Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label gas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gas. Tampilkan semua postingan

30 Januari 2012

Koversi Gas : Pemerintah akan seragamkan harga di Jawa-Bali

antara news
JAKARTA : Pemerintah berencana menyeragamkan harga bahan bakar gas di seluruh wilayah Jawa-Bali dalam kisaran Rp3.100—Rp4.100 per liter setara premium (LSP), seiring dengan program konversi dari BBM ke gas. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan saat ini, harga gas untuk pupuk, industri dan yang lainnya memang tidak seragam. Namun, harga gas untuk sektor transportasi akan diusahakan sama. “Harga gas untuk transportasi, kalau sekarang kan per wilayah. Di DKI Rp3.100 [per LSP], kemudian di Palembang, Surabaya itu Rp3.500 [per LSP]. Nanti harga gas untuk transportasi kami usahakan harganya sama, harapan kami antara Rp3.100—Rp4.100 [per LSP]. Tapi kami belum putuskan,” ujarnya, Minggu 29 Januari 2012. 
Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan untuk kebutuhan Jawa-Bali setidaknya diperlukan pasokan gas sebesar 32 MMSCFD hingga akhir 2012. Selanjutnya, dibutuhkan cadangan gas sebesar 50 MMSCFD yang sudah didapat dari Kangean Energi Indonesia, in case dibutuhkan untuk se-Indonesia. Menurut Evita, dari pasokan gas untuk wilayah Jawa-Bali sebesar 32 MMSCFD, sebanyak 27,1 MMSCFD dialokasikan untuk wilayah Jabodetabek. Sumber gasnya berasal dari macam-macam, mulai dari PHE ONWJ, Pertamina EP, ConocoPhillips, Medco dan sebagian dari PGN. “Sisanya [untuk total 32 MMSCFD] ada gas kecil-kecil dari Jatim, aku ngga hafal. Kayanya ada juga dari Santos,” ujarnya. 
Sementara itu, untuk cadangan gas sebesar 50 MMSCFD dari Kangean, sebenarnya itu adalah alokasi gas untuk PLN. Namun Evita mengatakan PLN sudah bersedia agar gas itu dijadikan cadangan nasional untuk memasok bahan bakar gas. “Gas itu disiapkan dari Kangean untuk PLN, tapi PLN sendiri mengatakan bisa dimungkinkan untuk transportasi, untuk cadangan saja. Jadi Kangean menyiapkan diri dan PLN juga merelakan untuk dipindah ke transportasi,” ujarnya. Jika gas tersebut diambil dari PLN, Evita mengatakan PLN masih bisa menggunakan bahan bakar lainnya untuk membangkitkan pembangkit listrik, seperti menggunakan batu bara. “Pada dasarnya masih dimungkinkan pakai batu bara atau yang lain, tapi memang kita usahakan PLN ngga ngambil dari BBM ya,” ujar Evita. 
Di sisi lain, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pemerintah serius untuk menjalankan program konversi BBM ke gas ini secara bertahap. Menurut dia, pemerintah akan mendukungnya dari sisi anggaran yang setiap tahun akan dianggarkan di APBN, seperti saat menggelar program konversi dari minyak tanah ke LPG 3 kg dahulu. “Road map konversi sudah ada, sudah ada studinya. Policy dari BBM pindah ke gas ini harus ada political will, hambatannya tinggal waktu. Ini sudah 2 tahun yang lalu didorong kok ngga mulai-mulai? Jadi tahun ini harus mulai, ngga boleh ditawar,” tegas Wacik. (Bisnis Jabar)

1 Desember 2011

HET Tabung Gas Melon Ditetapkan Rp. 13.650,-

CIKOLE– Pemkot Sukabumi kembali sosialisasi harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji ukuran 3Kg atau Simelon di Buleng resto, kemarin. Langkah ini untuk menghidari kebergaman harga di Kota Sukabumi. Pemkot menetapkan HET gas 3 Kg sekaligus mengeluarkan surat keputusan (SK) Walikota No 201 Tahun 2011, yakni HET gas 3 Kg di pasaran senilai Rp 13.650 dan agen Rp 12.750. Harga itu sudah termasuk biaya angkutan sampai pangkalan. ” Harga di pasaran ini dengan radius maksimum 60 KM dari pengisian bulk elpiji,” ujar Walikota Sukabumi Muslikh Abdussyukur. 
Pangkalan gas elpiji ini pun wajib memiliki perizinan berdasarkan perundang-undangan serta mengikuti kontrak dengan agen.” Untuk pangkalan bisa milik perorangan, koperasi, atau badan usaha yang dibina oleh agen,” ungkapnya Muslikh berharap keluarnya SK tersebut bisa memberikan kesejahteraan pada seluruh masyarakat baik itu pelaku usaha, agen, pangkalan, pengecer dan konsumen. ” Saya berharap harga gas elpiji ini bisa memberikan daya ungkit kesejateraan di Kota Sukabumi,” tandasnya 
Sementara itu, Kepala bidang Gas elpiji 3 Kg MIGAS Kota/Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi menjelaskan keluarnya SK walikota ini tersebut bisa menata para agen, pangkalan gas elipiji di Kota Sukabumi.” Kita bisa mengontrol agen dan pangkalan yang nakal yang menjualdiatas HET,” imbuhnya Kebutuhan konsumsi gas elpiji 3 Kg di Kota/ Kabupaten Sukabumi saat ini sebanyak 1 juta perbulan, dari 23 agen dan 530 pangkalan.” Kami pun membuat kebijakan untuk agen minimal memiliki 1000 tabung, sedangkan pangkalan minimal 175 tabung,” pungkasnya(fkr)