Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label badri suhendri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label badri suhendri. Tampilkan semua postingan

31 Januari 2012

Ketua DPRD Upayakan Penyelesaian Masalah SUTT PLN

Foto : Radar Sukabumi
PALABUHANRATU : Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi membeberkan hasil pertemuannya dengan Direksi PT PLN (Persero) di Jakarta Jum’at (27/1) lalu. Kepada Radar Sukabumi kemarin, ia menyebutkan jika direksi PLN bakal mengecek ke lokasi jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) kontroversi di Kampung Cileungsi dan Kampung Jayanti, Desa Citarik. Dalam hal ini, dewan siap menjadi jaminan agar masalah itu cepat terselesaikan. “Kata pihak PLN dalam dekat ini mereka akan melihat Lokasi jaringan SUTT di Desa Citarik. Saya sangat mengapresiasi dengan penyambutan pihak PLN yang begitu serius,” katanya. 
Legislator asal partai berlambang bintang mercy ini juga berangkat ke Jakarta, Jalan Trunojoyo blok M 1/135, Kebayoran Baru itu ditemani Sekretaris Komisi III, Hendar Darsono yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD). Ia berangkat langsung karena ingin segera menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi masyarakatnya dan pembangunan yang harus segera diselesaikan. Di sana, DPRD Kabupaten Sukabumi yang diwakili kedua orang itu (Badri dan Hendar) langsung diterima manajer Senior Hubungan kelembagaan, Baringin Nababand dan Sekretaris Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagian kontruksi berikut tiga direksi PLN lainnya. Di sana, Badri menyampaikan keluhan-keluhan warga berikut solusinya. Badri menjelaskan keluhannya itu seperti yang disampaikan warga Desa Citarik terlebih yang diwakili tokoh masyarakat Desa Citarik, Dudun Sudrajat. Diantaranya, soal Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 975 K/47/MPE/1999 tentang kompensasi yang kompensasi lahan yang dilalui jaringan konduktor SUTT hanya mendapatkan kompensasi 10 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Dan kepmen tersebut dianggap tidak berpihak kepada masyarakat lantaran harga lahan yang dilalui jaringan SUTT itu menjadi anjlok. “Bahkan, lahan yang dilalui jaringan itu tidak bisa diterima bank sebagai jaminan. Semua keluhan warga saya sampaikan,” bebernya. 
Dan ia juga menyampaikan tanggapan dari pihak PT PLN. Menurutnya, PLN sudah sangat kooperatif untuk menindaklanjuti yang dikeluhkan Warga Desa Citarik. Meski, pihak PLN menyebutkan kejadian itu hampir terjadi di seluruh Indonesia. “Dan pihak PLN juga sudah melayangkan surat ke Menteri ESDM soal masalah di Desa Citarik. Dan masukan dari DPRD juga akan menjadi dasar penindaklanjutannya, makanya saya juga menunggu dari PLN dan jika lama saya juga akan menagih lagi. Karena pembangunan harus jalan dan masalah dengan warga harus segera diselesaikan,” tegasnya. (Radar Sukabumi

20 Januari 2011

Defisit Anggaran Turun Rp119 Miliar

PALABUHANRATU--Kendati anggaran setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sukabumi, sudah dipangkas melalui pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) oleh Tim Anggaran Belanja Daerah (TAPD) Pemkab Sukabumi, namun APBD 2011 masih defisit sekitar Rp 119 miliar. Angka tersebut sebenarnya sudah ditekan lebih dari setengah asumsi semula defisit anggaran RAPBD 2011 yaitu sekitar Rp258 miliar. 
Foto : radar sukabumi
Setelah melalui rapat gabungan antara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Sukabumi dan TAPBD Pemkab Sukabumi sekitar dua pekan, selisih belanja dengan pendapatan dalam APBD 2011 bisa ditekan hingga Rp 134 miliar dengan langkah efesiensi anggaran program dari setiap OPD. Hal itu terungkap pada rapat paripurna pengesahan RAPBD 2011 di Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, kemarin. 
Berdasarkan laporan yang disampaikan badan anggaran, total pendapatan daerah (dari PAD, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah) sekitar Rp1,53 triliun. Sedangkan belanja daerah (langsung dan tidak langsung) sekitar Rp 1,65 triliun. Defisit ini kemudian tertutupi oleh sisa lebih pemibayaan anggaran (silpa) 2010. Untuk diketahui silpa 2010 Kabupaten Sukabumi sekitar Rp 129,7 miliar. Sebelumnya, silpa diasumsikan sekitar Rp271,33 miliar. (selengkapnya lihat grafis). 
"Ada defisit antara kekuatan belanja dengan pendapatan yang direncanakan pada APBD 2011 ini. Selisihnya sebesar Rp 119 miliar. Namun, defisit itu bisa ditutupi dengan silpa tahun anggaran 2010 lalu senilai Rp 119 miliar juga. Jadi tidak ada istilah defisit lagi, semuanya sudah balance (seimbang) juga tidak surplus," papar ketua DPRD Kabupaten Sukabumi yang juga ketua badan anggaran Badri Suhendi didampingi anggota badan anggaran Hendar Darsono kepada Radar Sukabumi, kemarin. 
Sementara itu, Bupati Sukabumi mengucapkan bersyukur pembahasan rancangan APBD 2011 bisa dirampungkan meskipun ada keterlambatan. "Keterlambatan pembahasan ini bukanlah disengaja melainkan kita melakukan akurasi data terlebih dahulu. Hasil ini adalah yang terbaik," kata Sukmawijaya Lebih lanjut Bupati mengaku akan segera menyerahkan hasil pengesahan APBD 2011 kepada Gubernur Jawa Barat untuk dievaluasi. "Kalau sudah ada evaluasi dari Gubernur, baru rancangan ini akan ditetapkan sebagai APBD 2011," tandasnya. 
Usai rapat paripurna pengesahan APBD 2011 itu, dilanjut dengan penanaman pohon trembesi yang dilakukan Bupati bersama unsur Muspida Kabupaten Sukabumi. Penanaman pohon trembesi di lingkungan gedung DPRD Kabupaten Sukabumi itu sebagai salah satu aplikasi dari program penanaman sejuta pohon.(frd)