Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label bank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bank. Tampilkan semua postingan

2 Februari 2012

Lowongan Bank BJB #Closing 07 Februari 2012

Bank BJB (dulu Bank Jabar-Banten) saat ini tengah tumbuh dan berkembang menjadi bank nasional. Untuk melanjutkan pertumbuhan menjadi bank yang besar dan sehat, Bank BJB mengundang profesional muda yang mempunyai integritas serta komitmen tinggi terhadap nasabah untuk bergabung dan berkarir di Bank BJB. 
Bank Jabar membuka lowongan kerja Bank di Jabar Terbaru 2012 untuk posisi: 
  1. Staf Administrasi 
  2. Staf Marketing 
  3. Supervisor Mikro 
  4. Supervisor Operasional

A. Staf Administrasi
  • Pria/Wanita
  • Pendidikan min D3 dari disiplin ilmu : ekonomi, pajak, matematika, statistika, administrasi bisnis/niaga, sosial, ekonomi pertanian, komunikasi, hubungan internasional, psikologi, hukum, komputer, informatika dan teknik terakreditasi min B dengan IPK min 2,75;
  • Usia mak. 25 tahun untuk D3 dan 30 tahun untuk S1/S2
  • Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama 1 tahun
  • menguasai Bahasa Inggris lisan dan tulisan;
  • Usia pensiun s/d 36 tahun.

B. Staf Marketing
  • Pria/Wanita
  • Pendidikan min D3 dari disiplin ilmu : ekonomi, pajak, matematika, statistika, administrasi bisnis/niaga, sosial, ekonomi pertanian, komunikasi, hubungan internasional, psikologi, hukum, komputer, informatika dan teknik terakreditasi min B dengan IPK min 2,75;
  • Usia mak. 25 tahun untuk D3 dan 30 tahun untuk S1/S2
  • Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama 1 tahun
  • menguasai Bahasa Inggris lisan dan tulisan;
  • Diutamakan berpengalaman sebagai tenaga marketing dibidang perbankan atau lembaga lainnya.
  • Usia pensiun s/d 36 tahun.

C. Supervisor Mikro
  • Pria/Wanita
  • Pendidikan min S1 dari disiplin ilmu : ekonomi, pajak, matematika, statistika, administrasi bisnis/niaga, sosial, ekonomi pertanian, komunikasi, hubungan internasional, psikologi, hukum, komputer, informatika dan teknik terakreditasi min B dengan IPK min 2,75;
  • Usia mak. 35 tahun
  • Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama 1 tahun
  • menguasai Bahasa Inggris lisan dan tulisan;
  • Pengalaman dibidang perbankan minimal 3 tahun dengan jabatan terakhir sebagai supervisor mikro minimal 1 tahun.
  • Usia pensiun s/d 55 tahun.

D. Supervisor Operasional
  • Pria/Wanita
  • Pendidikan min S1 dari disiplin ilmu : ekonomi, pajak, matematika, statistika, administrasi bisnis/niaga, sosial, ekonomi pertanian, komunikasi, hubungan internasional, psikologi, hukum, komputer, informatika dan teknik terakreditasi min B dengan IPK min 2,75;
  • Usia mak. 35 tahun
  • Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama 1 tahun
  • menguasai Bahasa Inggris lisan dan tulisan;
  • Pengalaman dibidang operasional perbankan minimal 3 tahun dengan jabatan terakhir sebagai supervisor minimal 1 tahun.
  • Usia pensiun s/d 55 tahun.

Kualifikasi Umum

  • Berpenampilan rapi dan menarik
  • Memiliki interpersonal dan kemampuan komunikasi yang baik
  • Memiliki motivasi kerja yang kuat dan dinamis
  • Dapat bekerja secara independen maupun dalam tim
  • Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah kerja Bank BJB
  • Tidak memiliki hubungan keluarga (ayah/ibu/anak/adik/kakak dengan pegawai Bank BJB
  • Lulus seleksi yang akan diselenggarakan oleh Bank BJB.

Tata Cara Melamar
  • Informasi mengenai persyaratan lengkap untuk semua jabatan serta tata cara pengajuan lamaran dapat dilihat di : www.bjb-dmui.com
  • Registrasi online dapat dilakukan mulai 28 Januari 2012 s/d 07 Februari 2012 melalui website tersebut.
  • Lamaran yang tidak sesuai dengan ketentuan dan persyaratan tidak akan diproses.
  • Dalam proses rekrutmen dan seleksi ini tidak dipungut biaya apapun.

Informasi ini secara resmi diperoleh dari sini.



16 Januari 2012

Nasabah Teladan Gugat BRI

Sukabumi - Pengusaha kanvaser asal Subangjaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Usep (42) menggugat Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sukabumi. Gugatan diajukan akibat namanya tercantum dalam daftar BI checking alias nasabah bermasalah. Padahal Usep layak disebut nasabah teladan menyusul seluruh utangnya ke BRI bisa dilunasi sebelum jatuh tempo. Gugatan perdata telah didaftarkan Kantor Pengacara AA Brata Soedirja & E Mulia Anom Brata Soedirja selaku kuasa hukum Usep ke Pengadilan Negeri Sukabumi, Selasa (10/1) lalu. Tergugat kasus ini yakni PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Sukabumi, PT Bank Rakyat Indonesia Unit Sukabumi Timur, dan PT Bank Indonesia. 
Dalam materi gugatannya Usep menuntut kerugian materiil sebesar Rp 750 juta. ”Tidak hanya itu, kami menuntut tergugat untuk memulihkan nama baik penggugat. Tergugat harus menyatakan permohonan maaf yang dipublikasikan di tiga media cetak dan satu televisi lokal,” ungkap M. Saleh Arief yang didampingi Dedi Setiadi selaku tim kuasa hukum Usep. 
Gugatan perdata ini berawal ketika Usep akan mengajukan kredit ke BRI Unit Sukabumi Timur. Bermodalkan pengalaman mendapatkan fasilitas pinjaman Kupedes Moker sebanyak delapan kali, Usep kembali mengajukan kredit sebesar Rp 700 juta. Karena usulan kredit terlalu besar, Usep diminta mendatangi Kantor BRI Cabang Sukabumi. Ternyata usulan kredit ditolak manajemen Kantor BRI Cabang Sukabumi. Alasannya karena nama Usep tercantum dalam daftar BI cheking. Usep dianggap masih memiliki tunggakan utang ke BRI hingga mencapai Rp 28 juta. ”Klien kami otomatis terkejut. Sebab dia tidak pernah memiliki tunggakan sebesar itu. Selama delapan kali mendapatkan fasilitas kredit BRI, klien kami bisa melunasi utangnya tepat waktu bahkan sebelum jatuh tempo,” tandas Soleh sambil memperlihatkan sejumlah berkas pelunasan utang. 
Karena usulan kredit ditolak BRI, Usep mencoba mengajukan pinjaman ke bank lain. Ternyata hampir setiap perbankan menolak dengan alasan yang sama. Akibat kejadian ini kelangsungan usaha milik Usep mandek hingga terancam bangkrut. ”Nama saya dimata perbankan sudah jelek. Persoalannya akibat nama saya masuk dalam daftar BI cheking saat menjadi nasabah BRI. Padahal saya tidak pernah memiliki tunggakan utang sepeser pun ke bank yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah ini,” kata Usep. Akibat persoalan ini, Usep akhirnya menempuh upaya hukum melalui gugatan perdata. Dia siap membuktikan mengenai kekeliruan yang dilakukan Bank Indonesia termasuk BRI Cabang Sukabumi. 
”Sejumlah bukti telah diserahkan kepada kuasa hukum kami,” kata Usep. Pegawai bagian kredit BRI Cabang Sukabumi, Matius mengakui adanya persoalan ini. Hanya saja dia menolak memberikan penjelasan lebih lengkap. Soalnya kewenangan ini berada di tangan pimpinan Kantor Cabang BRI Sukabumi. ”Saya sudah mendapatkan informasi secara lisan adanya gugatan perdata yang dilakukan mantan nasabah BRI. Tetapi saya tidak punya kewenangan untuk menjelaskan perkara ini,” kata Matius singkat.

15 Februari 2011

BPR Pasar Sukabumi Ditarget 1,9 Miliar

Radar Sukabumi -- Sebagai upaya meningkatkan modal dasar di tahun 2011 ini, PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sukabumi mengajukan modal dasar kepada Pemerintah Kota Sukabumi sebesar Rp 15 miliar. Nantinya dengan dana sebesar itu, selain diperuntukkan bagi modal dasar juga digunakan untuk membiayai pembangunan gedung baru yang lebih representatif dibandingkan bangunan saat ini.
" Nanti pada tahun 2012, kami berencana membuka kantor cabang pembantu di wilayah kecamatan Cisaat dan Cibadak," kata Direktur BPR Kota Sukabumi Yudi kepada Radar Sukabumi.
Dijelaskan Yudi, pengajuan modal dasar sebesar Rp 15 miliar di tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 5 miliar. Berdasarkan data di tahun 2010, jumlah total kredit yang disalurkan BPR Kota Sukabumi sebesar Rp 17,5 miliar untuk bidang perdagangan, home industri, jasa dan profesi. Dengan presentase sekitar 40 persen kredit disalurkan kepada PNS dan 60 persen untuk umum.
Adapun jumlah nasabah BPR Sukabumi sebanyak 1.050 nasabah, serta nasabah yang menabung sebanyak 500 orang dan deposan 200 orang.
" Kebanyakan nasabah yang meminjam dana, sekitar 10 persen digunakan untuk investasi dan 90 persennya digunakan untuk modal kerja," ujarnya.
Menurut Yudi, saat ini persaingan antara bank untuk menggaet para nasabah begitu gencar dilakukan, baik dengan cara promosi produk maupun langsung jemput bola ke bawah. Sehingga membuat pihaknya juga ikut melakukan berbagai terobosan untuk menarik nasabah baru, salah satunya dengan menurunkan suku bungan setiap peminjaman kredit.
Dimana kredit umum mikro bunganya sebesar 1,8 %, SUP 1,625 % efektif dan KUR 1,833 % efektif. Rata-rata para nasabah mengajukan kredit selama 3-5 tahun, dengan jumlah pinjaman yang diberikan oleh BPR Kota Sukabumi mulai dari Rp. 1-200 juta. Bahkan untuk kredit profesi yang dikucurkan bagi PNS dilingkungan Pemkot Sukabumi pada tahun 2010 sebesar Rp. 6,8 miliar
Saat ditanya berapa laba yang dihasilkan BPR Kota Sukabumi, Yudi menjelaskan untuk tahun 2009 sebesar Rp. 1,5 miliar dan tahun 2010 Rp. 1,7 miliar, sedangkan untuk tahun 2011 ini ditargetkan meraih laba sekitar Rp. 1,9 miliar. (sri)

8 Februari 2011

Bisakah nasabah loyal terhadap satu bank?

Bisnis Jabar -- Bank dengan nasabah layaknya gula dan semut. Setiap ada yang manis, pasti mengundang banyak semut untuk datang.Begitu pula d engan bank, di mana ada potensi, lembaga intermediasi itu pasti ada. Hanya pertanyaannya, seberapa loyalkah nasabah terhadap banknya?
Nasabah biasanya mempertimbangkan banyak hal sebelum memilih bank, seperti  apa keuntungannya memilih hanya satu bank  hingga layanan dan fasilitas apa yang nasabah dapatkan.
Artinya, membuat nasabah menjadi loyal merupakan pekerjaan berat bagi bank.
Budi Tjahja Halim, Direktur Bisnis Bank Nusantara Parahyangan (BNP) Tbk dalam disertasinya menyatakan sebagian nasabah kredit (debitur) perbankan berprilaku kurang loyal, atau menggunakan jasa lebih dari satu bank.
Dalam disertasi yang berjudul Kreasi Nilai dan Kapabilitas Unik dalam Meningkatkan Nilai Pelanggan Serta Implikasinya pada Loyalitas dan Pangsa Pelanggan, Budi memaparkan loyalitas pelanggan berpengaruh negatif terhadap penciptaan pasar pelanggan.
“Debitur tidak memerlukan program loyalitas karena mereka lebih memperhatikan nilai pelanggan yang diperoleh dari bank,” katanya, Selasa (8/2).
Perbankan bisa menggunakan pola pemasaran silang (cross selling) untuk menciptakan pangsa pelanggan. Caranya antara lain dengan memberikan penambahan plafon kredit.
Dengan pola pemasaran seperti ini debitur bisa memiliki banyak produk di satu bank.
Apabila pangsa pelanggan telah terbentuk maka akan pada akhirnya akan membuahkan loyalitas tinggi.
Budi Halim memulai karir perbankan di Bank Bali pada 1986, mulai dari trainee hingga menjabat Direktur Commersial Banking.
Dari situ, Budi pernah merasakan jabatan strategis di beberapa bank, seperti Bank Mega dan Bank Danamon.Pada 2009, dia diangkat sebagai Direktur Bisnis BNP.
“Saya tetap loyal terhadap profesi sebagai bankir profesional, ujarnya.(hh)