Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

20 Mei 2011

Bisnis Boks Jam Makin Ketat

Sukabumi -- Persaingan bisnis industri pembuatan boks jam kian ketat. Ditengah peminat yang cukup berkurang dan bahan baku yang sulit didapat, membuat sejumlah pengusaha boks jam di  daerah  Sawah Bera yang berlokasi di Jalan Benteng Kidul RT/RW 03/04 desa Dayeuh Luhur Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi tidak bertahan lama. Tetapi tidak dengan Darus (41) salah satu pengusaha industri boks jam yang hingga kini masih bisa bertahan.
Sejak lulus dari SD, Darus sudah mulai bekerja sebagai kuli di industri boks jam di Kota Depok. Disana Darus bekerja sudah lebih dari 12 tahun dibagian pengampelasan, hingga bagian finishing dengan gaji sekitar Rp 8000.
Berkat ketekunan dan hasil kejanya yang bagus, pemilik  industri boks jam dari Depok  mempercayakan dirinya untuk mendirikan industri boks sendiri di Sukabumi dengan modal awal 5 juta pinjaman dari bank.
"Selama 6 tahun belakang ini, industri boks jam  tidak pernah sepi pesanan. Kebetulan saya  tetarik menggeluti bisnis ini,  karena selain sudah keahlian, bisnis ini juga cukup menjanjikan,"ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi, kemarin.
Setiap bulan, biasanya Darus selalu menerima langganan di Depok dan Jakarta rata-rata sekitar 20 boks per bulan dengan harga Rp 1 juta per boksnya.
Perjalanan Darus untuk bisa sukses seperti ini tentu saja tidak selalu mulus, ditengah persaingannya yang begitu ketat serta sulitnya mencari bahan baku  karena harganya yang terus meroket. Tak membuat bisnis Darus mundur, saat harga kayu melonjak, Darus sudah punya langganan toko kayu sendiri. "Kalau saya kan sudah punya langganan toko kayu sendiri, selain itu, saya biasa belinya diangsur jarang yang borongan," tutur Darus.
Selain itu, Darus juga tidak terlalu mengandalkan pegawai, walaupun sudah bisa mendirikan usaha sendiri tetapi ia masih aktif bekerja di usaha mebel miliknya. Saat ini Darus hanya mempunyai 3 pegawai saja.
Saat ditanya mengenai kunci kesuksesannya, Darus hanya menjawab untuk bisa sukses seperti ini ia selalu menerima kritikan dari orang lain serta selalu tekun dalam bekerja. "Dukungan dari keluarga dan istri juga punya pengaruh penting dalam kesuksesan selama ini,"pungkas bapak tiga anak ini.(pkl1)

Dasep, Pengrajin UKM Serba Perak

Sukabumi : Pengalaman yang diperoleh selama menjadi kuli pengrajin perak di Jakarta, Dasep (46), Warga Tipar Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, dijadikannya sebagai guru yang berharga dalam hidupnya. Bukan hanya kerja semata yang dijalaninya, tetapi juga melatih diri dan belajar keterampilan. Alhasil, dirinya piawai dalam hal kerajinan perak. Dengan kemampuan yang diperolehnya, akhirnya dirinya pun meniatkan diri untuk berwirausaha sebagai pengrajin perhiasan perak.
Pada tahun 1986, setelah sekian lama merantau di Jakarta, Dasep kembali ke Sukabumi dan menetap di rumahnya. Ditemani sang istri, Yanti (37), dirinya kemudian menekuni pembuatan perhiasan dari perak. jenis perhiasan yang dibuatnya yaitu liontin, cincin, gelang, kalung, anting, dan sebagainya. Hasil kerajinannya ditawarkan dari rumah ke rumah dan dari instansi ke instansi. Lambat laun, akhirnya banyak orang yang membeli hasil kerajinannya. Bahkan satu persatu dari mereka,  mulai ada yang memesan untuk dibuatkan perhiasan. Mengetahui bahwa Dasep piawai dalam kerajinan perak, Diskoperindagkop Kota Sukabumi pun mengundangnya agar mengikuti setiap pameran perdagangan yang diselenggarakan. "Setelah selama tiga bulan saya berjualan dari instansi ke instansi.  Ketika itu,  diskoprindag meraih saya untuk mengikuti pameran yang diadakan oleh pihak Secapa Polri. Selang dua minggu kemudian, diajak mengikuti pameran ke Metro Trade Center (MTC) Bandung," tuturnya kepada Radar Sukabumi siang kemarin. Dengan tambahan modal yang terkumpul dari hasil penjualan perhiasan perak di setiap pameran, maka pada tahun 2006 Dasep membuka kios di Jalan Otista No. 81 Kota Sukabumi. Ketika itu, dirinya dibantu oleh 12 orang karyawan. "Saat istri saya melahirkan anak ke-3, saya pun menyewa kios. Pembuatan dan pemasaran perhiasan perak dipusatkan di sana," tuturnya.Dasep dikenal sebagai orang yang tidak pelit dengan pengetahuannya. Setiap orang yang ingin bisa membuat perhiasan, dirinya pun mengajarkannya. Bahkan pada tahun 2007, tujuh orang mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, Fakultas Seni Rupa dan Desain, belajar di kios Dasep. "Mahasiswa tersebut belajar di sini dalam rangka Kerja Profesi I. Alhamdulillah dengan ketekunannya, pihak Fakultas memberinya nilai A. Sebelumnya nggak mengira bahwa mahasiswa Bandung tersebut mau belajar dengan saya," ungkapnya dengan rendah hati. Saat ini, ayah dari tiga anak ini memiliki enam karyawan. Dalam kegiatan produksinya, setiap hari memerlukan perak seberat 20 gram dan menghasilkan perhiasan rata-rata 6 buah per hari. Adapun harga tiap gramnya Rp8 ribu lima ratus - Rp9 ribu. Harganya berkisar dari Rp65 ribu-Rp1 juta. Adapun omset yang diperoleh dalam setiap bulannya rata-rata Rp4 juta. "Karyawan saya keluar masuk, sekarang tinggal 6 orang. Biasa mereka melihat peluang kerja di tempat lain. Namun saya welcome, andaikan mau kerja di sini lagi. Setiap hari saya bekerja dari pukul 09.00 WIB-pukul 21.00 WIB, kalau karyawan sampai pukul 15.00 WIB. Alhamdulillah, dengan kerja keras dan ketekunan, saya bisa membuka lapangan usaha dan mampu memenuhi kebutuhan sekolah anak," pungkasnya. (*) 
Laporan : Iwan Hermawan, Sukabumi

16 Mei 2011

Klub Ikan Koi Sukabumi bakal "Dilebur"

Sukabumi -- Potensi ikan hias terutama ikan koi asal Sukabumi dinilai sangat bagus oleh Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI). Selain suhu dan kondisi alamnya yang sesuai dengan habitat pembenihan  ikan koi, jarak antara Sukabumi ke ibukota Jakarta juga tidak begitu jauh.
Hal tersebut dikatakan Chairman Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) Budi Widjaja kepada Radar Sukabumi disela-sela kunjungannya ke Brider (peternak,red) Ikan Koi Kota Sukabumi, Ichwan Hamid.
Menurutnya, meski potensi Ikan Koi Sukabumi sudah cukup bagus, namun pihaknya sangat menyayangkan masih banyak para brider  yang terbuai dengan keadaan tersebut yang acap kali mereka ogah untuk mengembangkannya. Tidak hanya itu, klub pecinta ikan koi dengan mudahnya
membentuk organisasi sehingga asal-asalan dan sulit terkontrol aktifitasnya."Bukannya tidak boleh membentuk klub pecinta ikan hias atau pecinta ikan koi, namun alangkah baiknya klub-klub ini dilebur menjadi satu agar mudah terkontrol, fokus dalam pembinaan  dan akses informasi dari pusat lebih terarah seperti yang terjadi di Jepang. Karena dengan banyaknya klub bukan semakin baik malah makin banyak ego dan kepentingan yang tidak jelas,"katanya.
Budi sempat mengaku heran dengan kondisi Sukabumi. "Disini potensinya sangat bagus, kita tahu bahwa dari dulu di Sukabumi khususnya di daerah Cibaraja adalah pusat ikan, tapi bandingkan pamor Cibaraja dulu dengan sekarang,"ujarnya.
Budi menilai dahulu pamor Cibaraja sudah sampai seantero Indonesia bahkan nembus ke luar negeri. Tapi saat ini berubah drastis. "Hal ini menurut pandangan kami karena tidak sedikit para brider yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Artinya dengan egonya yang kuat mereka enggan untuk menularkan ilmunya kepada yang lain, untuk itu mulai saat ini mari kita rubah mindset kita untuk saling mendukung satu sama lain dan hilangkan ego sentris yang membelegu kita untuk berkembang. Mulailah berfikir secara kebangsaan jangan berfikir hanya untuk diri sendiri,"tuturnya.
Karena itu, kedatangannya bersama jurnalis Inggris, Mark ke Sukabumi selain untuk memantau sejauh mana perkembangan ikan koi yang nantinya akan diperkenalkan ke luar negeri, sekaligus akan "melebur" klub-klub ikan koi yang ada di Kota Sukabumi khususnya untuk bergabung menjadi satu. Dan menurut rencana pembentukannya akan diresmikan pada awal Juni 2011. "Ya begitu rencananya, namanya organisasinya silahkan dirembugkan dengan panitia disini dan awal Juni harus sudah di deklarasikan,"tegasnya.
Sementara itu, Brider (peternak,red) Ikan Koi Kota Sukabumi, Ichwan Hamid mengaku siap jika dirinya diajukan oleh rekan-rekannya sesama pecinta ikan koi untuk menjadi ketua dalam organisasi tersebut."Kami menyambut baik kedatangan para tamu ini ke Kota Sukabumi, apalagi kedatangan mereka untuk memberi support dan  pengembangan pasar potensial yang harus digarap,"katanya yang juga menambahkan bahwa untuk tingkat lokal pihaknya telah didukung oleh BBPBAT dan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi. "Untuk saat ini kami telah melakukan rekonsiliasi dengan rekan yang lain untuk membentuk satu perkumpulan yang nantinya diakui APKI. Karena kami sudah satu pemahaman, satu komitmen ingin memajukan Kota Sukabumi dan dunia koi ini di kancah internasional,"pungkasnya.(sri)

14 Mei 2011

Bank Muamalat Kerjasama KUM3 Dengan BAZ Kabupaten Sukabumi

Sukabumi -- Bank Muamalat Sukabumi Sebagai Pelopor Bank Syariah di Indonesia dan Bank yang peduli terhadap pengusaha Mikro,  melalui Baitulmaal Muamalat ( BMM ) merupakan anak perusahaan Bank Muamalat yang concern terhadap Sosial dan pemberdayaan ekonomi mikro meluncurkan Program KUM 3 ( Komunitias Usaha Mikro Muamalat Berbasis Masjid ) dan Desa Peradaban zakat yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat (BAZ) Kab. Sukabumi  di wilayah Kab. Sukabumi dan sekitarnya.
Branch Manager Bank Muamalat Cabang Sukabumi Irawan mengatakan bahwa pada awal Mei 2011 telah ditandatangani  Nota Kesepahaman ( MoU ) Program KUM3 dan Desa Peradaban Zakat  antara Baitulmaal Muamalat ( BMM) dengan Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Sukabumi, yang masing-masing diwakili oleh Isnaini Mufti Azis selaku Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat (BMM) dan Mustafa Kamal selaku Ketua Pengurus  Badan Amil Zakat ( BAZ) Kabupaten Sukabumi yang disaksikan langsung oleh Asisten Deputi  Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop) Pariaman Sinaga serta Branch Manager Bank Muamalat Cabang Sukabumi sendiri.
"Dalam kesempatan itu, kami dari Bank Muamalat Sukabumi melalui Baitulmaal Muamamalat dan BAZ Kabupaten Sukabumi sepakat, akan menyalurkan dana kelolaan sebesar Rp 500 Juta selama 2 tahun. Dama tersebut diperuntukkan bagi program pengembangan Komunitas Usaha Kecil Mikro berbasis masjid ( KUM3) dan Pemberdayaan desa Peradaban zakat di wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya,"ujarnya kepada Radar Sukabumi.
Kerjasama tersebut merupakan bukti nyata Bank Muamalat Sukabumi sebagai Bank Syariah dalam membantu Pengusaha miskin dan mikro untuk senantiasa tumbuh secara bersama-sama.
"Dalam program ini pula kami mengajak para pengusaha kecil dan mikro di pedesaan untuk memanfaatkan fasilitas perbankan yang dimiliki oleh Bank Muamalat,"tuturnya.
Fasilitas yang dimaksud seperti Tabungan Muamalat dengan saldo awal pembukaan yang ringan, tanpa saldo minimum dan gratis biaya administrasi bulanan serta gratis tarik tunai diseluruh ATM Muamalat, ATM Bersama dan ATM Prima.(*/sri)

11 Mei 2011

PDAM Cabut 1.655 Sambungan Rumah

Gunungpuyuh -- Selama 9 bulan menjabat sebagai Dirut PDAM TBW Kota Sukabumi (3 September 2010-3 Mei 2011), Helmi Soetikno dan jajarannya yang tergabung dalam Tim Satgasus Bina Pelanggan mampu mencabut jaringan 1.655 sambungan rumah (SR), sedangkan jumlah penunggak saat ini mencapai 5 ribu pelanggan yang  mengakibatkan PDAM rugi Rp 13 miliar.
Pencabutan ini dilakukan setelah pelanggan nunggak pembayaran mulai dari 6 bulan ke atas. Berdasarkan data yang dihimpun Radar Sukabumi dari bagian Satgasus Bina Pelanggan PDAM TBW Kota Sukabumi yang diketuai Dian Afriyandi. Jika dinominalkan  uang yang telah dikembalikan ke kas PDAM TBW  dari jumlah 1.655 SR yang dicabut, adalah sebesar Rp 1.776.976.940. Jumlah ini berasal dari para penunggak PDAM pusat sebesar Rp 722.904.795, dari Cabang Cisaat Rp 772.749.000 dan dari Cabang Sukaraja Rp 281.323.145.  
"Hal ini merupakan keberhasilan yang cukup signifikan dalam upaya menyehatkan perusahaan air ini. Alhamdulillah setelah saya menjabat disini uang yang telah dikembalikan ke kas PDAM TBW sebesar  Rp 1.776.976.940 dari 1.655 SR yang dicabut. Tentunya keberhasilan ini bukan dari saya sendiri, akan tetapi berkat dukungan, kerja keras serta semangat para karyawan kita disini. Apalagi sejak dibentuknya Tim Satgasus Bina Pelanggan pada awal Januari 2011,"ujar Dirut PDAM TBW Kota Sukabumi, Helmi Soetikno kepada Radar Sukabumi saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Dalam praktiknya, lanjut Helmi PDAM akan mengirimkan tagihan ke rumah pelanggan yang diketahui menunggak. "Dari situ kita bersama tim menunggu  komitmennya serta kita bina mereka selama dua bulan ke depan. Jika tidak ada niatan baik, terpaksa meteran air kita cabut. Rata-rata tunggakan mereka itu bervariatif bahkan ada yang sampai 3 tahun tidak bayar-bayar. Selama ini kita memang diam, namun kali ini kita harus mengambil tindakan tegas demi menyelamatkan perusahaan Pemkot Sukabumi ini,"tegasnya.
Ditambahkan, kebijakan pemutusan meteran tersebut merupakan keputusan final yang sudah melewati pembahasan antar pimpinan dan Badan Pengawasan.
"Bayangkan, para pelanggan itu masak, minum, mandi, bahkan berwudhu sekalipun menggunakan air, sedangkan air didapat dari aliran PDAM. Jika air yang dipakai ini tidak dibayar, bisa saja air ini suci namun tidak mensucikan. Jika tidak mensucikan, lantas bagaimana nilai ibadah kita di hadapan Allah SWT?," kata Helmi dengan nada bertanya.
Namun, lanjut pria yang akrab disapa Apih, ada juga pelanggan yang sebelum meterannya dicabut, ketika petugas PDAM mendatangi rumah pelanggan, mereka lantas membayar tunggakan. Sebab mereka khawatir, jika sampai meteran dicabut, selain mereka harus membayar tunggakan, jika ingin memasang kembali, mereka harus membayar biaya pemasangan baru.
"Pencabutan meteran ini dilakukan berdasarkan prosedur yang jelas, yang tertera dalam surat kesepakatan yang telah disetujui pelanggan sebelum berlangganan. Surat itu ditandatangani langsung oleh pelanggan. Dan ketentuan-ketentuan di dalamnya juga memuat tentang prosedur pencabutan meteran," terangnya.
Menurutnya, jika dibandingkan dari hak yang telah diperoleh, pastilah pelanggan tidak pernah keberatan jika hanya mengeluarkan uang senilai air yang telah mereka gunakan dari PDAM TBW. Sebab manfaat yang diperoleh jauh lebih besar dari itu.
Sementara itu, Ketua Tim Satgasus Bina Pelanggan PDAM TBW Kota Sukabumi, Dian Afriyandi
mengatakan mayoritas alasan yang dilontarkan para pelanggan yang menunggak itu karena mereka memiliki sumber air alternatif jadi sangat jarang menggunakan air dari PDAM. "Padahal ada tidak ada sumber air alternatif yang dimiliki pelanggan tersebut, penggunaan air PDAM bisa terlihat jelas di meterannya dan kita pun memiliki data yang lengkap. Untuk itu, pelanggan kami harapkan untuk sadar dan membayar kewajibannya, karena hak mereka dalam pemenuhan air ini telah mereka rasakan dan terima. Kami dari PDAM TBW sendiri tidak hanya mementingkan kuantitas saja akan tetapi kualitas pun kita jaga,"pungkasnya.(sri)

BSI Siapkan Enterpreneur Muda

Sukabumi -- Bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, akademi BSI Sukabumi menggelar Roadshow Seminar Nasional Enterpreneurship bertema Muda Jadi Pengusaha Tua Kaya Raya Mati Masuk Surga di Aula Hotel Pangrango Sukabumi, kemarin.
Seminar yang diikuti oleh ratusan peserta dari perwakilan guru, pelajar SMA/SMK/SMK  se-Sukabumi, mahasiswa hingga masyarakat umum itu bertujuan untuk membuka wawasan para peserta, khususnya agar mampu menggali potensi serta kemampuan untuk berani dalam berwirausaha.
Para tokoh unggulan Indonesia turut menjadi pembicara dalam seminar tersebut, yakni Prof DR Deddy Ismatullah yang juga Rektor UIN SGD Bandung dan Ketua MUI Kota Sukabumi, Valentino Dinsi (Spiritual Enterpreneur ) dan Firmansyah Budi P (Chairman tela Corporation).
Para pembicara menyampaikan materi tentang kewirausahaan dan gambaran umum tentang kiat-kiat jitu menjadi enterpreneur yang sukses. Prof DR Deddy Ismatullah memaparkan tentang cara menjadi seorang enterpreneur yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan harus melihat sosok Rasulullah SAW.
"Pilihan hidup untuk menjadi pengusaha di masa muda akan membuat kaya raya di waktu tua dan mati masuk surga. Untuk menjadi seorang enterpreneur harus punya keberanian, kersiapan mental dalam mengambil resiko. Saat ini banyak lulusan ekonomi yang tidak siap mengambil resiko. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa melahirkan jiwa enterpreneurship yang religius,"ujarnya kepada Radar Sukabumi.
Begitupun menurut Valentino Dinsi (Spiritual Enterpreneur). Untuk menjadi seorang enterpreneur itu dibutuhkan mental yang kuat serta pantang menyerah. "Jiwa enterpreneurship ini harus dimiliki oleh semua orang karena pada dasarnya semua orang bisa menjadi pengusaha asalkan bersungguh-sungguh. Dengan sungguh-sungguh, segala tantangan dan rintangan seolah tak ada artinya, semua dihadang untuk mencapai tujuan,"katanya.
Lain halnya dengan pemikiran yang disampaikan Firmansyah Budi P (Chairman tela Corporation). Menurut Firmansyah, tak perlu modal besar untuk jadi pengusaha, cukup dengan keberanian, selalu ingin tahu,mau belajar,hilangkan rasa gengsi dan kejujuran, maka Tuhan akan membukakan jalan untuk kelancaran usaha."Mencari nafkah di bidang perdagangan sangatlah mulia, karena selain menyediakan lapangan kerja untuk orang lain, usaha ini pun bisa menjadi jalan menuju surga. Saya sendiri memulai usaha dibidang pengolahan ketela ini banyak yang mencela, mereka bilang kampungan dan lainnya. Kalau diambil hati kita tidak bisa berkembang dan sukses maka biarkanlah mereka dan tunjukkan bahwa kita bisa,"terangnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang BSI Sukabumi, Taufik Baidawi mengharapkan  dengan adanya seminar ini, banyak kaum muda di Indonesia khususnya di Sukabumi yang memiliki jiwa enterpreneurship dan semakin banyak kesempatan untuk membuka lapangan pekerjaan.
Ia pun menjelaskan bahwa seminar yang diadakan di Hotel Pangrango Sukabumi itu merupakan kegiatan roadshow BSI secara nasional dan BSI Sukabumi menjadi kota ke-6 dari 8 kota dalam penyelenggaraan seminar se- Indonesia ini. Sebelumnya seminar ini dilaksanakan di Jakarta, Pontianak, Yogyakarta, Purwokerto, Tasikmalaya, Sukabumi, Bandung dan Karawang. Selain sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, kegiatan seminar tersebut untuk merayakan ulang tahun BSI yang ke-23 yang jatuh pada 3 Maret 2011.Untuk di lingkungan BSI Sukabumi sendiri, kami juga menyediakan BSI Career Centre yang memudahkan mahasiswa dan alumni khususnya dalam mencari pekerjaan. "Untuk menggali keberanian masyarakat agar mau terjun di dunia bisnis, dalam roadshow seminar nasional ini kita hanya menyajikan gambaran umum saja tentang kiat-kiat jitu menjadi entrepreneur muda, memberikan informasi dunia usaha. Sedangkan keputusan untuk terjun bisnis tetap menjadi pilihan mereka,"pungkasnya.(sri)

9 Mei 2011

Lelang Motor Diminati

Cikole -- Setelah seminggu Alto Lelang mengadakan pelelangan motor di Toserba Selamat, kemarin, merupakan puncak acara pelelangan motor. Pecerta yang mengikuti pelelangan  cukup antusias. Jumlahnya sekitar 180 peserta. Dan motor yang dilelang sebanyak 175 motor. Acara yang diselar tiap bulan ini semakin banyak diminati di kalangan masyarakat khususnya untuk orang-orang yang punya usaha dealer motor. Salah satunya Budi irwansyah yang sudah membeli motor sebanyak 42 motor. Saat ditanya akan diapakan motor tersebut Budi mengaku motornya untuk  dijual lagi di dealernya. Menurut Budi pelelangan motor ini sangat menguntungkan baginya karena selain harganya yang murah serta proses penjualannya cepat. "Saya berharap bulan depan lebih banyak lagi motor yang akan dilelang supaya bisa banyak pilihan,"harapnya yang mengaku sering mengikuti pelelangan ini setiap bulannya.
Menurut Koordinator Area, Riskandarysah setiap bulannya selalu mendapat peningkatan jumlah  peserta ataupun jumlah motor yang dilelang. "Setiap bulan kami selalu meningkat hasil penjualannya dan semoga saja untuk bulan berikutnya semakin banyak yang ikut berpartisipasi", harap pria ramah ini.
Sementara itu, Riskandarsyah juga menambahkan untuk motor yang tidak laku terjual pada bulan ini akan disimpan pada pelelangan bulan depan dan harganya mungkin diturunkan lagi. Sedangkan untuk proses pengambilan motor, pihak Alto lelang akan memberikan waktu tiga dari serta pembayaran langsung kontan.(pkl1) 

16 Rokok Illegal Beredar di Kota Sukabumi

Sukabumi -- Maraknya peredaran rokok dengan pita cukai illegal saat ini, bukan hanya merugikan negara melainkan juga para pedagang rokok baik di toko maupun warung-warung tradisional. Sebagai upaya untuk mengantisipasi tidak beredar luasnya rokok dengan pita cukai illegal, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sukabumi melakukan pendataan rokok-rokok yang beradar di toko dan warung di seluruh kelurahan di Kota Sukabumi.
Berdasarkan data  yang diperoleh dari Satpol PP Kota Sukabumi, selama dua hari melakukan pendataan di beberapa kelurahan telah berhasil mendata 16 merk rokok yang pita cukainya illegal termasuk barang buktinya.
“Kami bukan hanya melakukan pendataan terhadap rokok yang menggunakan pita cukai illegal, melainkan juga rokok yang pita cukainya  telah kadaluarsa,” kata Kasubag TU Satpol PP Kota Sukabumi, Budi Hermawan saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya, Jumat ( 6/5).
Menurutnya, asli atau tidaknya pita cukai pada rokok akan ketahuan ketika hologram pada rokok tersebut diperiksa menggunakan alat dengan sinar ultraviolet yang biasa dipakai untuk mengetahui uang palsu. Ciri-ciri pita cukai yang asli di dalam hologram ada tulisan BCRI (Bea Cukai RI), sedangkan yang palsu atau illegal tidak ada bahkan kalaupun ada tulisan BCRI nya tidak lengkap dan hanya BC saja.
“Kami hanya bertugas untuk mendata saja dan nantinya akan laporkan hasilnya ke Diskoperidag Kota Sukabumi, Satpol PP Provinsi serta Bea Cukai Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Saat ditanya apakah nanti akan ada tindakan lebih lanjut yaitu dengan menyita rokok-rokok tersebut, Budi menjelaskan, bahwa pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk itu. Karena sesuai dengan undang-undang 39 tahun 2007 tentang  Bea Cukai, bahwa untuk menindak dan menyelidiki adalah kewenangan bea cukai.
Pendataan yang dilakuka Satpol PP Kota Sukabumi sudah berjalan selama dua tahun, sebelum turun ke lapangan seluruh anggota Satpol PP mengikuti bintek terlebih dahulu bagaimana cara menggunakan alat pendeteksi untuk mengetahui pita cukai di rokok tersebt asli atau palsu, serta diposisi mana letak pita cukai yang harus diperiksa yaitu di hologramnya.(sri)

Telepon Putus, Esia Siap Ganti Talktime

Sukabumi -- Siapa yang berani menantang bila telepon putus akan diganti? Di tengah maraknya operator yang bilang jaringannya kuat? Esia dengan berani hanya Esia yang berani tanggungjawab. Maka, untuk mendukung program ini operator Esia meluncurkan program baru, yakni memberikan kompensasi kepada pelanggan Esia apabila terjadi call drop atau putus hubungan telepon di jaringan Esia.
Setiap pelanggan yang menelepon selama minimal satu menit, dan kemudian terputus, maka akan diganti talktimenya sebesar Rp 100. Sedangkan jika menelepon ke operator lain, akan diganti Rp 500.
Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom bidang Network dan Operations Muhammad Buldansyah, dalam peluncuran program Kualitas Jaringan Mulus Tanpa Putus" di Senayan, Jakarta Pusat mengatakan, saat ini tingkat call drop Bakrie Telecom rata-rata hanya 0,66 persen, jauh di bawah batas yang ditetapkan peraturan Menkominfo yaitu maksimal 5 persen. Namun program jaminan kualitas layanan ini tidak berlaku untuk sambungan langsung inter-nasional dan telepon short code.
"Program ini berlaku selama tiga bulan,'ujar pria yang akrab disapa Dany.
Menurutnya, tiga bulan adalah waktu yang ditetapkan Esia, sesuai peraturan pemerintah mengenai periode program. "Bukan berarti setelah tiga bulan kualitas jaringan kita menurun," tegasnya.
Dijelaskannya, untuk menelepon lintas operator, akan terlihat, jaringan siapa yang terputus. Jika putusnya jaringan terjadi di Esia, maka akan diganti, namun jika operator lain, tidak diganti. Jaminan kekuatan jaringan ini bisa dilakukan Esia karena peningkatan di berbagai perangkat keras dan perangkat lunak mereka.
"Untuk satu menara BTS kita bisa melayani hingga 6000 pelanggan, bandingkan dengan BTS operator GSM yang hanya 1500 pelanggan," jelasnya.
Jaringan CDMA, kata dia, juga bisa menelepon dengan sinyal hanya 1 bar (garis). Hal itulah yang membuat Esia semakin percaya diri menggulirkan program ini.
Program ini berlaku di 82 kota yang sudah menjadi cakupan arca Esia, dan bisa dinikmati 13 juta pelanggan Esia. Saat ini, Esia memiliki 4000 BTS di Indonesia, dan akan terus ekspansi sesuai kebutuhan pelanggan. Penggantian talktime akan diberikan sekitar dua hari setelah terjadi call drop.(*/sri)
 

6 Mei 2011

Kinerja ekonomi Jabar tumbuh 6,87%

Bandung : Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat selama triwulan I/2011, tumbuh 6,87% dibandingkan dengan periode yang sama 2010. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Lukman Ismail mengemukakan dari sisi lapangan usaha, laju pertumbuhan selama triwulan I/2011 itu ditopang oleh hampir semua sektor, kecuali pertanian dan pertambangan.
Dia menyebutkan sektor industri pengolahan pada triwulan I/2011 tumbuh 5,43%, bangunan dan konstruksi tumbuh 15%, angkutan dan komunikasi tumbuh 27%, serta keuangan sewa serta jasa perusahaan tumbuh 15,97%.