Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

16 Desember 2011

Jelang Akhir Tahun 2011, Penerimaan Pajak Meningkat

SUKABUMI - Tahun 2011 merupakan keberhasilan bagi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sukabumi, atas meningkatnya pertumbuhan penerimaan pajak dibanding tahun sebelumnya,2010. Berdasarkan data yang dihimpun Radar Sukabumi dari KPP Pratama Sukabumi menyebutkan, sampai Minggu ke II Desember 2011, penerimaan pajak telah tercapai 81,53 % dari target Rp.588.866.233.561,00. Dengan demikian bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun ini terjadi pertumbuhan hingga 15,54% (Nopember 2011,red). 
“Keberhasilan tersebut tak lepas dari kinerja seluruh karyawan, dengan dukungan penuh dari pemerintah setempat serta kesadaran seluruh masyarakat. Selain itu juga bimbingan dari Kanwil DJP Jabar I,” kata Kepala KPP Pratama Sukabumi, Syaiful Anwar kepada Radar Sukabumi, kemarin. Secara umum,lanjut Syaiful yang juga mantan Paskibra Tingkat Nasional 1974, bahwa target pertumbuhan pajak meningkat cukup signifikan. Hingga Minggu ke II Bulan Desember 2011 untuk penerimaan sektor Pajak Bumi dan Bangunan secara keseluruhan telah tercapai 74,04% . Dari beberapa sektor PBB hanya sektor perhutanan yang telah melampaui target penerimaan yaitu 122,02 % sedangkan untuk sektor pedesaan dan perkotaan untuk Kota Sukabumi telah tercapai sebesar 91,59 % dan 95,21% untuk Kabupaten Sukabumi. Sedangkan untuk sektor P3 khususnya PBB sektor perkebunan, baru tercapai 28,75 %. dari target yang dialokasikan. 
“Pencapaian pajak berkorelasi tinggi atas pembangunan di Kota maupun Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan PP 16/2000 tentang Pembagian Hasil Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, sebesar 90% dari hasil penerimaan PBB akan menjadi pendapatan daerah “ujar pria ramah ini yang didampingi Kasi Pengawasan dan Konsultasi III KPP Pratama Sukabumi Harmini. Berdasarkan hasil evaluasi penyampaian SPT Tahunan PPh baik wajib pajak (WP) badan dan WP orang pribadi pada 2011, baru mencapai 34 %. “Sedangkan rasio kepatuhan yang ditetapkan oleh DJP adalah 67,5 %. Dan tingkat kepatuhan pelaporan SPT Masa untuk WP bendahara rata-rata baru mencapai 39 %,”urainya. Pihaknya pun tak bosan-bosan menghimbau para WP Bendahara, segera menyetorkan pajak-pajak yang telah dipungut/dipotong Sebelum berakhirnya tahun anggaran 2011. 
“Sebagaimana pengumuman yang telah kami sampaikan melalui media cetak (Radar Sukabumi Edisi 2 dan 5 Desember 2011,red). Untuk mengamankan penerimaan negara tahun 2011 ini, maka kami harap para WP Bendahara selain melakukan penyetoran pajak-pajak. Juga melakukan pelaporan SPT Masa setiap bulan, sebagai bagian dari kepatuhan pelaksanaan kewajiban perpajakan,”tegasnya. 
Tak hanya itu, ia juga menghimbau WP Pengusaha baik orang pribadi maupun badan usaha, agar segera menyetorkan pajak (PPh 21,23,24,25). “Khusus untuk jenis Pajak PPN yang jatuh tempo pembayarannya pada akhir Desember, agar menyetorkan paling lambat tanggal 29 Desember 2011. Sedangkan khusus untuk WP Perkebunan (PBB Perkebunan) yang telah memasuki masa tempo pembayaran yaitu tgl 15 Desember 2011. Segera melakukan pembayaran untuk menghindari pengenaan sanksi administrasi yang lebih tinggi,”pungkasnya.(sri) 

Sumber Radar Sukabumi 

Pembangunan Tol Ciawi-Sukabumi Dpercepat, Target Selesai 2017

Jakarta - PT Bakrie Toll Road (BTR) bertekad mempercepat pembangunan konstruksi tol Ciawi-Sukabumi sepanjang 54 kilometer (km) sebagai jalan keluar macetnya ruas jalan nasional Ciawi-Sukabumi, sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. "Setiap tiga menit, truk-truk produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) melintas di ruas Ciawi-Sukabumi. Beban jalan sudah luar biasa, kemacetan sudah sepanjang waktu," kata Presiden Direktur PT Bakrieland Develompment, Tbk, Hiramsyah S Thaib usai Pencanangan Proyek Jalan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi I, di Kabupaten Bogor, Jumat. 
Pencanangan itu sendiri, selain dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, juga dihadiri oleh Bupati Bogor Rachmat Yasin, Walikota Bogor Diani Budiarto, Bupati Sukabumi Sukma Wijaya dan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar. Lokasi pencanangan itu berlokasi di Kampung Cukanggaleuh, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Tol Ciawi - Sukabumi, yang memiliki masa konsesi 45 tahun, direncanakan dioperasikan oleh PT Trans Jabar Tol (TJT) yang sahamnya dimiliki PT Bakrie Toll Road (60 persen), BUMD Jawa Barat PT Jasa Sarana (25 persen) dan PT Bukaka Teknik Utama (15 persen). 
 Hiramsyah yang juga Komisaris Utama PT Trans Jabar Tol melanjutkan, pihaknya akan menggunakan metode yang lebih maju yakni konstruksi awal (land clearing) akan dilakukan secara paralel dengan pembebasan lahannya. "Jadi, prosesnya simultan, lahan yang terbebas hampir 30 persen di seksi I ini langsung dilakukan 'land clearing'. Metode ini diharapkan tuntas pada kuartal III dan IV tahun depan dan langsung setelah itu, proses konstruksi dimulai," katanya. 
Tidak hanya itu, pihaknya terbuka menawarkan konsep pembebasan lahan secara massal kepada pemilik lahan dengan konsep "land lord consolidation" yakni pemilik lahan secara berkelompok akan ditawarkan lokasi baru dengan konsep kawasan berintegrasi. "Ketimbang setelah jual lahan, tak tahu harus pindah ke mana. Lebih baik diintegrasikan. Mereka juga bisa buat badan hukum seperti koperasi. Ini juga sesuai dengan tata ruang. Tentu yang kelola ini adalah Bakrieland, bukan BTR," katanya. 
Chief Commercial Officer PT TJT, Aswan Sunoto menyebutkan, untuk kepentingan pembebasan lahan pada seksi I Ciawi-Cigombong (14,6 km) diperlukan anggaran Rp700 miliar, termasuk biaya kelebihan tanah yang ditanggung oleh pemerintah (landcapping) dengan total kebutuhan lahan 134 hektare. Saat ini BTR telah mencairkan anggaran lebih dari Rp100 miliar untuk pengadaan hampir 30 persen lahan seksi I. "Seksi I ini diharapkan selesai pada akhir 2013 dan hingga seksi IV, ditargetkan pada 2016-2017," katanya sambil menambahkan bahwa lalu lintas harian rata-rata sesuai studi kelayakan tol ini adalah sebesar 16-17 ribu kendaraan. 
Secara total, Tol Ciawi-Sukabumi memiliki panjang 54 kilometer. Seksi I dari Ciawi-Lido (14,6 km), Cigombong-Cibadak (12,65 km), Cibadak-Sukabumi Barat (13,9 km), dan Sukabumi Barat-Sukabumi Timur (13,2 km). "Total investasi untuk seluruh ruas Ciawi-Sukabumi diperkirakan mencapai Rp7,8 triliun," katanya.

15 Desember 2011

Lowongan Kerja Sukabumi #PT PAN BROTHERS, Tbk



Lowongan di PT PAN BROTHERS, TBK

Kami adalah Group Perusahaan garment yang 100% berorientasi ekspor. Dalam rangka ekspansi, membutuhkan tenaga-tenaga untuk penempatan di Sukabumi untuk posisi sebagai berikut:

A. QA/QC Manager / Chief / Staff
     Kualifikasi:

  • Lulusan minimal D3 Tekstil
  • Pengalaman minimal 3 tahun
  • Paham prosedur ISO 9001, 2008 & HSE
  • Dapat mengoperasikan komputer Ms Word, Excel
  • Paham dan mengetahui tentang Quality Control
  • Mampu berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik
  • Bersedia ditempatkan di lokasi pabrik Sukabumi.


B. Mekanik Mesin Jahit Garment
     Kualifikasi: 

  • Pendidikan SMK jurusan Teknik Mesin 
  • Pengalaman minimal 2 tahun sebagai Mekanik Mesin Jahit di Garment 
  • Bersedia ditempatkan di lokasi pabrik Sukabumi 


Lamaran Kerja, CV, dan Pas Foto terakhir ditujukan ke: 

HUMAN RESOURCES MANAGEMENT 
Jl. Raya Sukabumi Kp. Pasir Kondang Desa Tenjo Ayu, Rt. 01/02 
Kec. Cicurug, Kab. Sukabumi 43359


Sumber :

13 Desember 2011

Lowongan Kerja Sukabumi #Closing 16 Desember 2011

Closing Date: 16 December 2011 

PT Kidang Gesit Perkasa 
Sebuah Perusahaan yang bergerak dibidang Agrobisnis & Property yang berlokasi di Jl. Daan Mogot Raya Km. 13 No. 32, Cengkareng – Jakarta Barat 11730 

Sedang membutuhkan posisi sebagai berikut: 

1. Drafter – Jakarta/Sukabumi 
Requirements: 
  • Laki-laki 
  • Pendidikan min. STM Bangunan / SMA 
  • Pengalaman dalam pembuatan gambar kerja bangunan 
  • Menguasai program AutoCad 2D/3D 
  • Enerjik, sehat, berkepribadian baik dan mampu bekerja sama dalam tim 
  • Berkerja cepat, teliti, dan mampu bekerja dibawah tekanan 
  • Bersedia ditempatkan didaerah Jakarta / Sukabumi (Project site) 


2. Site Marketing – Sukabumi (Jawa Barat) 
Requirements: 
  • Laki-laki 
  • Maksimum 30 Tahun 
  • Pendidikan min. SMA/D3 
  • Diutamakan yang sudah berpengalaman dibidang Marketing Property 
  • Dapat berkomunikasi dengan baik 
  • Mempunyai SIM A/C 
  • Bersedia ditempatkan di Cikidang, Sukabumi 


3. Pelaksana/Pengawas Bangunan – Sukabumi (Jawa Barat)
Requirements: 
  • Pria, dibawah 40 tahun 
  • Pendidikan minimum STM / D3 Bangunan 
  • Pengalaman min. 5 th 
  • Menguasai Gambar Kerja dan Perhitungan Bangunan 
  • Mempunyai kemampuan koordinasi & kerjasama dengan beberapa bagian dengan baik 
  • Mampu berkomunikasi dengan baik 
  • Bersedia bekerja dibawah tekanan 
  • Ditempatkan di Sukabumi (Project Site) 


4. Accounting Staff – Sukabumi (Jawa Barat) 
Requirements: 
  • Pria/wanita 
  • Pendidikan minimal D3/S1 Akuntansi 
  • Pengalaman di bidang Accounting minimal 2 tahun 
  • Mampu membuat laporan buku besar dan Laporan keuangan 
  • Mengerti perpajakan 
  • Menguasi komputer Ms Office ( Word dan Excel) 
  • Jujur, cekatan, teliti dan mampu bekerja di bawah tekanan 
  • Ditempatkan di Sukabumi (Kantor Cabang) 


5. Site Manager – Sukabumi (Jawa Barat) 
Requirements: 
  • Laki-laki 
  • Maksimum 45 Tahun 
  • Pendidikan min. D3/S1 Jurusan Teknik Sipil / Arsitektur 
  • Diutamakan yang sudah berpengalaman dibidangnyga 
  • Min 5 Tahun dipekerjaan Bangunan Gedung 
  • Enerjik, sehat, berkepribadian baik dan mampu bekerja sama dalam tim 
  • Berkerja cepat, teliti, dan mampu bekerja dibawah tekanan 
  • Menguasai Manajemen Projek 
  • Menguasai Ms Office dan Ms Projeck (diutamakan) 
  • Ditempatkan di Sukabumi (Project Site) 


Walk in interview dan lamaran dapat dikirim ke :
Jl. Daan Mogot Raya Km. 13 No. 32, 
Cengkareng – Jakarta Barat 11730

KRD Sukabumi-Bogor : Banyak Peminat, Namun Jadwal Perjalanan Terbatas

SUKABUMI - Terbatasnya jumlah perjalanan kereta rel diesel (krd) untuk rute Bogor - Sukabumi, membuat sebagian besar warga Bogor memilih dengan menggunakan minibus. Padahal, moda kereta api rute ini sebetulnya banyak peminat. "Lebih cepat, bebas macet," kata Mamat, salah seorang penumpang. Menurutnya, jadwal kereta tujuan Sukabumi yang hanya ada pada pagi dan sore. Ini sebabnya, mereka yang hendak bepergian di siang hari, lebih memilih menggunakan colt L300 untuk perjalanan ke Sukabumi. 
“Kereta hanya ada di waktu pagi dan sore, sehingga warga banyak yang menggunakan ini,” ujar Didin, sopir L 300, sambil menunjuk ke arah mobil yang akan dikemudikannya. Berbeda dengan kereta api, lama perjalanan menggunakan angkutan umum susah diprediksi. “Biasanya dua jam sudah sampai di Sukabumi. Tapi jika macet, perjalanan menjadi lima sampai dengan enam jam,” lanjut Didin. 
Kemacetan umumnya dialami saat waktu makan siang karena banyaknya karyawan pabrik di sepanjang jalan raya Bogor - Sukabumi yang beristirahat siang. “Faktor lainnya adalah mogoknya truk-truk pembawa air mineral isi ulang sehingga perjalanan menjadi lebih lama,” tambah Didin dengan logat Sundanya yang kental. 
Pernyataan tersebut diamini seorang penumpang asal Leuwiliang, Bogor yang hendak menuju Sukabumi. Namun, karena tak ada pilihan, ia naik juga. Beruntung, kapai mendapatkan sopir yang 'cerdik'. “Walaupun macet, banyak jalan pintas yang diketahui oleh para sopir ini, sehingga tidak ada masalah,” tuturnya yang biasanya menggunakan colt L300 sepekan tiga kali.

12 Desember 2011

Kereta Barang Jakarta-Sukabumi Urai Kemacetan

JAKARTA - Penggunaan kereta api angkutan baraang sebagai sarana transportasi alternatif pengangkutan peti kemas di jalur Sukabumi-Jakarta bakal mengurangi kemacetan jalanan yang terjadi saat ini. Hal ini bakal terjadi setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut barang-barang (air minuman mineral dalam kemasan) milik PT Tirta Investama (Danone Aqua). 
Saat ini kedua belah pihak sedang menjajaki hal tersebut. Seperti diketahui, dalam memasok kebutuhan air mineral. Danone menggunakan sebanyak 400 truk untuk mendistribusikan ke seluruh daerah di Jawa Barat dan Jabodetabek. "Satu rangkaian kereta bisa mengangkut 40 sampai 60 truk. Bila angkutan air mineral menggunakan kereta, maka akan mengurangi kemacetan secara signifikan," kata Customer Services and Logistic Director PT Tirta Investama, Mochamad Bimo. 
Kemacetan yang selama ini selalu terjadi adalah pada jalur Ciawi-Sukabumi, terutama di Pasar Cibadak. Bila menggunakan kereta, diharapkan barang-barang pun akan sampai ke Jakarta lebih cepat.

Sumber Tribunnews

Usaha Permen Tradisional Yang Beromzet Jutaan

Mengawali karir sebagai seorang karyawan, di sebuah pabrik permen milik orang lain. Setelah empat tahun berlalu, tepatnya di tahun 1985, Abdul Bakri (75) memutuskan untuk membuka usaha di bidang yang sama yaitu pembuatan permen jahe. Hanya dengan modal satu bal gula pasir oleh majikan tempat ia bekerja, kini usahanya terus berkembang dan mendapatkan sertifikat Penyehatan Industri Rumah Tangga(PIRT) tahun 2009 dari BPOM. 
Sejak 1980-1984, dimasa mudanya Abdul Bakri bekerja sebagai karyawan pabrik permen jahe, milik Willy yang asli orang Manado. Lalu, Abdul Bakri dipercaya untuk membuka usaha sendiri. Usaha yang dikelolanya ini sama-sama memproduksi permen jahe. Meski modal awal yang ia terima dari majikannya hanya satu bal gula pasir. Tapi tak menjadikan Abdul Bakri berkecil hati, untuk membeli bahan baku lain dengan modal sendiri. Akhirnya pada 1985, pria yang sudah beruban ini membuka usaha di rumahnya sendiri. 
Dengan penuh kesabaran dan keuletan dalam mengembangkan usaha, kini pria yang akrab disapa Bakri ini mempunyai pabrik sendiri yang berlokasi di Jl. Parungseah Gg. Karya Bakti III Kabupaten Sukabumi. Agar usahanya berjalan, Bakri pun merekrut 8 karyawan. Dalam sehari, mampu menghasilkan 120-130 kg permen, dengan rasa jahe, wijen dan asam. Dulunya mengolah bahan baku permen menggunakan wajan yang berkapasitas 15 kg, dengan bahan bakar minyak tanah. Karena minyak tanah sulit didapatkan, akhirnya Bakri beralih menggunakan gas untuk mengolahnya. Cara mengolahnyapun cukup tradisional. Dalam memasarkan produknya, banyak konsumen datang langsung berasal dari Jakarta, Cianjur dan Bogor dan mampu menjual sekitar 100 kg-600 kg. “Sebulan, alhamdulillah kami mampu mendapatkan omset Rp5 juta per 15 hari kerja,”ujar Abdul Bakri kepada Radar Sukabumi. 
Hasil dari usaha yang dirintisnya, dirinya mampu membeli rumah, memiliki pabrik jahe sendiri dan bisa menyekolahkan anaknya hingga ke Perguruan Tinggi (PT). Produk yang diproduksinya disuguhkan harga Rp22 ribu/kg untuk permen jahe dan permen asam. Sedangkan permen wijen Rp24 ribu/kg. “Akhir-akhir ini, bahan baku yang digunakan naik. Sedangkan dalam penjualannya, harga permen-permen kami tidak bisa dinaikkan. Akhirnya berdampak pada omset minim. Mudah-mudah usaha ini ke depannya bisa lebih terkenal dan bisa lebih berkembang. Pemerintah bisa memperhatikan industri kecil seperti saya dan setidaknya ada kucuran dana dari pihak Disperindag untuk mengelola usaha ini,”harapnya.(*) 

Laporan: Esa Septi Juanda Ulfach – Radar Sukabumi 

Dana Segar Untuk Mobkas dari Sinar Mas Multifinance

SUKABUMI - Berada dibawah naungan perusahaan besar berskala nasional Sinar Mas Group. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa pembiayaan (Leasing,red) seperti Multifinance Sinar Mas, makin mantap menguasai sistem pembiayaan keuangan atau kredit mobil bekas di Sukabumi. Branch Manager Multifinance Sinar Mas Sukabumi, Budy Widjaya mengatakan sejak berdirinya sampai sekarang, ribuan nasabah telah menjadi mitranya. “Kami senantiasa memberikan program-program yang menarik untuk konsumen di Sukabumi,”ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya. 
Seperti program Factoring atau jaminan pelanggan terhadap showroom-showroom yang siap melakukan penjaminan. “Tercatat telah 10 showroom yang terjaring di 2011 ini,”tuturnya. Program tersebut, lanjut Budy memiliki banyak manfaat. Yaitu terjadinya bantuan permodalan, guna memajukan kegiatan showroom tersebut. Caranya sangatlah mudah,cukup memiliki SITU dan SIUP serta Giro Bank Sinar Mas. “Dengan bunga sangat rendah berada dikisaran 5,9%, juga kerjasama dengan hampir banyak showroom di luar program factoring,”urainya. 
Multifinance Sinar Mas Sukabumi, tidak hanya melayani penjualan mobil saja. Namun, guna meraih hati pelanggan. Kegiatan pembiayaan untuk pinjamanpun dilayani dengan jaminan mulai BPKB mobil atau motor. “Kami melayani setiap orang yang membutuhkan, kaitan pembiayaan dengan suku bunga sangat murah,”pungkasnya. (cr2) 

JNE Sukabumi Pindah Kantor

SUKABUMI - Pertumuhan bisnis perusahaan kurir JNE terlihat jelas dari kepindahan kantornya. Hal itu disampaikan oleh Jecko Kasian, Pimpinan JNE untuk wilayah Sukabumi dan Cianjur. Jecko menyampaikan hal itu dalam acara syukuran menempati kantor baru yang terletak hanya 50 meter dari kantor lamanya. “Volume bisnis yang terus meningkat sudah tak terlayani jika JNE masih berkantor ditempat lama. Kepindahan ini bertujuan utama untuk memberikan kepuasan optimal untuk para pelanggannya,”katanya.
Kantor baru yang terletak tak jauh dari tempat lama juga sengaja dipilih untuk memberi kemudahan kepada para pelanggannya. Dalam acara itu, selain syukuran penempatan kantor baru bertepatan dengan tanggal lahirnya. Jecko menyatakan rasa syukur karena pertumbuhan perusahaannya yang cukup menakjubkan. Pimpinan JNE itu kembali menegaskan bahwa filosofi bisnis JNE adalah tumbuh menjadi besar untuk kesejahteraan bersama. “Keberhasilan itu harus dirasakan oleh seluruh komponen JNE. Komponen itu adalah seluruh karyawan, mitra bisnis dan masyarakat sekitar,”ujarnya. 
Karena itu dalam acara peresmian kantor baru itu JNE kembali melakukan santunan kepada anak yatim. Kali ini, 30 santri pondok pesantren Al Hikmah yang memperoleh santunan. Berkah keberhasilan JNE dirasakan juga oleh mitra bisnisnya. Yayat Yunayatullah. Pria yang juga agen JNE untuk wilayah Pelabuhanratu bercerita bahwa dulu ia bekerja sebagai loper di JNE. Perusahaan memberinya kesempatan untuk bermitra memuka agen JNE di Pelabuhanratu. Kini, ia menjadi pengusaha mitra JNE dengan kesejahteraa yang jauh lebih meningkat. (sri) 

8 Desember 2011

Profil Surabi Tasik Yang Terkenal Dari Jl. Bhinekakarya Karamat

Membuka lahan usaha baru, untuk bisa melangsungkan hidup setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai penjaga TK. Sukapirena (TK. YB) adalah harapan terbesar Asep (54) sebagai pembuat makanan tradisional ciri khas Kota Tasik yaitu Surabi. Usaha yang dirintis sejak 2008 silam ini, menjadikan Asep bisa melanjutkan sekolah bagi ke tiga anaknya sampai ke perguruan tinggi. 
Salah satu jenis makanan tradisional yang satu ini, sudah banyak dikenal masyarakat. Memang beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Namun lebih dari itu, beras juga bisa disulap menjadi makanan lainnya, seperti yang ditekuni Asep (54) bersama isterinya selama ini. Pria yang juga mantan penjaga sekolah ini, membuka usaha pembuatan Surabi yang berbahan baku beras dengan campuran kelapa di Jl. Bhineka Karya Kelurahan Karamat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi. 
Untuk menghasilkan cita rasa yang tinggi, cara pengolahannyapun menggunakan cara tradisional pula. Di atas tungku dengan bara api dari kayu ini, Asep membakar adonan racikannya menjadi Surabi yang beraneka rasa. Diantaranya rasa gula, oncom, sarondeng, susu keju, susu keju campur meses, telur bebek, telur ayam dan masih banyak lagi rasa yang lain yang bisa konsumen rasakan. “Harganya sangat murah, kami jual dari Rp 1000- Rp5 ribu. Kami sangat bersyukur hingga saat ini tak sedikit konsumen yang mampir ke tempat kami tiap harinya, bahkan banyak juga yang memesan Surabi ini,”katanya. 
Ditemui Radar Sukabumi, bapak tiga orang ini mengaku dalam sehari bisa menghabiskan 7 kg tepung dan kelapa 4-5 buah. Meski saat ini banyak tukang Surabi yang menggunakan kompor gas untuk memasaknya, namun Asep tak tertarik. Dirinya tetap mempertahankan cara tradisional dengan cara dibakar. “Rasanya yang dihasilkan tentunya berbeda. Surabi yang kami buat lebih nikmat, mirip dengan surabi bakar Kota Tasik,”tuturnya. 
Asep mengaku, dengan memproduksi Surabi, dirinya mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai ke Perguruan Tinggi (PT). “Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan terimakasih kepada Allah SWT, usaha kecil yang kami rintis ini akhirnya anak-anak kami bisa kuliah,”ujarnya yang juga menambahkan usahanya tersebut sudah terkenal hingga ke luar kota, seperti Bandung dan Bogor. Di hari-hari biasa, omset yang diperoleh dari usaha pembuatan Surabi ini minimal bisa mencapai Rp 300 ribu/hari. Sedangkan, pada hari libur bisa mencapai Rp 800 ribu/hari. 
Selain Surabi, Asep dan isterinya juga mampu membuat minuman, yang dinamakan Bandrek India. Sebagai teman pada saat menyantap Surabi. Harga untuk Bandrek India ini hanya Rp 3 ribu. “Bandrek India yang kami buat berbeda dengan bandrek lain. Karena disini kami menggunakan jahe merah dan kapol laga saja. Bandrek India ini bermanfaat untuk mengobati alergi, sakit badan dan masuk angin,”imbuhnya yang juga berharap usahanya yang dirintisnya ini bisa lebih terkenal dan bisa meningkatkan omset.(*) 

Laporan: Esa Septi Juanda Ulfach – Wartawati Radar Sukabumi