Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

24 November 2011

Peluang Bisnis Kelinci Hias Yang Menggiurkan

SUKABUMI – Budidaya kelinci hias ternyata mampu memberikan kehidupan bagi banyak orang yang menekuninya. Selain orang suka akan keindahan kelinci hias ,banyak pula orang yang menggantungkan hidupnya dari membudidayakan dan memasarkan kelinci yang jenisnya bermacam-macam. Tak jarang beberapa petani atau peternak yang semula menekuni budidaya hewan konsumsi, kini beralih menekuni budidaya kelinci hias. Semua itu dilakukan karena peluang usaha dan potensi ekonomisnya lebih menggiurkan dibandingkan dengan hewan konsumsi, seperti sapi atau kambing. 
Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Dinas Pertanian Kota Sukabumi, Cecep Mansur. Kepada Radar Sukabumi dirinya menjelaskan bahwa dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan hewan konsumsi, budidaya kelinci hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harganya lebih mahal. “Kunci membudidayakan hewan hias seperti kelinci hias adalah telaten dan senang di dalam memeliharanya,”ujarnya. 
Bisnis budi daya kelinci hias telah menjadi sumber penghasilan sebagian warga Kota Sukabumi, selain ikan hias air tawar yang cukup populer dengan sebutan ikan koi. Bentuk tubuh dan bulu indah yang dimiliki kelinci hias ini menjadi pemikat bagi para penggemarnya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berkantong tebal. “Bayangkan saja kelinci biasa berharga dalam kisaran 15 ribu-20 ribu per kilo tetapi kelinci hias harganya berkisar Rp 100 ribu -250 ribu per ekor bahkan bisa lebih, apalagi jika kelinci hias ini berhasil menjadi juara dalam sebuah kontes,”terangnya. 
Besarnya minat memelihara kelinci hias juga didukung oleh kemudahan dalam memelihara dan membudidayakannya. Tidak memerlukan lahan yang luas serta makanan yang mudah diperoleh di sekitar tempat tinggal. “Tak heran jika menggeluti bisnis budi daya kelinci hias ini menjadi peluang usaha yang menawarkan keuntungan yang cukup lumayan. Untuk itu, kami mengajak masyarakat Kota Sukabumi lainnya untuk sama-sama mengembangkan bisnis hewan hias ini. Jika tertarik silahkan datang langsung ke kantor kami atau bisa juga datang ke komunitas atau kelompok Imoetz, kami siap memberikan penyuluhan,”himbaunya yang juga menambahkan di Kota Sukabumi sendiri telah ada komunitas kelinci hias seperti Imoetz dan lainnya, mereka tersebar di kecamatan-kecamatan yang ada di Kota Sukabumi. “Hobi memelihara kelinci hias terkadang membuat orang betah berlama-lama di depan kandangnya atau di halaman saat dilepaskan, berapapun biaya rela dikeluarkan untuk menyalurkan hobi tersebut,” katanya. (sri) 

Jelang Libur Panjang, Hunian Hotel Masih Sepi

SUKABUMI - Lagi, akibat belum ditetapkannya jadwal libur panjang oleh pemerintah, menjadikan sejumlah perusahaan harus bisa memutar otak agar bisnisnya tetap lancar. Meski perayaan Natal dan tahun baru 2012 sebentar lagi, namun nyatanya hal ini belum berimbas positif bagi mereka. 
Seperti yang dirasakan manajemen A’Rondari Hotel Sukabumi. Hotel yang setara dengan Hotel Melati 3 ini berlokasi di Jl.Sriwidari Kota Sukabumi ini masih sepi pengunjung. “Tingkat hunian hotel kami masih sepi-sepi saja. Bahkan, belum ada satupun pengunjung yang membooking kamar,”kata Koordinator karyawan A’Rondari Hotel, Andi Saeful saat ditemui diruang kerjanya. 
Andi pun mengaku bahwa kondisi tersebut ditengarai karena A’Rondari Hotel masih baru satu tahun dibuka, sehingga belum banyak dikenal oleh masyarakat. Dan pemerintah sendiri belum menetapkan kepastian waktu libur. “Dua hal itulah yang menjadikan tingkat hunian hotel disini belum ada peningkatan, artinya masih sepi pengunjung yang ingin beristirahat,”ujarnya. 
Meski demikian, dirinya optimis kondisi tersebut bisa berubah. Seiring dengan fasilitas hotel yang dimiliki. “A’Rondari Hotel memiliki 18 kamar di antaranya ada tipe superior, deluxe, junior suite, suite dan family. Selain itu, disini juga ada swimming pool, meeting room, beauty parlor dan masih banyak lagi fasilitas lain yang bisa dirasakan pengunjung,”tuturnya. Tak hanya itu, A’Rondari Hotel ini juga pernah dikunjungi band papan atas, seperti D’masiv, Vagetoz, Drive dan Geisha untuk beristirahat,saat mereka berkunjung ke Kota Sukabumi. “Dengan suasana yang sepi jauh dari kebisingan, pelayanan ramah dan ruangan yang bersih diharapkan bisa membuat pengunjung puas dan nyaman serasa di rumah sendiri,” imbuhnya. 
Dirinya memastikan, seminggu menjelang Natal dan Tahun Baru 2011, A’Rondari Hotel akan menaikan tarif sewa kamar sebesar 30 persen. Dan tarif baru kembali normal setelah lima hari pasca tahun baru. “Tentunya tidak hanya A’Rondari Hotel saja yang akan menaikkan tarifnya. Semua hotelpun juga sama akan menaikan tarif menjelang Natal dan Tahun Baru 2012, sekitar 30-50 persen,”katanya yang juga menambahkan bagi pegawai swasta atau negeri yang sering menggunakan A’Rondari Hotel saat berkunjung ke Kota Sukabumi, akan mendapatkan gratis satu kamar atau diskon sekitar 30 persen. 
“Itu semua kami lakukan dengan harapan A’Rondari Hotel ini bisa lebih terkenal lagi dan juga pengunjung yang datang lebih meningkat,”tutupnya.(cr3) 

Melongok Kesiapan Pembangunan Pelabuhan Samudra di Palabuhanratu (1)

Rp7,8 M siap Digelontorkan, Warga Rindukan PPS
Rencana Pembangunan Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) memang dirindukan warga palabuhanratu. Meski lahan yang bakal dibangun itu diatas lahan sengketa (sebilan warga adat dengan PT Pertamina, red,-). tapi terbukti yang mengaku pemilik pun siap jika lahan itu dijadikan PPS. dan warga penggarap pun siap di relokasikan. Bahkan rencana mega proyek yang bakal menghabiskan milyaran rupiah itu akan meningkatkan perindustrian di kota seribu layur ini. 
Tahapan Demi tahapan menuju pembangunan PPS sudah dilalui. Kini warga tengah menanti pengukuran lahan secara rinci yang rencananya bakal dilaksanakan hari ini. Pembebasan lahan itu adalah merupakan langkah awal untuk lahan kolam dermaga PPS.kolah seluas 20 Hektar itu memakan daratan lima hektar dan 15 hektar lautan. Bahkan beberapa bulan yang lalu, Tim Sembilan yang dipimpin Sekda Kabupaten Sukabumi, Adjo Sardjono sudah melakukan sosialisasi pembangunan dermaga III itu. “Jika PPS sudah selesai, rencananya akan ada pembebasan lahan 100 hektar untuk lahan industri,” tutur Adjo. 
Ungkapan itupun dibenarkan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), Arif R Lamatta. Menurutnya, anggaran Rp 7,8 miliar sudah disiapkan untuk pembebasan lahan seluas 30 hektar. “Pembebasan itu adalah merupakan tahap pertama,” kata Arif. Tinggal menunggu hari, warga penggarap bakal menerima uang kadedeuh atau penggantian agar bisa mengosongkan lahan yang bakal dikeruk itu. “Paling lambat 10 Desember warga bisa menerima uang kadeudeuh itu. Dan jika ada lahan yang jadi sengketa. kita bisa titip di pengadilan. Siapa yang memenangkan perkara itu berarti itu haknya,” tuturnya. 
Yang pasti pihak PPNP tidak mau turut campur dengan urusan sengketa. Dan prioritasnya, pembangunan PPS itu bisa agar segera terlaksana. Jika PPS ini jadi, maka akan berefek domino. Selain akan berjamuran industri, juga lapangan pekerjaan juga semain terbuka. “Pasti membutuhkan ribuan pekerja. Karena pembangunan PPS ini sangat luas dan ditunjang dengan industrinya,” tulasnya. (Laporan : Ferli Rizal) 

Relokasi Pasar Cibadak dan Cisaat Akan Digeber

SUKABUMI- Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang Cibadak mulai dibangun, kemarin. Rencananya ada 540 TPS yang akan berdiri sebagai bangunan sementara para pedagang. Penempatanya dilokasi parkir kendaraan. Sebagian lagi mengambil tempat di terminal Cibadak. Lokasi TPS terbagi dua memanfaatkan lahan sekitar yang seadanya, juga permintaan dari warga pasar supaya TPS tidak jauh dari kawasan pasar. 
Seperti yang diketahui sebelumya, pasar Cibadak akan menjadi pusat perbelanjaan semi modern. Pembangunannya dilakukan PT Graha Karya Semesta (GKS) selaku pengembang, dengan nilai investasi Rp 54 Miliar. Terkait TPS, sebelumnya PT GKS sudah melakukan sosialisasi dengan warga pasar bahwa pihak pengembang tidak akan memindahkan pedagang ke tempat lain disaat pembangunan mulai berjalan. “Hasil dari sosialisasi serta disepakati bersama bahwa TPS tidak dibuat jauh dari lokasi pasar, masih tetap di tempat yang sama memanfaatkan lahan parkir dan terminal Cibadak. Sebagian lagi di lantai atas,” ungkap Humas PT GKS Dedi AR kepada Radar kemarin. 
Menurutnya, sesuai dengan perencanaan TPS dibangun dengan jangka waktu satu bulan lebih. TPS lebih cepat dibangun lebih baik, pasalnya pada awal tahun 2012 warga pasar mesti sudah menempati TPS, karena pada waktu itu pembangunan masuk tahap awal. Seluruh blok B C1, C2 dan D masuk dalam teknsi pembongkaran. “TPS di upayakan selesai secepatnya, sebab ketika selesai dibangun mungkin pedagang akan melakukan penataan atau penempatan. Yang menempati TPS seluruh pedagang PKL dan yang eksisting atau memiliki Surat Hak Guna Pakai (SHGP),” paparnya. 
Berdasarkan pantauan dilapangan, TPS mulai dibangun di area parkir, sementara parkir kendaraan dan pangkalan ojek dialihkan ke lokasi yang sekiranya lenggang. Ukuran satu kios TPS 180×180, besarnya TPS dirasa cukup untuk warga pasar. Karena sifatnya sementara, bahan material TPS pun terdiri dari kayu dan atap asbes. 
Di tempat lain, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sukabumi, Asep Japar menghimbau kepada pedagang Pasar Cisaat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyebut, apabila 1000 lebih kios dan 500 los di tempat relokasi Pasar Cisaat itu dalam penempatannya tidak mendahulukan pedagang lama. “Kami tegaskan, dalam penempatan kios dan los di lokasi relokasi Pasar Cisaat tetap akan memprioritaskan pedagang lama, jadi jangan mudah terprovokasi alias jangan mudah diadu domba oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,”terang Asep Jafar, kemarin. 
Asep mengungkapkan, dari hasil pertemuan beberapa waktu dengan perwakilan pedagang Pasar Cisaat, perwakilan pihak perkantoran yang ada di Komplek GOR Cisaat, unsur Muspika Cisaat, perwakilan dari OPD terkait, disepakati sejumlah point kesepakatan baik itu yang menyangkut aturan teknis maupun aturan prinsip. Point kesepakatan itu kata Asep, tertuang dalam berita acara yang sudah ditanda tangani pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan semi modern Pasar Cisaat. “Mengingat lokasi relokasi pasarnya juga berada di komplek perkantoran, jadi agar tidak menganggu kenyamanan dan keamanan, sudah ada aturan-aturan yang wajib dipatuhi semua pihak yang terlibat,” tegasnya. 
Sejumlah point kesepakatan itu antara lain, jalur lalu lintas angkot atau kendaraan umum lain tidak diperkenankan melewati jalan didekat relokasi pasar. Panitia relokasi menyediakan fasilitas WC umum, pos keamanan, jumlah kios dan los harus sama dengan jumlah pedagang Pasar Cisaat dan cara pengangkutan sampah di relokasi paras, itu harus dilakukan secara ketat.(dri/wan) 

23 November 2011

Jasa Raharja Kembali Gelar Pengobatan Gratis Di Terminal

Sukabumi - Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi kembali menggelar pengobatan gratis diterminal Lembursitu Kota Sukabumi bersama dengan RS Secapa Polri dan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Selasa (22/11). Hadirnya pengobatan gratis tersebut, disambut antusias oleh para pengemudi angkutan umum dan penumpang. Menurut Penanggung Jawab Pelayanan Umum PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, Toif Riyanto, pelayanan pengobatan gratis tersebut sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan sebulan sekali. 
Adapun tim yang dilibatkan kali ini dari unsur tim medis RS Bhayangkara Secapa Polri, diantaranya Dr. Urip Santoso dan beberapa orang perawat. “Setiap pelayanan pengobatan gratis dilaksanakan, para supir angkot dan penumpang begitu antusias untuk memeriksakan kesehatan,” katanya. 
Dijelaskan Toif, selain melaksanakan pelayanan pengobatan gratis di terminal Lembursitu, pihaknya juga melakukan hal serupa kepada awak bus di PO Langgeng Jaya. “Agenda pengobatan gratis ini tidak hanay terfokus di satu terminal saja, melainkan secara bergantian di seluruh terminal bus yang ada di wilayah kota dan kabupaten Sukabumi,” ungkapnya. 
Sementara itu salah seorang sopir bus Eris mengaku sangat antusias dengan pelayanan pengobatan gratis yang dilaksanakan Pt Jasa Raharja. Bahkan dirinya meminta agar kegiatan seperti ini dilaksanakan secara rutin. (bud/4)

22 November 2011

Anggota DPR Kagumi Industri Furnitur Nadera


SUKABUMI –  Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Kokab Sukabumi dari Fraksi Demokrat, Pasha Ismaya Sukardi melangsungkan reses kali keduanya dengan mengunjungi industri pengrajin furnitur Kabupaten Sukabumi. Ini kali yang dikunjunginya perusahaan furnitur terbesar di Desa Mangkalaya Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi bernama Nadera. Untuk meninjau akitifitas di sana, Pasha langsung ditemani Owner Nadera, M Nasir. Kepada Pasha, Nasir mengatakan bahwa saat ini Nadera yang kini memiliki luas 5 Ha telah memperkerjakan lebih 1.000 karyawan yang 80 persennya adalah penduduk lokal. “Kami mengembangkan usaha furnitur ini dimulai sejak 1993. Berbagai produk furnitur telah kami produksi untuk kebutuhan konsumen,”tuturnya kepada Pasha kala itu.
Pria yang membidangi komisi perdagangan dan perindustrian tersebut tentunya sangat kagum terhadap keberhasilan yang dikelola H M Nasir. “Saya kagum Pak Haji Nasir bisa memberdayakan masyarakat sekitar dalam meningkatkan taraf hidup. Ini tentunya patut ditiru bagi mereka yang berhasil di manapun,”kata Pasha.
Apalagi, Nadera telah mampu mentransformasi sistem produksi tradisional ke semi modern. “Ini tentunya patut dicontoh. Dan ketika Pak Nasir bercerita, Nadera mampu bangkit di tengah keterpurukan krisis ekonomi kala ini dengan memproduksi secara massal. Hal ini menjadi bagian kemajuan dan kebangkitan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Sukabumi,”katanya.
Menurut pria asli Sukabumi yang berparas indo ini bahwa Nadera yang dikelola M Nasir terbukti dengan prinsip dan kerja kerasnya mampu mengembangkan Nadera dari nol sampai menjadi perusahaan besar seperti saat ini.
Sementara itu, menyinggung kebangkitan potensi perekonomian di Sukabumi, Pasha optimis kehadiran Tol Bogor Cianjur Sukabumi dalam waktu yang tidak lama lagi, bisa memicu pertumbuhan perekonomian di berbagai sektor. “Pertanyaannya besar kesiapan masyarakat Sukabumi menghadapi lonjakan tersebut. Jangan sampai kita hanya penonton. Untuk itu saya mengajak agar menciptakan Nadera-Nadera baru serta Muhammad Nasir yang lain untuk menjawab keraguan tersebut,”bijak cucu pejuang Sukabumi RH Didi Sukardi ini. (dit)

Jelang Libur Panjang, Pegadaian Diserbu


SUKABUMI - Menjelang libur panjang (Libur Natal dan Tahun Baru 2012,red), ternyata berdampak negatif bagi keuangan warga Sukabumi. Rupanya, mereka harus siap-siap memenuhi kantongnya agar bisa menikmati saat liburan nanti. Meski diketahui sampai saat ini pemerintah belum memastikan kapan jadwal libur tiba. Alhasil untuk memenuhi bekal saat liburan, sebagian dari mereka menggadaikan barang berharga ke kantor Pegadaian Sukabumi.
Seperti yang diutarakan Humas Pegadaian Sukabumi,  Ojo Sutarjo. Ditemui di ruang kerjanya kemarin, kepada Radar Sukabumi dirinya mengaku sekitar 64 persen dari total krediturnya lebih banyak menggadaikan barang dibandingkan menebus barang yang digadaikannya.
“Memang benar menjelang libur panjang pada natal dan pergantian tahun baru 2012 yang paling banyak itu adalah yang menggadaikan barang, jumlahnya mencapai 64 persen. Sedangkan yang melunasi barang gadaian itu jauh lebih sedikit,”katanya.
Ojo menjelaskan lonjakan ini sudah terasa sejak September 2011. Mayoritas yang mereka gadaikan adalah perhiasan, lantaran prosesnya mudah.
“Di bulan September sampai November yang paling banyak jumlah penggadai. Pinjaman lebih banyak di tahun ini dari pada tahun lalu,”ujarnya.
Sementara itu, untuk menjaring konsumen pihaknya mengadakan program Galeri 24. Yaitu layanan penjualan logam mulia kepada masyarakat, secara tunai atau diangsur dengan proses cepat dan dalam jangka waktu kredit fleksibel.
“Jadi ketika proses akad, si konsumen harus membayar uang muka sebanyak 35 persen dari harga emas yang disepakati. Harga itu bisa berubah berdasarkan akad pada saat perjanjian transaksi,”ujarnya.
Lebih lanjut Ojo menjelaskan bahwa barang (emas 24 karat) akan di serahkan jika sudah lunas. Untuk meningkatkan pelayanan dan mendekatkan keberadaan perum pegadaian Sukabumi dan sebagai BUMN milik pemerintah kini membuka Unit Pelayanan Cabang (UPC) Pelabuhan Ratu, Cisaat, Pasar Pelita dan Cikole dengan menyerahkan barang jaminan dan foto copy KTP atau SIM masalah keuangan anda bisa di selesaikan dengan Pegadaian.(cr3)

Inflasi Kota Sukabumi Stabil 3,28 Persen


SUKABUMI - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi memprediksikan hingga November 2011, kondisi perekonomian di Kota Sukabumi stabil. Hal tersebut disebabkan faktor cuaca yang mendukung iklim pertanian. 
Seperti yang dikatakan Kepala BPS Kota Sukabumi, Dudung Supriadi. Menurutnya, meski cuaca tidak mempengaruhi inflansi tapi yang bisa menyebabkan inflansi, ketersediaan dan permintaan masyarakat kecuali barang-barang impor berdasarkan nilai tukar rupiah.
Musim hujan yang melanda Kota Sukabumi akhir-akhir ini, lanjut Dudung sangat bermanfaat khususnya bagi para petani. Lantaran produksi pertaniannya bisa meningkat bila dibanding dengan musim kemarau. “Kondisi inilah yang melatarbelakangi tingkat inflasi di Kota Sukabumi dari Januari – November 2011 relatif stabil sekitar 3, 28 persen,”ujar Dudung saat dikonfirmasi Radar Sukabumi di ruang kerjanya, kemarin.
Meski relatif stabil, diakui Dudung, laju inflasi ini akan mengalami kenaikan satu bulan ke depan tepatnya Desember 2011. Namun tak perlu khawatir karena kenaikan itu tidak akan mencapai 50 persen. “Masyarakat tidak perlu khawatir akan naiknya inflasi di Desember. Sebab, Idul Fitri dan Idul Adha  telah dilalui yang notabene di dua hari besar keagamaan itu terjadi kenaikan harga barang yang cukup signifikan,”bebernya.
BPS menghasilkan keragaman data statistik baik sosial maupun ekonomi, yang di manfaatkan baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat umum. Fenomena yang terjadi di daerah perkotaan menunjukan luas lahan sawah akan semakin berkurang sejalan dengan banyaknya pembangunan di bidang perumahan, perdagangan atapun industri sehingga fungsi lahan pertanian berubah fungsi menjadi lahan bukan pertanian.
Masyarakat/responden hendaknya memberikan data secara akurat kepada pihak BPS. Karena dengan data tersebut bisa menggambarkan perekonomian Kota Sukabumi. “Kadang-kadang kedatangan tim BPS tidak di respon masyarakat. Sehingga hal ini menjadi kendala untuk mendapatkan data yang benar dan akurat tentang perekonomian di Kota Sukabumi. Semoga inflansi lebih stabil dan bisa lebih baik sesuai dengan seperti harapan masyarakat,”pungkasnya.(cr3)

Jaring Ribuan Konsumen, Adira Finance Sukabumi Raup Omset 22 Miliar


Adira Finance Sukabumi  merupakan  bagian salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Hadir di Sukabumi sejak 1997 silam hingga kini berkembang dengan segudang program untuk melayani para konsumennya.
Adira Finance Cabang Sukabumi merupakan salah satu lembaga pembiyaan keuangan yang ada di Sukabumi. Keberadaannya terus melaju cepat seiring dengan sistem perkreditan kendaraan.
Bekerjasama dengan 60 dealer di Sukabumi, kini nasabahnya pun mencapai ribuan orang dan tercatat omset tiap bulannya mencapai 22 milyar.
Berbagai  program  diluncurkan guna lebih mempererat kerjasama dengan berbagai dealer. Mulai program wisata ke luar negeri, program bonus terhadap dealer yang berhasil mencapai target ada juga program sosial peduli kemanusian bidang kesehatan, dibawah Yayasan Increso .”kami berharap Adira Finance lebih dirasakan keberadaannya oleh warga masyarakat,”kata Rian  Bachtiar  selaku Deputi  Branch Manager PT. Adira Finace.
Pekan depan Adira Finance akan melakukan aksi kepedulian sosial yang dilakukan Yayasan Increso terhadap 100 orang pasien di RSI As-Syifa Sukabumi.
Untuk lebih melayani para konsumennya dan bisa menguasai sistem ekonomi di kota ini pihak Adira Finance kini membuka pos-pos layanan atau kantor pembantu ( red ofice). Pos Adira Palabuhanratu dan Pos Adira di Supermall Sukabumi serta Pos Adira Cicurug. Rencananya dalam waktu dekat pihaknya juga akan segera membuka Pos Pembantu wilayah  Jampangkulon juga membuka kemudahan pembayaran  dengan bekerjasama dengan pihak PT.Pos dan Giro Sukabumi.
“Untuk lebih memperat kerjasama dengan para dealer kini dalam waktu dekat awal 2012 Adira Finance akan segera luncurkan program Ad one Gate (Ad 1 gate ),”tuturnya.
Yaitu sebuah program pemasangan alat pemantau. Agar semua dealer bisa mengawasi dan memantau proses pelaksanaan dan aplikasi yang diajukan pihak custumer. Sehingga kegiatan ini mampu menjadikan PT.Adira Finance lebih dekat baik dengan pihak dealer atau dengan Nasabah sendiri.
Berbagai program di sediakan semuanya guna memanjakan para nasabah mulai ada program Adira Club Member. Sebagaimana yang dikatakan salah seorang nasabah Ipah(33) yang berlokasi di kawasan Kp.Nangewer Desa Sukajaya Kecamatan Sukabumi. “Saya udah bertahun tahun betah menjadi konsumen Adira Finance. Karena pelayanannya cukup berkwalitas dan tidak memberatkan,”pungkasIpah.(*)

Laporan:Hendi Subrata – Sukabumi

11 November 2011

SMKN 2 Kota Sukabumi Rakit Ribuan Notebook

Citamiang - sejumlah SMK penerima bantuan di Kota/Kabupaten Sukabumi, Kota/Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Hebatnya, ratusan perangkat elektronik yang merupakan bagian dari proyek pengadaan Dirjen Pendidikan Menengah itu akan dirakit siswa SMKN 2 sendiri. Salah seorang guru SMKN 2, Rahmat menjelaskan, perakitan ini sesuai surat keputusan sekretaris Direktorat Jendral Pendidikan Menengah selaku kuasa pengguna Anggaran (KPA) Nomor : 01162/D1/KP/2011, tanggal 9 Mei 2011. Di mana SMKN 2 Sukabumi ditetapkan sebagai perakit notebook, PC dan LCD proyektor. “Ini sebuah kebanggan bagi SMKN 2 secara khusus dan Kota Sukabumi umumnya,” ujar Rahmat. 
Untuk tahap pertama, SMKN 2 akan merakit 661 unit PC dan 1.550 unit notebook dan 260 LCD proyektor. Kegiatan ini ditujukan untuk proses pembelajaran bagi siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) sebagai jurusan TIK di SMKN 2 Sukabumi. “Program ini sekaligus untuk melatih para siswa agar kedepannya memiliki jiwa kewirausahaan yang mandiri,” katanya. 
SMKN 2 mendapat sebutan sebagai smk perakit berkat prestasi yang telah diraih sejak tahun 2008 hingga saat ini. Seperti pada 2008 SMKN 2 merakit PC sebanyak 36 unit, kerja sama dengan PT Syrexindo Mandiri Buana. Setahun kemudian merakit PC maupun notbook bekerja sama dengan tim implementasi pengembangan kota vokasi Kota Sukabumi. 
Tahun lalu, siswa SMKN 2 kembali merakit 371 unit proyektor, merupakan bantuan dari direktorat PSMK. Dalam proses perakitan PC dan LCD proyektor diserahkan pada kelas X dan kelas XI TKJ sedangkan kelas XII ditugaskan sebagai cuality control dan program keahlian RPL ditugaskan untuk proses instalasi pada PC . 
SMKN 2 Kota Sukabumi adalah salah satu dari empat sekolah perakit yang ada di Jawa Barat. SMKN 2 ingin menjadikan sekolah sebagai teaching factory. Rencana untuk membuat power supply dan cassing PC rancangan sendiri, manfaat program pelatihan perakitan ini untuk sekolah adalah agar siswa dapat menjalankan praktik lebih baik lagi.(tiwi_rian/smkndua) Sumber