Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI
Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3
Galeri Online Produk UMKM Sukabumi
Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com
Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini
Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com
Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini
Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com
Galeri Online Produk UMKM Sukabumi
Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com
8 Desember 2011
Pasar Pelita Akan Direnovasi Pertengahan 2012
24 November 2011
PNS Sukabumi Dihimbau Beli Produk Lokal
Peluang Bisnis Kelinci Hias Yang Menggiurkan
Jelang Libur Panjang, Hunian Hotel Masih Sepi
22 November 2011
Inflasi Kota Sukabumi Stabil 3,28 Persen
7 November 2011
Pasca Lebaran, Harga Daging Tetap Meroket
2 November 2011
Pembahasan UMK Kota 2012 Deadlock
Dua usulan UMK yang menjadi perdebatan dalam rapat tersebut, yaitu usulan kalangan pengusaha sebesar Rp890 ribu, sementara sebagian besar perkumpulan buruh bertahan di angka Rp925 ribu. Pembahasan UMK yang dipimpin Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Sukabumi sekaligus Kepala Dinsostek-PB Kota Sukabumi dihadiri para pengusaha dan Asosiasi buruh Kota Sukabumi.
8 Oktober 2011
Suksesnya Pengrajin Perak Sukabumi
Hampir setiap saat tempat ini selalu ramai pengunjung. Disini banyak yang menunggu pesanan berbagai macam bentuk dan corak aksesoris ini. Tidak hanya konsumen yang datang dari pelosok saja, bahkan orang tuanya pun banyak yang menyukainya. Terlihat sejumlah remaja semua usia menghampiri tempat dimana Dasep menyalurkan keahliannya tersebut.
Owner Perak Bumi, Dasep S MUstakim (48) mengaku tak menyangka jika usahanya dibidang perak ini sukses seperti sekarang. Awalnya kegiatannya itu bermula dari keisengan. Namun seiring berjalanannya waktu produk kerajinan tangannya ini bisa tembus ke pasaran lokal ,nasional hingga internasional . Bukan hanya pasar di Jakarta, Bandung dan Bogor saja, tapi karyanya ini sampai nembus ke Malaysia dan Singapura.
“Kami senang karya kami bisa disenangi orang. Karya kami ini sudah langganan meraih berbagai macam penghargaan. Berulang kali karya kami diikutsertakan sebagai peserta di setiap pameran baik yang diselenggarakan Pemkot Sukabumi lewat Diskoperindag ataupun ditingkat nasional, seperti pameran Smesco dan Koperatif di Bandung,”ujarnya kepada Radar Sukabumi.
Februari 2006 lalu menjadi langkah awal Dasep memulai bisnisnya di bidang kerajinan tangan ini dengan nama Perak Bumi yang artinya Perak Sukabumi. Awalnya dia berharap dengan kegiatan ini dia ingin menyatukan seluruh pengrajin perak yang ada di Kota Sukabumi dalam sebuah wadah. Sehingga para pengunjung dan penyuka aksesoris tidak perlu sulit mencarinya.
“Bahkan hal ini bisa menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi,”terangnya.
Berbagai macam bentuk dan corak bisa dihasilkan Dasep. Mulai dari gelang, cincin dan kalung serta berbagai macam aksesoris lainnya. Tidak itu saja, harga yang ditawarkan sangat terjangkau.
“Harganya sangat terjangkau alias murah. Untuk 1 gramnya Rp 25 ribu,”bebernya.
Saking banyaknya order dan pesanan dari berbagai daerah, Dasep mengaku kewalahan. Karena menurutnya kekurangan tenaga atau karyawan. “Kita sekarang lagi kerepotan. Masalahnya banyaknya pesanan konsumen, tapi tenaga kita kekurangan. Sehingga banyak pesanan yang kita tolak,”tuturnya.
Saat ditanya masalah keutungan yang diperoleh dari karyanya tersebut, Dasep mengaku bahwa keuntungan bersih yang diterima sekitar Rp 5 juta/hari. Kini usahanya mulai berkembang ke aksesoris. Tak tanggung tanggung Dasep sekarang membuka cabang baru di Gg. Harapan Jl. A Yani Kota Sukabumi dan di depan Tiga Dara (samping Ramayana Sukabumi,red) bernama “Atu Asesoris”. “Jadi sekarang bagi penyuka aksesoris berbahan perak dijamin ga bakalan susah nyari lagi. Saya ucapkan banyak terimakasih pada Pemkot Sukabumi terlebih kepada Diskoperindag. Namun ada yang belum terlaksana karena dari dulu saya ingin punya lahan untuk menampung seluruh pengarajin perak se-Kota Sukabumi atau pasar kerajinan perak satu atap seperti di Rawa Besi Jakarta. Saya harap ada bantuan untuk memfasilitasi pelatihan. Untuk menciptakan pengrajin perak yang baru,”pungkasnya. (*)
Ingin Bangun Pasar Perak Bumi Satu Atap, Harap Dibantu Pemda
Keutungan yang diperoleh dari pembuatan perak ini cukup fantastis. Pengelolanya bisa meraih keuntungan bersih sekitar Rp 5 juta/hari. Tak hanya itu, usahanya mulai berkembang dengan membuka cabang baru.
Berbagai macam bentuk, corak dan ragam asesoris yang dihasilkan pengrajin asal Kota Sukabumi Perak Bumi sudah tidak diragukan lagi. Terlebih buah karya putra Sukabumi ini mampu menuju pasar Asia mulai dari Malaysia hingga Singapura. Apalagi pasar domestik sepertinya sudah jadi santapan sehari hari.
Hampir tiap hari para penggemar asesoris berbahan baku perak ini terus membanjiri lokasi kerajinan perak yang berlokasi di Jalan Otista Kota Sukabumi.
Dalam perjalanannya, Dasep Mustaqim (48) melihat antusiasme para pecinta perak di Sukabumi cukup tinggi. Lantas dirinya memberanikan diri untuk membuat pusat kerajinan yang ia namakan Perak Bumi.
Dasep pun memiliki cita-cita untuk makin menggencarkan pemasaran produk yang berasal dari perak ini. “Saya ingin menggabungkan seluruh pengrajin perak yang ada di Kota Sukabumi yang kini keberadaannya terpencar pencar. Ada yang di Pasar Pelita, Cisaat hingga Kota Paris,”ujarnya kepada Radar Sukabumi.
Konsep yang dicita-citakannya tersebut tiada lain untuk memanjakan penyuka aksesoris perak. “Saya ingin membangun Pasar Perak Bumi Satu Atap. Artinya seluruh pengrajin aksesoris perak mulai dari penggosok,pengrajin dan para tukang krum berkumpul bersama disebuah tempat pemasaran. Sehingga para penyuka aksesoris ini bisa dengan mudah mencari dan mebeli produk perak yang merupakan khas Kota Sukabumi. Bahkan jika pasar ini benar benar terwujud bisa menaikkan PAD,”katanya.
Para pengrajin perak di Kota Sukabumi ini mencapai 70 orang lebih yang keberadaannya terpisah pisah. Semuanya tersebar di bebagai sudut Kota Sukabumi. “Mayoritas yang diharapkan para pengrajin ini bisa dibantu Pemerintah Kota Sukabumi maupun pusat dalam hal pendanaan. Guna mempertahankan produk perak yang merupakan salah satu khas Kota Moci,”imbuhnya.
Tarif Retribusi Pasar Kota Akan naik 100%
naik 100 persen, menyusul pembahasan retribusi pasar oleh panitia khusus yang membahas lima raperda retribusi.
Jika selama ini Rp500, maka nantinya retribusi pasar menjadi Rp1.000. “Ini baru rencana, belum ada kepastian naik atau tidaknya. Tapi, melihat kondisi kemungkinan besar akan ada kenaikan,” ujar Wakil Ketua Pansus Raperda Retribusi, Dedy R Wijaya kepada wartawan usai rapat pansus, kemarin (6/10).
Menurut Dedy, kenaikan sendiri dianggap wajar melihat Kota Sukabumi masih yang terkecil dalam penerapan retribusi pasar. “Daerah lain sudah pada naik. Seperti Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur dan lainnya. Bahkan di Cianjur dan Kabupaten Sukabumi retribusinya mencapai Rp 4.000,” sambungnya.
Bukan itu saja, dari kalangan pedagang sendiri banyak yang sudah membayar Rp 1.000 padahal seharusnya Rp 500. Hal ini juga yang membuat pihak pansus mengatakan kenaikan ini masih dalam taraf normal. “Kita juga akan kembali memanggil setiap SKPD terkait untuk mematangkan rencana ini,” terangnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah dari retribusi, pihak pansus menawarkan beberapa konsep di antaranya menawarkan pihak ketiga untuk mengelolanya. Mereka beralasan, ketika hal ini ditangani pihak ketiga, akan memaksimalkan PAD yang ditargetkan pemerintah. Bukan hanya itu, tingkat kebocoran PAD pun peluangnya lebih kecil.
Sementara itu, menurut Anggota Pansus, Bayu Waluya kenaikan retribusi pasar ini dibarengi dengan fasilitas yang memadai bagi para pedagang. “Saya secara pribadi tidak keberatan jika ada kenaikan retribusi. Asalkan, fasilitasnya pun diperhatikan,” ujar Bayu.
Misalnya, akses jalan akan lebih diperhatikan sehingga lalu lintas pedagang lebih baik, sehingga mereka nyaman dalam menjalankan aktifitas jual beli di pasar. “Jangan sampai retribusi naik, tapi pedagang maupun pembeli malah mengeluh dengan kondisi pasar yang becek,” jelasnya.(rp4)
Kemarau, Harga Beras dan Cabai Naik
Saat dikonfirmasi mengenai kenaikan harga ini, sejumlah pedagang di pasar Kota Sukabumi mengku bahwa kenaikan sebagian harga sembako ini disebabkan stok barang yang menipis akibat musim kemarau. Seperti cabe dan beras. “Stok bahan pokok semuanya masih cukup. Hanya saja di beberapa jenis komoditi menipis karena kemarau,”kata Ai Nurlela(38 ), seorang pedagang di Pasar Gudang Kota Sukabumi.
Senada juga dikatakan Aning Koswara(27). Pedagang daging ayam ini mengeluhkan akibat naiknya harga ini menjadikan banyak kawan-kawannya sesama pedagang ayam terpaksa libur. “Tidak sedikit teman kami sesama pedagang ayam disini tidak berjualan. Karena barangnya jarang dan cenderung berubah harganya. Kami harap harga kembali stabil lagi,”ujarnya.
Salah seorang konsumen Iar Sumiati (30) saat ditemui Radar Sukabumi di Pasar Gudang juga mengeluh. “Kenaikan sebagian harga ini sangat berimbas pada daya beli kami selaku konsumen. Biasanya dengan Rp10 ribu saya bisa mendapatkan satu kilo cabai, nah sekarang terpaksa saya menguranginya hanya bisa membeli setengah kilo saja untuk mengirit. Saya harap Pemkot Sukabumi melalui dinas terkait segera mengatasi kondisi ini agar segera turun kembali,”tuturnya.
Sementara itu, di tempat terpisah Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi yang diwakili Sekretarisnya Achmad Rizali saat dikonfirmasi Radar Sukabumi di ruang kerjanya kemarin, membenarkan adanya kenaikan sejumlah harga sembako di pasar Kota Sukabumi.
“Memang benar di pasaran terjadi kenaikan harga beberapa komoditi. Kami selalu melakukan pengecekan harga sembako di pasaran,”ucapnya.
Menurutnya, Pemkot Sukabumi melalui Diskoperindag tidak bisa menentukan Harga Eceran Tertentu (HET). “Kami tidak bisa menentukan HET untuk sembako ini. Karena wewenang Diskoperindag hanya sebatas memantau harga saja. Hanya jika terjadi kenaikan sembako jenis beras, Diskoperindag secepatnya akan melakukan operasi pasar ke sejumlah kecamatan yang ada di Kota Sukabumi. Dengan senantiasa berkoordiansi dengan semua unsur mulai dari para pelaku usaha termasuk dengan Bulog Sub Drive Cianjur. Agar bisa menekan angka kenaikan harga sehingga bisa meringankan beban masyarakat apalagi di musim kemarau seperti sekarang,”(cr.2)










