Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label tasik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tasik. Tampilkan semua postingan

16 Desember 2011

Jual Bakso, Bisnis Potensial di Sukabumi

SUKABUMI - Bisnis kuliner tampaknya menjadi salah satu pilihan untuk menanamkan investasi. Pasalnya, selain terbilang tahan krisis, bisnis kuliner juga tidak mengenal musiman. Seperti yang dikatakan Asep Nursian. Owner bisnis Mie Bakso Tasik ini mulai membuka usahanya di Sukabumi sejak 9 Desember 2011. Meski baru seminggu melebarkan bisnis usahanya di Sukabumi tepatnya di Jl. Gudang Samping LP3I Sukabumi, ia dan keluarga telah membuka lima cabang usaha yang memiliki brand “Mie Bakso Tasik” di Bandung dan Tasikmalaya. 
Kepada Radar Sukabumi, Asep berkisah, saat itu dirinya memang harus merogoh kocek cukup dalam untuk merintis usahanya ini. Namun, kerja kerasnya berbuah manis dan akhirnya dia bisa meraup omzet lumayan. Sebagai contoh meski baru membuka cabang usahanya di Kota Sukabumi ini, sedikitnya 100 porsi telah terjual. 
Sebelum mendirikan usaha ini, Asep berprofesi sebagai dosen di salah satu kampus swasta yang kini berdampingan dengan tempat usahanya. Sekaligus sebagai karyawan di KPP Pratama Sukabumi. Semua pekerjaannya tersebut ia lakoni dengan tekun dan penuh tanggung jawab. Meski jadwalnya padat setiap harinya, pria yang sudah berangkat ke tanah suci Makkah ini tetap mengutamakan tugas pokoknya sebagai seorang karyawan di KPP Pratama Sukabumi dan dosen. “Meski saat ini saya membuka usaha Mie Bakso Tasik, profesi saya tetap diprioritaskan. Saya hanya memantau saja, karena disini saya sudah memiliki tenaga profesional yang sengaja didatangkan dari Tasik untuk turut serta mengembangkan bisnis kuliner ini,”tegasnya yang juga mengaku potensi bisnis kuliner di Sukabumi cukup potensial apalagi jika tol Bosuci dibuka. 
Benar saja, bisnis kuliner yang baru saja ia buka kini terus menggeliat. Setiap hari tempat ini dipenuhi konsumen yang mayoritas dari kalangan mahasiswa. Lantaran tempat usahanya tersebut berada tepat dipinggir kampus tempat dimana ia mengajar. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Hanya Rp 10 ribu untuk Mie Baso Tasik, Rp 15 ribu untuk Mie Bakso Spesial. Jika konsumen ingin menambahkan babat, tahu, pangsit ataupun ceker, tinggal menambahkan uang sebesar Rp2 ribu/buah. 
Strategi jitu ia keluarkan untuk menggaet konsumen lebih banyak lagi. Yaitu dengan menyebar kupon beli satu porsi gratis satu porsi ke sejumlah instansi dan perbankan. “Produk kami terjamin keaslian, kehalalan dan tanpa bahan pengawet. Disini tidak menggunakan borak, mie dan baksonya pun kami buat sendiri, dengan menggunakan daging sapi pilihan tanpa campuran untuk baksonya dan kaldu ayam untuk kuahnya. Penyajiannya juga berbeda. Dalam satu mangkuk mie, kami tambahkan daging ayam cincang, dan yang paling kentara adalah saus yang digunakan adalah saus bawang kami datangkan langsung dari Tasik, karena hanya ada di Tasik harganya pun lumayan mahal,”tuturnya yang juga menambahkan ditempat usahanya juga menyediakan menu mie bakso kuah dan yamien manis /asin. 
Sementara itu, sejumlah konsumen seperti Puji Fauziyah dan Rifal mengaku puas dengan produk yang ditawarkan. “Mie bakso disini rasanya jauh berbeda dengan tempat lain. Lebih enak, lezat dan harganya terjangkau. Proses pembuatannya cukup higienis bahkan kita bisa menyaksikannya langsung disini. Pelayanannya pun ramah,”pungkas ke-dua anak muda ini, kemarin. (sri) 

8 Desember 2011

Profil Surabi Tasik Yang Terkenal Dari Jl. Bhinekakarya Karamat

Membuka lahan usaha baru, untuk bisa melangsungkan hidup setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai penjaga TK. Sukapirena (TK. YB) adalah harapan terbesar Asep (54) sebagai pembuat makanan tradisional ciri khas Kota Tasik yaitu Surabi. Usaha yang dirintis sejak 2008 silam ini, menjadikan Asep bisa melanjutkan sekolah bagi ke tiga anaknya sampai ke perguruan tinggi. 
Salah satu jenis makanan tradisional yang satu ini, sudah banyak dikenal masyarakat. Memang beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Namun lebih dari itu, beras juga bisa disulap menjadi makanan lainnya, seperti yang ditekuni Asep (54) bersama isterinya selama ini. Pria yang juga mantan penjaga sekolah ini, membuka usaha pembuatan Surabi yang berbahan baku beras dengan campuran kelapa di Jl. Bhineka Karya Kelurahan Karamat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi. 
Untuk menghasilkan cita rasa yang tinggi, cara pengolahannyapun menggunakan cara tradisional pula. Di atas tungku dengan bara api dari kayu ini, Asep membakar adonan racikannya menjadi Surabi yang beraneka rasa. Diantaranya rasa gula, oncom, sarondeng, susu keju, susu keju campur meses, telur bebek, telur ayam dan masih banyak lagi rasa yang lain yang bisa konsumen rasakan. “Harganya sangat murah, kami jual dari Rp 1000- Rp5 ribu. Kami sangat bersyukur hingga saat ini tak sedikit konsumen yang mampir ke tempat kami tiap harinya, bahkan banyak juga yang memesan Surabi ini,”katanya. 
Ditemui Radar Sukabumi, bapak tiga orang ini mengaku dalam sehari bisa menghabiskan 7 kg tepung dan kelapa 4-5 buah. Meski saat ini banyak tukang Surabi yang menggunakan kompor gas untuk memasaknya, namun Asep tak tertarik. Dirinya tetap mempertahankan cara tradisional dengan cara dibakar. “Rasanya yang dihasilkan tentunya berbeda. Surabi yang kami buat lebih nikmat, mirip dengan surabi bakar Kota Tasik,”tuturnya. 
Asep mengaku, dengan memproduksi Surabi, dirinya mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai ke Perguruan Tinggi (PT). “Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan terimakasih kepada Allah SWT, usaha kecil yang kami rintis ini akhirnya anak-anak kami bisa kuliah,”ujarnya yang juga menambahkan usahanya tersebut sudah terkenal hingga ke luar kota, seperti Bandung dan Bogor. Di hari-hari biasa, omset yang diperoleh dari usaha pembuatan Surabi ini minimal bisa mencapai Rp 300 ribu/hari. Sedangkan, pada hari libur bisa mencapai Rp 800 ribu/hari. 
Selain Surabi, Asep dan isterinya juga mampu membuat minuman, yang dinamakan Bandrek India. Sebagai teman pada saat menyantap Surabi. Harga untuk Bandrek India ini hanya Rp 3 ribu. “Bandrek India yang kami buat berbeda dengan bandrek lain. Karena disini kami menggunakan jahe merah dan kapol laga saja. Bandrek India ini bermanfaat untuk mengobati alergi, sakit badan dan masuk angin,”imbuhnya yang juga berharap usahanya yang dirintisnya ini bisa lebih terkenal dan bisa meningkatkan omset.(*) 

Laporan: Esa Septi Juanda Ulfach – Wartawati Radar Sukabumi