Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label listrik. Tampilkan semua postingan

23 Februari 2012

Lowongan Operator MDE #Closing 24 Maret 2012

Lowongan Kerja Operator MDE (OPR-MDE) di Asia Health Energi Beverages,

Asia Health Energi Beverages menyediakan lowongan pekerjaan untuk posisi Operator MDE.
Persyaratan :
  1. Pria, Maksimal umur 25 tahun
  2. Pendidikan SMK Listrik/Mesin
  3. Pengalaman dibidangnya diutamakan
  4. Penempatan kerja di daerah Sukabumi

Level karir untuk fresh/entry level dengan waktu kerja full time dan gaji yang negotiable.

Lamaran ditutup tanggal 24 Maret 2012
Lamaran lengkap dapat dikirim via email ke :  po.box.4483@gmail.com

31 Januari 2012

Ketua DPRD Upayakan Penyelesaian Masalah SUTT PLN

Foto : Radar Sukabumi
PALABUHANRATU : Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi membeberkan hasil pertemuannya dengan Direksi PT PLN (Persero) di Jakarta Jum’at (27/1) lalu. Kepada Radar Sukabumi kemarin, ia menyebutkan jika direksi PLN bakal mengecek ke lokasi jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) kontroversi di Kampung Cileungsi dan Kampung Jayanti, Desa Citarik. Dalam hal ini, dewan siap menjadi jaminan agar masalah itu cepat terselesaikan. “Kata pihak PLN dalam dekat ini mereka akan melihat Lokasi jaringan SUTT di Desa Citarik. Saya sangat mengapresiasi dengan penyambutan pihak PLN yang begitu serius,” katanya. 
Legislator asal partai berlambang bintang mercy ini juga berangkat ke Jakarta, Jalan Trunojoyo blok M 1/135, Kebayoran Baru itu ditemani Sekretaris Komisi III, Hendar Darsono yang juga ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD). Ia berangkat langsung karena ingin segera menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi masyarakatnya dan pembangunan yang harus segera diselesaikan. Di sana, DPRD Kabupaten Sukabumi yang diwakili kedua orang itu (Badri dan Hendar) langsung diterima manajer Senior Hubungan kelembagaan, Baringin Nababand dan Sekretaris Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagian kontruksi berikut tiga direksi PLN lainnya. Di sana, Badri menyampaikan keluhan-keluhan warga berikut solusinya. Badri menjelaskan keluhannya itu seperti yang disampaikan warga Desa Citarik terlebih yang diwakili tokoh masyarakat Desa Citarik, Dudun Sudrajat. Diantaranya, soal Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 975 K/47/MPE/1999 tentang kompensasi yang kompensasi lahan yang dilalui jaringan konduktor SUTT hanya mendapatkan kompensasi 10 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Dan kepmen tersebut dianggap tidak berpihak kepada masyarakat lantaran harga lahan yang dilalui jaringan SUTT itu menjadi anjlok. “Bahkan, lahan yang dilalui jaringan itu tidak bisa diterima bank sebagai jaminan. Semua keluhan warga saya sampaikan,” bebernya. 
Dan ia juga menyampaikan tanggapan dari pihak PT PLN. Menurutnya, PLN sudah sangat kooperatif untuk menindaklanjuti yang dikeluhkan Warga Desa Citarik. Meski, pihak PLN menyebutkan kejadian itu hampir terjadi di seluruh Indonesia. “Dan pihak PLN juga sudah melayangkan surat ke Menteri ESDM soal masalah di Desa Citarik. Dan masukan dari DPRD juga akan menjadi dasar penindaklanjutannya, makanya saya juga menunggu dari PLN dan jika lama saya juga akan menagih lagi. Karena pembangunan harus jalan dan masalah dengan warga harus segera diselesaikan,” tegasnya. (Radar Sukabumi

30 Januari 2012

Apindo Jabar: Penaikan TDL ancam daya saing industri

Foto : Bisnis Jabar
BANDUNG : Kenaikan tarif dasar listrik 10% yang rencananya akan bergulir pada 1 April 2012, akan semakin mendorong biaya operasional perusahaan dan menurunkan daya saing industri. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedy Widjaja mengatakan kenaikan TDL yang rencanannya akan mencapai 10% tersebut jelas akan membuat biaya produksi bertambah. “Sejauh ini, rata-rata komponen listrik menyedot 30% biaya produksi. Coba bayangkan, kalau naik 10%, biaya produksi meningkat jadi berapa,” katanya hari ini. 
Dia mengatakan dengan kondisi yang seperti itu memungkinkan dunia industri terancam. “Kalau industri yang sudah bisa lagi menanggung beban atas naiknya TDL, kemungkinan akan mengalami kebangkrutan dan para pekerja terancam phk,” jelasnya. Selain itu, Dedy mengatakan sebelum menaikan TDL, sebaiknya pemerintah memperhatikan faktor lain, seperti, naiknya beban produksi dunia industri, juga kebutuhan hidup para pekerja. Lalu, sambungnya, kenaikan TDL itu pun kemungkinan berpotensi terjadinya daya saing industri turun akibat tingginya biaya produksi yang membuat harga jual sekakin meningkat. (Bisnis Jabar)

Waspadasi Tarif Listrik Juga Naik 10%

JAKARTA : Pemerintah tampaknya tetap nekad dengan rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10% pada April 2012. Pada pada saat yang sama juga akan diberlakukan pembatasan BBM. “Pokoknya kami menganggarkan ya naik maksimum 10%. Saya tegaskan sampai dengan 10%,” kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Namun demikian, kata mantan Dirut Bank Mandiri ini, dalam perjalanannya kemungkinan tetap ada opsi lain yang berkembang. “Jadi kalo ada opsi lain saya persilahkan tapi kami meminta 10% maksimum kenaikan TDL,” tambahnya 
Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Djarman mengatakan ada dua opsi yang akan diserahkan ke DPR RI mengenai kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10%. ”Ada beberapa opsi (kenaikan) yang menggunakan 450 watt tidak naik. Opsi kedua 450 watt, 900 watt sampai 60 kwh ada yang tidak naik tapi semua naik 10%. Untuk golongan pelanggan tidak mampu tidak naik. Opsi-opsi itu yang akan diajukan ke DPR. Pemerintah sudah usulkan, ada beberapa alternatif,” ujar Djarman. Djarman mengakui kemungkinan memang ada kenaikan 10% maka PLN dapat menghemat kurang lebih Rp8,9 triliun. “Semua akan dibicarakan. kalau 450 watt itu naik tapi sesudah pemakaian diatas 60 kwh,” tegasnya. 
Lebih jauh kata Djarman, opsi tersebut disetujui DPR, maka kenaikan ini akan sejalan dengan upaya pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April 2012. ”Kalau gas sudah optimal akan efisien. Pemerintah akan mengusulkan kepada DPR. Karena UU nomor 30 menyatakan (demikian), kita sudah sampaikan ini kita minta waktu ke DPR. Kalau disetujui itu 1 April. Sudah disebutkan nota keuangan di Agustus kemarin,” jelasnya. Meski begitu, Djarman mengatakan pihak DPR masih belum menyetujui rencana kenaikan TDL ini, karena masih menunggu kajian dari pemerintah. “Kajian sudah. Hasilnya kenaikan 10 persen pengaruhnya terhadap competitiveness tidak signifikan artinya mayoritas Usaha Kecil Menengah (UKM) di atas 90 persen tidak terpengaruh,” pungkasnya. 
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah sudah memperhitungkan laju inflasi akibat kenaikan TDL mulai April nanti sehingga pemerintah ingin TDL tetap naik. “Inflasi sudah diperhitungkan kenaikan TDL sudah diperhitungkan,” jelasnya Sementara soal imbauan pemakaian BBG, Hatta mengatakan tak perlu menunggu April untuk melakukan kebijakan tersebut. “Karena kita, apapun opsinya strategi kita untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM harus dilakukan. Mendorong penggunaan gas,” kata Hatta. Dalam kesempatan itu Hatta mengatakan pemerintah tak bisa menaikkan harga BBM subsidi karena dilarang oleh APBN, kecuali APBN diubah dalam APBN-P nanti. APBN 2012 menyebutkan pemerintah harus membatasi penggunaan BBM subsidi dengan melarang mobil pribadi di Jawa-Bali menggunakan bensin premium, dan menyiapkan opsi BBG yang lebih murah. 
Menurut Hatta, tak ada kerugian yang diderita Pertamina karena kebijakan ini. Hanya permasalahannya, sekarang pemerintah harus menyiapkan secara bertahap semua infrastruktur untuk mendukung kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi tersebut. Walau begitu, pemerintah masih harus menunggu persetujuan Komisi VII DPR untuk melaksanakan kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi dan juga kenaikan TDL sebesar 10%. Soal TDL, PLN sebelumnya menyatakan tarif listrik di Indonesia lebih murah dibanding negara tetangga. Perbandingannya antara lain, Singapura : Rp 1.453/Kwh, Filipina : Rp 1.149/Kwh, Vietnam : Rp 848/Kwh, Malaysia : Rp 829/Kwh, Thailand : Rp 782/Kwh, Indonesia : Rp 632/Kwh. (Neraca)

27 Januari 2012

Laba Mengalir Dari Loket Pembayaran Listrik (Bagian 1)

Bisnis loket pembayaran online atau sering disebut PPOB alias payment point online bank marak belakangan ini. Kita bisa menemukan loket PPOB bertebaran di berbagai lokasi, terutama di kawasan perumahan. Loket tersebut banyak didatangi orang karena melayani pembayaran PLN, PDAM, telepon, dan lain-lain. Padahal, kita tahu bahwa listrik dan telepon banyak sekali penggunanya. Alhasil, bisnis PPOB kian menjanjikan. 
Nah, kalau mau, Anda pun bisa memanfaatkan peluang ini. Caranya mudah kok. Anda tinggal mengajukan kerja sama dengan perusahaan PPOB. Kebetulan, saat ini banyak perusahaan PPOB yang membuka kerja sama dengan masyarakat yang berminat terjun ke usaha ini. Salah satu yang sudah sukses menjalani usaha ini adalah Ahmad Fuad. Sejak 2009, ia menjadi mitra PT Acsyndo yang bekerja sama dengan Bank Bukopin. Ia melayani mulai dari pembayaran listrik, PDAM, telepon, dan cicilan sepeda motor. Hingga kini ia mampu melayani sebanyak 3.600 transaksi, dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 2,7 miliar per bulan. Pendapatan bersihnya berasal dari fee yang dihitung per transaksi. Besaran fee setiap transaksi rata-rata sebesar Rp 1.000. "Taruh kata, kalau dihitung rata-rata Rp 1.000 per bulan, ya saya mendapat pemasukan bersih sekitar Rp 3,6 juta per bulan," imbuhnya. 
Selain PT Acsyndo, masih banyak perusahaan PPOB lain yang menawarkan skema kerja sama semacam ini. Salah satunya adalah PT Bangun Usaha Energi Perkasa (BUEP) yang bekerja sama dengan Bank BRI. Wengku Hari Agung, Kepala Cabang Wilayah Jawa Barat - DKI Jakarta PT Bangun Usaha, bilang bahwa syarat menjadi mitra perusahaannya cukup mudah. "Calon mitra cukup menyediakan lokasi loket dan komputer," ujarnya. 
PT Bank Perkreditan Rakyat Karyajatnika Sadaya (BPRKS) juga melayani bisnis PPOB. Ribrata Sallata, Supervisor Marketing BPRKS mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah memiliki 2.000 mitra. "Setiap mitranya rata-rata memiliki lebih dari seribu transaksi," ujarnya. Menurut Ribrata, usaha ini menarik dijadikan sebagai bisnis sampingan. 
Kalau Anda tertarik menjajal usaha ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut ulasannya :

• Investasi 
Modal awal yang dikeluarkan untuk memulai bisnis ini sangat kecil. Wengku Hari Agung bilang, investasi yang harus dikeluarkan mitra cukup dengan menaruh deposit uang sebesar Rp 100.000. Selain itu, mitra juga harus menyediakan lokasi loket dan seperangkat komputer. Sementara syarat administratif berupa fotokopi identitas dan rekening BRI. "Jika semua syarat sudah dipenuhi, dalam seminggu sudah bisa beroperasi," ujar Agung. 
Ribrata Sallata mengatakan, pihaknya menawarkan dua sistem kemitraan. Pertama, paket transaksi menggunakan mesin electronic data capture (EDC). Untuk paket ini, mitra wajib menyewa mesin EDC selama tiga tahun senilai Rp 4,5 juta. Melalui mesin ini, pembayaran listrik dapat dilakukan secara online. Paket kedua melalui pendaftaran internet banking. Menurut Ribrata, mitra harus membayar registrasi senilai Rp 610.000 dan memasukkan deposit saldo untuk keperluan transaksi. "Jika sudah menjadi mitra, otomatis mereka akan punya rekening di BPRKS," ungkapnya. 

• Lokasi 
Bila investasi sudah terpenuhi, carilah lokasi yang strategis. Faktor lokasi memang sangat menentukan. Menurut Agung, lokasi loket usahakan berada di daerah perumahan atau permukiman kelas menengah ke bawah. Soalnya, penduduk kelas ini tidak terlalu suka menggunakan anjungan tunai mandiri (ATM) sebagai tempat pembayaran tagihan listrik. "Mereka lebih suka datang langsung ke loket," kata Agung. Adapun orang-orang kelas menengah ke atas umumnya lebih suka membayar tagihan lewat telepon seluler. Dengan begitu, kebanyakan mereka enggan mendatangi loket pembayaran. 
Ribrata mengatakan, umumnya mitra BPRKS menjadikan usaha ini sebagai bisnis sampingan. Mereka lebih suka membuka loketnya di depan rumah. Adapun sasaran konsumennya adalah masyarakat setempat. "Rata-rata mitra kami bisa melakukan 1.000 transaksi setiap bulan," kata Ribrata. 

• Pemasaran usaha 
Menurut Fuad, yang sudah menjalani usaha ini, pemasaran loket PLKN tidak susah. Saat pertama kali memulai usaha ini, ia gencar menyebar brosur ke rumah-rumah penduduk. Kepuasan konsumen juga sangat diperhatikan, sehingga loketnya tersebar dari mulut ke mulut. "Yang paling penting pelanggan harus merasa nyaman dan percaya kepada saya," kata dia. 
Ribrata mengatakan, saat seseorang telah resmi menjadi mitra, pihaknya akan memberikan pelatihan (training) agar dapat melakukan pemasaran secara luas. "Kami juga memberikan alat promosi berupa sebuah spanduk dan brosur sebanyak 500 lembar," kata dia. Di PT Bangun Usaha Energi Perkasa juga ada pelatihan bagi mitra. 
Menurut Agung, yang paling penting dilakukan mitra adalah aktif memasarkan produknya. "Promosi itu di tangan mitra, mereka harus rajin keliling ke rumah-rumah," tukasnya. Menjalani usaha ini, menurut Agung, tidak cukup hanya menunggu di loket. Lebih cocok lagi, loket tersebut juga menjual voucher pulsa telepon seluler. Dengan begitu, pelanggan langsung tahu bahwa di tempat itu melayani pembayaran listrik, ataupun pembayaran kredit sepeda motor. Berminat?

Sumber : Kontan