Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan

22 Februari 2012

3 Armada Bis Dilarang Beroperasi

SUKABUMI - Sebanyak tiga armada bus di Sukabumi, Jawa Barat, yakni bus antarkota antarprovinsi dan bus antarkota dalam provinsi dilarang beroperasi untuk sementara karena tidak dilengkapi alat keamanan dan surat-surat. "Dari hasil pemeriksaan ada sebanyak 3 unit bus yang tidak layak jalan dan kami kenakan tilang sampai bus tersebut kembali layak jalan atau harus melengkapi bus tersebut dengan alat pengaman dan surat-suratnya," kata Kepala UPT Terminal Sudirman Kota Sukabumi Yusuf Chaery kepada wartawan, Rabu. 
Selain itu, sebanyak 33 bus saat pemeriksaan kartu pengawasan dan buku uji kendaraannya sudah melewati masa berlaku dan tidak dilengkapi oleh surat-surat kendaraan dan pihaknya mengintruksikan agar pemilik bus tersebut segera memperpanjangnya. "Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh bus tersebut tidak laik jalan dan untuk memberikn rasa aman kepada seluruh penumpang," tambahnya. 
Sementara, Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Imran Wardhani mengatakan pemeriksaan ini sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi maraknya kecelakaan angkutan umum khususnya bus, seperti yang terjadi di beberapa daerah. "Pemeriksaan terhadap seluruh angkutan umum dan bus tersebut, dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, tepatnya dari 13 sampai 24 Februari yang dilaksanakan di lima titik dan dua 2 terminal, yakni di Terminal Bus Sudirman dan Terminal Lembursitu," kata Imran. 
Ditambahkannya, hampir 80 persen kecelakaan lalu lintas, terjadi akibat faktor human error atau kesalahan manusia, dan sisanya akibat faktor kelengkapan keselamatan kendaraan dari hasil pemeriksaan ini seluruh bus masih layak jalan. Namun yang menjadi perhatian pihaknya beserta pihak dinas-instansi dan lembaga terkait lainnya, yakni masalah kondisi karoserinya yang kurang baik. (Republika)

1 Februari 2012

Pengoperasian KRD Dipertanyakan Warga Cireunghas

CIREUNGHAS : Sejumlah warga Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi mempertanyakan komitmen Kementerian Perhubungan untuk kembali mengaktifkan jalur kereta api jurusan Sukabumi-Cianjur. Ini lantaran, moda transportasi itu sangat diperlukan untuk menopang aktifitas warga di timur Sukabumi. Selain itu, warga juga merasa jika kereta api termasuk transportasi rakyat yang tergolong murah meriah dan bebas hambatan kemacetan. 
Deni Sholehudin (26), pemuda warga Gandasoli Cireunghas menuturkan, tanpa kereta api dirinya merasa kesulitan jika mau berangkat ke tempat kerja. “Saya kan bekerja di Depok jadi kalau memakai angkutan umum harus ke terminal dulu. Ini yang terkadang agak ribet,” tutur Deni kepada Radar kemarin. Imas (42) warga lainnya menyatakan, semenjak kereta beroperasi beberapa tahun ke belakang, kebutuhan transportasi warga sangat mudah. Untuk menjangkau Kota Sukabumi, ia hanya cukup naik satu kali angkutan. “Kereta api sangat membantu saya karena sangat mudah menjangkau tujuan. Dulu itu, kalau ke Pasar Pelita sangat mudah. Tinggal nebeng dari Gandasoli, lima menit saja saya sampai,” paparnya. 
PT KAI lima bulan lalu melakukan perbaikan rel di sepanjang jalur tersebut. Di sana, bantalan dan bebatuan penyangga rel dibenahi. Sayangnya, tak banyak warga yang tahu mengenai kepastian waktu pengaktifan kembali jalur tersebut. Kuncen Stasiun Gandasoli, Syarifudin (40) mengatakan, pihak Kementerian Perhubungan memang pernah menguji coba jalur kereta api dan dinyatakan layak untuk digunakan. Namun sampai saat ini belum ada kepastian soal pengoperasian kembali kereta bermesin diesel itu. “Saya menyaksikan, sekitar pertengahan bulan maret kemarin pernah ada uji coba. Sekarang kondisi rel dan bantalannya sudah stabil dan layak digunakan, tapi saya belum mendapat informasi kapan jalur ini akan kembali dibuka,” terangnya. (Radar Sukabumi)

Uang Digital : BI Beri Warning Operator Telekomunikasi

JAKARTA : Lembaga penelitian Sharing Vision memprediksi dari 12 juta pengguna uang digital (Electronic Money/e-money) yang teregister, hanya 30%-40% yang akan aktif menggunakan jasa tersebut pada 2012. “Kita perkirakan pada tahun ini sekitar 30%-40% atau 3,6 juta – 4,8 juta pengguna yang akan aktif menggunakan uang digital dari semua penerbit, baik milik operator telekomunikasi atau perbankan,” ungkap Chairman Sharing Vision Dimitri Mahayana. 
Para operator telekomunikasi yang memiliki lisensi uang digital saat ini dalam keadaan bahaya karena Bank Indonesia sebagai pemberi izin tengah mengkaji capaian berdasarkan perencanaan bisnis yang dimiliki. “Uang digital milik operator jalan di tempat. Bank Indonesia bisa menarik lisensi itu jika tidak dioptimalkan operator. Saya perkirakan dari yang aktif menggunakan uang digital itu, semua operator hanya aktif penggunanya sekitar 5%-10%,” katanya. 
Sharing Vision mencatat pada tahun lalu transaksi menggunakan uang digital dari seluruh pemain sekitar Rp750 miliar dan bisa melonjak menjadi Rp1 triliun pada tahun ini. “Salah satu yang menjadi potensi untuk mengadopsi uang digital adalah 2,8 juta pelanggan prabayar milik PLN. Ini basis pelanggan yang menjanjikan,” katanya. Menurutnya, jasa uang digital di Indonesia belum akan berkembang selama dua kutub yakni perbankan dan telekomunikasi bersinergi. “Tidak bisa masing-masing pihak saling merasa bisa mengembangkan jasa ini dan memunculkan ego sektoral. Harus ada sinergi, jika tidak, semua jalan di tempat,” katanya. 
Uang digital berstandar yang akan diterapkan di sektor transportasi akan memiliki kendala pada proses bisnis antarpemain, terutama masalah settlement. ”Jika bicara standarisasi teknis, itu tidak ada masalah. Hal yang akan menjadi masalah itu nantinya perihal proses bisnis antarpemain, terutama masalah settlement,” ungkap Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Ashwin Sasongko. 
Menurut dia, saat ini semua lembaga yang menandatangani MoU pada medio November 2011 bekerja keras untuk menyelesaikan standarisasi. ”Masalah chip dan teknologi yang dipakai juga dibicaran,” katanya. Ranah yang akan diatur oleh instansinya, lanjut Aswin, terkait dengan standar teknis perangkat, chip dan pancaran frekuensi, kartu, dan reader. “Ini akan menjadi aplikasi pembunuh jika diintegrasikan dengan kartu seluler didukung perangkat yang dibekali Radio Frequency Identification (RFID),” katanya. 
Pada November 2011, Bank Indonesia, Kemenhub, dan Kemenkominfo tentang e-money di sektor tranportasi, telah menandatangani kesepakatan membuat aturan standarisasi uang digital di sektor transportasi. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan sektor transportasi diprioritaskan untuk diterapkan penggunaan uang digital berstandar karena memiliki potensi yang signifikan mengingat digunakan untuk pembayarab transaksi bernilai kecil dan digunakan berulang-ulang. “Pada tahap awal ini akan digunakan untuk pembayaran jalan tol, pembelian tiket Trans Jakarta. Selanjutnya untuk kereta komuter, Mass Rapid Transport (MRT), dan Electronic Road Pricing (ERP),” katanya. 
Menurutnya, penerapan uang digital berstandar akan menguntungkan tiga pihak yang terlibat yakni penerbit, pelanggan, dan merchant. Penerbit akan efisiensi dalam berinvestasi dan meningkat skala ekonomis. Pelanggan akan lebih nyaman dengan satu kartu. Merchant akan bisa melakukan cash handling dan menekan potensi kebocoran pendapatan. 
Uang digital berkembang di Indonesia sejak 2007 dengan perkembangan cukup signifikan. Pada 2007, jumlah uang elektronik masih sebanyak 165.193 transaksi dengan rata-rata harian transaksi sebesar Rp 19,15 juta dengan volume harian sebesar 2.000 pengguna . Sedangkan pada September 2011 uang elektronik telah mencapai 11,7 juta transaksi dengan nilai rata-rata harian transaksi sebesar Rp2,5 miliar dengan volume mencapai 102.000 pengguna. 
Deputi Gubernur BI Ardyadi Mitroatmodjo mengungkapkan kendala pengembangan e-money di masyarakat salah satunya belum adanya interoperobilitas antar penerbit sehingga membuat ketidaknyamanan bagi pengguna. “BI sebagai otoritas keuangan akan mencoba semua pemain untuk duduk bersama mengatasi hal ini. Kami akan membahas tentang sistem pembayarannya, proteksi kepada pengguna, dan settlement,” jelasnya.(Bisnis Indonesia)

25 Januari 2012

Direktori Bisnis Mesin dan Alat Transportasi di Kota Sukabumi

Direktori Bisnis Mesin & Alat Transportasi - Sukabumi