oleh tim teknis perencanaan pembangunan khusunya mengenai perhotelan. ”Kami belum pernah dilibatkan atau diajak konsultasi oleh pihak teknis perencanaan pembangunan khusunya hotel oleh pemkot,” ujarnya. 
Ketika ditanya bagaimana perkembangan bisnis Hotel Di Kota Sukabumi, ferdi menuturkan, perkembangan hotel ataupun restaurant diperkirakan beberapa tahun kedepan akan mengalami kemajuan yang pesat, salah satunya dilihat dari wilayah Kota Sukabumi yang terbilang kondusif ” Saya tidak bisa memperkirakan berapa persen peningkatnnya kedepan, namun kita lihat ada beberapa bangunan hotel yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan, dan itu bisa dijadikan salah satu faktor akan terjadi perkembangan yang pesat,” jelasnya. 
Lebih lanjut ia mengatakan, kendati Kota Sukabumi hanya memiliki luas 48 km, namun berdasarkan data yang didapat darin 50 hotel, kategori berbintang hanya dua hotel, yaitu Taman Sari dan Anugerah, sedangkan sisanya sekitar 85 persen termasuk kategori melati. “Peluang bisnis Hotel di Kota Sukabumi masih dibilang menjajanjikan, terbukti dengan liburan sekolah beberapa waktu lalu, semua hotel yang ada di Kota Sukabumi hamper semuanya terisi penuh. Bahkan kondisi serupa juga terjadi setiap akhir pekan, dimana rata-rata pengunjung hotel menginap hanya 2 malam,” pungkasnya.(nur) 

2 Juli 2012

Diva Wisata Kebanjiran Konsumen

SUKABUMI - Memasuki masa liburan sekolah dan mendekatinya bulan Ramadan, intensitas penumpang travel meningkat. Terutama untuk tujuan kota-kota besar .Divisi Tour Diva Wisata Tour & Travel Sukabumi, Indra Gunawan mengatakan, mulai pekan ini aktivitas travel mengalami kenaikan dari hari-hari sebelumnya. Diperkirakan akan terus ramai hingga hari H dan dilanjut dengan masa liburan tahun baru. ” Kenaikkan mulai terjadi bulan ini. Jumlahnya mencapai 75%. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 persennya didominasi para pemudik dan sisanya sebanyak 30 persen diisi oleh konsumen yang hendak tour ke tempat-tempat wisata di kota besar dan tempat spiritual seperti Masjid Kubah Emas dan lainnya,”ujarnya kemarin. 
Menurutnya kenaikkan yang terjadi di travel yang berlokasi di Jln Brawijaya No.11 (Depan SDN Brawijaya ,red) tersebut, lantaran adanya momen liburan anak sekolah. “Kenaikkan jumlah pemesan tiket di Diva Wisata ini memang meningkat tajam dibanding hari biasa. Tentunya ini sangat berarti bagi perusahan kami. Animo masyarakat saat ini begitu tinggi terhadap liburan,”tutur Indra. Ia bersyukur ada kenaikan yang cukup signifikan, mengingat persaingan bisnis travel saat ini semakin ketat. “Hal yang sangat baik bila kami mencoba untuk menawarkan sekaligus memfasilitasi mereka yang hendak liburan,”imbuhnya. 
Dijelaskan Indra. Saat ini pihaknya kebanjiran order dimana konsumen lebih banyak memesan jauh-jauh hari untuk tujuan kota-kota besar seperti Padang,Medan dan kota-kota lainnya. “Semoga dengan kepercayaan dan animo masyarakat yang sekarang tumbuh seiring dengan bayaknya pesanan, kedepannya Diva Wisata menjadi icon dan pilihan masyarakat yang diperhutungkan di Kota Sukabumi dan sekitarnya,”harapnya. 
Selaras dengan membludaknya pesanan tiket. Manajemen Diva Wisata Sukabumi akan terus meningkatkan pelayanan dan kwalitasnya. “Tentunya pelayanan dan kwalitas terus kami tingkatkan semampu yang kami bisa,”tegasnya.(cr5) 

6 Maret 2012

Mengenal Wisata Sejarah Peninggalan Belanda Di Sukabumi

Kawasan wisata di Sukabumi tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah nan asri, tetapi juga membawa wisatawan ke wisata sejarah karena sebagian besar tempat wisata itu dibangun pada zaman Belanda. 
Di Selabintana yang terletak 7 kilometer dari kota Sukabumi, misalnya, wisatawan akan mendapatkan jejak sejarah peninggalan Belanda yang dipadu dengan panorama Gunung Gede-Pangrango. Hotel yang dibuat pada tahun 1900-an oleh seorang berkebangsaan Belanda tetap bertahan hingga kini dan masih menjadi ikon Selabintana. 
Kawasan wisata Danau Lido juga dibuat pada zaman Belanda. Ketika itu pada tahun 1898, saat Belanda membangun Jalan Raya Bogor-Sukabumi, mereka mencari tempat untuk peristirahatan para petinggi pengawas pembangunan jalan dan pemilik perkebunan. Danau Lido sendiri adalah danau alam yang letaknya di lembah Cijeruk dan Cigombong. Jika dilihat dari atas, Danau Lido seperti mangkuk di kaki Gunung Gede-Pangrango. Di dekat danau ini juga terdapat air terjun Curug Cikaweni yang mengalirkan air yang sangat dingin. Kawasan ini baru dibuka untuk umum pada tahun 1940 setelah Ratu Wilhelmina datang dan beristirahat di Lido pada tahun yang sama. Ketika itu, restoran pertama diresmikan sebagai pelengkap fasilitas kawasan wisata dan juga untuk menjamu Sang Ratu. 
Berbeda dengan Danau Lido, Situ Gunung bukanlah danau alam. Dari berbagai cerita rakyat setempat dan data dari pengelola taman wisata, danau ini ternyata buatan manusia. Konon, pada tahun 1800-an, danau ini dibuat oleh bangsawan Mataram Rangga Jagad Syahadana atau Mbah Jalun (1770-1841). Tokoh ini merupakan buronan penjajah yang akhirnya menetap di kawasan Kasultanan Banten, tepatnya di kaki Gunung Gede-Pangrango. Mbah Jalun merasa begitu bahagia ketika istrinya yang berasal dari Kuningan-Cirebon melahirkan seorang anak laki-laki, Rangga Jaka Lulunta. Perasaan bangga, bahagia, dan penuh syukur itu diwujudkannya dengan membangun Situ Gunung. 
Telaga Situ Gunung kemudian diambil alih oleh Belanda dan kemudian dibangunlah beberapa infrastruktur pada tahun 1850. Di kawasan ini pernah dibangun hotel dengan nama Hotel Situ Gunung. Kini di Situ Gunung tersedia penginapan yang cukup nyaman dengan fasilitas air panas. Apabila memilih berkemah, pelancong bisa membawa tenda sendiri atau menyewa tenda dari pengelola. Fasilitas mandi cuci kakus juga tersedia di areal perkemahan itu. (Kompas)

31 Januari 2012

Cuaca Buruk, Taman Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara

SUKABUMI : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat untuk sementara menutup objek wisata air terjun Curug Cibeurem dan Curug Cibodas karena cuaca buruk yang terjadi di kawasan taman nasional dalam beberapa pekan ini. “Kami menerima informasi dari BMKG dan LAPAN bahwa akhir Januari sampai awal Februari diperkirakan akan mengalami cuaca ekstrim, sehingga sementara kami menutup dua objek wisata air terjun kami Curug Cibeurem dan Cibodas dari 25 Januari sampai 8 April 2012,” kata kepala Balai Besar TNGGP Jawa Barat, Agus Wahyudi, Selasa. 
Menurut dia penutupan sementara dua objek wisata tersebut untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan terhadap pengunjung karena dalam beberapa hari terakhir ini terjadi longsor di daerah tersebut. Maka sesuai SK.27/11-TU/3/2012 objek wisata air terjun Cibeureum di tutup. “Penutupan objek wisata ini dipandang perlu karena untuk keselamatan semua pihak, selain itu kondisi cuaca yang buruk bisa menyebabkan bencana alam di lokasi wisata, sehingga kami mengantisipasinya sejak dini,” tambahnya. 
Dikatakan Agus, kepada seluruh karyawan dan pegawai TNGGP diimbau untuk mensosialisasikan penutuan sementara objek wisata air terjun Cibeurem ini. Dan jika ada pengunjung yang ingin masuk, karyawan yang berjaga di pos agar memberitahukan dengan baik. Selain itu, TNGGP juga sampai saat ini masih menutup kegiatan pendakian menuju Gunung Gede dan Pangrango sampai akhir Maret mendatang dengan tujuan untuk melaksanakan konservasi alam dan perbaikan jalur pendakian serta menambah sarana dan prasarana di jalur pendakian. (Bisnis Jabar)

27 Januari 2012

Cap Go Meh, Hotel Taman Sari Diskon 25 Persen

Perkembangan hotel dan resort di Sukabumi memang meningkat pesat. Hampir di setiap rute di Jalan Sukabumi, banyak hotel atau penginapan yang menawarkan berbagai macam fasilitas. Begitupun salah satu Hotel and Resort Head Office Taman Sari Sukabumi yang masih menjadi primadona bagi para pengunjung yang akan menikmati situasi alam di Sukabumi. Selain menawarkan keasrian karena memang letaknya yang tidak jauh dari kaki Gunung Gede Pangrango, sekitar 30 menit dari lokasi, siutasi di kawasan hotel juga terasa begitu kental dengan alam. 
Hotel Taman Sari sendiri, merupakan salah satu bagain dari PT Karya Titan Hotel and Resort Head Office Jakarta. Selain Hotel Taman Sari, PT Karya Titan Hotel and Resort Head Office Jakarta juga menawarkan hotel dan resort dikawasan pantai yakni Nuansa Bali-Anyer Banten. Tidak hanya itu, bagi mereka yang ingin melakukan kegiatan di alam, pihaknya juga menawarkan Bukit Baros-Eduadventure dan Lembah Salah Eduadventure. “Banyak kegiatan yang bisa dilakukan, di antaranya kemping, out bond, adventur dan lain sebagainya,” ujar Marketing dan Promotion Head Group, Surya Charlie didampingi Sales Menager Agen Head Group, Merry M. Ricardo kemarin. 
Dalam kesempatan tersebut, pihak PT Karya Titan Hotel and Resort Head Office juga menawarkan diskon 25 persen bagi para pengunjung Hotel Taman Sari. Hal tersebut dalam rangka memeriahkan Cap Go Meh. Diskon sendiri dimulai pada 21 Februari 2012 sampai 29 Februari 2012. “Kita akan memberikan pelayanan secara optimal bagi setiap pengunjung. Mereka bisa menikmati semua fasilitas yang disediakan di hotel kami,” lanjutnya. 
Sebagai bentuk partisipasi dan pelayanan terhadap masyarakat, PT Karya Titan Hotel and Resort Head Office Jakarta akan menyampaikan kepada masyarakat terkait program yang akan dilakukannya. “Ada beberapa program yang kami canangkan. Untuk itu, kami bekerjasama dengan semua elemen baik itu pemerintah, media termasuk masyarakat untuk mensukseskan setiap program. Ini sebagai bagian dari perhatian dan pelayanan kami kepada masyarakat,” terangnya. 
Sementara itu, setiap yang ada di bawah naungan PT Karya Titan Hotel and Resort Head Office juga bisa digunakan untuk kegiatan ataupun even yang akan dilakukan oleh masyarakat. Mereka mengatakan, memang ini merupakan bagian dari pelayanan yang bersifat edukasi. Seperti halnya kawasan Bukit Baros-Eduadventure, kawasan wisata yang dikelillingi pohon pinus di lahan seluas 26 hektar hutan tersebut, disediakan tenda bagi para pecinta alam. 
Tidak hanya itu, di kawasan tersebut juga ada Cafe Keju yang khusus disediakan untuk pengunjung. Keju sendiri, langsung dibuat karena di kawasan tersebut memiliki peternakan sapi dan tempat produksinya. Kapasitas kawasan tersebut, bisa menampung 1.000 orang lebih. (Radar Sukabumi) 

Okupasi Hotel Jabar Diposisi Terendah ke 6

BANDUNG : Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Barat menyebutkan tingkat hunian hotel di wilayahnya kini berada di posisi 6 terendah di Indonesia. Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar, mengatakan beberapa hotel yang berada di daerah wisata Jawa Barat memiliki tingkat okupansi rendah. “Ini mengherankan, karena beberapa tempat seperti di Pangandaran dan Sukabumi yang menjadi daerah wisata Jawa Barat ternyata okupansi hotel di sana rendah,” ujarnya dalam Rapat Kerja PHRI II hari ini di Hotel Horison Bandung. 
Herman menyebutkan, menurut data BPS, tingkat okupansi hotel di Pangandaran dan Sukabumi masing-masing hanya mencapai 29%. Sedangkan rata-rata okupansi hotel di Jawa Barat mencapai 40% dan di Bandung mencapai 60%. Menurutnya, perbaikan infrastruktur dan jalan di beberapa tempat wisata yang ada akan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang. Hal ini tentu saja dapat membantu meningkatkan jumlah okupansi hotel di Jawa Barat. 
Dalam Rakerda PHRI tersebut, Herman menuturkan setidaknya Jawa Barat harus mampu mendapatkan 10% dari total wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. “Badan Promosi Pariwisata menargetkan wistawan yang datang ke Indonesia sebanyak 7,7 juta orang, setidaknya Jawa Barat bisa mendapatkan 10% wisatawan mancanegara dari jumlah itu,” tuturnya. (Bisnis Jabar)

22 Januari 2012

Tarif Retribusi Objek Wisata di Kabupaten Sukabumi

Berikut ini adalah informasi mengenai besaran tarif retribusi di Kabupaten Sukabumi berdasarkan Perda No. 1 Tahun 2011 Tentang Daftar Retribusi Tempat  Rekreasi, Pariwisata dan Tempat Olahraga. 

A. Tarif Retribusi Objek Wisata Palabuhanratu, Ujunggenteng & Minajaya 


B. Tarif retribusi Objek Wisata Cipanas - Cisolok 


C. Tarif Retribusi Objek Wisata Pantai Loji, Cinumpang & Pondok Halimun 


D. Tarif Retribusi Objek Wisata Bumi Perkemahan dan Monumen Palagan Bojongkokosan



20 Januari 2012

Ambassador Tour & Travel Kembali Tawarkan Paket Istimewa

SUKABUMI - Ambassador Tour terus memanjakan konsumennya. Kali ini meluncurkan program umrah plus ke situs dan bukti-bukti kejayaan Islam di Benua Eropa yakni Istanbul. Program umrah plus ini akan menghabiskan waktu 12 hari, di Makkah dan Madinah sembilan hari dan tiga hari di Istanbul Turki. “Kami terus memberikan warna berbeda pada masyarakat Sukabumi dengan program umrah plus seperti umrah plus Istanbul Turky, umrah plus Dubai dan umrah plus Al Aqsa dan Yordani,” kata Owner Ambbador Tour, Agah Sumpena, kemarin. 
Umrah plus ke Istanbul Turky ini, bakal berlangsung 30 April 2012. Untuk pemberangkatannya masih bersatu dengan rombongan umrah reguler yang sudah mencapai 130 orang. Sedangkan yang sudah pasti mengikuti umroh umroh plus Istanbul sebanyak 30 orang. Untuk tempat yang akan dikunjungi di Istanbul diantaranya, Masjid Sulaeman, Istana Topkapi yang merupakan tempat tinggal raja Ottoman. Di tempat itu juga terdapat benda peninggalan Rasulullah SAW, seperti beberapa helai janggut, pedang dan beberapa peralatan perang lainnya. Selain itu juga berkunjung ke tempat eksotis seperti Blue Mosque, Hippodrome, Ayasofya dan Grand Bazaar tempat pernak-pernik yang menjadi pusat karpet buatan asli Turkey. Rombongan umroh plus juga ikut berlayar di Selat Bhosporus, yakni selat terindah yang membelah benua Asia dan Eropa. 
“Semua fasilitas penginapan di hotel bintang lima khusus untuk umrah plus,” tutur Agah seraya mengatakan hotel yang akan digunakan di Madinah yaitu Hotel Moevenpick Anwar, yang jaraknya 20 meter ke Masjid Nabawi dan Hotel Makkah Elaf Kinda dengan jarak 100 meter ke Masjid Al Haram. Di Istanbul rombongan menginap di hotel bintang lima di pusat Kota Istanbul yakni Hotel Eresin Taxim. Nah, untuk harga untuk Umrah Plus Istanbul ini yaitu Rp24 juta per orangnya. ”Rombongan menggunakan jasa penerbangan Saudia Airlines dan Turkish Airlines,” tegas Agah. 
Dirinya menargetkan Ambassador Tour menjadi ikon baru di Sukabumi selain kota Mochi bagi Kota Sukabumi. “Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Sukabumi yang telah memberikan kepercayaan pada kami, sehingga rombongan umrah reguler berangkat pada Rabu (18/1) yang menjadi rombongan jamaah umrah yang pertama dari Indonesia,” papar pria 36 tahun yang pernah bekerja di salah satu hotel di kawasan Timur Tengah selama tujuh tahun ini. Rombongan jamaah umrah ini sudah mendapat visa umroh. Ini sebuah kehormatan bagi Ambassador Tour dari pemerintah Saudi Arabia jauh sebelum musim umrah pada Maret nanti. Jadi kami satu-satunya rombongan jamaah dari Indonesia yang berangkat paling awal dan seluruh jamaahnya berasal dari Sukabumi,” lanjut lulusan Akademi Perhotel Bina Tama Jaya Jakarta ini. (cr3) 

26 Januari 2011

Jabar targetkan 41,4 juta wisatawan

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 10% dari 37,7 juta menjadi 41,4 juta pada 2011 dibandingkan dengan tahun lalu.

24 Januari 2011

Wisata masih jadi kontributor utama PAD Bandung

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan sektor pariwisata masih jadi kontributor utama pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun ini.
Yossi Irianto, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bandung, mengatakan penambahan jumlah hotel dan restoran menjadi pendorong pendapatan daerah setiap tahunnya.
“Pendapatan pada 2010 itu over target, salah satunya karena pendapatan dari sektor pariwisata yang begitu besar,” katanya kepada bisnis-jabar.com, hari ini.
Pemkot Bandung, kata dia, pada tahun ini berencana mengembangkan sistem online untuk meminimalisasi kebocoran penerimaan pajak.
Pengembangan sistem ini, kata dia, juga diharapkan memudahkan wajib pajak (WP) badan ketika berurusan dengan perpajakan.
“Kebocoran penerimaan itu bisa terjadi akibat kelalaian WP atau petugasnya. Oleh karenanya, kami mengembangkan sistem online untuk meminimalisasi terjadinya kebocoran,” tuturnya. (MSU)

PAD wisata Kota Bandung 2011 Rp200 miliar
BANDUNG (bisnis-jabar.com): Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung dari sektor pariwisata pada 2011 bisa mencapai Rp200 miliar dari tahun lalu Rp176 miliar, asal pemerintah memiliki kebijakan pro bisnis.
Momon Abdurochman, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bandung, mengatakan sektor pariwisata selama ini menjadi kontributor terbesar PAD Kota Kembang.
“PAD Kota Bandung pada 2010 sebesar Rp300 miliar, dimana Rp176 miliar atau sekitar 58% bersumber dari sektor pariwisata,” katanya kepada bisnis-jabar.com, hari ini.
Dia optimistis pendapatan daerah dari sektor pariwisata bisa terus dipompa selama iklim usaha dan kebijakan pemerintah mendukung.
Momon mengatakan beberapa kebijakan yang bisa mendongkrak pertumbuhan sektor pariwisata antara lain pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).
Lembaga tersebut, kata dia, diharapkan bisa menjadi corong promosi hingga ke luar negeri.
“Kami telah berbicara dengan wali kota mengenai itu [BPPD] sejak lebih dari tujuh bulan lalu, namun hingga saat ini belum terbentuk juga,” tuturnya.
Momon mengatakan mayoritas wisatawan mancanegara yang datang ke Kota Bandung sepanjang tahun lalu berasal dari Malaysia, atau angkanya 5.000 wisatawan setiap bulannya.
Momon menambahkan banyaknya kunjungan dari negara itu disebabkan kemudahan akses transportasi dari Bandung menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
“Beberapa penerbangan telah ada sehingga memudahkan wisatawan Malaysia berkunjung ke Bandung,” tambahnya.
Dia mengakui kunjungan wisatawan dari negara lain ke Bandung masih minim. Dengan adanya badan promosi itu, kunjungan wisatawan dari negara lain diharapkan bisa ditingkatkan.
“Beberapa negara selain Malaysia, berpotensi untuk dikembangkan agar mereka berwisata ke Bandung, seperti Singapura dan Thailand,” lanjutnya. (MSU)

18 Januari 2011

Arum Jeram, Menantang dan Mengasikan

Radar Sukabumi --Jika anda sudah bosan dengan wisata laut, Arum jeram bisa menjadi alternatif kegiatan wisata keluarga anda untuk menghabiskan akhir pekan. Wisata Arum jeram sering dilakukan sebagian orang yang menyukai tantangan karena, bisa memacu adrenalin. Keberanian dan Kekompakan tim sangat diperlukan dalam olahraga wisata ini yang juga memerlukan tenaga ekstra namun tetap mengasyikkan. 
Salah satu usaha yang menawarkan dunia wisata petualangan di alam terbuka (Outdoor activities) di Kabupaten Sukabumi yakni PT Sarana Riam Jeram yang berlokasi di Desa Sirna Jaya Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi.   
"Kami tidak hanya menawarkan wisata arum jeram untuk kalangan dewasa saja, melainkan anak-anak pun bisa mengikuti olahragatantangan ini. Semuanya dijamin safety (aman) meski pemula maupun yang tidak bisa berenang," ujar koordinator Service Car Riam Jeram, Syarif mengawali obrolan dengan Radar Sukabumi.
Menurutnya, Riam Jeram didirikan sekitar empat tahun lalu tepatnya 1 April 1996 yang dimotori penggiat Arung Sungai Pecinta Alam Universitas Trisakti dengan motto ”Professionalism dan Safety”. Berbagai program ditawarkan di Riam Jeram seperti Rafting, Outing dan Outing Plus dengan harga yang ditawarkan dalam bentuk paket-paket.  Untuk paket Riam I yang bisa dimainkan anak-anak (Family Trip) akan mengambil rute PLTA Ubrug hingga Bojongkerta dengan waktu tempuh 9 Km atau sekitar satu jam ditawarkan dengan harga Rp 223.200 untuk setiap orangnya. Sedangkan paket dua (Adventure Trip) yang paling diminati pengunjung akan mengarungi sungai Cicatih dari Bojongkerta menuju Leuwilalay sepanjang 12 Km atau sekitar 3 jam ditawarkan dengan harga Rp 261.800. Sedangkan paket ketiga (Fullday Trip) dengan jarak tempuh 21 KM dari PLTA Ubrug hingga Leuwilalay ditawarkan hanya Rp 341.200 per orangnya. 
"Semua paket sudah termasuk tim pemandu, peminjaman perlengkapan arum jeram, asuransi, sertifikat, transportasi lokal, snack dan makan. Satu perahu bisa diisi maksimal tujuh orang plus pemandu," tambahnya.  

Menurutnya, pemilihan Sungai Cicatih dikarenakan alamnya yang indah dan jeram-jeramnya yang sangat menantang untuk diarungi, juga terjaminnya aliran air berkualitas baik yang berasal dari dua sumber yaitu Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Tingkat kesulitan sungai Cicatih serta jeramnya sangatlah bervariasi, mulai dari tingkat kesulitan atau grade I sampai III.

"Namun tingkat kesulitan (grade) itu masih dalam kategori aman untuk diarungi meskipun untuk pemula. Apalagi, kami menempatkan pemandu yang sudah berpengalaman," tandasnya.

Jadi, siapkan diri anda untuk berlibur penuh tantangan di Riam Jeram Ubrug Kabupaten Sukabumi ini. (frd)

 
==========

Tawarkan Diskon Khusus Bagi Warga Sukabumi

HARGA Khusus ditawarkan pihak Managemen PT Sarana Riam Jeram bagi anda warga Sukabumi. Paket Riam dua (Adventure Trip) yang ditawarkan dengan harga Rp 261.800 didiskon hingga mencapai Rp 220 ribu per orangnya.

"Tawaran diskon ini untuk memberikan pelayanan dan memudahkan masyarakat Sukabumi yang berminat olahraga tantangan ini. Kita juga masih bisa memberikan potongan lebih dari itu, semuanya tergantung banyaknya pengunjung," terang koordinator Service Car Riam Jeram, Syarif.
Menurutnya, paket Riam dua ini adalah paket paling diminati karena pengunjung akan melewati tantangan 20 jeram Sungai Cicatih yang memacu adrenalin dengan waktu kurang lebih 3 jam (12 KM).

"Pengunjung harus sudah membooking (memesan) jauh hari sebelumnya atau satu minggu sebelum hari H. Takutnya penuh dan mereka kecewa ketika datang di hari H. Uang muka juga sudah harus masuk sebelum bermain dan bisa ditransfer melalui rekening perusahaan. Untuk lebih lengkapnya bisa menghubungi saya," bebernya seraya mengaku memberi nomor yang bisa dihubungi, 081386660357.

Selama mengarungi tantangan arus sungai Cicatih, tambah dia, di tengah perjalanan pengunjung akan berhenti sejenak di tempat Rest Poin yang telah disediakan. Di sepanjang sungai pun pengunjung akan disuguhkan binatang seperti biawak hingga Monyet  yang terlihat di beberapa sudut pohon. Tak lupa pula pemandangan indah selama perjalanan bisa disaksikan pengunjung. Pemandangan yang indah ini diyakini bisa menghindari rasa jenuh dengan kesibukan aktivitas sehari-hari. 

"Di Rest poin ini, kita menawarkan peserta untuk meminum kelapa muda beserta snack. Selanjutnya, di tempat finish kita juga menyediakan makanan khas Sunda di Saung yang telah disediakan. Semuanya kami berikan untuk memanjakan pengunjung," jelasnya.    (frd)