Situasi tersebut dinilai akibat kurang strategisnya pasar. Sehingga banyak warga setempat yang memilih untuk belanja di Pasar Pasundan atau Ciwangi. Bukan hanya itu, kurangnya sosialisasi keberadaan pasar tersebut juga menjadi salah satu penyebab. Bayak warga sekitar yang tidak mengetahui keberadaan Pasar Degung. "Saya baru satu minggu mengetahui adanya Pasar Degung, tapi walaupun sudah mengetahui saya lebih memilih utuk belanja di Pasar Pasundan," ungkap seorang Ibu Rumah Tangga, Eti kepada Radar Sukabumi.
Situasi tersebut bisa mengakibatkan kurangnya pendapatan para penjual. "Kalau kondisi ini terus berlanjut bisa-bisa saya gulung tikar," ucap Pedagan Buah-buahan, Hari. Dia menambahkan kondisi ini juga mengakibatkan dua teman pedagangnya sampai memutuskan untuk berhenti berjualan. "Saya juga merasa khawatir hal serupa bisa menimpa saya," sambungnya.(rp4)










