Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

8 Desember 2011

Warga Tolak Pembangunan Pujasera Alun-Alun Karangtengah

SUKABUMI – Sebagian warga Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi menolak pembangunan pusat jajan serba ada (Pujasera) di Lapang Alun-alun Karangtengah. Alasannya, pembangunan senilai Rp 780 juta tersebut dibangun di atas lahan mempunyai nilai historis dan pusat silaturahmi masyarakat dan keagaaman. 
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan mekanisme pembangunan yang ditengarai mengangkangi aturan. Belum adanya surat izin mendirikan bangunan (IMB), salah satunya. Kececewan warga memuncak ketika pembangunan dimulai namun mereka mengaku tidak dilibatkan dengan rencana pembangunan Pujasera itu. “Kami menolak adanya bangunan berupa kios itu di alun-alun Karangtengah. Sebab, tempat tersebut mempunyai nilai historis. Dan selama ini menjadi pusat silaturahmi warga serta sering digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan,” kata tokoh pemuda Karangtengah, Ris Ris Rizal Apri Perkasa kepada Pos Kota, Selasa (6/12). 
Menurut Ris Ris, dengan adanya bangunan puluhan kios tersebut nantinya akan merusak fungsi lapang alun-alun tersebut. Malah Ris Ris mengaku banyak warga yang tidak tahu dengan adanya rencana proyek tersebut. “Seharusnya disosialisasikan terlebih dahulu dengan warga, jangan asal bangun saja. Terus apakah segala perizinannya sudah dilaksankan,” tanya Ris Ris. 
Sementara itu, Kepala Desa Karangtengah Gerry Iman Sutrisno menjelaskan, proyek senilai Rp 780 juta dari Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Diskoprindagsar) Kabupaten Sukabumi. Gerry membantah rencana pembangunan tersebut sudah disosialisasikan dan mendapat persetujuan warga. Hanya, Gerry mengakui kalau proses perizinan pembangunan sekitar 30 kios tersebut, seperti IMB masih dalam proses. “Ini bukan pembangunan. Namun kita lakukan penataan dengan cara membangun kios yang diperuntukan untuk warga sini juga. Coba lihat kondisi sekarang, estetikanya sudah kurang karena tidak tertatanya para pedagang,” kilah Gerry. 
Ditegaskan Gerry, justru dengan adanya bangunan tersebut akan menggairahkan perekonomian warga sekitar. Pasalnya, bangunan tersebut ke depannya akan menjual berbagai produk, termasuk menjajakan barang atau makanan dari Sukabumi. “Namun tidak akan menghilangkan nilai historis. Malah bisa menjadi lokasi silaturahmi warga di sini karena sering berinterkasi antar warga,” jelasnya. (sule/dms)

3 Desember 2011

Sukabumi Diusulkan Sebagai Miniatur Penetapan Ekonomi Syariah

SUKABUMI -- Badan Amil Zakat Kabupaten Sukabumi mencetuskan agar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dijadikan sebagai miniatur penerapan ekonomi syariah Indonesia karena hampir 99 persen warga kabupaten merupakan umat muslim. "Kabupaten Sukabumi sangat layak dijadikan sebagai miniatur ekonomi syariah, hal ini didukung oleh sejumlah faktor salah satunya adalah masyarakatnya yang 99 persen merupakan umat muslim," kata Ketua BAZ Kabupaten Sukabumi, Mustafa Kamal, kepada wartawan. 
Selain itu, pembentukan ekonomi syariah juga ini didukung oleh 100 tokoh masyarakat Kabupaten Sukabumi, sehingga dengan penerapan ini sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Sukabumi yang berupaya mewujudkna masyatakat yang berakhlak mulia, maju dan sejahtera. Lebih lanjut, dengan adanya gagasan ini berarti Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah di Indonesia yang menerapkan sistem syariah dan berharap bisa berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. 
"Kami pun sudah melakukan pendekatan dengan lembaga lain seperti Baznas, tokoh cendikiawan muslim dan mantan Menteria Pangan dan Holtikultura pada era Presiden BJ Habibie, AM Saefudin," tambahnya. 
Sementara, Bupati Sukabumi, mendukung penerapan ekonomi syariah di Kabupaten Sukabumi dan pemerintah juga akan memberikan perhatian lebih pada ekonomi syariah."Dengan dikembangkannya sistem ekonomi bisa membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki," tambah Sukmawijaya.

1 Desember 2011

HET Tabung Gas Melon Ditetapkan Rp. 13.650,-

CIKOLE– Pemkot Sukabumi kembali sosialisasi harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji ukuran 3Kg atau Simelon di Buleng resto, kemarin. Langkah ini untuk menghidari kebergaman harga di Kota Sukabumi. Pemkot menetapkan HET gas 3 Kg sekaligus mengeluarkan surat keputusan (SK) Walikota No 201 Tahun 2011, yakni HET gas 3 Kg di pasaran senilai Rp 13.650 dan agen Rp 12.750. Harga itu sudah termasuk biaya angkutan sampai pangkalan. ” Harga di pasaran ini dengan radius maksimum 60 KM dari pengisian bulk elpiji,” ujar Walikota Sukabumi Muslikh Abdussyukur. 
Pangkalan gas elpiji ini pun wajib memiliki perizinan berdasarkan perundang-undangan serta mengikuti kontrak dengan agen.” Untuk pangkalan bisa milik perorangan, koperasi, atau badan usaha yang dibina oleh agen,” ungkapnya Muslikh berharap keluarnya SK tersebut bisa memberikan kesejahteraan pada seluruh masyarakat baik itu pelaku usaha, agen, pangkalan, pengecer dan konsumen. ” Saya berharap harga gas elpiji ini bisa memberikan daya ungkit kesejateraan di Kota Sukabumi,” tandasnya 
Sementara itu, Kepala bidang Gas elpiji 3 Kg MIGAS Kota/Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi menjelaskan keluarnya SK walikota ini tersebut bisa menata para agen, pangkalan gas elipiji di Kota Sukabumi.” Kita bisa mengontrol agen dan pangkalan yang nakal yang menjualdiatas HET,” imbuhnya Kebutuhan konsumsi gas elpiji 3 Kg di Kota/ Kabupaten Sukabumi saat ini sebanyak 1 juta perbulan, dari 23 agen dan 530 pangkalan.” Kami pun membuat kebijakan untuk agen minimal memiliki 1000 tabung, sedangkan pangkalan minimal 175 tabung,” pungkasnya(fkr)

PKL Cibadak Bakal Direlokasi

CIBADAK - Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati lokasi trotoar sepanjang jalan Surya kencana, Cibadak akan di relokasi. Rencananya pada minggu depan relokasi akan dilakukan, untuk ditempatkan di delapan titik lahan yang sudah di sepakati PKL bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi. Namun bukan hanya PKL saja yang direlokasi, lahan parkir kendaraan toko pun akan mengalami penataan. Pasalnya saat ini PKL dan parkir liar ikut andil paling besar menyumbang kesemerawutan Lalulintas Cibadak. Maka, tindakan ini dilakukan meminimalisir tingkat kepadatan arus lalu lintas Cibadak, serta menjaga ketertiban tata ruang kota. 
“Usai penataan, Dishub dan pemerintah akan memasang rambu dan papan peringatan untuk tidak melakukan aktivitas lagi di jalur surya kencana tersebut,” ungkap Ketua Paguyuban PKL Cibadak, Dedi AR usai rapat pembahasan PKL di kantor Dishub Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Cikembar. Selanjutnya, kata Dedi pengaturan ini akan berkelanjutan, seperti wancana yang dimilikinya bahwa seluruh PKL tersebut akan direlokasi ke lapangan Sekarwangi. Sebuah pusat PKL yang nantinya aktivitas usaha di tempatkan di sana dan akan di permanetkan. Namun ini masih wancana, tetapi saya berharap pemerintah tanggap mengenai ini,”ujarnya. 
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Sukabumi, Ahmad Riyadi membenarkan rencana relokasi ataua penataan PKL dan parkir. Menurutnya Dishub bersama pemerintah Daerah dalam hal ini Kecamatan dan PKL sudah berkoordinasi. Sudah ada bagian tugas masing masing dalam pelaksanaan teknisnya. “Rencananya seperti yang sudah di bahas, yakni tidak boleh ada PKL atau tukang tambal ban juga pull kendaraan angkutan yang beraktivitas di trotoar jalan. PKL akan dipindah ke delapan titik relokasi. Demikian juga dengan parkir. Dengan penataan ini saya berharap jalan Surya kencana bisa lancar dan tertib,” tandasnya. (dri) 

Tangkapan ikan di Sukabumi turun 40%

SUKABUMI : Produksi ikan laut di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menurun hingga 40% bila dibandingkan beberapa pekan lalu akibat hujan yang turun hampir setiap hari. Pelaksana Harian (Plh) Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sukabumi Tendi Sudama, Rabu, mengatakan, dibandingkan dengan pekan lalu produksi ikan menurun dari produksi sebanyak 35 ton/hari saat ini maksimal hanya 25 ton/hari. “Penurunan produksi ikan laut ini disebabkan musim hujan sehingga hasil tangkapan menjadi berkurang,” kata Tendi. 
Menurutnya, penurunan produksi ini bukan dikarenakan musim paceklik tetapi lebih karena faktor cuaca, sehingga dari 15 ribu nelayan di Palabuhanratu yang ada, sekitar 50 persennya tidak melaut. Contohnya nelayan Kapal Rumpon dari enam unit yang ada, kini hanya satu kapal yang beroperasi. Padahal nelayan rumpon setiap satu kali beroperasi bisa menghasilkan ikan 1,5 ton sampai 3,5 ton, jika dirata-ratakan akibat cuaca buruk ini setiap harinya produksi ikan dari Kapal Rumpon berkurang hingga 10 ton. “Cuaca buruk ini menyebabkan nelayan enggan melaut sehingga mempengaruhi hasil tangkapan ikan laut,” tambahnya. 
Namun, jumlah produksi ikan bisa terbantu dengan masih adanya kapal-kapal kecil seperti payang, congkreng dan beleketek yang tetap melaut, walaupun melautnya tidak jauh. Sementara kapal-kapal besar yang mencari ikan sampai keluar Teluk Palabuhanratu, kebanyakan tidak melaut karena khawatir terjadi sesuatu jika cuaca buruk datang, katanya. 
Menurut Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) Arief Rahman, cuaca di perairan laut Sukabumi khususnya Palabuhanratu cukup buruk, karena mulai masuknya angin barat yang biasanya kecepatan angin cukup tinggi mencapai 15 knot/detik. Dikatakan Arief, dengan kondisi yang seperti ini gelomban pun cukup tinggi bisa mencapai 3 meter untuk di luar Teluk Palabuhanratu jika cuaca benar-benar buruk. “Dari pantauan kami ketinggian gelombang di dalam teluk mencapai 1,5 meter sementara di luar mencapai 3 meter, maka dari itu kami pun mengimbau kepada nelayan untuk waspada dan tidak memaksakan melaut jika cuaca buruk,” katanya. 
Produksi ikan laut di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menurun hingga 40 persen bila dibandingkan beberapa pekan lalu akibat hujan yang turun hampir setiap hari. Pelaksana Harian (Plh) Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sukabumi Tendi Sudama, Rabu, mengatakan, dibandingkan dengan pekan lalu produksi ikan menurun dari produksi sebanyak 35 ton/hari saat ini maksimal hanya 25 ton/hari. (MSU)

Konsumsi ikan warga Sukabumi masih rendah

SUKABUMI : Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat konsumsi ikan oleh warga daerah itu masih rendah atau baru mencapai 19 kilogram perkapita pertahun. “Konsumsi ikan oleh warga Kabupaten Sukabumi masih sangat rendah karena ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya konsumsi ikan tersebut,” kata Kepala DKP Kabupaten Sukabumi, Dedah Herlina, Minggu. 
Menurut dia, yang paling mempengaruhi rendahnya konsumsi ikan adalah kurangnya daya beli masyarakat akan ikan, padahal harga ikan laut maupun darat harganya cukup terjangkau dibandingkan dengan harga daging sapi atau laut. Selain itu, faktor kekurangtahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan, padahal zat yang terkandung dalam ikan sangat tinggi. “Warga masih mengira harga ikan lebih mahal dibandingkan dengan harga kebutuhan pokok lainnya. Bahkan ikan memiliki kadar lemak tak jenuh yang berfungsi mempercepat metabolisme tubuh dan kandungan proteinnya pun dua kali lebih besar dibandingkan daging ayam maupun sapi,” katanya. 
Walaupun konsumsi ikan masih rendah, tetapi warga utara Kabupaten Sukabumi ternyata konsumsi ikannya cukup tinggi, rata-rata setiap harinya mereka mengkonsumsi ikan darat seperti nila, mas, mujair dan lain-lain. Warga yang dekat dengan sentra produksi ikan seperti Palabuhanratu. Agar warga Kabupaten Sukabumi gemar makan ikan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh warga yang ada sampai ke pelosok akan pentingnya konsumsi makan ikan. Selain itu, dengan makan tubuh akan senantiasa sehat, pintar dan jarang terserang penyakit. “Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat tahu zat yang terkandung dalam ikan, karena dengan sosialisasi ini diharapkan progam `Gemari` atau Gemar Makan Ikan bisa terus meningkat,” kata Dedah. (fsi)

Guna Kembangkan Pasar UMKM Sukabumi, BUMI KREATIF Luncurkan Website

Sukabumi - Asosiasi pelaku dan komunitas kreatif Sukabumi Bumi Kreatif dan Sukabumi Today meluncurkan website e-commerce untuk memfasilitasi pemasaran pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kota Sukabumi lewat Internet. Website yang beralamat www.produksukabumi.com yang merupakan galeri produk UMKM Sukabumi ini diluncurkan di sela-sela pameran UMKM di GOR Merdeka Kota Sukabumi, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (29/11/2011). 
Ketua Bumi Kreatif Endud Badrudin menjelaskan pembuatan website ini untuk memfasilitasi seluruh pengusaha UMKM Kota Sukabumi. Saat ini jumlahnya mencapai 3.000 pengusaha yang aktif. ''Melalui website ini kami bisa memasarkan produk-produk hasil para pengusaha UMKM. Karena dengan jaringan Internet ini dapat diakses dimana saja, juga luar negeri,'' jelas Endud kepada INILAH.COM usai peluncuran, Selasa (29/11/2011). 
Executive Editor SukabumiToday Geri Sugiran menambahkan dalam mengelola website ini, telah disiapkan tiga orang sebagai marketing online untuk melayani setiap pemesan dan bertransaksi. ''Sekarang website sudah dapat diakses. Dalam pameran ini akan saya upload sebanyak seribu produk. Saat ini baru ada empat produk dan yang mendaftar sudah ada dua puluh produk,'' tambah blogger asal Sukabumi ini.[jul] 

30 November 2011

YBJB ANGKAT KEMBALI PAMOR BATIK SUKABUMI

Bandung - Batik "Paku Jajar" dari Sukabumi dengan motif pohon hanjuang siang dihidupkan kembali dalam produksi batik tradisional Jabar melalui kegiatan Ragam Pesona Batik Jawa Barat 2011 yang akan digelar di Paris van Java Kota Bandung, 30 November hingga 4 Desember 2011. 
"Kegiatan Ragam Pesona Batik 2011 ini merupakan yang keempat kalinya digelar, selain pameran juga akan digelar seminar batik dengan fokus menghidupkan kembali batik Paku Jajar asal Sukabumi," kata Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, Ny Sendy Yusuf di Bandung, Senin. 
Selain itu motif batik Sukabumi lainnya yang juga akan diangkat menjadi ragam batik unggulan adalah Batik Cikole, Batik Teh, Batik Pala dan Batik Gurilap atau motif gunung, rimba, laut dan pantai. Kegiatan yang digelar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat itu dalam rangka mengangkat kembali corak dan motif batik Jabar yang kaya warna dan variasi. 
Jabar memiliki 200 motif batik yang model dan coraknya sesuai dengan masing-masing kabupaten. Model batik itu sudah di bukukan dalam bentuk buku saku yang dibagikan kepada para pengrajin batik di Jawa Barat. Sandy Yusuf menyebutkan, motif batik Jabar memiliki keunikan dan corak tersendiri. Untuk menjaga kekhasan batik Jabar, Yayasan Batik Jabar melakukan inventarisasi corak dan motif batik, termasuk juga mengembangkan corak baru dengan mengedepankan kearifan lokal. "Kami sudah melakukan inventarisasi corak batik khas di Jabar, termasuk batik Sukabumi. Melalui Ragam Pesona Batik ini batik daerah terus di genjot popularitas maupun produksinya," kata Sandy yang juga istri Wagub Jabar H Dede Yusuf itu. 
Ia menyebutkan, selama ini di Jawa Barat dikenal corak bati Trusmi (Cirebon), Garutan dan Tasik. Padahal masih cukup banyak corak lainnya, dan setiap kabupaten/kota memiliki corak yang khas. Pada Ragam Pesona Batik Jabar 2011, giliran Sukabumi mendapat kesempatan memamerkan motif batiknya. Pengembangan batik di sana dilakukan kembali sejak 2009 lalu. "Potensi batik Sukabumi telah ada puluhan tahun silam, namun baru 2009 batik Sukabumi diperkenalkan, potensinya luar biasa. Salah satu motifnya adalah Paku Jajar dan Janjuang Siyang," kata Sandy Yusuf. 
Untuk meningkatkan gairah batik Sukabumi, Yayasan Batik Jabar akan memberikan bantuan 100 canting batik, kompor gas, lima set cap batik press dan sejumlah bantuan untuk produksi batik lainnya. "Fokus Yayasan Batik Jabar adalah meningkatkan minat membatik di kalangan anak muda, sehingga tumbuh perajin muda. Kendala batik selama ini adalah sulitnya regenerasi perajin, padahal batik membuka lapangan pekerjaan baru," kata Sandy Yusuf. 
Sementara itu Ketua Harian YBJB, Komarudin Hudiya menyebutkan produksi batik di Jabar meningkat signifikan sehjak 2008 dengan jumlah pengrajin saat ini mencapai 3.000 pengrajin di seluruh Jawa Barat. Selain itu juga membuka kesempatan kerja yang cukup signifikan. "Puncaknya gairah batik bangkit pada 2008, dan kami mencoba untuk mempertahankan gairah batik. Salah satunya dengan mengembangkan dan menggali kembali motif-motif batik di kabupaten/kota di Jabar," kata Komarudin. Selain itu melakukan sinergitas dengan penenun di Jabar untuk menyiapkan bahan baku kain batik.***6*** 

26 November 2011

Melongok Rencana Pembangunan PPS Palabuhanratu (2)

Bisa Tampung 500 Kapal di Atas 30 GT, Target Selesai 2015
Memang pembangunan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) ini akan menghabiskan miliaran. Bahkan rencananya hampir setengah triliun. Lalu, efek apa saja yang bakal diakibatkan dengan adanya PPS itu? 
Sengketa lahan. Begitu yang terngiang ditelinga sudah bertahun-tahun hingga lahan di RW 32, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu itu bakal dibebaskan. Pembebasan itu adalah untuk pembangunan Dermaga III atau Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) seluas 20 hektar. Sedangkan pembebasan lahan taham pertama itu mencapai 30 hektar. 
Kepala PPNP, Arif R Lamatta menjelaskan kepada Radar Sukabumi. Bahwa dermaga itu rencananya berkapasitas besar hingga menampung 500 kapal. “Kapal itu diatas 30 GT. Dan sduah pasti akan membutuhkan pekerja hhingga mencapai 500 orang,” kata Arif. Jika proyek itu sudah bisa digarap 2012 mendatang. Maka direncanakan tahun 2015 PPS itu sudah bisa beroperasi. Tentu hal ini juga akan berefek domino. bahkan yang sudah dipastikan, 100 hektar lahan yang bakal menyusul yang bakal dibebaskan lagi. menyangut kebutuhan lahan industri penunjang keberadaan PPS itu. “Nanti akan dibangunkan kastorit (pembeku ikan), pabrik es berkapasitas 200 ton/hari, Pengalengan ikan, industri olahan, industri galangan (pembatan kapal berkapasitas besar, dan doking masyarakat,” sebutnya. 
Dengan adanya PPS dan industri itu sudah dipastikan pembangunan di Palabuhanratu empat tahun mendatang akan meningkat pesat. Apalagi nantinya direncanankan bakal ada transportasi yang melintas disekitar kawasan PPS. “Sehingga, bagi pelajar tidak perlu khawatir tidak kebagian jatah kerja. Asal rajin, jujur dan cerdas dan siap bekerja. Peluang sudah ada di depan mata,” katanya. Bahkan bukan hanya industri besar. PPNP juga memeprsiapkan untuk pedagang kaki lima atau warung-warung untuk mawyarakat. “Dengan catatan tidak kumuh. Makanya kami juga butuh dukungan dari masyarakat,” tukasnya.(*) 

Laporan : Perli Rizal 

24 November 2011

PNS Sukabumi Dihimbau Beli Produk Lokal

Sukabumi - Wali Kota Sukabumi Mokhamad Muslikh Abdussyukur mengimbau kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Sukabumi menggunakan produk lokal asli Jawa Barat. Tujuannya, sebagai bentuk upaya mengembangkan keberadaan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). 
Imbauan itu malah sudah disampaikan melalui Surat Edaran Wali Kota Sukabumi tertanggal 14 Juli lalu yang ditujukan kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Sukabumi. "Gerakan moral ini menindaklanjuti Surat Gubernur Jabar Ahmad Heryawan beberapa waktu yang lalu mengenai gerakan penggunaan produk UKM di Jabar," kata Muslikh kepada wartawan, Selasa (26/7/2011). 
Muslikh mencontohkan produk lokal yang bisa dipakai misalnya sepatu dan batik. Selain harganya terjangkau, kualitas produk UKM di Kota Sukabumi juga tidak kalah dibandingkan daerah lainnya. Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi, saat ini jumlah UKM mencapai sebanyak 16.752 unit. 
Kepala Diskoperindag Kota Sukabumi Dudi Fathul Jawad mengungkapkan, perkembangan UKM di kota cukup pesat. Kondisi itu, kata Dudi, akan semakin berkembang setelah keluar kebijakan pemakaian produk lokal Jabar. Kesempatan tersebut haus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pelaku UKM di Sukabumi. [gin]