Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label apindo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apindo. Tampilkan semua postingan

30 Januari 2012

Apindo Jabar: Penaikan TDL ancam daya saing industri

Foto : Bisnis Jabar
BANDUNG : Kenaikan tarif dasar listrik 10% yang rencananya akan bergulir pada 1 April 2012, akan semakin mendorong biaya operasional perusahaan dan menurunkan daya saing industri. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedy Widjaja mengatakan kenaikan TDL yang rencanannya akan mencapai 10% tersebut jelas akan membuat biaya produksi bertambah. “Sejauh ini, rata-rata komponen listrik menyedot 30% biaya produksi. Coba bayangkan, kalau naik 10%, biaya produksi meningkat jadi berapa,” katanya hari ini. 
Dia mengatakan dengan kondisi yang seperti itu memungkinkan dunia industri terancam. “Kalau industri yang sudah bisa lagi menanggung beban atas naiknya TDL, kemungkinan akan mengalami kebangkrutan dan para pekerja terancam phk,” jelasnya. Selain itu, Dedy mengatakan sebelum menaikan TDL, sebaiknya pemerintah memperhatikan faktor lain, seperti, naiknya beban produksi dunia industri, juga kebutuhan hidup para pekerja. Lalu, sambungnya, kenaikan TDL itu pun kemungkinan berpotensi terjadinya daya saing industri turun akibat tingginya biaya produksi yang membuat harga jual sekakin meningkat. (Bisnis Jabar)

18 Maret 2011

BAZ Kabupaten Sukabumi Gandeng APINDO

CISAAT -- Upaya menggali potensi zakat dan infak terus dilakukan Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Sukabumi. Lembaga pengelola dana umat ini menggandeng para pengusaha yang berhimpun di Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sukabumi.
 Ketua BAZ Kabupaten Sukabumi, Mustafa Kamal mengatakan, diliriknya APINDO, itu merupakan strategi dalam peningkatan potensi zakat dan infak. Sebab selama ini hasil pengumpulan zakat dari kalangan pengusaha belum sepenuhnya terkelola dengan baik."Pengusaha itu pasti punya perusahaan dan buruh. Jadi target kita bukan hanya zakat dari kalangan pengusaha tapi infak dari kalangan buruhpun akan menjadi sasaran,"jelas Mustafa kepada Radar.
 Dari persentase jumlah buruh di Kabupaten Sukabumi yang jumlahnya mencapai ribuan. Jelas jika dikelola dengan baik, akan menghasilkan pemasukan signifikan."Untuk buruh kita atur bukan di nisab zakat tapi di atur dalam program gerakan infak. Bayangkan jika satu hari mereka mengumpulkan infak Rp 1000 dikali lima ribu karyawan saja tentu hasilnya menggembirakan,"ungkapnya.
 Mustafa mengungkapkan, hasil pengumpulan infak dari buruh, sebenarnya akan dikembalikan kepada buruh sendiri, dengan pengelolaan unit pos pengumpul zakat/infak di tiap perusahaan. "Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan koperasi-koperasi yang ada di perusahaan masing-masing. Intinya zakat atau infak yang disetorkan ke BAZ, pada dasarnya akan kembali kepada mereka,"imbuhnya.(wan)

8 Februari 2011

Pengusaha Jabar hanya akan bayar listrik tarif lama

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Pengusaha di Jawa Barat hanya akan membayarkan tagihan pemakaian listrik berdasarkan hitungan lama, tidak membayar tagihan listrik secara penuh setelah pencabutan fasilitas capping 18%.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Dedy Widjaja menge ffb mukakan akan meminta penjelasan PT Perusahaan Listrik Negara sebelum membayar kewajiban pemakaian listrik secara penuh.
“Harus jelas dulu dasar hukumnya apa. Hitung-hitungannya pun bagaimana. Hal itu tentunya harus disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat seperti di koran,” katanya hari ini.
Dia menuturkan pengusaha sebetulnya bisa menuruti ketentuan penerapan tarif baru asalkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah menyepakati tarif baru tersebut.
Sayangnya, kata dia, PLN tiba-tiba saja sudah menagihkan tagihan pemakaian listrik baru kepada para pengusaha.
“Kalau tidak salah sudah ada yang mendapatkan rekening tagihan yang baru setelah capping dicabut. Tetapi, pengusaha hanya akan membayar berdasarkan tagihan lama,” katanya.
Dedy mengatakan pencabutan capping listrik industri secara otomatis akan mendorong kenaikan biaya produksi. Penaikan biaya produksi tersebut juga akan berujung pada efisiensi perusahaan.(hh)