Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label Pasar Gudang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasar Gudang. Tampilkan semua postingan

8 Februari 2011

Ikan Asin Mengandung Pemutih Beredar di Pasar

SUKABUMI (SINDO) – Dinas Koperasi,Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Diskoperindagsar) Kabupaten Sukabumi mengungkap peredaran ikan asin di sejumlah pasar tradisional yang diduga mengandung zat berbahaya yang biasa digunakan pada pemutih pakaian.
Petugas Pengawas Barang dan Jasa (PPBJ) Diskoperindagsar Kabupaten Sukabumi Memed Jamaludin menerangkan, ikan asin yang diduga mengandung zat pemutih pakaian ini terdiri dari beberapa jenis ikan, antara lain peda, gabus, dan jambal. Secara kasat mata,warna pada ikan asin ini lebih bersih,pucat,dan tidak dihinggapi lalat. “Biasanya ikan asin yang mengandung pemutih pakaian itu adalah ikan asin yang sudah membusuk.
Untuk menghilangkan bau atau bentuknya yang menghitam, maka para pelaku memanfaatkan zat pemutih pakaian. Dengan begitu ikan-ikan olahan tersebut bisa kembali dijual.Tragisnya ikan jenis ini jauh lebih diminati masyarakat karena tampilannya yang bersih dan tidak dikerumuni lalat,”beber Memed kepada SINDO.
Sementara itu,Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemkab Sukabumi Iwan Wirawan mengungkapkan, terungkapnya peredaran ikan asin mengandung pemutih pakaian ini berdasarkan hasil pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman mengandung zat berbahaya (B2) di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi. Hasilnya, terdapat ikan asin yang bukan hanya mengandung formalin, tapi juga ikan asin mengandung pemutih pakaian.
“Hasil pengujian sementara ikan asin ini bukan mengandung formalin,tapi zat pemutih pakaian. Bahan kimia tersebut sebelumnya ditemukan juga pada beras berkualitas rendah. Untuk memastikannya, kami akan melibatkan laboratorium untuk mengetahui kandungan zat tersebut.Seiring dengan itu, juga dilakukan penelusuran mata rantai peredarannya,” beber Iwan.
Kepala Diskoperindagsar Kabupaten Sukabumi Asep Japar mengatakan, pihaknya akan segera menggelar operasi pasar terhadap keberadaan ikan asin berpemutih pakaian. Selain membahayakan kesehatan manusia, ikan jenis ini telah menjadi menu utama bagi masyarakat Pasundan. (toni kamajaya)

27 Januari 2011

Harga Cabai Mulai Turun

Radar Sukabumi -- Harga cabai merah di pasar tradisional di Kota Sukabumi mulai mengalami penurunan. Bahkan di beberapa kios sayur mayur di Pasar Gudang dan Tipar, harga cabai merah turun cukup signifikan. Harga cabai merah yang sepekan sebelumnya mencapai Rp 55 ribu/Kg hingga Rp 60 ribu/kg, turun dengan kisaran Rp40 ribu/kg. Diprediksi harga cabai akan terus mengalami penurunan seiring melimpahnya komoditi cabai di pasar-pasar tradisional di Kota Sukabumi. Begitupun harga cabai rawit mengalami kondisi serupa. Walaupun penurunan tidak signifikan, namun penurunan harga yang sebelumnya kisaran Rp70ribu/kg kini menjadi Rp40 ribu untuk cabai rawit merah dan Rp20 ribu/kg untuk cabai rawit hijau itu, cukup melegakan warga. Mereka menyambut gembira adanya penurunan harga. Diharapkan harga cabai yang sebelumnya sempat melonjak tajam dapat terus mengalami penurunan hingga harga normal.
“Kami sangat berharap harga cabai terus turun. Terus terang kami menyambut gembira mulai turunnya harga sayur mayur termasuk harga cabai. Beberapa hari lalu, kami sempat bingung dengan meroketnya harga cabe di pasaran. Diharapkan penurunan cabe hingga beberapa bulan mendatang,” ujar pedagang cabai di Pasar Gudang, muhtar (57), kemarin. (rp3)