Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label peluang investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang investasi. Tampilkan semua postingan

4 Februari 2011

Investor Disarankan Beli Emas

Jakarta (Bisnis Jabar): Valbury Asia menyarankan investor memiliki emas dan perak setidaknya 10% dari total portofolio investasi, di tengah potensi pelemahan nilai tukar dolar AS, kenaikan harga komoditas, dan potensi lonjakan inflasi global.
Wakil Direktur Riset PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan ada peluang pelemahan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia pada tahun ini.
Dia menuturkan pelemahan dolar AS dapat mendorong naiknya harga komoditas yang beberapa waktu ini memang cenderung berada ffb pada posisi reli.
Menurut dia, naiknya harga komoditas dunia dapat mendorong inflasi global, sehingga investor sebaiknya membeli aset yang terlindung dari inflasi.
“Kalau suatu mata uang terdevaluasi, harga komoditas naik karena orang akan berpindah ke komoditas. Saya sarankan investor membeli emas dan perak karena itu adalah uang yang paling aman dari inflasi,” ujarnya, Rabu.
Selain itu, tambahnya, emas adalah satu-satunya aset yang menunjukkan adanya keuntungan dalam 10 tahun berturut-turut.
Nico mengatakan dalam jangka pendek ada ruang pelemahan emas lebih lanjut dan kemungkinan koreksi sampai dengan level US$1.261 per ounce.
Dia menuturkan sejak Agustus 2010 emas naik tanpa interupsi besar, sehingga sudah waktunya koreksi. Namun, prospek emas dalam jangka menengah dan panjang masih menunjukkan tren naik.
“Harga emas bisa naik sampai dengan US$1.600 per ounce tahun ini. Namun, sebelumnya akan koreksi dulu dengan kemungkinan koreksi sampai US$1.261 per ounce. Ini adalah peluang bagi investor untuk masuk ke pasar [emas],” katanya.
Dia juga memperkirakan kondisi pasar saham global cenderung tertekan. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi tertahan di level 3.280-3.530. Namun, jika IHSG dapat menembus level 3.530, ada peluang untuk naik ke posisi rekor 3.590.
“Terutama perlu hati-hati pada kuartal IV. Ada potensi inflasi karena lonjakan harga komoditas yang dibarengi penurunan dolar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Riset PT Mandiri Sekuritas Destry Damayanti mengatakan saat ini investor sedang melihat beberapa risiko di negara berkembang (emerging market), terutama risiko inflasi.
Jika inflasi naik, katanya, pemerintah dan bank sentral akan mengetatkan kebijakan. Beberapa opsi yang mungkin dilakukan antara lain menaikkan suku bunga, menaikkan giro wajib minimum [GWM] untuk menyerap likuiditas, dan mengurangi anggaran.
“Saat ini hampir semua negara berkembang masih mengambil tindakan berupa menaikkan GWM. China, India, Malaysia, Thailand, juga Indonesia. Kita lihat anggaran belum diutak-atik, yang artinya kondisi fiskal masih terkendali,” katanya.
Namun, lanjutnya, investor masih menunggu langkah yang akan diambil Bank Indonesia pada rapat dewan gubernur tanggal 4 Februari 2011.
“Inflasi merupakan risiko yang dikhawatirkan karena meningkatkan biaya investasi. Investor dalam kondisi melihat dan menunggu. Jika bunga naik, obligasi dan saham jadi tidak menarik, sebab biaya dana naik dan bisnis menjadi terhambat,” ujarnya.
Dengan demikian, investor akan melirik sektor lain yang lebih menarik. “Yaitu sektor komoditas,” kata Destry. (Roberto Purba)

27 Januari 2011

Peluang proyek asuransi senilai Rp 2,75 M

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung melelangkan pengadaan jasa asuransi bagi karyawan perusahaan tersebut dengan pagu Rp2,75 miliar pada 2011 ini. ffb
Lelang pengadaan jasa asuransi ini terbuka bagi perusahaan yang memenuhi persyaratan sesuai perundang-undangan, dengan kualifikasi utama perusahaan besar bidang jasa asuransi.
Bagi yang berminat bisa mengikuti lelang tersebut dengan cara mendaftarkan diri terlebih dahulu ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jawa Barat.
Rincian pelaksanaan lelang dapat diakses pada website: www.lpse.jabarprov.go.id

26 Januari 2011

BI : Tahun Ini, Jabar Butuh Investasi Rp 131 Triliun

BANDUNG, TRIBUN - Guna mendorong laju pertumbuhan ekonomi, yang tahun ini, seluruh kalangan melakukan berbagai upaya. Satu di antara langkah untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi yaitu laju investasi.
Berbicara tentang Jabar, untuk menunjang laju pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2 persen, tatar Pasundan membutuhkan dana investasi raksasa. Nilainya, mencapai ratusan triliun.
"Benar. Investasi berperan besar menopang pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2 persen. Melihat kondisi itu, Jabar butuh peningkatan investasi 7 persen atau menjadi Rp 131,58 triliun," tandas Kepala Kantor Bank Indonesia Bandung (KBIB), Lucky Fathul Aziz Hadibrata, di KBIB, Jalan Braga Bandung, Rabu (26/1).
Dikatakan, sekitar 30 persen total investasi pada tahun ini bersumber pada Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). "Investasi total yang bersumber pada PMA dan PMDN sekitar Rp 39.5 triliun," sebutnya.
Selain sektor PMA dan PMDN, lanjut Lucky, investasi pada sektor perbankan pun tidak kalah pentingnya. Pihaknya, ujar Lucky, berharap, investasi pada sektor perbankan naik 9,7 persen atau Rp 27,2 triliun.
Menurutnya, sampai saat ini, ada kendala yang sejak lama menjadi permasalahan dunia investasi. Di antaranya, ketersediaan sarana infrastruktur.  Jadi, tukasnya, pihaknya mendorong perbankan Jabar supaya mendukung pembangunan infrastruktur yang strategis.
"Misalnya, pembangunan short cut jalur kereta api, proyek pembangunan listrik tenaga panas bumi, ruas tol Bogor Ring Road dan Palimanan-Kanci (Palikanci), termasuk Bandara Internasional Kertajati," paparnya. (win)

18 Januari 2011

Investasi Pembangkit Listrik Cisolok

DESKRIPSI PROYEK
Pemanfaatan energi terbarukan merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam kaitannya dengan maslah energi. Salah satu bentuk energi terbarukan yang potensialnya sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi listrik di Indonesia adalah potensi energi panas bumi. Indonesia memiliki potensi panas bumi yang nilainya setara dengan listrik 20.000 MW. Dari seluruh potensi panas bumi Indonesia, 27% dari potensi panas bumi tersebut terdapat di propinsi Jawa Barat.
Karena besarnya potensi panas bumi di wilayahnya, pemerintah propinsi Jawa Barat saat ini sedang giat mengembangkan potensi panas bumi ini sebagai salah satu sumber energi listrik. Cisolok, Sukabumi me ffb rupakan salah satu lokasi yang memiliki potensi panas bumi yang siap untuk dikembangkan dengan membangun unit pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Listrik yang nantinya dihasilkan akan pembangkit listrk tenaga panas bumi Cisolok ini nantinya akan diinterkoneksikan dengan jaringan listrik milik PLN untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat Jawa Barat yang dari tahun ke tahun besarnya semakin meningkat.

LINGKUP PEKERJAAN
Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yaitu:
• Pembangunan bangunan sipil PLTP.
• Pembangunan dan pemasangan komponen mekanikal dan elektrikal.
• Pembangunan jaringan interkoneksi dangan PLN.

BIAYA INVESTASI
USD 127,249 Juta

ANALISIS KEUANGAN
IRR pada proyek: 12,03% – 13,59%
IRR pada equity : 14,26% – 17,71%
Tarif dasar listrik: Rp 630 – per kWh

KERJASAMA INVESTASI YANG DITAWARKAN
P to P, Equity Financing (as a Strategic Partner), Loan Financing

DUKUNGAN PEMERINTAH
• UU No 27/2003 tentang geothermal
• PP No 57/2007 tentang geothermal
• Peraturan Mentri Keuangan dan Sumber daya mineral No 14/2008 tentang tariff listrik dan PLTP
• Peraturan Mentri Keuangan No 177 dan 179/2007 tentang intensif fiscal
• Peraturan daerah No 6/2006 tentang Manajemen Geothermal

LEMBAGA PELAKSANA
PT. JASA SARANA
Contact person : Agus Fitriandi
Tubagus Ismail Depan No.1A Bandung Jawa Barat
Telepon : +62 22 2535771
Fax : +62 22 2535772
Email : mail@jasa-sarana.co.id

Sumber: Badan koordinasi promosi dan penanaman modal daerah (KPPMD) 2009

Investasi Pasir Besi Kab. Sukabumi