Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label investasi emas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi emas. Tampilkan semua postingan

15 Februari 2011

Emas, Bikin Feminim dan Modis

Radar Sukabumi -- Untuk menambah kecantikan dan keanggunan seorang wanita Metropolis Sukabumi, gunakanlah aksesoris yang gemerlap seperti emas dan perak. Ini tersedia di berbagai macam toko emas dan perak di Sukabumi mulai anting, gelang, cincin, kalung dan lain sebainya.
Penggunaan emas dan perak untuk menambah kemodisan dan keanggunan agar terlihat lebih percaya diri. Untuk masalah harga tentunya relatif. "Harganya bervariasi. Mulai yang 18 karat Rp310 ribu per gram. 22 karat Rp285 ribu per gram sampai Rp 400 ribu per gram tergantung persen. Juga Rp 370 ribu per gramnya untuk 23 karat, "ujar SPG salah satu toko mas di Sukabumi yang enggan disebutkan namanya, kemarin. 
Sementara apa betul mengenakan emas akan bertambah cantik dan glamour pada diri seorang wanita metropolis Sukabumi? Ini dibuktikan seorang model yang cantik, Rika Faramida. Menurut lajang kelahiran 1992 ini bahwa dirinya sangat percaya diri jika menggunakan emas berlian. "Ya, terasa lebih anggun, lebih feminim dan dewasa,"akunya kepada Radar Sukabumi kemarin.
Sementara itu, jika keberatan membeli emas maka ada alternatif lain untuk membeli perak. Seperti yang tersedia di Toko Perak Indah Jln Kapt Haru Kabir.
Untuk perak rata-rata per gramnya ditawarkan Rp17 ribu. Ini juga dijual dengan berbagai penawaran sama seperti emas. Dengan rupa-rupa yang juga indah. "Bagiku memakai emas maupun perak, akan menambah keanggunan pada diri seorang wanita. Dan juga boleh jadi bukti kelanggengan terhadap pacar kita,"pungkasnya optimis. (rp3)

8 Februari 2011

Harga emas diprediksikan naik 20% pada 2011

;kkzaQ
Bisnis Jabar : Harga emas diprediksi naik 20% sebelum akhir 2011 setelah selama bulan lalu mengalami koreksi harga. Kenaikan ini ditandai dengan besarnya nilai investasi investor yang memperkirakan kenaikan harga yakni sebanyak US$102 miliar. ffb
Lima analis yang diperingkat Bloomberg, yang biasa akurat memprediksi harga emas dan perak dalam dua tahun terakhir, menyatakan harga emas berpotensi naik 20% sebelum akhir tahun ini, dan harga perak menanjak 23%.
UBS AG memprediksi permintaan perak dari sektor industri meningkat hingga tertinggi sejak 1990 dan untuk emas mencapai penjualan rekor tertinggi kedua dalam produk exchange traded fund berbasis emas.
Deutsche Bank AG memprediksi bank sentral, pemegang terbesar emas, akan menambah cadangan emas untuk ketiga kalinya pada tahun ini, hal pertama kali terjadi sejak 1970-an.
“Sejumlah investor kembali menanamkan uangnya untuk emas setelah melihat kenaikan harga pada 2010. Jika dilihat secara makro, di seluruh dunia tengah terjadi devaluasi mata uang, inilah yang menyebabkan investor memburu emas,” kata Michael Cuggino, pengelola dana senilai US$10 miliar pada Permanent Portofolio Funds di San Francisco seperti dikutip Bloomberg.
Soros Fund Management LLC, yang mengelola dana sebesar US$27 miliar, tercatat dalam SPDR Gold Trust yang memegang emas terbanyak sejak 15 November 2010. Soros, pemiliknya, menyatakan emas merupakan aset yang bubble dan akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
Analis Valbury Asia Futures Erwin mengatakan harga emas melanjutkan apresiasinya di atas US$1.350 setelah kenaikan mingguan pertamanya tahun ini membngkitkan kembali kepercayaan investor untuk mengoleksi logam mulia tersebut. Namun meningkatnya optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global masih terus menekan reli emas.
Sejumlah data ekonomi AS yang berhasil dirilis di atas ekspektasi dalam tahun ini telah menambah minat terhadap aset-aset berisiko, sehingga memicu emas melemah sekitar 5% dalam tahun ini.
“Emas masih bergerak dalam kisaran sempitnya, sembari menunggu kejelasan dari arah kebijakan moneter dan pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi. Namun dalam jangka panjang ke depan, prospek emas masih cenderung positif,” kata Erwin.
Dia menambahkan emas mendapat sokongan dari meningkatnya permintaan fisik emas di pasar Asia setelah dibukanya kembali pasar Singapura dan Hong Kong pasca libur Imlek, mekipun China sebagai konsumen emas terbesar kedua dunia masih absen.
Investor masih menunggu langkah pemerintah China selanjutnya dalam menerapkan kebijakan moneter dan ekonominya pasca libur Imlek.
Harga emas untuk pengiriman segera pada perdagangan Selasa naik 0,2% menjadi US$1.351,65 per ounce. Harga di pasar spot ini sudah terpangkas 4,9% tahun ini setelah menyentuh US$1.431,25 per ounce pada 7 Desember.(hh)

4 Februari 2011

Investor Disarankan Beli Emas

Jakarta (Bisnis Jabar): Valbury Asia menyarankan investor memiliki emas dan perak setidaknya 10% dari total portofolio investasi, di tengah potensi pelemahan nilai tukar dolar AS, kenaikan harga komoditas, dan potensi lonjakan inflasi global.
Wakil Direktur Riset PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan ada peluang pelemahan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia pada tahun ini.
Dia menuturkan pelemahan dolar AS dapat mendorong naiknya harga komoditas yang beberapa waktu ini memang cenderung berada ffb pada posisi reli.
Menurut dia, naiknya harga komoditas dunia dapat mendorong inflasi global, sehingga investor sebaiknya membeli aset yang terlindung dari inflasi.
“Kalau suatu mata uang terdevaluasi, harga komoditas naik karena orang akan berpindah ke komoditas. Saya sarankan investor membeli emas dan perak karena itu adalah uang yang paling aman dari inflasi,” ujarnya, Rabu.
Selain itu, tambahnya, emas adalah satu-satunya aset yang menunjukkan adanya keuntungan dalam 10 tahun berturut-turut.
Nico mengatakan dalam jangka pendek ada ruang pelemahan emas lebih lanjut dan kemungkinan koreksi sampai dengan level US$1.261 per ounce.
Dia menuturkan sejak Agustus 2010 emas naik tanpa interupsi besar, sehingga sudah waktunya koreksi. Namun, prospek emas dalam jangka menengah dan panjang masih menunjukkan tren naik.
“Harga emas bisa naik sampai dengan US$1.600 per ounce tahun ini. Namun, sebelumnya akan koreksi dulu dengan kemungkinan koreksi sampai US$1.261 per ounce. Ini adalah peluang bagi investor untuk masuk ke pasar [emas],” katanya.
Dia juga memperkirakan kondisi pasar saham global cenderung tertekan. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi tertahan di level 3.280-3.530. Namun, jika IHSG dapat menembus level 3.530, ada peluang untuk naik ke posisi rekor 3.590.
“Terutama perlu hati-hati pada kuartal IV. Ada potensi inflasi karena lonjakan harga komoditas yang dibarengi penurunan dolar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Riset PT Mandiri Sekuritas Destry Damayanti mengatakan saat ini investor sedang melihat beberapa risiko di negara berkembang (emerging market), terutama risiko inflasi.
Jika inflasi naik, katanya, pemerintah dan bank sentral akan mengetatkan kebijakan. Beberapa opsi yang mungkin dilakukan antara lain menaikkan suku bunga, menaikkan giro wajib minimum [GWM] untuk menyerap likuiditas, dan mengurangi anggaran.
“Saat ini hampir semua negara berkembang masih mengambil tindakan berupa menaikkan GWM. China, India, Malaysia, Thailand, juga Indonesia. Kita lihat anggaran belum diutak-atik, yang artinya kondisi fiskal masih terkendali,” katanya.
Namun, lanjutnya, investor masih menunggu langkah yang akan diambil Bank Indonesia pada rapat dewan gubernur tanggal 4 Februari 2011.
“Inflasi merupakan risiko yang dikhawatirkan karena meningkatkan biaya investasi. Investor dalam kondisi melihat dan menunggu. Jika bunga naik, obligasi dan saham jadi tidak menarik, sebab biaya dana naik dan bisnis menjadi terhambat,” ujarnya.
Dengan demikian, investor akan melirik sektor lain yang lebih menarik. “Yaitu sektor komoditas,” kata Destry. (Roberto Purba)