Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label BRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BRI. Tampilkan semua postingan

16 Januari 2012

Nasabah Teladan Gugat BRI

Sukabumi - Pengusaha kanvaser asal Subangjaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Usep (42) menggugat Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sukabumi. Gugatan diajukan akibat namanya tercantum dalam daftar BI checking alias nasabah bermasalah. Padahal Usep layak disebut nasabah teladan menyusul seluruh utangnya ke BRI bisa dilunasi sebelum jatuh tempo. Gugatan perdata telah didaftarkan Kantor Pengacara AA Brata Soedirja & E Mulia Anom Brata Soedirja selaku kuasa hukum Usep ke Pengadilan Negeri Sukabumi, Selasa (10/1) lalu. Tergugat kasus ini yakni PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Sukabumi, PT Bank Rakyat Indonesia Unit Sukabumi Timur, dan PT Bank Indonesia. 
Dalam materi gugatannya Usep menuntut kerugian materiil sebesar Rp 750 juta. ”Tidak hanya itu, kami menuntut tergugat untuk memulihkan nama baik penggugat. Tergugat harus menyatakan permohonan maaf yang dipublikasikan di tiga media cetak dan satu televisi lokal,” ungkap M. Saleh Arief yang didampingi Dedi Setiadi selaku tim kuasa hukum Usep. 
Gugatan perdata ini berawal ketika Usep akan mengajukan kredit ke BRI Unit Sukabumi Timur. Bermodalkan pengalaman mendapatkan fasilitas pinjaman Kupedes Moker sebanyak delapan kali, Usep kembali mengajukan kredit sebesar Rp 700 juta. Karena usulan kredit terlalu besar, Usep diminta mendatangi Kantor BRI Cabang Sukabumi. Ternyata usulan kredit ditolak manajemen Kantor BRI Cabang Sukabumi. Alasannya karena nama Usep tercantum dalam daftar BI cheking. Usep dianggap masih memiliki tunggakan utang ke BRI hingga mencapai Rp 28 juta. ”Klien kami otomatis terkejut. Sebab dia tidak pernah memiliki tunggakan sebesar itu. Selama delapan kali mendapatkan fasilitas kredit BRI, klien kami bisa melunasi utangnya tepat waktu bahkan sebelum jatuh tempo,” tandas Soleh sambil memperlihatkan sejumlah berkas pelunasan utang. 
Karena usulan kredit ditolak BRI, Usep mencoba mengajukan pinjaman ke bank lain. Ternyata hampir setiap perbankan menolak dengan alasan yang sama. Akibat kejadian ini kelangsungan usaha milik Usep mandek hingga terancam bangkrut. ”Nama saya dimata perbankan sudah jelek. Persoalannya akibat nama saya masuk dalam daftar BI cheking saat menjadi nasabah BRI. Padahal saya tidak pernah memiliki tunggakan utang sepeser pun ke bank yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah ini,” kata Usep. Akibat persoalan ini, Usep akhirnya menempuh upaya hukum melalui gugatan perdata. Dia siap membuktikan mengenai kekeliruan yang dilakukan Bank Indonesia termasuk BRI Cabang Sukabumi. 
”Sejumlah bukti telah diserahkan kepada kuasa hukum kami,” kata Usep. Pegawai bagian kredit BRI Cabang Sukabumi, Matius mengakui adanya persoalan ini. Hanya saja dia menolak memberikan penjelasan lebih lengkap. Soalnya kewenangan ini berada di tangan pimpinan Kantor Cabang BRI Sukabumi. ”Saya sudah mendapatkan informasi secara lisan adanya gugatan perdata yang dilakukan mantan nasabah BRI. Tetapi saya tidak punya kewenangan untuk menjelaskan perkara ini,” kata Matius singkat.

17 Oktober 2011

Waspadai Penipuan Berkedok BRI

Sukabumi – Penipuan dengan mencatut nama BRI kembali terjadi. Kali ini, dilakukan oleh seseorang bernama Rizki yang mengaku pegawai Bank BRI Unit Cisaat Sukabumi. “Si pelaku mendatangi calon korban, dengan iming-iming bahwa korban akan mendapatkan pinjaman kredit secara cepat dan sesuai dengan permintaan,” kata Kepala BRI Unit Cisaat, Ede Kuswandi saat ditemui Radar Sukabumi di Kantor BRI Unit Cisaat Sukabumi. 
Untuk melancarkan aksinya, Ede Kuswandi menjelaskan si pelaku meminta korban untuk menyerahkan sejumlah uang muka dan sertifikat tanah/ surat kepemilikan rumah. “Jika kreditnya ingin segera cair, si pelaku yang mengaku pegawai kami meminta uang sekitar Rp 200-250 ribu dan sertifikat tanah kepada si korban. Otomatis si korbanpun percaya tipu daya si pelaku. Tak tanggung-tanggung berdasarkan keterangan dari si korban, pelaku ini menegaskan berulang kali jika tidak percaya datang saja ke BRI Unit Cisaat tempat dirinya bekerja,”ujarnya. 
Orang nomor satu di lingkungan BRI Unit Cisaat ini mengetahui informasi adanya penipuan tersebut dari informasi anak buahnya yakni Sutan Batara yang sedang bertugas ke lapangan. Sutan Batara sendiri merupakan satu-satunya Mantri BRI Unit Cisaat, yang tugasnya mendatangi (melakukan survey,red) nasabah yang hendak mengajukan pinjaman uang atau kredit. Tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2011, saat itu petugas BRI Unit Cisaat Sutan Batara mendatangi calon kreditur yang tinggal di Cijagung Panineungan RT 31/8 Kadudampit bernama Sunaningsih. Dalam perjalanannya, Sutan bertemu dengan salah seorang nasabah BRI Unit Cisaat yang telah mendapatkan kredit sebelumnya. Nasabah ini menanyakan kepada Sutan apakah mantri BRI Unit Cisaat ganti lagi dan kenapa tetangganya yaitu Sunaningsih yang ingin mendapatkan kredit dimintai sejumlah uang Rp 220 ribu dan menyerahkan foto copy sertifikat tanah segala, sementara dirinya tidak dimintai apa-apa sebelum proses kredit di setujui. 
Mendengar hal itu, sontak Sutan pun heran dan menyatakan bahwa orang yang dimaksud bukanlah petugas BRI Unit Cisaat akan tetapi oknum yang mengaku-ngaku karyawan BRI Unit Cisaat. Hingga waktu pencairan yang telah ditetapkan, kata Kepala BRI Unit Cisaat, pelaku yang merupakan oknum karyawan BRI tersebut tidak kunjung datang. Namun berhasil menggondol uang korban senilai Rp 220 ribu dan foto copy sertifikat tanah. 
“Kami minta masyarakat tetap waspada, karena oknum atau pegawai bank gadungan tersebut tentu masih berkeliaran mencari korban lain dalam menjalankan aksi penipuannya. Jika ada petugas yang mengaku pegawai BRI, saya sarankan tanya dulu identitasnya, kalau curiga kami harap warga segera lapor polisi terdekat,”tegas Ede Kuswandi. Menurutnya, BRI Unit Cisaat selalu memberikan kemudahan pinjaman uang tanpa jaminan sebelum pencairan. “Jika pada saat pencairan kreditur keluar uang untuk motocopi dan membuat surat keterangan dari aparat muspika setempat itu sih normatif. Artinya biaya tersebut merupakan kewajiban kreditur. Yang jelas persyaratan yang harus dilengkapi kreditur yang hendak meminjam uang ke BRI diantaranya fotocopy KTP, kartu keluarga dan surat keterangan usaha dari desa/kecamatan setempat. Jangan sekali-kali percaya oknum yang tidak bertanggung jawab, jika mau mengajukan kredit datanglah langsung ke kantor kami dan petugas kami siap melayani anda,”terangnya. 
Sementara itu, untuk mencegah penipuan sejenis kembali terjadi, Manager Bisnis Micro BRI Cabang Sukabumi, Surya Priatna saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya menegaskan, bahwa pihaknya tidak pernah meminta uang muka ataupun surat-surat kepemilikan rumah kepada nasabahnya yang akan meminjam uang (kreditur). BRI Cabang Sukabumi juga telah menyebarluaskan informasi hati-hati terhadap penipuan tersebut kepada seluruh kantor unitnya hingga pemasangan spanduk berisi himbauan agar lebih hati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan BRI. 
“Dulu kejadian ini pernah terjadi di BRI Unit Sukaraja. Dan untuk menghindari korban selanjutnya, para nasabah aktif maupun masyarakat lain yang hendak mengajukan kredit agar jangan mudah percaya, terhadap bujuk rayu orang yang tidak dikenal. Karena bisa jadi orang itu adalah oknum yang mengaku-ngaku petugas BRI. Sekali lagi jangan berhubungan ke pihak lain, jika ingin mengajukan kredit datanglah langsung ke BRI terdekat. Selain prosesnya mudah, petugas kami pun tidak memungut uang muka,”pinta Manager Bisnis Micro BRI Cabang Sukabumi, Surya Priatna.(sri)

8 Oktober 2011

Perrsatuan Pensiunan BRI Sukabumi Serius Perjuangkan Kesejahteraan

Sukabumi – Memperjuangkan tingkat kesejahteran khususnya bagi para pensiunan sebuah lembaga  keuangan bukanlah perkara mudah. Begitupun yang dirasakan para pengurus yang tergabung dalam Persatuan Pensiunan (PP) BRI Cabang Sukabumi.
Ketua Persatuan Pensiunan (PP) BRI Cabang Sukabumi Pepe Syafei didampingi Ketua Panitia HUT PPBRI Cabang Sukabumi H Ce Mulyana SA  menyatakan pihaknya sangat serius memperjuangkan hak-hak para pensiunan khususnya para pensiunan yang tergabung dalam organisasi PPBRI Cabang Sukabumi. Dibutuhkan waktu lama dan keaktifan untuk itu.
“Dalam setiap pertemuan baik yang diselenggarakan di tingkat internal, Komda, Pengurus Besar (PB)PPBRI, Munas PPBRI, dinas/ instansi hingga Pemerintah Daerah (Pemda), kami selalu aktif menyampaikan semua aspirasi anggota,memberikan masukan-masukan hingga lobying guna peningkatan kesejahteraan ini. Tentunya sesuai dengan prosedur karena kami sangat menghormati dan taat hukum. Artinya tidak sampai ke arah yang anarkis, kita hindari hal itu  karena pada akhirnya akan merugikan semua pihak,”katanya kepada Radar Sukabumi yang ditemui disela-sela peringatan HUT PPBRI ke-42 di Hotel Edelweis Kota Sukabumi (5/10). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komda PPBRI Bandung H MD Kusnadi, Sesepuh PPBRI Jabar Rd.H Sumirat, Pimca BRI Sukabumi M Syafri Rozi, Penasehat PPBRI Sukabumi Mustanna Nawi, Ketua Panitia HUT PPBRI Sukabumi H Ce Mulyana SA, Ketua PPBRI Cianjur Rd.H Gunawan Natakusuma dan para anggota PPBRI Sukabumi.
Menurutnya, para pensiunan punya hak untuk menikmati kesejahteraan. Karena mereka telah berjuang dalam mengembangkan serta menyukseskan perusahaan sewaktu dirinya masih bertugas di lembaga perbankan plat merah yakni BRI. “Kita harus akui kinerja mereka. Sebab tidak mungkin lembaga ini berkembang pesat tanpa perjuangan para pendahulunya,”tegasnya.
Perjuangan tersebut lanjut pria yang juga menjabat sebagai Koordinator PPBRI Wilayah I  yang membawahi Cianjur, Cibadak dan Sukabumi ini akhirnya membuahkan hasil. “Alhamdulillah setelah perjuangan yang lama ini, kini ada perubahan yang cukup signifikan,”tuturnya.
Ia menjelaskan 10 tahun yang lalu, tidak sedikit anggotanya yang mendapatkan uang pensiunan  antara Rp 100-250 ribu, padahal anggotanya tersebut adalah seorang janda yang harus menghidupi empat anaknya. Namun saat ini, setelah diperjuangkan dengan alot oleh pengurus PPBRI dana pensiunan yang mereka terima naik 5 kali lipat dari pensiuanan awal. “Namanya manusia apalagi dengan banyaknya kebutuhan tentunya tidak akan merasa puas, namun kita semua patut mensyukuri keberhasilan ini. Alhamdulillah pensiunan yang mereka terima kini naik 5 kali lipat dibanding 10 tahun lalu, ya minimal para pensiunan ini mendapatkan haknya diatas 1 jutaan tidak ratusan ribu lagi. Meski demikian kami akan selalu memperjuangkan terus hak-hak mereka,”tegasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga telah memperjuangkan hak-hak para anggotanya dibidang kesehatan. PPBRI Cabang Sukabumi kini telah menjalin kerjasama dengan empat rumah sakit yang ada di Sukabumi yakni RSUD R Syamsudin, RSI Assyifa, Beta Medika dan Hermina. “Jadi ketika anggota PPBRI Cabang Sukabumi yang jumlahnya 130 orang ini sakit, maka mereka bisa menikmati layanan kesehatan hingga sembuh secara gratis. Mulai dari obat, visit dokter hingga operasi gratis cukup dengan surat keterangan dari PPBRI Cabang Sukabumi. Nanti pihak rumah sakit yang menagihnya kepada kami dan kami akan mengklaimkannya ke PPBRI Pusat untuk melunasinya. Kemudahan seperti ini hanya bisa dinikmati dan berlaku di PPBRI Sukabumi saja. Ini merupakan angin segar bagi anggota kami dan sudah banyak yang merasakan manfaat ini,”tutur Pepe yang sudah tiga periode berturut-turut terpilih menjadi Ketua PPBRI Sukabumi.
Ketua Panitia HUT PPBRI Cabang Sukabumi H Ce Mulyana SA mengatakan dukungan lain juga datang dari BRI Kanca Sukabumi. Menurutnya Pimca BRI Cabang Sukabumi M Syafri Rozi sangat peduli akan berjalannya roda organisasi PPBRI Sukabumi. “Kami sangat senang, Pimca BRI Sukabumi ini begitu care dan selalu membantu meringankan beban kami, ia juga mengakui bahwa dirinya tidak akan sukses seperti sekarang kalau tidak ada perjuangan dari para pendahulunya. Seperti keberlangsungan acara HUT ini hingga memfasilitasi kami untuk touring dan lain sebagainya. Kami berharap hal ini juga ditiru oleh yang lainnya. Dan tentunya manfaat pensiun terus mengalami kenaikan,”ujarnya.
Sementara itu, Pimca BRI Cabang Sukabumi M Syafri Rozi menyatakan semangat juang dari para anggota PPBRI Sukabumi ini patut ditiru oleh seluruh karyawan-karyawati BRI Kanca Sukabumi.”Kita patut mencontoh semangat dan perjuangan anggota PPBRI Sukabumi. Usia bukanlah halangan bagi kita untuk memberikan yang terbaik terutama bagi perusahaan. Perlu diketahui kami tidak akan sukses seperti saat ini kalau tidak ada perjuangan orang terdahulu yakni anggota PPBRI ini, untuk itu kami akan senantiasa memberikan pelayanan terbaik kami bagi kelangsungan organisasi ini,”tegasnya.(sri)

29 September 2011

BRI Sukabumi Optimis Hadapi Persaingan Perbankan

CIKOLE – Semakin kerasnya persaingan dunia perbankan dan agar berjalannya visi misi perusahaan. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (Kanca) Sukabumi mengadakan Business Gathering di Hotel Pangrango Sukabumi (22/9). Acara yang dihadiri Pemimpin Wilayah PT BRI (Persero) Tbk. Kantor Wilayah (Kanwil) Bandung Moch. Hadi Santoso, Wakil Pimpinan Wilayah Bandung Djoko Retnadi, Wakil Walikota Sukabumi Mulyono, Kabag Bisnis Retail BRI Kanwil Bandung Andi Suhandi, Kabag Bisnis Mikro Kanwil Bandung Waluyadi, Pemimpin Cabang (Pimca) BRI Sukabumi M Syafri Rozi serta para nasabahnya tersebut diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara customer BRI dengan pihak BRI sendiri, sekaligus memperkenalkan produk teranyar BRI yaitu BRIZZI.
Nampak, para petinggi dan karyawan BRI berbaur dengan para nasabah. Suasana saat itu benar-benar penuh nuansa keakraban dan kekeluarga. Mereka seakan saudara yang sudah lama tak bertemu yang diliputi rasa rindu.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi Mulyono mengatakan, dengan adanya Business Gathering, hubungan emosional antara BRI dengan nasabah dapat terjalin dengan sehat, harmonis dan dinamis.
“Kami berharap, BRI dapat menjadi mitra kerja yang baik dan selalu mengutamakan pelayanan prima serta mampu memberikan berbagai kemudahan bagi para nasabah dalam melakukan transaksi perbankan,” katanya saat ditemui Radar Sukabumi disela-sela Business Gathering di Hotel Pangrango Sukabumi.
Diakui Mulyono, keberadaan BRI di Kota Sukabumi sangat berpengaruh pada peningkatan perekonomian dan sejalan dengan visi misi Kota Sukabumi sebagai kota pusat pelayanan jasa terpadu dibidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan.
“Tinggal sekarang kewajiban kita selaku pemda menjamin keamanan dan ketertiban supaya iklim investasi ini akan berjalan mulus sesuai dengan harapan. Melalui sektor perdagangan (perbankan,red) inilah yang sangat menunjang PAD setiap tahunnya di Kota Sukabumi. Tentunya ini akan dicapai manakala ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan sektor swasta,”urainya..
Pimca BRI Sukabumi M Syafri Rozi mengatakan, acara tersebut sengaja digelar untuk menjalin silaturahmi, menumbuhkan kebersamaan dan kekeluargaan antara BRI dengan para nasabah. “Perlu kami tegaskan, BRI berkomitmen untuk memberikan pelayan yang terbaik dan melayani nasabah dengan sepenuh hati serta bersinergi dalam meningkatkan bisnis,”ujarnya.
Pemimpin Wilayah PT BRI (Persero) Tbk. Kantor Wilayah (Kanwil) Bandung Moch. Hadi Santoso mengatakan dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Upaya yang dilakukan BRI selama ini, bukan hanya pelatihan skillnya saja, akan tetapi lebih menitik beratkan pada pemberian rasa nyaman kepada nasabah, meningkatkan pola kemitraan, diluncurkannya beragam produk serta beragam inovasi lainnya.”BRI siap menghadapi persaingan dunia perbankan. Salah satunya dengan mengembangkan IT (teknologi informasi) dalam melayani transaksi real time online disamping sistem konvensional. Selain itu penambahan Teras BRI, kantor unit serta kantor cabang pembantu hingga ke pelosok,”tuturnya yang juga menambahkan bahwa BRI menyediakan ribuan unit ATM untuk melayani nasabah korporasi atau BUMN dan E-channel BRI juga telah terhubung dengan jaringan Link, ATM Bersama, Prima, BankCard, Maestro dan Cirrus.
Disisi inovasi produk, kini BRI telah melaunchingkan BRIZZI atau Uang Elektronik (Electronic Money). BRIZZI merupakan kartu yang berisi uang elektronik  yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran di merchant-merchant BRI yang tersedia Card Reader BRIZZI serta dapat diisi ulang bila saldo pada kartu tersebut tidak cukup atau telah habis.
Sementara itu, hari ini BRI Cabang Sukabumi akan menggelar Pesta Rakyat Simpedes (PRS) BRI selama dua hari berturut-turut (24-25/9) yang dipusatkan di Lapang Merdeka Sukabumi dan rencananya akan dibuka langsung Walikota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur dan dihadiri para petinggi BRI dan unsur muspida. Tidak hanya itu, untuk menyemarakkan pesta akbar ini, panitia telah menyiapkan beragam kegiatan seperti Pawai PRS, Pasar PRS, Panen PRS dan Panggung PRS dengan mendatangkan artis/ band terkenal Indonesia yakni Happy Salma, Krisyanto dan Azis MS (Band Jamrud), Roy Jeconiah dan Malika Band. “Dalam PRS BRI ini juga akan dilakukanpenarikan hadiah untuk Semester I 2011 dengan hadiah utama satu unit Suzuki Swift tahun 2011, 7 unit motor Suzuki Titan, 8 unit TV LCD 32 inch, 10 unit mesin cuci, 26 unit TV 29 inch dan 300 lebih hadiah hiburan lainnya,”pungkas Ketua Panitia PRS BRI Cabang Sukabumi 2011, Surya Priatna.(sri)

10 April 2011

Pesta Rakyat Simpedes BRI Meriah

SUKABUMI -- Ramai, spektakuler dan meriah. Begitulah suasana Pesta Rakyat Simpedes (PRS) BRI  yang diadakan di Lapangan Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) Cikembang Kabupaten Sukabumi, kemarin. Sebuah perhelatan akbar yang memanjakan para nasabah BRI diisi rangkaian acara hiburan seperti pagelaran tari dan musik tradisional Sunda serta aneka permainan.
Berbeda dengan perayaan biasa, pesta ini  merupakan apresiasi Bank BRI kepada masyarakat pedesaan yang selama ini telah menjadi nasabah setia Tabungan Simpedes, tabungan khusus bagi rakyat pedesaan yang diluncurkan sejak 1984 dan melegenda hingga saat ini. Pimpinan Cabang BRI Sukabumi, Hari Purnomo, komunikasi produk Tabungan  Simpedes telah cukup lama belum memiliki strategi komunikasi yang pas dan menyentuh rakyat banyak.
“Kita coba revitalisasi pengundian hadiah Simpedes dengan melakukan branding dan komunikasi pemasaran produk Simpedes lebih akbar, spektakuler, serta terintegrasi dengan melakukan Pesta Rakyat Simpedes yang  dilakukan secara bergiliran di seluruh Kantor Cabang BRI di Indonesia,” ujarnya kepada Radar kemarin.
Pesta Rakyat Simpedes juga melibatkan berbagai kesenian, potensi dan budaya lokal yang ada di masyarakat setempat, Seperti dari Siswa Siswi SMA dari Kabupaten Sukabumi,  sebagai wujud penghargaan Bank BRI kepada berbagai keragaman dan potensi yang ada dalam masyarakat.
Menurut Hari Purnomo, selain spektakuler dan akbar, Pesta Rakyat Simpedes juga unik karena menampilkan aneka kegiatan bukan hanya dalam bentuk kesenian semata tetapi juga pesta rakyat dalam arti yang sebenarnya. Setiap event Pesta Rakyat Simpedes setidaknya dilakukan empat hal. Pertama, mengadakan pasar murah yang diikuti oleh para pedagang yang menjadi nasabah BRI. Di sini para pedagang diberikan stand gratis untuk menjual aneka produk yang dapat ditawarkan kepada pengunjung acara. Kedua, melakukan pawai yang diikuti oleh masyarakat, pelajar, tokoh-tokoh masyarakat setempat, serta para nasabah. Ketiga, membuka panggung. Di panggung inilah berbagai aktraksi kesenian lokal ditampilkan. Yang suka bernyayi, boleh langsung menyumbangkan suaranya. Begitu juga Diramaikan oleh artis artis lokal dan artis KDI. Keempat, panen hadiah. Di acara inilah sekaligus diselenggarakan acara pengundian hadiah bagi para nasabah Simpedes, dan Uang tunai kaget.
"Berbagai hadiah disediakan oleh BRI mulai dari uang tunai, mobil, motor, dan ratusan produk elektronik lainnya. Benar-benar meriah, benar-benar spektakuler. Mengenalkan Simpedes,"tuturnya.
Selain sebagai wahana hiburan bagi masyarakat, khususnya yang berada di daerah-daerah, Pesta Rakyat Simpedes juga menjadi wahana memperkenalkan produk Simpedes kepada masyarakat. Bagi para penabung yang pertama kali membuka rekening Simpedes diberikan aneka hadiah dan uang tunai  dan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan hadiah-hadiah yang akan diundi pada saat Pesta Rakyat Simpedes digelar.
Pesta Rakyat Simpedes direncanakan menjadi agenda rutin setiap semester di Kanca BRI terkait dengan program penarikan undian Simpedes.  Dalam jangka panjang diharapkan menjadi semacam traditional event atau icon kegiatan di wilayah kerja Kanca BRI setempat yang bertujuan untuk menyegarkan kembali  brand produk Simpedes sehingga menimbulkan citra baru Simpedes yang lebih baik, membangun dan meningkatkan loyalitas nasabah BRI Unit terhadap tabungan Simpedes, serta menjawab tantangan persaingan dan menegaskan posisi BRI sebagai market leader di sektor mikro di  Indonesia. Tambahnya, Acara ini juga sebagai pernyataan bahwa produk Simpedes masih menjadi prioritas utama dalam kegiatan bisnis BRI.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari BRI Cabang Sukabumi, hingga akhir Februari 2011, BRI Cabang Sukabumi telah membuka 3 Teras, yakni di Pasar Pelita I, Pasar Cisaat dan Pasar Lettu Bakri (Teras Pasar Pelita II,red). Dana masyarakat yang masuk ke Teras Pasar Pelita I bisa mencapai Rp 1.176 miliar dengan jumlah nasabah penabung sekitar 364 orang. Dan nasabah peminjam sekitar 290 orang, dengan total pinjaman Rp 2.466 miliar. Sedangkan dana yang mampu diserap Teras BRI Cisaat sebagai dana simpanan mencapai Rp 606 juta dari 224 penabung, serta total pinjaman mencapai Rp 1,745 miliar dari 395 peminjam.
“Saya berharap dalam semester berikut sampai akhir tahun 2011 ini dapat terkumpul lebih banyak nasabah lagi seperti yang diharapkan, “ ujar Hari Purnomo.
Pesta Rakyat Simpedes selalu diselenggarakan selama 1 hari 1 malam, setiap hari Sabtu dan Minggu. Benar-benar pesta yang meriah.
Kendatipun, acara yang digelar di Lapang Yon Armed Cikembang tersebut rencananya dihadiri seluruh Muspida Kota dan Kabupaten Sukabumi dan Kepala kantor Wilayah BRI Bandung. Peserta yang hadir seluruh nasabah BRI yang mengunakan layanan BRI Simpedes, dari 23 unit BRI dan 3 Unit kantor Kas di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
"Acara ini untuk mendekatkan hubungan nasabah dan pengelola bank serta sejumlah muspika yang ada di Sukabumi, terhadap layanan jasa keuangan yang kami tawarkan," paparnya.
Dalam kegiatan tersebut rencananya BRI Sukabumi telah mempersiapkan ratusan hadiah untuk dibagikan. Bentuk hadiah yang akan diberikan  diantaranya, 26 Setrika, 26 kompor gas, 26 televisi ukuran 14 inci, 26 televisi ukuran 21 inci, 4 buah televisi Layar LCD, ratusan barang elektronik, 50 door prize, 25 uang kaget 5 motor Sucuki Swift dan hadiah utama 1 unit mobil Suzuki AVP.
"Memang akan banyak hadiah yang kami berikan untuk para peserta kegiatan yang juga nasabah setia BRI Simpedes," pungkasnya. (rp5)

31 Maret 2011

BRI Dongkrak Pasar Lettu Bakri Sukabumi

SUKABUMI -- Para pedagang Kota Sukabumi kini semakin dimanjakan dengan beragam layanan perbankan. Mereka tidak perlu repot-repot lagi datang ke bank untuk menyetor cicilan atau menabung. Karena, dengan telah dibukanya layanan Teras BRI Pasar Pelita II yang berlokasi di Jalan Lettu Bakri Nomor 14 Kota Sukabumi ini, waktu yang semula dihabiskan para pedagang untuk datang ke bank, sekarang bisa dimanfaatkan untuk tetap berjualan dan meraup keuntungan lebih banyak.
Masriah misalnya, pedagang makanan ringan di pasar tersebut mengaku gembira, dengan hadirnya Teras BRI yang merupakan kepanjangan tangan dari jaringan BRI Unit yang didesain unik dan merakyat. "Layanan inilah yang kami tunggu-tunggu sejak lama. Sebab, yang namanya pedagang seperti saya hampir tidak punya waktu untuk berangkat ke kantor BRI karena harus melayani pelanggan, sayangkan jika kita tinggalkan,"ujarnya polos.
Kepada Radar Sukabumi perempuan berkerudung ini juga menuturkan, strategi BRI dengan membuka kantor layanannya di pasar membawa banyak manfaat. "Dengan adanya Teras BRI dagangan kita laris, uangnyapun bisa langsung ditabungkan dengan cepat lagi. Kan kalau seperti ini semua pihak jadi untung,"katanya.
Teras BRI yang menjadi kepanjangan tangan BRI unit yang ada di segala penjuru Indonesia diharapkan menjadi senjata baru BRI untuk mendorong penyaluran kredit UMKM yang selama ini memang menjadi keahlian BRI.
"Dengan bunga kredit yang lebih kompetitif, layanan perbankan lengkap, dan sentuhan personal penuh kekeluargaan. Kami dari Bank BRI optimis sukses memasuki segmen pasar tradisional,"tutur Pemimpin Cabang (Pimca) BRI Sukabumi M Syafri Rozi.
M Syafri Rozi yang saat itu didampingi Bisnis Mikro BRI Cabang Sukabumi Agus Nurjaman dan Surya Priatna serta Supervisor BRI Cabang sukabumi Herry Purwanto menjelaskan Teras BRI merupakan Unit kerja baru BRI yang ada di tengah tengah pasar dibawah kantor BRI unit yang ada di wilayah kecamatan, dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat atau nasabah khususnya yang berada di pasar-pasar tradisional.
Dikatakan pria ramah ini, para pedagang di Pasar Lettu Bakri sangat potensial untuk disentuh oleh produk perbankkan. Terbukti sebanyak 150-250 nasabah menggunakan layanan Teras BRI ini.Kebanyakan dari para pedagang di pasar tersebut, tingkat perekonomiannya sudah sangat baik. Selain itu loyalitas masyarakat terhadap perbankkan khususnya para pedagang di Pasar Lettu Bakri ini terbilang cukup bagus.
"Dari segi jumlah, pedagang di pasar ini jumlahnya cukup banyak,"ujar M Syafri Rozi.
Dengan demikian kata pria berkacamata ini, dibukanya Teras BRI Pasar Pelita II, pelayanan BRI terhadap masyarakat bisa lebih maksimal dan masyarakat yang memerlukan jasa perbankan-pun semakin termudahkan. Selain itu tambah M Syafri Rozi, pelayanan Teras BRI lebih cenderung menggunakan sistem kekeluargaan. "Artinya Teras BRI dibuka dengan sistem kantor yang terbuka serta berada dan menyatu dengan kios-kios yang ada dipasar. Sehingga transaksi antara nasabah dengan petugas BRI juga akan lebih santai dan penuh kekeluargaan,"tuturnya.
Disinggung masalah target M Syafri Rozi mengatakan, target dari Teras BRI adalah melakukan pelayanan terhadap nasabah semaksimal mungkin."Dengan mengupayakan pelayanan yang maksimal tersebut diharapkan masyarakat akan lebih Percaya terhadap BRI, sehingga dari segi jumlah nasabahpun akan terus bertambah,"paparnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari BRI Cabang Sukabumi, hingga akhir Februari 2011, BRI Cabang Sukabumi telah membuka 3 Teras, yakni di Pasar Pelita I, Pasar Cisaat dan Pasar Lettu Bakri (Teras Pasar Pelita II,red). Dana masyarakat yang masuk ke Teras Pasar Pelita I bisa mencapai Rp 1.176 miliar dengan jumlah nasabah penabung sekitar 364 orang. Dan nasabah peminjam sekitar 290 orang, dengan total pinjaman Rp 2.466 miliar. Sedangkan dana yang mampu diserap Teras BRI Cisaat sebagai dana simpanan mencapai Rp 606 juta dari 224 penabung, serta total pinjaman mencapai Rp 1.745 miliar dari 395 peminjam. (sri)