Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label Jalan Tol Sukabumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan Tol Sukabumi. Tampilkan semua postingan

4 Maret 2012

DPRD Jabar Kecewa Pembebasan Lahan Tol Ciawi-Sukabumi Lambat

BANDUNG -- Komisi D DPRD Jabar kecewa terhadap lambatnya pembebasan lahan pembangunan jalan tol ruas Ciawi-Sukabumi, sampai saat ini belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Komisi D melihat kurangnya perencanaan yang matang. Karena itu diperlukan keberanian untuk mengambil kebijakan terkait kendala yang ada selama ini. “Kami prihatin atas progres yang ada yang belum mencapai kemajuan. Karena itu, kami juga tidak yakin pada tahun 2012 ini tahap I akan selesai sebagaimana yang ditargetkan,” ujar Ujang Fahpulwathon, anggota Komisi D, ketika rapat kerja dengan PT Trans Jabar Tol, baru-baru ini. 
Sementara Kadiv Land Acquisition PT Trans Jabar Tol Dede Hasbullah didampingi Kadiv Perencanaan Joko Susilo mengemukakan, kendala yang dihadapi dalam pembangunan jalan tol ruas Ciawi-Bogor, selain ketidakpastian biaya operasional juga terbatasnya dana BLU di BPJT. Kemudian, masalah tanah Lorena sampai saat ini belum ada kesepakatan harga, adanya kelompok masyarakat yang menolak jalan tol, berkas dokumen tanah masyarakat banyak yang belum lengkap sesuai dengan aturan pelaksanaan pengadaan lahan. 
Selain itu, Dede juga mengemukakan adanya sebagian masyarakat menghendaki harga di luar kewajaran yang telah dinilai oleh tim appraisal, adanya dokumen tanah yang tumpang tindih atau satu bidang tanah dokumennya lebih dari satu. “Kendala lain yang juga kami hadapi adalah adanya provokasi masyarakat yang dilakukan oleh pihak ketiga, seperti LSM atau media yang cukup mengganggu dan juga ROW belum final yang akhirnya menghambat P2T di lapangan,” kata Dede. 
Menanggapi masalah yang dikemukakan PT Trans Jabar Tol, anggota Komisi D Deddy Ismail mengatakan, masalah ganti rugi lahan memang tidak mudah. Karena itu dibutuhkan pendekatan melalui figur masyarakat yang memiliki pengaruh luas. “Setiap daerah kondisinya berbeda, karena itu koordinasi dan komunikasi harus dilakukan dari segala arah. Bukan saja dengan lembaga formal, namun juga dengan lembaga informal seperti tokoh atau kalangan yang berpengaruh di masyarakat,” ujar Deddy. 
Melihat proses pembebasan lahan yang belum menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan, Komisi D akan menjadwalkan lagi rapat kerja dengan PT Trans Jabar Tol dengan mengundang Pemkab/Pemkot Bogor dan Sukabumi serta pihak-pihak lain yang berkepentingan. 
Berdasarkan data yang disampaikan oleh PT Trans Jabar Tol, proses penyelesaian penggantian lahan direncanakan selesai pada bulan November 2012 sehingga proses konstruksi bisa segera dimulai. Rencana kegiatan pengadaan tanah dan konstruksi ruas tol Ciawi-Sukabumi sesuai amandemen PPJT No. 08 sebesar Rp419 miliar merupakan kewajiban badan usaha dan Rp181 miliar kewajiban pemerintah. PT Trans Jabar Tol merupakan konsorsium dengan struktur pemegang saham PT Jasa Sarana (BUMD) sebesar 25%, PT Karya Perkasa Insani 7,5%, PT Graha Multitama Sejahtera 52,5% dan PT Bukaka Teknik Utama sebesar 15%. (Medikom)

4 Februari 2011

Seksi I Ciawi-Sukabumi Masih Terganjal

BANDUNG, TRIBUN - Dalam setiap pengerjaan proyek, tentunya, tidak jarang, terjadi berbagai permasalahan dan kendala. Itu pun terjadi dalam proyek pembangunan ruas tol Ciawi-Sukabumi.
Soko Sandi Buwono, Direktur Utama PT Jasa Sarana, selaku pelaksana pembangunan ruas tol sepanjang 53,4 kilometer itu, mengakui bahwa dalam hal penyelesaian lahan, pihaknya belum mencapai target. "Saat ini, fokus kami adalah pada seksi I, yaitu jalur Ciawi-Cigombong Kidul. Panjangnya, 14,6 kilometer," tandas Soko, di tempat kerjanya, Jalan Tubagus Ismail, belum lama ini.
Pria asal Surabaya ini mengemukakan, keperluan lahan pada seksi I seluas 138 hektare. Akan tetapi, lanjutnya, yang terselesaikan baru sebesar 10 persen atau seluas 13,8 hektare. Menurutnya, itu terjadi karena ada beberapa kendala.
Itu terjadi, kilahnya, tidak hanya di wilayah proyek pembangunan, tetapi juga, karena adanya perubahan rancangan. "Di tempat itu, ada penambahan interchange.Jadi, itu pun berpengaruh," jelasnya. (win)



Tol Ciawi-Sukabumi Serap Investasi Rp 4,9 Triliun
BANDUNG, TRIBUN - Salah satu sarana penunjang pertumbuhan ekonomi yaitu ketersediaan sarana infrastruktur, semisal ruas jalan tol. Karenanya tidak heran apabila lembaga BUMD Jabar yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi, PT Jasa Sarana, memiliki sejumlah rencana pembangunan ruas tol di Jabar.
"Satu di antaranya, adalah pembangunan ruas tol Ciawi-Sukabumi," ujar Direktur Utama PT Jasa Sarana, Soko Sandi Buwono, di tempat kerjanya, PT Jasa Sarana, Jalan Tubagus Ismail Bandung, belum lama ini.

Pria berkaca mata ini mengemukakan, pelaksanaan pembangunan ruas tol sepanjang 54,3 kilometer itu, saat ini, terfokus pada seksi I. "Yaitu, ruas yang menghubungkan Ciawi-Cigombong Kidul. Panjangnya, 14,6 kilometer," sambung Soko.

Dikatakan, pembangunan ruas tol itu menyerap dana investasi yang luar biasa. Secara total, sebut Soko, angka investasinya senilai Rp 4,9 triliun. Untuk melancarkan pendanaan, tutur Soko, pihaknya pun menjalin kemitraan dengan lima perbankahn BUMN dan BUMD.

"Mereka antara lain Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank bjb, Bank Jatim, dan Bank Riau," ungkap pria berdarah Surabaya tersebut. (win)

30 Januari 2011

Bakrie Tuntaskan Proyek Tol Ciawi-Sukabumi pada 2014

BANDUNG (bisnis-jabar.com): PT Bakrie Toll Road menargetkan penyelesaian beberapa proyek tol pada 2014, masing-masing Pejagan-Pemalang seksi I dan II, Batang-Semarang seksi V, dan Ciawi-Sukabumi seksi I.
Dirut Bakrie Toll Road Harya Hidayat mengemukakan saat ini pengerjaan proyek tol tersebut sedang tahap pembebasan lahan yang dikerjakan bersama pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pembebasan Tanah (TPT) dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) di masing-masing proyek tol.
Pembebasan lahan pada ruas Pejagan-Pemalang seksi I sepanjang 14 km sudah mencapai 75%. Sedangkan pada seksi II sepanjang 7 km mencapai 35%. Ruas tol seksi I dan II ini akan menempuh jalur Pejagan-Tegal.
Sedangkan pada seksi V pada ruas Batang-Semarang, yaitu Semarang-Ungaran (10 km) baru mencapai 5% dan pembebasan lahan seksi I Ciawi-Cijeruk (14 km) pada ruas Ciawi-Sukabumi mencapai 10%.
“Kami menargetkan proses pembebasan lahan seluruhnya rampung pada 2011 dan berlanjut pada pembangunan konstruksi pada 2012, dan proyek tol tersebut selesai pada 2014,” katanya.
Panjang tol Pejagan-Pemalang total 57 km, terbagi empat seksi. Panjang total Batang-Semarang (75 km), terbagi lima seksi. Tol Ciawi-Sukabumi (54 km), terbagi empat seksi.
Dia mengemukakan tujuan utama penyelesaian proyek-proyek tersebut karena realisasinya sudah sangat mendesak.
“Kemacetan lalu lintas di kawasan-kawasan tersebut sudah sedemikian parah seperti di Lido Sukabumi,” katanya.
Di sisi lain, tol yang dibandung itu akan tersambung dengan tol yang telah ada sebelumnya.
Tol Pejagan-Tegal akan melanjutkan Kanci-Pejagan. Tol seksi I Ciawi-Sukabumi merupakan ekstensi tol Jagorawi. Serta, Tol Semarang-Ungaran perpanjangan tol Semarang-Solo.
Harya optimistis realisasi proyek sesuai jadwal mengingat proses pembebasan lahan di masing-masing proyek yang berjalan lancar.
Di sisi lain, hingga saat ini sindikasi perbankan nasional yang mendanai ketiga proyek tersebut masih berkomitmen untuk menyokong dana pembangunan.

20 Januari 2011

Juli, Jalan Tol Seksi I Dibangun

SUKABUMI--Pembangunan jalan tol Bogor-Sukabumi-Ciawi (Bosuci) seksi I akan dilaksakan pada Juli tahun ini. Untuk seksi pertama ini dari Ciawi ke Cigombong sepanjang 14,6 kilometer. Yaitu, dari jalur tol Jabotabek gerbang Ciawi menyambung ke area jalur kanan menuju Sukabumi yang akan melalui Kecamatan Cihideung, Caringin, Cijeruk, Cigombong. 
Untuk itu, Komisi D DPRD Provinsi Jawa Barat meminta pembebasan lahan yang belum rampung segera diselesaikan agar pelaksanaan pembangunan tepat waktu. "Enam bulan ke depan pembebasan lahan harus tuntas karena pembangunan seksi pertama ini harus selesai dan mulai dioperasikan pada Desember 2012," kata anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Barat, Ujang Fahpulwaton, usai meninjau lokasi pembangunan tol tersebut, kemarin. 
Saat ini pembebasan lahan baru terlaksana sekitar 10 persen dari 139 hektare jalur jalan tol Ciawi-Cigombong. Ditambahkannya, pembangunan tol ini memang sudah sangat mendesak mengingat kapasitas kendaraan yang melebihi batas volume jalan nasional yang berakibat kemacetan panjang dan pertumbuhan mobilitas masyarakat di jalur tersebut sudah padat. 
"Kami minta kepada rekanan, dalam hal ini PT Bakrie Toll Road sebagai pelaksana pembangunan dan transjabar harus melaksanakan pembangunan sesuai dengan site plan," imbuhnya. Perlu diketahui, panjang Jalan tol Ciawi ke Sukabumi berkisar 54,55 kilometer. Pembangunannya dijadwalkan Juli atau Agustus. 
Dalam pelaksanaannya dibagi empat seksi, yakni seksi I Ciawi-Cigombong sepanjang 14,60 Km, seksi II Cigombong-Cibadak 12,65 Km. Pembangunan seksi III meliputi wilayah Cibadak-Sukabumi Barat 13,90 Km dan seksi IV Sukabumi Barat-Sukabumi Utara 13,20 Km. Menurut Ujang, dalam rapat kerja Komisi D beserta pengembang, pengelola PT Bakrie Tool Road dan Trans Jabar, semua pihak optimis pada 2015 semua seksi pembangunan jalan tol selesai dan mulai dapat dioperasikan secara keseluruhan. 
"Untuk itu Komisi D akan mendorong percepatan pembangunan, diharapkan juga pihak lain ikut mensuksekan jalan tol yang dibangun non APBD namun oleh BUMD," kata Ujang. Sementara itu, Kepala Divisi PT Bakrie Toll Road Dede Abdullah yang dihubungi secara terpisah mengatakan, optimis pembangunan jalan tersebut sesuai dengan jadwal yang ditentukan. 
Tahapan pembebasan lahan pun sedang dilaksanakan sembari berjalannya pembangunan. Ia mengatakan tidak ada kendala dalam tahapan pembangunan, semua pihak turut bekerjasama. Dede menjelaskan site plan jalur jalan tol yang akan dibangun seksi I, Ciawi-Cigombong berawal dari jalur tol Jabotabek gerbang ciawi menyambung ke area jalur kanan menuju Sukabumi yang akan melalui daerah Kecamatan Cihideung, Caringin, Cijeruk, Cigombong. 
"seksi pertama jalan tol dibangun dari ciawai tembus ke stasiun kereta Cigombong, dari situ mulai seksi kedua jalur Cigombong-Cibadak, melintas jalan nasional tepatnya jalur kiri menuju Sukabumi tembus Cibadak," tukasnya.(dri)