Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label Terminal Bis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terminal Bis. Tampilkan semua postingan

5 Maret 2012

Suku Cadang Mahal, 40% Bis Sukabumi Tidak Beroperasi

Sukabumi - Sedikitnya 40% dari 500 unit armada bus di Kota Sukabumi tidak lagi beroperasi. Hal ini terjadi karena harga spare part atau suku cadang kendaraan mahal sehingga sulit terjangkau pengusaha bus. ''Sekitar 40% armada bus sudah tidak beroperasi lagi karena mahalnya harga suku cadang,'' kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi Andri Setiawan. 
Data Dishub Kota Sukabumi mencatat jumlah armada bus di Kota Sukabumi mencapai sekitar 500 unit. Armada yang ada itu melayani sejumlah trayek di antaranya tujuan Jakarta, Bandung, Depok, dan Semarang. Kendati ada armada bus tidak beroperasi, lanjut Andri, tidak lantas mengakibatkan terlantarnya para penumpang bus di terminal setiap hari. Pasalnya jumlah armada bus yang tersedia dan masih beroperasi untuk masing-masing jurusan masih cukup tersedia. ''Sampai saat ini tidak ada masalah dan tidak ada penumpang yang terlantar. Para penumpang masih bisa diangkut,'' ujarnya. 
Andri mengharapkan agar pengusaha bus mengedepankan aspek kelayakan bus dalam mengangkut penumpang. Hal ini diperlukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa. ''Para pengusaha diharapkan untuk selalu mengecek kelayakan armada busnya,'' harap Andri. 
Sementara itu, Wakil Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Sukabumi Hildan Sidik membenarkan ada sekitar 40% armada bus yang sudah tidak beroperasi karena harga suku cadang mahal. ''Apalagi saat ini ada rencana kenaikan harga BBM nampaknya semakin menambah pesimis para pengusaha angkutan. Karena pasti disusul dengan kenaikan harga suku cadang,'' ujar Hildan. [Inilah Jabar]

22 Februari 2012

3 Armada Bis Dilarang Beroperasi

SUKABUMI - Sebanyak tiga armada bus di Sukabumi, Jawa Barat, yakni bus antarkota antarprovinsi dan bus antarkota dalam provinsi dilarang beroperasi untuk sementara karena tidak dilengkapi alat keamanan dan surat-surat. "Dari hasil pemeriksaan ada sebanyak 3 unit bus yang tidak layak jalan dan kami kenakan tilang sampai bus tersebut kembali layak jalan atau harus melengkapi bus tersebut dengan alat pengaman dan surat-suratnya," kata Kepala UPT Terminal Sudirman Kota Sukabumi Yusuf Chaery kepada wartawan, Rabu. 
Selain itu, sebanyak 33 bus saat pemeriksaan kartu pengawasan dan buku uji kendaraannya sudah melewati masa berlaku dan tidak dilengkapi oleh surat-surat kendaraan dan pihaknya mengintruksikan agar pemilik bus tersebut segera memperpanjangnya. "Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh bus tersebut tidak laik jalan dan untuk memberikn rasa aman kepada seluruh penumpang," tambahnya. 
Sementara, Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Imran Wardhani mengatakan pemeriksaan ini sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi maraknya kecelakaan angkutan umum khususnya bus, seperti yang terjadi di beberapa daerah. "Pemeriksaan terhadap seluruh angkutan umum dan bus tersebut, dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, tepatnya dari 13 sampai 24 Februari yang dilaksanakan di lima titik dan dua 2 terminal, yakni di Terminal Bus Sudirman dan Terminal Lembursitu," kata Imran. 
Ditambahkannya, hampir 80 persen kecelakaan lalu lintas, terjadi akibat faktor human error atau kesalahan manusia, dan sisanya akibat faktor kelengkapan keselamatan kendaraan dari hasil pemeriksaan ini seluruh bus masih layak jalan. Namun yang menjadi perhatian pihaknya beserta pihak dinas-instansi dan lembaga terkait lainnya, yakni masalah kondisi karoserinya yang kurang baik. (Republika)

16 Januari 2012

Terminal Lingsel Segera Dioperasikan

Sukabumi - Menyusul akan beroperasinya terminal tyfe A di jalan Lingkar selatan (Lingsel), Dinas Perhubungan (Dishub) secara bertahap mulai membangunan sarana prasaran di dalam terminal. Untuk program pembangunan lanjutan tahun 2012 rencananya akan dibangun sarana emplesmen, pengecoran pelataran dan pemindahan kios dan los. “Untuk program 2011 lalu, memang sama sekali tidak ada kegiatan pembangunan lanjutan untuk menunjang operasional terminal tyfe A di jalan lingsel. Namun tahun 2012 ini, kita telah programkan lanjutan berupa pembangunan sejumlah sarana prasarana didalam termi nal, ” kata Sekretaris Dishub Kota Sukabumi, Dikdik Sodikin. 
Menurutnya, pembangun sarana penunjang ini dilakukan karena ada suntikan dana segar. Alokasi pertama berasal dari APBD Kota Sukabumi sebesar Rp 4.5 miliar. Selai itu ada tambahan dana dari APBN sebesar Rp 5 miliar. ”Dua sumber dana itu akan dikonsentrasikan untuk percepatan operasional terminal. Rencananya memasuki Bulan Maret kami kita sudah melakukan tahapan proses lelang kegiatan proyek, ” katanya. Sebelumnya sesuai alokasi dana pembangunan terminal 2009 hingga 2010 lalu, kata dia, secara bertahap telah dibangun sarana prasarana penunjang kegiatan terminal. Selain pembangunan emplesmen, kantor juga pemagaran terminal. 
Selama dua tahun anggaran itu, telah menghabiskan dana kurang lebih Rp 12 miliar. “Dana sebesar itu, dikonsentrasikan guna mempercepat pembangunan sarana prasarana penunjang dalam terminal, ” katanya. Dia berharap dengan terealisasinya pembangunan sarana prasarana terminal, tahun 2013 mendatang terminal tyfe A di jalan raya baru Lingsel bisa segera dioperasionalkan. Apalagi kondisi terminal lama Sudirman, kini sudah sangat over kapasitas. Berdasarkan ionformasi yang diterima Jurnal Bogor, terminal baru ini akan mampu menampung 5000 armada bis. Baik angkutan antar kota antar propinsi (AKAP) maupun antar kota dalam propinsi (AKDP) serta angkutan umum lainnya. Kapasitas ini jauh lebih besar dibandingkan terminal lama yang hanya mampu menampung armada sekitar 250 sampai 300 armada.

Sumber : Jurnal Sukabumi

23 November 2011

Jasa Raharja Kembali Gelar Pengobatan Gratis Di Terminal

Sukabumi - Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi kembali menggelar pengobatan gratis diterminal Lembursitu Kota Sukabumi bersama dengan RS Secapa Polri dan Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Selasa (22/11). Hadirnya pengobatan gratis tersebut, disambut antusias oleh para pengemudi angkutan umum dan penumpang. Menurut Penanggung Jawab Pelayanan Umum PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi, Toif Riyanto, pelayanan pengobatan gratis tersebut sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan sebulan sekali. 
Adapun tim yang dilibatkan kali ini dari unsur tim medis RS Bhayangkara Secapa Polri, diantaranya Dr. Urip Santoso dan beberapa orang perawat. “Setiap pelayanan pengobatan gratis dilaksanakan, para supir angkot dan penumpang begitu antusias untuk memeriksakan kesehatan,” katanya. 
Dijelaskan Toif, selain melaksanakan pelayanan pengobatan gratis di terminal Lembursitu, pihaknya juga melakukan hal serupa kepada awak bus di PO Langgeng Jaya. “Agenda pengobatan gratis ini tidak hanay terfokus di satu terminal saja, melainkan secara bergantian di seluruh terminal bus yang ada di wilayah kota dan kabupaten Sukabumi,” ungkapnya. 
Sementara itu salah seorang sopir bus Eris mengaku sangat antusias dengan pelayanan pengobatan gratis yang dilaksanakan Pt Jasa Raharja. Bahkan dirinya meminta agar kegiatan seperti ini dilaksanakan secara rutin. (bud/4)

27 Januari 2011

Alokasi APBD Kota Nol Persen

Pengerjaan Baru 25 Persen
Radar Sukabumi -- Terminal type A yang letaknya di Lingkar Selatan (Lingsel), Kelurahan Sudajayahilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi belum dapat dioperasikan. Hal ini sehubungan pembangunan infrastruktur di areal tanah seluas 5,8Ha tersebut belum rampung. Mengenai pelaksanaan pembangunan, sampai saat ini belum dapat dilanjutkan. Padahal progres fisiknya baru mencapai 25 persen. Terminal tersebut nantinya akan mampu menampung 200 unit bus dari 23 jurusan, baik Angkutan Kota dalam Propinsi (AKP) maupun Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Andri Setiawan, salah satu penghambat penerusan pembangunan terminal Lingkar Selatan (Lingsel) Type A adalah belum selesainya pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi. Kondisi pembangunan jalan yang tembus melalui Limusnunggal, Selakaso, Cibeureum, Baros sampai wilayah Lembursitu tersebut, baru dalam tahap pembentukan. "Salah satu pemghambatnya  yaitu masih belum terselesaikannya Jalan Lingkar Selatan, yang sampai saat ini baru tahap pembentukan. Kalau sudah selesai, Pemerintah Kota, Propinsi bahkan Pusat, insya Allah akan consent membantu," kata Andri kepada Radar Sukabumi, ketika ditemui di kantornya, sore kemarin. Andri juga menambahkan bahwa penghambat lainnya yaitu alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi yang sampai sekarang masih 0 persen. Dengan demikian, target waktu untuk penyelesaian pembangunan tidak dapat diprediksi. "Alokasi APBD II sampai detik ini masih 0 %, mungkin kalau Jalan Lingkar Selatan telah dibangun, kita bisa mengajukan bantuan ke provinsi bahkan pusat,"tambahnya. Meski pembangunan belum rampung, Dishub berupaya untuk menjaga keutuhan infrastruktur yang ada. Pihak Dishub pun akan mengadakan program pemeliharaan dan perawatan, termasuk menjaga keamanan terminal type A tersebut. "Untuk memelihara infrastruktur yang ada, kami akan mengadakan penjagaan agar aset yang ada tidak rusak. Termasuk pihak kami pun selalu menutup pintu terminal yang belum ada gerbangnya itu, ketika malam hari," pungkas Andri. (rp2)

20 Januari 2011

Realisasi Terminal Belum ada Kejelasan

BAROS-- Terminal bus baru yang letaknya di Lingkar Selatan (Lingsel) Kota Sukabumi belum dapat dioperasikan. Hal ini sehubungan pembangunan infrsastrukturnya belum seratus persen dapat terselesaikan (finishing). 
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Andri Setiawan, salah satu penghambat penerusan pembangunan terminal Lingkar Selatan (Lingsel) Type A adalah belum adanya alokasi anggaran untuk 2011. Bahkan dikatakan pula hasil evaluasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Sukabumi mengalami defisit. "Salah satu penghambatnya alokasi anggaran untuk pembangunan terminal tersebut," papar Andri kepada Radar Sukabumi, kemarin. 
Sebelumnya, pihak Dishub mengusulkan alokasi anggaran untuk finishing pembangunan terminal bus Lingkar Selatan (Lingsel) Type A sebesar Rp10 miliar. Namun hasil finalnya sekarang malah nol. "Sekarang alokasi anggaran yang dikabulkan masih nol, Tapi insya Allah besok pagi akan dibahas di BAPPEDA," tambah Andri. Pihak masyarakat pun menyayangkan dengan terkatung-katungnya penyelesaian pembangunan terminal tersebut. 
Hal ini diungkapkan pula oleh Angga Perwira, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi. "Kami sangat menyayangkan apabila pembangunan dan operasi terminal tidak secepatnya dilakukan. Padahal untuk pembuatan pagar dan pengecatan sudah dilakukan. Kalau ditangguhkan selama satu tahun saja, khawatir mubazir. Apalagi dengan maraknya budaya vandalisme. "Bisa hancur dan tercorat-coret lagi bangunan itu," ujarnya kepada Radar sukabumi, sore kemarin. (rp2)