Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

13 Desember 2011

Lowongan Kerja Sukabumi #Closing 16 Desember 2011

Closing Date: 16 December 2011 

PT Kidang Gesit Perkasa 
Sebuah Perusahaan yang bergerak dibidang Agrobisnis & Property yang berlokasi di Jl. Daan Mogot Raya Km. 13 No. 32, Cengkareng – Jakarta Barat 11730 

Sedang membutuhkan posisi sebagai berikut: 

1. Drafter – Jakarta/Sukabumi 
Requirements: 
  • Laki-laki 
  • Pendidikan min. STM Bangunan / SMA 
  • Pengalaman dalam pembuatan gambar kerja bangunan 
  • Menguasai program AutoCad 2D/3D 
  • Enerjik, sehat, berkepribadian baik dan mampu bekerja sama dalam tim 
  • Berkerja cepat, teliti, dan mampu bekerja dibawah tekanan 
  • Bersedia ditempatkan didaerah Jakarta / Sukabumi (Project site) 


2. Site Marketing – Sukabumi (Jawa Barat) 
Requirements: 
  • Laki-laki 
  • Maksimum 30 Tahun 
  • Pendidikan min. SMA/D3 
  • Diutamakan yang sudah berpengalaman dibidang Marketing Property 
  • Dapat berkomunikasi dengan baik 
  • Mempunyai SIM A/C 
  • Bersedia ditempatkan di Cikidang, Sukabumi 


3. Pelaksana/Pengawas Bangunan – Sukabumi (Jawa Barat)
Requirements: 
  • Pria, dibawah 40 tahun 
  • Pendidikan minimum STM / D3 Bangunan 
  • Pengalaman min. 5 th 
  • Menguasai Gambar Kerja dan Perhitungan Bangunan 
  • Mempunyai kemampuan koordinasi & kerjasama dengan beberapa bagian dengan baik 
  • Mampu berkomunikasi dengan baik 
  • Bersedia bekerja dibawah tekanan 
  • Ditempatkan di Sukabumi (Project Site) 


4. Accounting Staff – Sukabumi (Jawa Barat) 
Requirements: 
  • Pria/wanita 
  • Pendidikan minimal D3/S1 Akuntansi 
  • Pengalaman di bidang Accounting minimal 2 tahun 
  • Mampu membuat laporan buku besar dan Laporan keuangan 
  • Mengerti perpajakan 
  • Menguasi komputer Ms Office ( Word dan Excel) 
  • Jujur, cekatan, teliti dan mampu bekerja di bawah tekanan 
  • Ditempatkan di Sukabumi (Kantor Cabang) 


5. Site Manager – Sukabumi (Jawa Barat) 
Requirements: 
  • Laki-laki 
  • Maksimum 45 Tahun 
  • Pendidikan min. D3/S1 Jurusan Teknik Sipil / Arsitektur 
  • Diutamakan yang sudah berpengalaman dibidangnyga 
  • Min 5 Tahun dipekerjaan Bangunan Gedung 
  • Enerjik, sehat, berkepribadian baik dan mampu bekerja sama dalam tim 
  • Berkerja cepat, teliti, dan mampu bekerja dibawah tekanan 
  • Menguasai Manajemen Projek 
  • Menguasai Ms Office dan Ms Projeck (diutamakan) 
  • Ditempatkan di Sukabumi (Project Site) 


Walk in interview dan lamaran dapat dikirim ke :
Jl. Daan Mogot Raya Km. 13 No. 32, 
Cengkareng – Jakarta Barat 11730

KRD Sukabumi-Bogor : Banyak Peminat, Namun Jadwal Perjalanan Terbatas

SUKABUMI - Terbatasnya jumlah perjalanan kereta rel diesel (krd) untuk rute Bogor - Sukabumi, membuat sebagian besar warga Bogor memilih dengan menggunakan minibus. Padahal, moda kereta api rute ini sebetulnya banyak peminat. "Lebih cepat, bebas macet," kata Mamat, salah seorang penumpang. Menurutnya, jadwal kereta tujuan Sukabumi yang hanya ada pada pagi dan sore. Ini sebabnya, mereka yang hendak bepergian di siang hari, lebih memilih menggunakan colt L300 untuk perjalanan ke Sukabumi. 
“Kereta hanya ada di waktu pagi dan sore, sehingga warga banyak yang menggunakan ini,” ujar Didin, sopir L 300, sambil menunjuk ke arah mobil yang akan dikemudikannya. Berbeda dengan kereta api, lama perjalanan menggunakan angkutan umum susah diprediksi. “Biasanya dua jam sudah sampai di Sukabumi. Tapi jika macet, perjalanan menjadi lima sampai dengan enam jam,” lanjut Didin. 
Kemacetan umumnya dialami saat waktu makan siang karena banyaknya karyawan pabrik di sepanjang jalan raya Bogor - Sukabumi yang beristirahat siang. “Faktor lainnya adalah mogoknya truk-truk pembawa air mineral isi ulang sehingga perjalanan menjadi lebih lama,” tambah Didin dengan logat Sundanya yang kental. 
Pernyataan tersebut diamini seorang penumpang asal Leuwiliang, Bogor yang hendak menuju Sukabumi. Namun, karena tak ada pilihan, ia naik juga. Beruntung, kapai mendapatkan sopir yang 'cerdik'. “Walaupun macet, banyak jalan pintas yang diketahui oleh para sopir ini, sehingga tidak ada masalah,” tuturnya yang biasanya menggunakan colt L300 sepekan tiga kali.

12 Desember 2011

Kereta Barang Jakarta-Sukabumi Urai Kemacetan

JAKARTA - Penggunaan kereta api angkutan baraang sebagai sarana transportasi alternatif pengangkutan peti kemas di jalur Sukabumi-Jakarta bakal mengurangi kemacetan jalanan yang terjadi saat ini. Hal ini bakal terjadi setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut barang-barang (air minuman mineral dalam kemasan) milik PT Tirta Investama (Danone Aqua). 
Saat ini kedua belah pihak sedang menjajaki hal tersebut. Seperti diketahui, dalam memasok kebutuhan air mineral. Danone menggunakan sebanyak 400 truk untuk mendistribusikan ke seluruh daerah di Jawa Barat dan Jabodetabek. "Satu rangkaian kereta bisa mengangkut 40 sampai 60 truk. Bila angkutan air mineral menggunakan kereta, maka akan mengurangi kemacetan secara signifikan," kata Customer Services and Logistic Director PT Tirta Investama, Mochamad Bimo. 
Kemacetan yang selama ini selalu terjadi adalah pada jalur Ciawi-Sukabumi, terutama di Pasar Cibadak. Bila menggunakan kereta, diharapkan barang-barang pun akan sampai ke Jakarta lebih cepat.

Sumber Tribunnews

Usaha Permen Tradisional Yang Beromzet Jutaan

Mengawali karir sebagai seorang karyawan, di sebuah pabrik permen milik orang lain. Setelah empat tahun berlalu, tepatnya di tahun 1985, Abdul Bakri (75) memutuskan untuk membuka usaha di bidang yang sama yaitu pembuatan permen jahe. Hanya dengan modal satu bal gula pasir oleh majikan tempat ia bekerja, kini usahanya terus berkembang dan mendapatkan sertifikat Penyehatan Industri Rumah Tangga(PIRT) tahun 2009 dari BPOM. 
Sejak 1980-1984, dimasa mudanya Abdul Bakri bekerja sebagai karyawan pabrik permen jahe, milik Willy yang asli orang Manado. Lalu, Abdul Bakri dipercaya untuk membuka usaha sendiri. Usaha yang dikelolanya ini sama-sama memproduksi permen jahe. Meski modal awal yang ia terima dari majikannya hanya satu bal gula pasir. Tapi tak menjadikan Abdul Bakri berkecil hati, untuk membeli bahan baku lain dengan modal sendiri. Akhirnya pada 1985, pria yang sudah beruban ini membuka usaha di rumahnya sendiri. 
Dengan penuh kesabaran dan keuletan dalam mengembangkan usaha, kini pria yang akrab disapa Bakri ini mempunyai pabrik sendiri yang berlokasi di Jl. Parungseah Gg. Karya Bakti III Kabupaten Sukabumi. Agar usahanya berjalan, Bakri pun merekrut 8 karyawan. Dalam sehari, mampu menghasilkan 120-130 kg permen, dengan rasa jahe, wijen dan asam. Dulunya mengolah bahan baku permen menggunakan wajan yang berkapasitas 15 kg, dengan bahan bakar minyak tanah. Karena minyak tanah sulit didapatkan, akhirnya Bakri beralih menggunakan gas untuk mengolahnya. Cara mengolahnyapun cukup tradisional. Dalam memasarkan produknya, banyak konsumen datang langsung berasal dari Jakarta, Cianjur dan Bogor dan mampu menjual sekitar 100 kg-600 kg. “Sebulan, alhamdulillah kami mampu mendapatkan omset Rp5 juta per 15 hari kerja,”ujar Abdul Bakri kepada Radar Sukabumi. 
Hasil dari usaha yang dirintisnya, dirinya mampu membeli rumah, memiliki pabrik jahe sendiri dan bisa menyekolahkan anaknya hingga ke Perguruan Tinggi (PT). Produk yang diproduksinya disuguhkan harga Rp22 ribu/kg untuk permen jahe dan permen asam. Sedangkan permen wijen Rp24 ribu/kg. “Akhir-akhir ini, bahan baku yang digunakan naik. Sedangkan dalam penjualannya, harga permen-permen kami tidak bisa dinaikkan. Akhirnya berdampak pada omset minim. Mudah-mudah usaha ini ke depannya bisa lebih terkenal dan bisa lebih berkembang. Pemerintah bisa memperhatikan industri kecil seperti saya dan setidaknya ada kucuran dana dari pihak Disperindag untuk mengelola usaha ini,”harapnya.(*) 

Laporan: Esa Septi Juanda Ulfach – Radar Sukabumi 

Dana Segar Untuk Mobkas dari Sinar Mas Multifinance

SUKABUMI - Berada dibawah naungan perusahaan besar berskala nasional Sinar Mas Group. Perusahaan yang bergerak dibidang jasa pembiayaan (Leasing,red) seperti Multifinance Sinar Mas, makin mantap menguasai sistem pembiayaan keuangan atau kredit mobil bekas di Sukabumi. Branch Manager Multifinance Sinar Mas Sukabumi, Budy Widjaya mengatakan sejak berdirinya sampai sekarang, ribuan nasabah telah menjadi mitranya. “Kami senantiasa memberikan program-program yang menarik untuk konsumen di Sukabumi,”ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya. 
Seperti program Factoring atau jaminan pelanggan terhadap showroom-showroom yang siap melakukan penjaminan. “Tercatat telah 10 showroom yang terjaring di 2011 ini,”tuturnya. Program tersebut, lanjut Budy memiliki banyak manfaat. Yaitu terjadinya bantuan permodalan, guna memajukan kegiatan showroom tersebut. Caranya sangatlah mudah,cukup memiliki SITU dan SIUP serta Giro Bank Sinar Mas. “Dengan bunga sangat rendah berada dikisaran 5,9%, juga kerjasama dengan hampir banyak showroom di luar program factoring,”urainya. 
Multifinance Sinar Mas Sukabumi, tidak hanya melayani penjualan mobil saja. Namun, guna meraih hati pelanggan. Kegiatan pembiayaan untuk pinjamanpun dilayani dengan jaminan mulai BPKB mobil atau motor. “Kami melayani setiap orang yang membutuhkan, kaitan pembiayaan dengan suku bunga sangat murah,”pungkasnya. (cr2) 

JNE Sukabumi Pindah Kantor

SUKABUMI - Pertumuhan bisnis perusahaan kurir JNE terlihat jelas dari kepindahan kantornya. Hal itu disampaikan oleh Jecko Kasian, Pimpinan JNE untuk wilayah Sukabumi dan Cianjur. Jecko menyampaikan hal itu dalam acara syukuran menempati kantor baru yang terletak hanya 50 meter dari kantor lamanya. “Volume bisnis yang terus meningkat sudah tak terlayani jika JNE masih berkantor ditempat lama. Kepindahan ini bertujuan utama untuk memberikan kepuasan optimal untuk para pelanggannya,”katanya.
Kantor baru yang terletak tak jauh dari tempat lama juga sengaja dipilih untuk memberi kemudahan kepada para pelanggannya. Dalam acara itu, selain syukuran penempatan kantor baru bertepatan dengan tanggal lahirnya. Jecko menyatakan rasa syukur karena pertumbuhan perusahaannya yang cukup menakjubkan. Pimpinan JNE itu kembali menegaskan bahwa filosofi bisnis JNE adalah tumbuh menjadi besar untuk kesejahteraan bersama. “Keberhasilan itu harus dirasakan oleh seluruh komponen JNE. Komponen itu adalah seluruh karyawan, mitra bisnis dan masyarakat sekitar,”ujarnya. 
Karena itu dalam acara peresmian kantor baru itu JNE kembali melakukan santunan kepada anak yatim. Kali ini, 30 santri pondok pesantren Al Hikmah yang memperoleh santunan. Berkah keberhasilan JNE dirasakan juga oleh mitra bisnisnya. Yayat Yunayatullah. Pria yang juga agen JNE untuk wilayah Pelabuhanratu bercerita bahwa dulu ia bekerja sebagai loper di JNE. Perusahaan memberinya kesempatan untuk bermitra memuka agen JNE di Pelabuhanratu. Kini, ia menjadi pengusaha mitra JNE dengan kesejahteraa yang jauh lebih meningkat. (sri) 

8 Desember 2011

Profil Surabi Tasik Yang Terkenal Dari Jl. Bhinekakarya Karamat

Membuka lahan usaha baru, untuk bisa melangsungkan hidup setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai penjaga TK. Sukapirena (TK. YB) adalah harapan terbesar Asep (54) sebagai pembuat makanan tradisional ciri khas Kota Tasik yaitu Surabi. Usaha yang dirintis sejak 2008 silam ini, menjadikan Asep bisa melanjutkan sekolah bagi ke tiga anaknya sampai ke perguruan tinggi. 
Salah satu jenis makanan tradisional yang satu ini, sudah banyak dikenal masyarakat. Memang beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Namun lebih dari itu, beras juga bisa disulap menjadi makanan lainnya, seperti yang ditekuni Asep (54) bersama isterinya selama ini. Pria yang juga mantan penjaga sekolah ini, membuka usaha pembuatan Surabi yang berbahan baku beras dengan campuran kelapa di Jl. Bhineka Karya Kelurahan Karamat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi. 
Untuk menghasilkan cita rasa yang tinggi, cara pengolahannyapun menggunakan cara tradisional pula. Di atas tungku dengan bara api dari kayu ini, Asep membakar adonan racikannya menjadi Surabi yang beraneka rasa. Diantaranya rasa gula, oncom, sarondeng, susu keju, susu keju campur meses, telur bebek, telur ayam dan masih banyak lagi rasa yang lain yang bisa konsumen rasakan. “Harganya sangat murah, kami jual dari Rp 1000- Rp5 ribu. Kami sangat bersyukur hingga saat ini tak sedikit konsumen yang mampir ke tempat kami tiap harinya, bahkan banyak juga yang memesan Surabi ini,”katanya. 
Ditemui Radar Sukabumi, bapak tiga orang ini mengaku dalam sehari bisa menghabiskan 7 kg tepung dan kelapa 4-5 buah. Meski saat ini banyak tukang Surabi yang menggunakan kompor gas untuk memasaknya, namun Asep tak tertarik. Dirinya tetap mempertahankan cara tradisional dengan cara dibakar. “Rasanya yang dihasilkan tentunya berbeda. Surabi yang kami buat lebih nikmat, mirip dengan surabi bakar Kota Tasik,”tuturnya. 
Asep mengaku, dengan memproduksi Surabi, dirinya mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai ke Perguruan Tinggi (PT). “Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan terimakasih kepada Allah SWT, usaha kecil yang kami rintis ini akhirnya anak-anak kami bisa kuliah,”ujarnya yang juga menambahkan usahanya tersebut sudah terkenal hingga ke luar kota, seperti Bandung dan Bogor. Di hari-hari biasa, omset yang diperoleh dari usaha pembuatan Surabi ini minimal bisa mencapai Rp 300 ribu/hari. Sedangkan, pada hari libur bisa mencapai Rp 800 ribu/hari. 
Selain Surabi, Asep dan isterinya juga mampu membuat minuman, yang dinamakan Bandrek India. Sebagai teman pada saat menyantap Surabi. Harga untuk Bandrek India ini hanya Rp 3 ribu. “Bandrek India yang kami buat berbeda dengan bandrek lain. Karena disini kami menggunakan jahe merah dan kapol laga saja. Bandrek India ini bermanfaat untuk mengobati alergi, sakit badan dan masuk angin,”imbuhnya yang juga berharap usahanya yang dirintisnya ini bisa lebih terkenal dan bisa meningkatkan omset.(*) 

Laporan: Esa Septi Juanda Ulfach – Wartawati Radar Sukabumi 

Disnak Ngotot Operasikan Pasar Ternak Bojongkokosan

CICURUG - Protes pemindahan yang dilakukan warga pasar ternak Cicurug ternyata tidak berpengaruh terhadap beroperasinya pasar ternak yang berada di Desa Bojongkokosan Kecamatan Parungkuda. Kendati bertentangan dengan keinginan warga pasar ternak, namun Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi tetap mengoperasikan keberadaan pasar itu secara resmi kemarin. 
Pasalnya pasar ternak Bojongkokosan sudah didasari SK bupati sebagai landasan beroperasinya, dengan demikian jika tidak difungsikan maka anggran Rp 400 juta yang berasal dari APBN akan terbuang sia-sia. Hingga saat ini belum ada solusi pasti mengenai persoalan tersebut. Hanya saja sebuah kebijakan ditempuh yakni memperbolehkan pasar ternak Cicurug untuk tetap digunakan disamping pasar ternak Bojongkokosan. Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Kabupaten Sukabumi, Asep Sugianto mengatakan pasar ternak Bojongkokosan tetap harus beroperasi. 
Disisi lain Disnak tidak akan menutup kegiatan pasar ternak Cicurug, karena berhadapan dengan kondisi saat ini dimana terjadi penolakan relokasi. “Silahkan untuk para pedagang ternak yang ingin beraktivitas di pasar ternak Cicurug, begitu pun jika beraktivitas di pasar ternak Bojongkokosan,” katanya saat dihubungi secara terpisah. Mengenai tidak adanya sosialisasi relokasi pasar ternak lanjut Asep, Pihaknya sudah lakukan penjelasan kepada warga pasar ternak dari tahun 2009 silam. Bahkan pemerintah memberikan voting empat lokasi yang akan dijadikan pasar ternak, yakni di Benda Kecamtan Cicurug, Kampung Leuwi cerik Desa Naggerang, wilayah Indolakto Kelurahan Cicurug dan desa Bojongkokosan. “Hasilnya Bojongkokosan, Sedangkan permintaan relokasi tersebut muncul dari permintaan warga yang merasa tidak nyaman dengan kondisi pasar ternak Cicurug, Saat itu pemerintah ketika sosialisasi kami ajak ke daerah Jawa tengah untuk banding, sosialisasi sudah sepenuhnya dilaksanakan,” ujarnya. 
Asep mengungkapkan mungkin saat ini hal tersebut jangan di debatkan sebab khawatir memunculkan polemik berkepanjangan. Pastinya pasar ternak Cicurug tetap bisa digunakan, warga pasar di beri kebebasan untuk menggunakan kedua fasilitas pasar ternak tersebut. Tetapi untuk memenuhi permintaan warga pasar ternak Cicurug supaya lokasi relokasi masih berada di kawasan Kecamatan Cicurug hal itu sangat sulit dipenuhi. 
Sementara, akibat tidak setujuanya relokasi pasar ternak ke Desa Bojongkokosan, warag pasar ternak melakukan unjukrasa Senin (5/12). Warga khawatir dengan relokasi tersebut akan membutuhkan waktu lama supaya usaha kembali maju. Selain itu warga memandang nilai historis bahwa pasar ternak yang terkenal dengan sebutan Pasar Domba (Pasdom) merupakan ikon Cicurug, sedangkan keberdaan pasar ternak di Bojongkokosan akan merusak ikon kawasan Sejarah perjuangan desa tersebut.(dri) 

PT SLM Buka Dealer Motor DI Karangtengah

SUKABUMI - PT Selamat Lestari Mandiri terus mengembangkan sayapnya dalam bidang usaha otomotif. Selamat Motor sebagai dealer produk motor Honda kini lebih dekat dengan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan produk Honda, dengan membuka dealer baru di Jl. Raya Karangtengah Cibadak Kabupaten Sukabumi. Peresmian dealer Selamat Motor ini berlangsung di lokasi baru dealer, dihadiri petinggi PT Selamat Lestari Motor Group, Owner Selamat dan Sulani Indrawati, serta Direksi, Angelina. Disamping itu, sebagai tamu undangan pejabat pemerintah Kecamtaan Cibadak serta tokoh masyarakat,beberapa klub motor Honda hadir dalam kesempatan ini. 
Acara persemian yang identik dengan warna merah putih ini akrab dengan slogan Honda One Heart. Kendati bergerak dibidang otomotif, namun acara diisi dengan penampilan budaya seperti tari merak dan lengser. Dalam hal ini menggambarkan Honda merupakan budaya masyarakat, yang dekat dan akrab. Kepala Cabang Pusat (KCP) Selamat Motor Sukabumi, Arie Munandar mengatakan dengan dibukanya dealer Selamat Honda, bertambah satu dealer menjadi tiga. Sebelumnya Selamat Motor sudah hadir di Sukabumi dan Palabuhanratu. Untuk konsumen Honda tidak akan disulitkan dengan layanan servis, pasalnya terdapat lima pos Honda yang akan melayani kebutuhan konsumen. 
“Selamat Motor optimis dapat memenuhi permintaan sepeda motor khususnya merek Honda. Lokasi cabang saat ini yang dipilih dekat berdampingan dengan pemukiman penduduk. Supaya terjalin hubungan baik Honda dan saling memberikan nilai positif khususnya dengan warga sekitar,” ujarnya. Arie memaparkan, Selamat Motor merupakan dealer yang menyediakan berbagai produk Honda serta menjadi satu-satunya dealer Honda yang menyediakan tipe motor kelas Preminium, seperti jenis Honda CBR 250 tipe Abs, CBR 250 biasa serta Honda matic elegan VCX. “Selamat motor optimis memberikan layanan yang membuat nyaman konsumen, kami berikan kemudahan dan sarana. Selanjutnya untuk lebih mengakrabkan lagi setiap tahun sebagai agenda rutin akan berlangsung event yang menarik dan menjadi hiburan untuk masyarakat,” tukasnya. (dri) 

Pasar Pelita Akan Direnovasi Pertengahan 2012

SUKABUMI – Pasar Pelita direncanakan bakal dibongkar pertengahan tahun depan. Rencananya, pasar tradisional ini akan direnovasi menjadi pasar modern. Belum disebutkan berapa nilai investasi untuk perombakan salah satu pusat perdagangan ternama di Kota Sukabumi ini. Namun Kepala Dinas Koperasi Perindsutrian dan Perdagangan (Koperindag), Dudi Fathul Djawad memastikan renovasi Pasar pelita sudah diajukan RAPBD 2012. “Kalau tidak ada halangan dan mendapat persetujuan dari dewan, kami merencanakan renovasi Pasar Pelita, Juni tahun depan,” ujar Dudi di ruang kerjanya. 
Dijelaskan Dudi, pembongkaran Pasar Pelita yang identik dengan pasar tradisional ini akan berubah menjadi pasar modern, tapi tidak sepenuhnya menghilangkan kesan tradisional di dalamnya seperti unsur tawar menawar yang sangat kental. “Nuansa tradisional akan tetap ada, yang menonjol sisi modernisasinya terletak pada sisi bangunannya saja yang lebih mewah,” jelasnya. 
Lazimnya pembongkaran pasar, Dudi juga sudah memprediksi bakal terjadi kontroversi terkait rencana ini. Pasalnya pasar yang akan dibangun ini akan membuat sebagian pedagang mengeluh. “Pembongkaran besar ini akan merubah struktur bangunan pasar tapi tidak akan bergeser,” tandas Dudi. Pembangunan pasar yang akan memfasilitasi masyarakat agar lebih memberikan keleluasan masyarakat dalam berjual beli, sekaligus memberikan kenyamanan masyarakat supaya tidak takut tindakan kriminal di dalam pasar. 
“Untuk saat ini pemerintah akan memberikan tampilan baru Pasar Pelita nanti, tapi tidak akan bergeser lokasinya dan diharapkan pasar pelita ini akan menjadi ikon perdagangan yang bersih di Sukabumi. Di sisi lain Dudi menjelaskan perkembangan pasar modern di Kota Sukabumi tidak akan dibatasi oleh pemerintah Kota Sukabumi. Bahkan, kehadirannya dinilai mendukung Kota Sukabumi sebagai Kota Jasa Perdagangan. 
Saat diminta tanggapannya terhadap menjamurnya minimarket atau swalayan di Kota Sukabumi. Dudi menyatakan pasar tradisional dan pasar modern di Kota Sukabumi tidak akan dibatasi keberadaannya. “Dikarenakan, keduanya sangat diperlukan. Masing-masing pasar itu memiliki segmentasi pasar yang berbeda. Sehingga kehadiran pasar tersebut bisa seiring dengan Kota Sukabumi sebagai Kota Pusat Perdagangan,” ujar Dudi. Tentunya, lanjut Dudi, kehidupan perdagangan akan menjadi ikon, sehingga banyak warga (baik masyarakat Kota Sukabumi maupun luar,red) yang datang ke Kota Sukabumi yang memerlukan layanan jasa perdagangan. Akhirnya bisa meningkatkan laju perekonomian di Kota Sukabumi. 
“Yang terpenting adalah setiap pendirian pasar modern, harus memenuhi persyaratan. Salah satunya mereka harus menjalin kemitraan usaha antara pasar modern, pasar tradisional dan UMKM. Serta wajib merekrut tenaga kerja lokal,”urainya. Itu semua, lanjut Dudi sesuai dengan aturan perizinan tertanggal 23 Februari 2011. Dimana, kewenangan untuk mengeluarkan surat perizinan atas pendirian pasar modern (swalayan,red) tersebut ditangani oleh bagian teknik pada Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Kota Sukabumi yang salah satu anggotanya adalah Diskoperindag Kota Sukabumi. “Namun demikian, kita tetap memperhatikan jarak atau radius keberadaan pasar modern dengan pasar tradisional. Agar tidak mengganggu kelangsungan pasar tradisional itu sendiri. Untuk itu, kami menghimbau agar para pedagang mengutamakan pelayanannya terhadap konsumen dan juga menjaga kebersihan,”pungkasnya. 
Di sisi lain tanggapan dari salah seorang pedagang kecil yang sering disapa Syariah menuturkan, ” adanya minimarket dan swalayan semakin marak di Kota Sukabumi, sehingga persaingan sulit dihadapi oleh pedagang kecil seperti saya. Kebanyakan masyarakat beralih ke swalayan dan minimarket untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya. Mungkin masyarakat melihat kwalitas dari produk yang terjamin di sawalayan dan minimarket, sehingga berujung tidak banyak masyarakat yang singgah ke warung saya untuk berbelanja”, katanya.((cr1/cr3)