Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

31 Januari 2011

Jamsostek Bayar Santunan Kecelakaan Kerja

Radar Sukabumi -- PT Jamsostek (Persero) Cabang Sukabumi dibawah kepemimpinan Iwan Hermawan menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada salah satu karyawan PT Wijaya Karya TBK, Juli Priana yang mengalami kecelakaan pada tanggal 18 Desember 2010 pukul 17.30 WIB.
Santunan JKK sebesar Rp 88.800.000 ini diserahkan langsung Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) Cabang Sukabumi Iwan Hermawan bersama Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Ridwan disaksikan para jajaran dari ke dua instansi tersebut kepada ayah kandung korban, Kuswandi (56) selaku ahli waris almarhum yang didampingi Manager Safety PT Wijaya Karya TBK,  Kusmedi di Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero) Sukabumi Jalan Suryakencana No. 68 Kota Sukabumi, kemarin.
"Almarhumah anak yang baik. Saya sangat kehilangan dia," ujar ayah kandung korban Kuswandi (56) asal Cilacap Jawa Tengah tersedu disaksikan Manager Safety PT Wijaya Karya TBK,  Kusmedi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Grup Jawa Pos), kecelakaan terjadi saat korban sudah menyelesaikan pekerjaannya sebagai seorang Welder pada proyek Civil Work Area Main Building and Water Supply System di PLTU Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Saat itu korban tengah berjalan namun tidak mengetahui kalau tempat yang dipijaknya tersebut merupakan tempat dimana galian pondasi PLTU sedalam 12 meter tersebut berada. Hingga akhirnya korban terperosok ke dalam galian tersebut. Korbanpun langsung dilarikan ke RSUD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, namun sayang saat diperjalanan nyawa korban tidak bisa tertolong.
Almarhum Juli Priana terdaftar sebagai peserta program Jamsostek Kacab Sukabumi pada sektor  Jasa Konstruksi, dan gaji terakhir almarhum yang dilaporkan pada saat kecelakaan terjadi sebesar Rp 60 ribu/ hari.
" Santunan ini diharapkan dapat digunakan ahli waris. Inilah manfaat jika pekerja tercatat sebagai peserta Jamsostek," ujar Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) Cabang Sukabumi Iwan Hermawan.
Begitu terjadi kecelakaan kerja dan korban meninggal, lanjut pria ramah ini  ahli waris akan menerima santunan yang ke depannya bisa digunakan untuk kelangsungan hidup atau digunakan untuk kepentingan lain oleh keluarga yang ditinggalkan.
"Sebab, yang namanya makhluk hidup di dunia tidak pernah mengetahui bila manusia itu mati. Dengan menjadi peserta jamsostek, semua bisa tertanggulangi dan diatasi, terutama untuk keluarga yang ditinggalkan," jelasnya.
Selanjutnya, orang nomor satu di PT Jamsostek (Persero) Cabang Sukabumi ini merinci jumlah santunan yang diberikan sebesar Rp 88.800.000 tersebut terdiri dari 60 persen dikali 80 bulan dikali gajinya sebesar Rp 1.800.000. Jadi totalnya Rp 86.400.000  ditambah biaya pemakaman Rp 2 juta dan biaya pengangkutan darat Rp 400 ribu. Kepada ahli waris diberikan pula santunan berkala setiap bulan sebesar Rp 200.000 selama 24 bulan.
Selama periode Januari hingga Desember 2010. PT Jamsostek (Persero) Cabang Sukabumi yang membawahi Kota dan Kabupaten Sukabumi serta  Kabupaten Cianjur ini telah membayarkan klaim
kepesertaan jasa konstruksi khusus Kabupaten Sukabumi sebesar Rp 119.606.642 dengan 19 kasus kecelakaan kerja. Jumlah tersebut terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 105.806.642 dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 13.800.000. Dengan jumlah kepesertaan perusahaan di sektor jasa konstruksi sebanyak 1.675 buah dan penerimaan iuran selama kurun waktu 2010 sebesar Rp 514.126.753,33.
sementara itu, Kepala  Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Ridwan mengharapkan para Kontraktor turut serta berperan dengan mendaftarkan proyeknya ke PT Jamsostek (Persero) dimana saja. Supaya jika terjadi kecelakaan kerja, maka semuanya menjadi tanggung jawab PT Jamsostek Persero.
" Dari data yang ada, masih ada para Kontraktor belum memahami tentang Jamsostek ini. Yang umumnya berdasarkan issue dimasyarakat, misalnya prosesnya berbelit-belit,lama dan sebagainya. Sebenarnya hal itu tidak ada, justru pelayanan Jamsostek semakin cepat dan baik. Jika memang benar-benar terjadi kecelakaan kerja dan ada bukti-bukti kuat yang menyertakan maka hendaknya ahli waris menghubungi PT Jamsostek(Persero)," imbaunya.
Bila ternyata Perusahaan yang memperkerjakan belum mengikuti pendaftaran Jamsostek, maka lanjut Ridwan perusahaan tersebutlah harus membayar dan menyantuni sendiri pekerjaannya. Sehingga nantinya diteruskan ke Dinas Tenaga Kerja setempat yang akan menanganinya sampai ke pengadilan.
" Inilah gunanya program Jamsostek bagi perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerjanya. Meski demikian, kami harap pihak Jamsostek terus melakukan sosialisasi ke berbagai perusahaan maupun dinas. Sebaliknya, bagi perusahaan yang tetap nakal atau tidak mau mengikutkan pekerjanya ke Jamsostek maka sanksi pidana menantinya, " pungkasnya. (sri)

Geliat Bisnis Lukisan Kota Sukabumi

Radar Sukabumi -- Seni merupakan keindahan bagi yang menikmatinya. Curahan ekspresi jiwa adalah kepuasan bathin. Demikian halnya yang dialami para seniman muda metropolis. Mereka menganggap bahwa harga dari hasil karyanya bukan segalanya. Sesuatu yang terpenting bagi mereka adalah kepuasan jiwa dalam berekspresi. Sekelompok pelaku seni yang tergabung dalam Komunitas Perintis Kota Sukabumi, mengaku bahwa aktifitas yang dilakoni pada awalnya semata-mata hanyalah hobi. Sebagian dari mereka adalah aliran realis, dengan lukisan poto sebagai bentuk karyanya. "Aktivitas yang kami lakoni berawal dari hobi. Dengan hasil lukisan yang kami buat, ahli seni menyebut karya kami beraliran realis," tutur salah seorang seniman, Abdi Isme (30), sarjana lulusan Universitas Mercubuana Jakarta ini, kepada Radar Sukabumi kemarin sore.
Abdi yang sekarang masih lajang, mulai menekuni seni lukis poto tersebut semenjak usia tujuh belas tahun. Kepiawaiannya didapatkan secara alamiah. "Secara otodidak, kami bisa melukis poto ini," ujarnya sembari menggoreskan kwasnya di atas kertas. Dirinya mampu membuat sebuah lukisan pada ukuran kertas 30cm x 40cm, dalam waktu sehari. Bahkan dengan durasi 10 menit, dirinya mampu membuat sebuah gambar sketsa atau pun karikatur. Untuk lukisan poto, seharga Rp150 ribu biasa orang membayarnya. Lukisan poto hasil karya mereka mampu terlihat asli bak pemiliknya."Dengan karkul dan konte, dengan goresan hitamnya insya Allah lukisan orang yang kami buat akan sama persis dengan pemilik foto," jelas teman Abdi yang bernama Aris.(rp2)

Promo Ramayana Paling Murah

Radar Sukabumi -- Untuk memberikan pelayanan terbaik di awal tahun 2011, Ramayana kembali mengelar berbagai program yang menawarkan harga terbaik bagi warga Sukabumi. Diantara program yang ditawarkan adalah program paling murah, belanja berhadiah langsung, bersih abis, diskon imlek besar-besaran, diskon sandal sepatu terheboh.
Manajer Pemasaran Ramayana Sukabumi, Jamidi mengatakan harga terbaik bagi warga Sukabumi terus diberikan oleh Ramayana untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kenyamanan, agar setiap warga Sukabumi dapat berbelanja di supermarket ini. Sebab, hanya dengan tawaran diskon yang besar dari 20 hingga 70 persen diharapkan Ramayanan menjadi pilihan terbaik bagi warga Sukabumi dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.
"Setiap bulannya kami selalu memberikan diskon khusus, bagi barang tertentu dan di akhir bulan ini yang paling banyak promonya," ujarnya kepada Radar Sukabumi.
Toko yang beralamat di Jalan Jalan Tipar Gede tersebut. Dalam memberikan panawaran harga khusus untuk awal tahun dan menyambut imlek, telah dilakukan dengan promo memberikan pamplet, menyiapkan poster dan sejumlah papan pengumuman khusus di tempat penjualan barang yang diberikan diskon.
"Kami ingin lebih dekat lagi dengan warga Sukabumi, sehingga selalu memberikan penawaran harga yang fantastik. Selain itu juga program promo paling murah ini adalah bagian yang khusus kami berikan hanya untuk warga Sukabumi dan Cianjur," jelasnya.
Promo paling murah yang menawarkan harga khusus untuk sejumlah barang seperti Rinso anti noda dengan harga Rp12.300 dengan maksimal pembelian tiga pices (bungkus, red), Minyak Goreng Saniakemasan dua liter Rp21.750, Ponds Facial Foam 100 gram dengan harga Rp14.875, Liang Teh Herbal Tea Can 330 Mililiter Cap Panda dengan harga Rp4.050 dengan membeli dua gratis satu dan Jeruk Lokam seharga Rp 6.575 perkilonya setelah diskon 25 persen.
"Kami tawarkan harga termurah bagi para komsemen Ramayana yang memang ingin menghemat uanganya. Selain itu juga kami masih menyiapkn gencaran promo yang selanjutnya yang tentunya akan membuat betah para pelanggan. Sebab kami selalu membuat bombastik harga yang menawan bagi sejumlah pelanggan Ramayana," tuturnya.
Sementara itu seorang pengunjung yang telah berbelanja di Ramayana Sukabumi, Elis Yulianti  merasa senang dengan banyaknya program promo yang ditawarkan oleh Ramayana. Selain itu harga yang ditawarkan setelah dihitung dan dibandingkan dengan pasar swalayan maupun supermarket yang lainnya Ramayana bisa lebih menghemat uang belanja.
"Harganya lebih murah terus ada diskon yang membuat saya merasa nyaman berbelanja di Ramayana," pungkasnya. (ali)

30 Januari 2011

Bakrie Tuntaskan Proyek Tol Ciawi-Sukabumi pada 2014

BANDUNG (bisnis-jabar.com): PT Bakrie Toll Road menargetkan penyelesaian beberapa proyek tol pada 2014, masing-masing Pejagan-Pemalang seksi I dan II, Batang-Semarang seksi V, dan Ciawi-Sukabumi seksi I.
Dirut Bakrie Toll Road Harya Hidayat mengemukakan saat ini pengerjaan proyek tol tersebut sedang tahap pembebasan lahan yang dikerjakan bersama pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pembebasan Tanah (TPT) dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) di masing-masing proyek tol.
Pembebasan lahan pada ruas Pejagan-Pemalang seksi I sepanjang 14 km sudah mencapai 75%. Sedangkan pada seksi II sepanjang 7 km mencapai 35%. Ruas tol seksi I dan II ini akan menempuh jalur Pejagan-Tegal.
Sedangkan pada seksi V pada ruas Batang-Semarang, yaitu Semarang-Ungaran (10 km) baru mencapai 5% dan pembebasan lahan seksi I Ciawi-Cijeruk (14 km) pada ruas Ciawi-Sukabumi mencapai 10%.
“Kami menargetkan proses pembebasan lahan seluruhnya rampung pada 2011 dan berlanjut pada pembangunan konstruksi pada 2012, dan proyek tol tersebut selesai pada 2014,” katanya.
Panjang tol Pejagan-Pemalang total 57 km, terbagi empat seksi. Panjang total Batang-Semarang (75 km), terbagi lima seksi. Tol Ciawi-Sukabumi (54 km), terbagi empat seksi.
Dia mengemukakan tujuan utama penyelesaian proyek-proyek tersebut karena realisasinya sudah sangat mendesak.
“Kemacetan lalu lintas di kawasan-kawasan tersebut sudah sedemikian parah seperti di Lido Sukabumi,” katanya.
Di sisi lain, tol yang dibandung itu akan tersambung dengan tol yang telah ada sebelumnya.
Tol Pejagan-Tegal akan melanjutkan Kanci-Pejagan. Tol seksi I Ciawi-Sukabumi merupakan ekstensi tol Jagorawi. Serta, Tol Semarang-Ungaran perpanjangan tol Semarang-Solo.
Harya optimistis realisasi proyek sesuai jadwal mengingat proses pembebasan lahan di masing-masing proyek yang berjalan lancar.
Di sisi lain, hingga saat ini sindikasi perbankan nasional yang mendanai ketiga proyek tersebut masih berkomitmen untuk menyokong dana pembangunan.

27 Januari 2011

Alokasi APBD Kota Nol Persen

Pengerjaan Baru 25 Persen
Radar Sukabumi -- Terminal type A yang letaknya di Lingkar Selatan (Lingsel), Kelurahan Sudajayahilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi belum dapat dioperasikan. Hal ini sehubungan pembangunan infrastruktur di areal tanah seluas 5,8Ha tersebut belum rampung. Mengenai pelaksanaan pembangunan, sampai saat ini belum dapat dilanjutkan. Padahal progres fisiknya baru mencapai 25 persen. Terminal tersebut nantinya akan mampu menampung 200 unit bus dari 23 jurusan, baik Angkutan Kota dalam Propinsi (AKP) maupun Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Andri Setiawan, salah satu penghambat penerusan pembangunan terminal Lingkar Selatan (Lingsel) Type A adalah belum selesainya pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi. Kondisi pembangunan jalan yang tembus melalui Limusnunggal, Selakaso, Cibeureum, Baros sampai wilayah Lembursitu tersebut, baru dalam tahap pembentukan. "Salah satu pemghambatnya  yaitu masih belum terselesaikannya Jalan Lingkar Selatan, yang sampai saat ini baru tahap pembentukan. Kalau sudah selesai, Pemerintah Kota, Propinsi bahkan Pusat, insya Allah akan consent membantu," kata Andri kepada Radar Sukabumi, ketika ditemui di kantornya, sore kemarin. Andri juga menambahkan bahwa penghambat lainnya yaitu alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi yang sampai sekarang masih 0 persen. Dengan demikian, target waktu untuk penyelesaian pembangunan tidak dapat diprediksi. "Alokasi APBD II sampai detik ini masih 0 %, mungkin kalau Jalan Lingkar Selatan telah dibangun, kita bisa mengajukan bantuan ke provinsi bahkan pusat,"tambahnya. Meski pembangunan belum rampung, Dishub berupaya untuk menjaga keutuhan infrastruktur yang ada. Pihak Dishub pun akan mengadakan program pemeliharaan dan perawatan, termasuk menjaga keamanan terminal type A tersebut. "Untuk memelihara infrastruktur yang ada, kami akan mengadakan penjagaan agar aset yang ada tidak rusak. Termasuk pihak kami pun selalu menutup pintu terminal yang belum ada gerbangnya itu, ketika malam hari," pungkas Andri. (rp2)

Pembangunan PLTU Sudah 77 Persen

Radar Sukabumi -- Proyek percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) II Jabar di Palabuhanratu terus digeber. Itu tak lain karena PLTU berbahan batu bara menargetkan akhir tahun ini minimal bisa beroperasi satu unit pembangkit listrik 'steam drum' berkapasitas 350 Mega Watt (MW).
 "Progress pembangunan PLTU sampai saat ini sudah sekitar 77 persen. Mudah-mudahan satu unit bisa beroperasi akhir tahun ini," ujar Manager PLN proyek PLTU II Jabar, Budi Widi Asmoro saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya, kemarin.
 Ia mengatakan keseluruhan pembangunan proyek PLTU ini ditargetkan bisa selesai sekitar Juli 2012 mendatang. Meskipun jika ditilik dari target awal pembangunan mengalami keterlambatan. Karena, target awal saat dibangun Agustus 2007 silam, semua unit pembangkit bisa beroperasi sekitar pertengahan 2010 lalu.
 "Sebelumnya kita mengalami kendala dalam hal finansial dan persoalan tanah (pembebasan lahan). Kini persoalan itu sudah teratasi. Hanya, cuaca ekstrim dan sering turun hujan menjadi kendala kami saat ini," terangnya.
 Apabila PLTU Palabuhanratu sudah beroperasi 100 persen bisa dipastikan pasokan listrik untuk Jawa dan Bali terpenuhi. Ini juga akan mengantisipasi jika harus melakukan pemadaman listrik bergilir.
 Sekadar diketahui, PLTU Palabuhanratu merupakan PLTU terbesar di Jawa Barat sebagai pemasok dan cadangan listrik untuk pulau Jawa dan Bali dan juga bisa dijadikan cadangan listrik untuk seluruh pulau yang ada di Indonesia. "Semoga pembangunan PLTU Palabuhanratu ini bisa berjalan dengan lancar dan tepat waktu, karena pembangunan ini hasilnya nanti bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat," katanya.
 Dalam waktu dekat, pihak PLTU juga akan mendatangkan alat berat kembali dengan berat mencapai 200 ton lebih yakni Transformator Step Up 150 KV. Trafo sebanyak dua unit itu akan didistribusikan dari Jakarta (berasal dari Cina) melalui jalur transportasi laut. Jika melalui darat, konstruksi jembatan tidak bisa menahan dan dikhawatirkan akan merusak. 
 "Pengiriman trafo tidak melalui dermaga Palabuhanratu (karena tidak mampu menampung alat dengan kapasitas hingga 200 ton) melainkan melalui dermaga PLTU. Meskipun kedalaman kolam dermaga baru dua meter (target pengerukan minus 9 meter), namun sudah bisa dilalui kapal pengangkut alat berat tersebut," pungkasnya.(frd)

Harga Cabai Mulai Turun

Radar Sukabumi -- Harga cabai merah di pasar tradisional di Kota Sukabumi mulai mengalami penurunan. Bahkan di beberapa kios sayur mayur di Pasar Gudang dan Tipar, harga cabai merah turun cukup signifikan. Harga cabai merah yang sepekan sebelumnya mencapai Rp 55 ribu/Kg hingga Rp 60 ribu/kg, turun dengan kisaran Rp40 ribu/kg. Diprediksi harga cabai akan terus mengalami penurunan seiring melimpahnya komoditi cabai di pasar-pasar tradisional di Kota Sukabumi. Begitupun harga cabai rawit mengalami kondisi serupa. Walaupun penurunan tidak signifikan, namun penurunan harga yang sebelumnya kisaran Rp70ribu/kg kini menjadi Rp40 ribu untuk cabai rawit merah dan Rp20 ribu/kg untuk cabai rawit hijau itu, cukup melegakan warga. Mereka menyambut gembira adanya penurunan harga. Diharapkan harga cabai yang sebelumnya sempat melonjak tajam dapat terus mengalami penurunan hingga harga normal.
“Kami sangat berharap harga cabai terus turun. Terus terang kami menyambut gembira mulai turunnya harga sayur mayur termasuk harga cabai. Beberapa hari lalu, kami sempat bingung dengan meroketnya harga cabe di pasaran. Diharapkan penurunan cabe hingga beberapa bulan mendatang,” ujar pedagang cabai di Pasar Gudang, muhtar (57), kemarin. (rp3)

BSM Sediakan Program Goes to School

Radar Sukabumi -- Untuk meningkatkan jumlah pengguna program layanan keuangan syariah dalam bidang pembiayaan. Bank Syariah Mandiri (BSM) Sukabumi kini mulai menggencarkan sejumlah layanan produk bagi sejumlah sekolah. Kepala Cabang BSM Sukabumi, Deddy Suryadi Darmawan mengatakan, program layanan sekolah ini mulai dibuka di Sukabumi semenjak pertengahan Januari. Dengan layanan yang disediakan diantaranya, study tour for children, BSM Pelangi dan Pick Up Money Service. Yang diperuntukan khusus bagi setiuap sekolah yang ingin mengunakan layanan pembiayaan BSM untuk setipa program sekolah ataupun kebutuhan keluarga warga Sukabumi di bidang Pendidikan.
    Hal senada juga diungkapkan Team Funding BSM Sukabumi, Hana Lestari Rahayu mengatakan sejumlah program goes to school seperti study tour for children adalah program yang diperuntukan bagi setiap siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) Sekolah Dasar (SD) untuk mengenalkan profesi bankkir syariah secara dini. Adapu untuk program BSM pelangi berisis lomba mewarnai untuk tingkat PAUD, TK, dan SD yang diselengarakan oleh BSM. Untuk yang terakhir yaitu Pick Up Money Service berisi layanan jemput bola untuk guliran dana atau uang bagi sekolah secara gratis.
"Program layanan bagi sekolah ini adalah upya BSM dalam meningkatkan mutu pendidikan agar lebih kondusif dan lebih produktif terhadap kinerja perbankan syariah yang banyak menyediakan layanan jasa keuangan dan sangat peduli terhadap dunia pendidikan," tuturnya.
Bank yang beralamat di Jalan RE Martadinata tersebut. Telah dilakukan team funding dengan koordinator Hana Lestari Rahayu yang dibatu oleh Hani Yulianti serta sembilan Sharia funding Executive ini terus menggencarkan produk yang disediakannya. Lagipula sejumlah sekolah yang telah melakukan kerjasama untuk program ini masih sedikit dan BSM masih menyediakan layanan bagi sejumlah sekolah yang ingin menyelenggrakan program ini di sekolah. Hanya dengan mengajukan penawaran kerjasa dengan BSM Sukabumi.
"Program adalah khusus bagi sekolah yang ingin meningkatkan kualitas pendidikan dibidang pendidikan perbankan," pungkasnya. (ali)

Panin Palabuhanratu Target Rp400 M

Radar Sukabumi -- Bank Panin meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Palabuhanratu, kemarin. Ini merupakan cabang Bank Panen ketiga di Sukabumi (dua cabang lainnya di Cicurug dan Pasar Pelita Kota Sukabumi) dan berinduk di Bank Panin Kota Sukabumi yang sudah berdiri sejak tahun 1990.
 "Bank Panin akan berupaya maksimal memberikan pelayanan yang terbaik. Pengusaha maupun masyarakat Palabuhanratu dan sekitarnya tidak perlu repot lagi ke Kota Sukabumi karena semua transaksi bisa dilakukan di sini. Baik itu pelayanan tabungan, giro, deposito, kredit hingga penukaran valuta asing," ujar Sub Branch Manager Bank Panin KCP Palabuhanratu, Fetty Fatimah kepada Radar Sukabumi, kemarin. 
 Ia menilai wilayah ibukota Kabupaten Sukabumi ini memiliki pangsa pasar yang luas dan potensial. Target sebesar Rp 400 miliar dalam kurun waktu satu tahun pun tidak menjadi soal dengan merebaknya pengusaha batu, kapal, pertokoan dan lainnya. "Kami berharap agar kehadiran Bank Panin ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan mendapat kepercayaan di hati masyarakat," katanya.
  Peresmian itu turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Akhmad Jajuli, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi dan tamu undangan lainnya.
 Wabup Sukabumi merespon positif dengan dibukanya Bank Panin di Palabuhanratu. Itu menandakan bahwa Kabupaten Sukabumi mendapat kepercayaan dari investor dan perbankan. Dan juga bisa meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat sera persaingan antar bank swasta. "Dengan banyaknya pilihan bank swasta yang ada, mudah-mudahan tingkat suku bunga menjadi semakin kecil dan bisa membantu meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat," kata Jajuli.(frd)

PDAM TBW Wujudkan Manajemen Profesional

Radar Sukabumi -- Meningkatkan pelayanan pada sebuah perusahaan termasuk salah satu contoh pada penilaian keberhasilan Perusahaan Daedah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (PDAM TBW) cara kerjanya harus disesuaikan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM. 
Dalam rangka mewujudkan peran PDAM secara optimal memenuhi kebutuhan air bersih kepada masyarakat dengan kuantitas dan kualitas serta pelayanan yang memadai maka tuntutan untuk meningkatkan profesionalisme manajemen di sebuah perusahaan tidak dapat dielakkan. Penilaian ini juga dibutuhkan oleh PDAM TBW. Penilaian itu dimaksudkan sebagai salah satu upaya yang relevan untuk mendukung persiapan menuju kearah profesionalisme. Selain itu diharapkan penilaian itu menjadi hasil yang lebih baik dan mengarah kesempurnaan. Sehingga dapat dicapai hasil penilaian yang optimal melalui cara kerja efektif dan berazas hemat.
Penilaian kinerja PDAM Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi telah disesuaikan, yaitu berdasar kepada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM yang meliputi aspek-aspek. "aspek Keuangan, Aspek Operasional dan Aspek Administrasi," ujar Kepala Bidang Keuangan, Erliana. 
Adapun penjelasan indikator itu dalam kinerja keuangan dibuatkan untuk dapat melakukan analisis yang tajam terhadap berbagai aktivitas keuangan yang relevan untuk menilai tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Yakni, Aspek operasional tersebut dibutuhkan dalam rangka menilai keberhasilan manajemen PDAM mengoperasionalkan kegiatan untuk memenuhi penyediaan air minum/bersih pada masyarakat. Aspek administrasi untuk kinerja keuangan dan operasi pada dasarnya merupakan hasil akhir dari suatu proses manajemen. "Peningkatan kinerja kedua aspek ini harus didukung melalui penyempurnaan proses manajemen terlebih dahulu. Oleh karenanya dalam perangkat penilaian PDAM ini dipandang perlu untuk memasukan beberapa indikator yang terkait dengan proses manajemen, yang wajib dimiliki dan dilaksanakan oleh perusahaan sebagai salah satu prasyarat untuk dapat melakukan penyempurnaan manajemen di waktu-waktu mendatang," pungkasnya(*)