Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label harga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harga. Tampilkan semua postingan

2 Juli 2012

Jelang Puasa, Harga Cabai Meroket

SUKABUMI - Meski bulan Ramadan tinggal hitungan minggu, namun harga sayuran di sejumlah pasar di Sukabumi sudah terlebih dahuulu mengalami kenaikkan harga. Seperti cabai merah contohnya. Harga cabai merah di Pasar Cisaat saat ini menyentuh harga Rp 20 ribu per kilogram. Padahal harga sebelumnya sekitar Rp 17, 500 per kilogram. 
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Cisaat Sukabumi, Ana Sulastri mengatakan untuk harga seperti cabai memang fluktuatif atau naik turun. “Kenaikkan harga cabai sekarang ini karena kurangnya pasokan yang datang ke Pasar Cisaat,”ujar Ana Sulastri kepada Radar Sukabumi, kemarin. Kendati demikian, 
diakuinya daya beli masyarakat masih belum terlalu tinggi. Daftar harga sembako yang relatif stabil antara lain seperti daging ayam masih berkisar Rp. 26ribu per kilogram, minyak goreng Rp.10.800 per liter, telur Rp. 17 ribu per kilogram, beras Rp.7.500 per liter. 
“Harga-harga ini kemungkinan akan naik menjelang bulan Ramadan yang akan berlangsung tak lama lagi. Diharapkan masyarakat lebih pintar dalam menghadapi kenaikan harga ini. Biasanya bulan puasa masyarakat akan sangat tergantung pada sembako melebihi bulan-bulan biasanya,”pungkasnya. (cr5) 

7 November 2011

Pasca Lebaran, Harga Daging Tetap Meroket

SUKABUMI -- Biasanya, sejumlah harga sembako mengalami penurunan pasca lebaran. Namun, hal ini tidak terjadi di Kota Sukabumi. Meski Hari Raya Idul Adha 1432 H telah dilakukan, ironisnya di semua pasar tradisional yang ada di Kota Sukabumi lonjakan harga masih tetap terjadi, alhasil membuat konsumen menjerit. Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi di lapangan. Kenaikan harga terjadi sepekan terakhir ini. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada jenis daging. Misalnya saja daging sapi dan daging ayam harganya terus meroket. 
Di Pasar Pelita Kota Sukabumi, daging sapi menembus angka Rp.70 ribu/kg. Padahal sebelumnya harga daging sapi di pasaran hanya Rp 60 rbu/kg. Sedangkan harga daging ayam potong masih tetap Rp25 ribu/kg dari harga awal Rp22 ribu/kg. Begitupun dengan harga daging kambing juga mengalami kenaikan dari harga Rp55 rbu/kg menjadi Rp65 ribu/kg. “Pada musim lebaran pasti harga daging mengalami kenaikan, dan sangat sulit sekali harga diturunkan,”ujar salah seorang pedagang daging di Pasar Pelita Kota Sukabumi, Parman (55). Pria yang sudah 15 tahun berjualan daging ini mengaku saat ini harga khususnya daging masih belum mengalami penurunan. “Kami tidak tahu kapan harga daging-daging ini akan turun. Toh sekarang pun lebarannya telah lewat tapi harga tetap belum ada perubahan alias belum turun. Saya ga berani menurunkan harga karena harga belinya juga sudah naik, nanti saya rugi dong,”bebernya. 
Kenaikan harga juga diikuti oleh melambungnya harga jual pada komoditi lainnya. Cabe merah misalnya harga semula Rp35 ribu/kg menjadi Rp40 ribu/kg. Begitupun dengan jenis cabe rawit terus melaju tinggi dari Rp20 ribu/kg menjadi Rp.25 ribu/kg. “Harga makin naik saja padahal kan sudah selesai lebarannya juga harusnya harga bisa turun. Saya sebagai masyarakat berharap dinas terkait Diskoperindag Kota Sukabumi membantu kami agar harga ini bisa ditekan pasca lebaran,”pungkas Elisa (29), seorang ibu rumahtangga yang tinggal di Parungseah Sukabumi. (cr2) 

8 Oktober 2011

Kemarau, Harga Beras dan Cabai Naik

Sukabumi – Musim kemarau yang melanda Kota Sukabumi saat ini berimbas pada kenaikan sejumlah harga kebutuhan bahan pokok. Seperti yang terjadi di sejumlah pasar Kota Sukabumi. Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi di lapangan kemarin, sembako yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan diantaranya jenis komoditi cabe  merah semula Rp 10 ribu/Kg naik menjadi Rp  16 ribu/Kg. 
Demikian juga beras mengalamilonjakan harga. Untuk jenis beras Kelas I dari Rp.6.700/Kg kini menjadi Rp.7 ribu/Kg  sedangkan  untuk  beras Kelas II semula Rp 6.200/Kg  sekarang Rp 6.600/Kg dan daging ayam broiler semula Rp.18 ribu/Kg menjadi Rp 24 ribu/Kg. Sedangkan harga sembako lainnya yang mengalami penurunan harga terjadi pada gula pasir semula Rp 10ribu/Kg turun menjadi Rp 9.500/Kg, minyak goreng semula Rp 10 ribu/Kg sekarang  Rp 9ribu/Kg dan telur ayam semula  Rp 18ribu/kg menjadi Rp 14 ribu/Kg.
Saat dikonfirmasi mengenai kenaikan harga ini, sejumlah pedagang di pasar Kota Sukabumi mengku bahwa kenaikan sebagian harga sembako ini disebabkan stok barang yang menipis akibat  musim kemarau. Seperti cabe dan  beras. “Stok bahan pokok semuanya  masih cukup. Hanya saja di beberapa  jenis komoditi menipis karena kemarau,”kata Ai Nurlela(38 ), seorang pedagang di Pasar Gudang Kota Sukabumi.
Senada juga dikatakan Aning Koswara(27). Pedagang daging ayam ini mengeluhkan akibat naiknya harga ini menjadikan banyak kawan-kawannya sesama pedagang ayam terpaksa libur. “Tidak sedikit teman kami sesama pedagang ayam disini tidak berjualan. Karena barangnya  jarang dan cenderung  berubah harganya. Kami harap harga kembali stabil lagi,”ujarnya.
Salah seorang konsumen Iar Sumiati (30) saat ditemui Radar Sukabumi di Pasar Gudang juga mengeluh. “Kenaikan sebagian  harga ini sangat berimbas pada daya beli kami selaku konsumen. Biasanya dengan Rp10 ribu saya bisa mendapatkan satu kilo cabai, nah sekarang terpaksa  saya menguranginya hanya bisa membeli setengah kilo saja untuk mengirit. Saya harap Pemkot Sukabumi melalui dinas terkait segera mengatasi kondisi ini agar segera turun kembali,”tuturnya.
Sementara itu, di tempat terpisah Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi yang  diwakili Sekretarisnya Achmad  Rizali saat dikonfirmasi  Radar Sukabumi di ruang kerjanya kemarin, membenarkan adanya kenaikan sejumlah harga sembako di pasar Kota Sukabumi.
“Memang benar di pasaran terjadi kenaikan harga beberapa komoditi. Kami selalu melakukan  pengecekan harga sembako di pasaran,”ucapnya.
Menurutnya, Pemkot Sukabumi melalui Diskoperindag  tidak bisa menentukan Harga Eceran  Tertentu (HET). “Kami tidak bisa menentukan HET untuk sembako ini. Karena wewenang Diskoperindag  hanya sebatas memantau harga saja. Hanya jika terjadi kenaikan sembako  jenis beras, Diskoperindag secepatnya akan melakukan operasi pasar ke sejumlah kecamatan  yang ada  di Kota Sukabumi. Dengan senantiasa berkoordiansi dengan semua unsur mulai dari para pelaku usaha termasuk dengan Bulog Sub Drive Cianjur. Agar bisa menekan angka  kenaikan harga sehingga bisa meringankan beban masyarakat apalagi di musim kemarau seperti sekarang,”(cr.2)