Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label baz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baz. Tampilkan semua postingan

14 Mei 2011

Bank Muamalat Kerjasama KUM3 Dengan BAZ Kabupaten Sukabumi

Sukabumi -- Bank Muamalat Sukabumi Sebagai Pelopor Bank Syariah di Indonesia dan Bank yang peduli terhadap pengusaha Mikro,  melalui Baitulmaal Muamalat ( BMM ) merupakan anak perusahaan Bank Muamalat yang concern terhadap Sosial dan pemberdayaan ekonomi mikro meluncurkan Program KUM 3 ( Komunitias Usaha Mikro Muamalat Berbasis Masjid ) dan Desa Peradaban zakat yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat (BAZ) Kab. Sukabumi  di wilayah Kab. Sukabumi dan sekitarnya.
Branch Manager Bank Muamalat Cabang Sukabumi Irawan mengatakan bahwa pada awal Mei 2011 telah ditandatangani  Nota Kesepahaman ( MoU ) Program KUM3 dan Desa Peradaban Zakat  antara Baitulmaal Muamalat ( BMM) dengan Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Sukabumi, yang masing-masing diwakili oleh Isnaini Mufti Azis selaku Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat (BMM) dan Mustafa Kamal selaku Ketua Pengurus  Badan Amil Zakat ( BAZ) Kabupaten Sukabumi yang disaksikan langsung oleh Asisten Deputi  Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop) Pariaman Sinaga serta Branch Manager Bank Muamalat Cabang Sukabumi sendiri.
"Dalam kesempatan itu, kami dari Bank Muamalat Sukabumi melalui Baitulmaal Muamamalat dan BAZ Kabupaten Sukabumi sepakat, akan menyalurkan dana kelolaan sebesar Rp 500 Juta selama 2 tahun. Dama tersebut diperuntukkan bagi program pengembangan Komunitas Usaha Kecil Mikro berbasis masjid ( KUM3) dan Pemberdayaan desa Peradaban zakat di wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya,"ujarnya kepada Radar Sukabumi.
Kerjasama tersebut merupakan bukti nyata Bank Muamalat Sukabumi sebagai Bank Syariah dalam membantu Pengusaha miskin dan mikro untuk senantiasa tumbuh secara bersama-sama.
"Dalam program ini pula kami mengajak para pengusaha kecil dan mikro di pedesaan untuk memanfaatkan fasilitas perbankan yang dimiliki oleh Bank Muamalat,"tuturnya.
Fasilitas yang dimaksud seperti Tabungan Muamalat dengan saldo awal pembukaan yang ringan, tanpa saldo minimum dan gratis biaya administrasi bulanan serta gratis tarik tunai diseluruh ATM Muamalat, ATM Bersama dan ATM Prima.(*/sri)

18 Maret 2011

BAZ Kabupaten Sukabumi Gandeng APINDO

CISAAT -- Upaya menggali potensi zakat dan infak terus dilakukan Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Sukabumi. Lembaga pengelola dana umat ini menggandeng para pengusaha yang berhimpun di Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi.
 Ketua BAZ Kabupaten Sukabumi, Mustafa Kamal mengatakan, diliriknya APINDO, itu merupakan strategi dalam peningkatan potensi zakat dan infak. Sebab selama ini hasil pengumpulan zakat dari kalangan pengusaha belum sepenuhnya terkelola dengan baik."Pengusaha itu pasti punya perusahaan dan buruh. Jadi target kita bukan hanya zakat dari kalangan pengusaha tapi infak dari kalangan buruhpun akan menjadi sasaran,"jelas Mustafa kepada Radar.
 Dari persentase jumlah buruh di Kabupaten Sukabumi yang jumlahnya mencapai ribuan. Jelas jika dikelola dengan baik, akan menghasilkan pemasukan signifikan."Untuk buruh kita atur bukan di nisab zakat tapi di atur dalam program gerakan infak. Bayangkan jika satu hari mereka mengumpulkan infak Rp 1000 dikali lima ribu karyawan saja tentu hasilnya menggembirakan,"ungkapnya.
 Mustafa mengungkapkan, hasil pengumpulan infak dari buruh, sebenarnya akan dikembalikan kepada buruh sendiri, dengan pengelolaan unit pos pengumpul zakat/infak di tiap perusahaan. "Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan koperasi-koperasi yang ada di perusahaan masing-masing. Intinya zakat atau infak yang disetorkan ke BAZ, pada dasarnya akan kembali kepada mereka,"imbuhnya.(wan)