Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label cibadak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cibadak. Tampilkan semua postingan

31 Januari 2012

Pemda dan Pedagang Bahas Penyelesaian Dua Pasar

SUKABUMI : Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar rapat pembahasan dua Pasar Semi Modern Palabuhanratu dan Cibadak. Sejumlah persoalan dan masukan, menjadi pembahasan rapat yang digelar di Gedung Negara Pendopo Sukabumi kemarin. Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Suwanda, Ketua Komisi III M Jaenudin, Kepala Diskoperindag Asep Jafar, perwakilan developer dan perwakilan pedagang. 
Pembahasan pertama yakni mengenai masalah pembongkaran Pasar Cibadak. Di sana terjadi miss komunikasi antara surat edaran Diskoperindag Kabupaten Sukabumi kepada warga pasar terkait pembongkaran blok B. Ini menjadi masalah ketika banyak warga pasar yang ketakutan kehilangan lapaknya. Sehingga, warga pasar di blok A yang belum teregistrasi ikut mendaftarkan diri. Protes dari pedagang blok B pun tak terbendung. 
Sementara untuk pembangunan Pasar Palabuhanratu menyangkut masalah PPN yang tak pernah tersosialisasikan kepada pedagang sejar awal. Padahal PPN itu wajib dibayar oleh pembeli.”Masalah PPN sebetulnya sudah menjadi rumusan. Hanya apakah masuk hitungan atau tidak. Jika harus dibebaskan dari PPN, tidak mungkin harus dibayar oleh pedagang,” katanya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Suwanda Somawinata. Ia menambahkan mengenai pambangunan Pasar Cibadak, bahwa di pasar itu pembangunannya tidak serentak dilakukan. Artinya, karena melalui tahap demi tahap, beberapa blok memiliki perbedaan masa kontrak. Seperti Blok A, B, C, dan D yang masa kontraknya terhitung sampai 2015. “Yang jadi masalah adalah ajuan warga pasar dalam pembangunan itu diadakannya sampai tahun 2015, sementara pemerintah tidak mungkin harus menunggu samapai tahun 2015. Di sini, saya kira pedagang harus legowo. Toh ini kan demi mereka juga,” tambahnya. 
Adapun solusi yang dilakukan mengenai masalah yang ada di Pasar Pelabuhanratu, dengan melihatnya harga disetiap satuannya apakah sudah dimasukan PPN atau belum. “Kita akan liat dari harga satuannnya udah masukin PPN atau belum dan sementara untuk rapat pelabuan akan dilanjut lagi,” tegasnya. (Radar Sukabumi

1 Desember 2011

PKL Cibadak Bakal Direlokasi

CIBADAK - Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati lokasi trotoar sepanjang jalan Surya kencana, Cibadak akan di relokasi. Rencananya pada minggu depan relokasi akan dilakukan, untuk ditempatkan di delapan titik lahan yang sudah di sepakati PKL bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi. Namun bukan hanya PKL saja yang direlokasi, lahan parkir kendaraan toko pun akan mengalami penataan. Pasalnya saat ini PKL dan parkir liar ikut andil paling besar menyumbang kesemerawutan Lalulintas Cibadak. Maka, tindakan ini dilakukan meminimalisir tingkat kepadatan arus lalu lintas Cibadak, serta menjaga ketertiban tata ruang kota. 
“Usai penataan, Dishub dan pemerintah akan memasang rambu dan papan peringatan untuk tidak melakukan aktivitas lagi di jalur surya kencana tersebut,” ungkap Ketua Paguyuban PKL Cibadak, Dedi AR usai rapat pembahasan PKL di kantor Dishub Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Cikembar. Selanjutnya, kata Dedi pengaturan ini akan berkelanjutan, seperti wancana yang dimilikinya bahwa seluruh PKL tersebut akan direlokasi ke lapangan Sekarwangi. Sebuah pusat PKL yang nantinya aktivitas usaha di tempatkan di sana dan akan di permanetkan. Namun ini masih wancana, tetapi saya berharap pemerintah tanggap mengenai ini,”ujarnya. 
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Riyadi membenarkan rencana relokasi ataua penataan PKL dan parkir. Menurutnya Dishub bersama pemerintah Daerah dalam hal ini Kecamatan dan PKL sudah berkoordinasi. Sudah ada bagian tugas masing masing dalam pelaksanaan teknisnya. “Rencananya seperti yang sudah di bahas, yakni tidak boleh ada PKL atau tukang tambal ban juga pull kendaraan angkutan yang beraktivitas di trotoar jalan. PKL akan dipindah ke delapan titik relokasi. Demikian juga dengan parkir. Dengan penataan ini saya berharap jalan Surya kencana bisa lancar dan tertib,” tandasnya. (dri) 

24 November 2011

Relokasi Pasar Cibadak dan Cisaat Akan Digeber

SUKABUMI- Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang Cibadak mulai dibangun, kemarin. Rencananya ada 540 TPS yang akan berdiri sebagai bangunan sementara para pedagang. Penempatanya dilokasi parkir kendaraan. Sebagian lagi mengambil tempat di terminal Cibadak. Lokasi TPS terbagi dua memanfaatkan lahan sekitar yang seadanya, juga permintaan dari warga pasar supaya TPS tidak jauh dari kawasan pasar. 
Seperti yang diketahui sebelumya, pasar Cibadak akan menjadi pusat perbelanjaan semi modern. Pembangunannya dilakukan PT Graha Karya Semesta (GKS) selaku pengembang, dengan nilai investasi Rp 54 Miliar. Terkait TPS, sebelumnya PT GKS sudah melakukan sosialisasi dengan warga pasar bahwa pihak pengembang tidak akan memindahkan pedagang ke tempat lain disaat pembangunan mulai berjalan. “Hasil dari sosialisasi serta disepakati bersama bahwa TPS tidak dibuat jauh dari lokasi pasar, masih tetap di tempat yang sama memanfaatkan lahan parkir dan terminal Cibadak. Sebagian lagi di lantai atas,” ungkap Humas PT GKS Dedi AR kepada Radar kemarin. 
Menurutnya, sesuai dengan perencanaan TPS dibangun dengan jangka waktu satu bulan lebih. TPS lebih cepat dibangun lebih baik, pasalnya pada awal tahun 2012 warga pasar mesti sudah menempati TPS, karena pada waktu itu pembangunan masuk tahap awal. Seluruh blok B C1, C2 dan D masuk dalam teknsi pembongkaran. “TPS di upayakan selesai secepatnya, sebab ketika selesai dibangun mungkin pedagang akan melakukan penataan atau penempatan. Yang menempati TPS seluruh pedagang PKL dan yang eksisting atau memiliki Surat Hak Guna Pakai (SHGP),” paparnya. 
Berdasarkan pantauan dilapangan, TPS mulai dibangun di area parkir, sementara parkir kendaraan dan pangkalan ojek dialihkan ke lokasi yang sekiranya lenggang. Ukuran satu kios TPS 180×180, besarnya TPS dirasa cukup untuk warga pasar. Karena sifatnya sementara, bahan material TPS pun terdiri dari kayu dan atap asbes. 
Di tempat lain, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sukabumi, Asep Japar menghimbau kepada pedagang Pasar Cisaat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyebut, apabila 1000 lebih kios dan 500 los di tempat relokasi Pasar Cisaat itu dalam penempatannya tidak mendahulukan pedagang lama. “Kami tegaskan, dalam penempatan kios dan los di lokasi relokasi Pasar Cisaat tetap akan memprioritaskan pedagang lama, jadi jangan mudah terprovokasi alias jangan mudah diadu domba oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,”terang Asep Jafar, kemarin. 
Asep mengungkapkan, dari hasil pertemuan beberapa waktu dengan perwakilan pedagang Pasar Cisaat, perwakilan pihak perkantoran yang ada di Komplek GOR Cisaat, unsur Muspika Cisaat, perwakilan dari OPD terkait, disepakati sejumlah point kesepakatan baik itu yang menyangkut aturan teknis maupun aturan prinsip. Point kesepakatan itu kata Asep, tertuang dalam berita acara yang sudah ditanda tangani pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan semi modern Pasar Cisaat. “Mengingat lokasi relokasi pasarnya juga berada di komplek perkantoran, jadi agar tidak menganggu kenyamanan dan keamanan, sudah ada aturan-aturan yang wajib dipatuhi semua pihak yang terlibat,” tegasnya. 
Sejumlah point kesepakatan itu antara lain, jalur lalu lintas angkot atau kendaraan umum lain tidak diperkenankan melewati jalan didekat relokasi pasar. Panitia relokasi menyediakan fasilitas WC umum, pos keamanan, jumlah kios dan los harus sama dengan jumlah pedagang Pasar Cisaat dan cara pengangkutan sampah di relokasi paras, itu harus dilakukan secara ketat.(dri/wan) 

18 Januari 2011

Segarnya Rujak Labora

Radar Sukabumi -- jalan-jalan ke Sukabumi dari arah Bogor kurang pas jika tak mampir ke daerah Labora, Cibadak. Di kawasan itu, ada wisata kuliner baru yang bisa memanjakan lidah dengan sensasi buah-buahan segar. Ya, di sana terdapat beberapa penjual rujak uleg yang menjual penganannya secara berderet. 
Ada beragam jenis makanan pedas ini. Di sana, hampir seluruh penjual menyajikan rujak dengan  berbeda dengan rujak lainya, karena ada rasa khas yang dihasilkan dari jenis buah Honje yang menjadi campuran utama rujak ini.
Tidak sulit untuk menemukan pedagang rujak uleg Labora, karena gerobak-gerobak Rujak terpangpang disepanjang jalan Surya kencana, siap menghidangkan rujak yang cocok dinikmati setiap waktu ini. Hendra salah seorang penjual rujak uleg labora, mengatakan. Rujaknya ini punya bahan utama penyedap rasa, yakni buah Honje atau yang lebih dikenal dengan nama Kecomrang.
"Untuk rujak Honje sendiri hanya ada di kawasan Labora, Cibadak saja, karena buah ini jarang dapat ditemukan diperkotaan, sedangkan untuk wilayah Sukabumi pun buah ini hanya dapat didapatkan dari daerah jampang dan pelabuhan ratu,"kata Hendra yang sudah 8 tahun menekuni usaha rujaknya ini.

Menurutnya, Campuran buah Honje tersebut merupakan menu khas yang diperolehnya sendiri,berawal dari Hendar yang menginginkan rasa unik didalam sebuah sajian rujak, "Untuk bahan rujak sendiri biasa saja, dari cabai, garam ,gulamerah, dan terasi, buah yang digunakan umum dari mangga, mentimun, bengkoang, nanas, serta jambu air, nah, supaya khas ditambahkan buah honje,selain itu ada lagi bauh huni, yang akan membuat rasa rujak makin mengagetkan,"tuturnya.  

Beragam buah tersebut dipotong. Lalu dicampur dengan sambal ulegan diatas cobek yang besar, yang kemudian diuleg kembali samapai bumbu mersap, untuk rasa pedas bisa dipesan sesuai selera.

"Karena tidak menggunakan bahan pengawet, rujak kecak sangat terasa segar saat disantap. Rujak kecak, bisa disantap kapan saja. Baik siang maupun pagi hari. Makanan itu tergolong menyehatkan,"

Karena ketenaran rasanya ini, menjadikan rujak Labora bukan hanya dikonsumsi oleh masyarakat Sukabumi saja, dari luar kota seperti jakarta dan bogor, yang hendak melakukan wisata kepelabuahn ratu pastinya akan singgah, untuk mencoba segarnya rujak tersebut,"Artis ibu kota pun sering membeli rujak disini, salah satunya saeful jamil,"tutur Hendar sembari mengingat.

Selain nikmatnya, Harga yang dibandrol sangatlah terjangkau, tentunya tidak harus   meronggoh kantong dalam,"Untuk bisa menyantap satu mangkuk rujak kecak, pengunjung cukup membayar lima ribu rupiah. Manfaatnya selain menyegarkan, juga menyehatakan," katanya berpromosi.(rp14)