Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label Pegadaian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pegadaian. Tampilkan semua postingan

22 November 2011

Jelang Libur Panjang, Pegadaian Diserbu


SUKABUMI - Menjelang libur panjang (Libur Natal dan Tahun Baru 2012,red), ternyata berdampak negatif bagi keuangan warga Sukabumi. Rupanya, mereka harus siap-siap memenuhi kantongnya agar bisa menikmati saat liburan nanti. Meski diketahui sampai saat ini pemerintah belum memastikan kapan jadwal libur tiba. Alhasil untuk memenuhi bekal saat liburan, sebagian dari mereka menggadaikan barang berharga ke kantor Pegadaian Sukabumi.
Seperti yang diutarakan Humas Pegadaian Sukabumi,  Ojo Sutarjo. Ditemui di ruang kerjanya kemarin, kepada Radar Sukabumi dirinya mengaku sekitar 64 persen dari total krediturnya lebih banyak menggadaikan barang dibandingkan menebus barang yang digadaikannya.
“Memang benar menjelang libur panjang pada natal dan pergantian tahun baru 2012 yang paling banyak itu adalah yang menggadaikan barang, jumlahnya mencapai 64 persen. Sedangkan yang melunasi barang gadaian itu jauh lebih sedikit,”katanya.
Ojo menjelaskan lonjakan ini sudah terasa sejak September 2011. Mayoritas yang mereka gadaikan adalah perhiasan, lantaran prosesnya mudah.
“Di bulan September sampai November yang paling banyak jumlah penggadai. Pinjaman lebih banyak di tahun ini dari pada tahun lalu,”ujarnya.
Sementara itu, untuk menjaring konsumen pihaknya mengadakan program Galeri 24. Yaitu layanan penjualan logam mulia kepada masyarakat, secara tunai atau diangsur dengan proses cepat dan dalam jangka waktu kredit fleksibel.
“Jadi ketika proses akad, si konsumen harus membayar uang muka sebanyak 35 persen dari harga emas yang disepakati. Harga itu bisa berubah berdasarkan akad pada saat perjanjian transaksi,”ujarnya.
Lebih lanjut Ojo menjelaskan bahwa barang (emas 24 karat) akan di serahkan jika sudah lunas. Untuk meningkatkan pelayanan dan mendekatkan keberadaan perum pegadaian Sukabumi dan sebagai BUMN milik pemerintah kini membuka Unit Pelayanan Cabang (UPC) Pelabuhan Ratu, Cisaat, Pasar Pelita dan Cikole dengan menyerahkan barang jaminan dan foto copy KTP atau SIM masalah keuangan anda bisa di selesaikan dengan Pegadaian.(cr3)

8 Februari 2011

Pegadaian Gandeng Enam Perguruan Tinggi

JAKARTA , (PRLM).- Direktur Pengembangan Usaha Perum Pegadaian Wasis Djuhar mengatakan di di Jakarta, Senin (7/2) pihaknya menggandeng enam perguruan tinggi (PT) untuk merintis semangat calon wirausahawan baru di masa mendatang.
Keenam PT tersebut adalah Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Pancasila serta Universitas Pembangunan Nasional dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
"Pegadaian memiliki perhatian yang kuat dalam mendukung penumbuhan wirausaha baru khususnya dari kalangan generasi muda, karena sejalan dengan program perusahaan sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan sector UMKM," ujar Wasis.
Menurutnya, generasi muda merupakan calon wirausahawan baru yang sangat potensial dalam mengembangkan bisnis-bisnis baru yang potensial di masa mendatang dalam rangka mengurangi angka pengangguran. "Pegadaian akan mendukung dengan pemberian fasilitas permodalan sehingga pengusaha muda mendapat kesempatan yang luas untuk membangun bisnisnya," tambah Wasis.
Contohnya, 100 mahasiswa Institut Pertanian Bogor tengah dijaring untuk diberikan bantuan permodalan serta pendidikan merintis usaha baru melalui program pendampingan selama satu tahun.
Selain itu, katanya, pihaknya juga membidik para siswa lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar bisa mendapat peluang untuk mengembangkan usaha mandiri dengan difokuskan pada bidang keahlian dan keterampilan tertentu. (A-26/Kominfo).***