Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label surade. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surade. Tampilkan semua postingan

28 Januari 2012

Agen LPG 3 Kg Keluhkan Persaingan Harga

Sukabumi – Sejumlah agen Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg bersubsidi di wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi mengeluhkan sikap agen wilayah Kota Sukabumi yang mengakomodasi pangkalan ilegal. Akibatnya, terjadi persaingan harga yang tak sehat secara tak langsung. Pemilik PT Prima Anugerah Tangguh, H Baden menyatakan, akibat ulah para agen dari wilayah kota itu, persaingan harga terjadi di lapangan. H. Baden menduga, maraknya para agen dari wilayah kota masuk ke wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi, karena tergiur harga yang lebih tinggi. “Sesuai SK Bupati, untuk harga jual di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah kota, karena hanya berjarak 60 km. Mungkin karena itulah mereka masuk ke wilayah selatan, dan memelihara pangkalan liar. Anehnya, aparat pemerintah tidak menertibkan para pangkalan yang tanpa izin itu,” tegas H Baden. 
Padahal, lanjut H. Baden, setiap pangkalan, diwajibkan memiliki izin ussaha yang diteribkan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), “ Pemerintah membiarkan pangkalan liar ini berusaha. Dan ini bias berakibat buruk bagi agen dan pangkalan yang memang memiliki perizinan resmi dari Pemda. Saya heran dengan Diskoperindag yang belum membentuk Tim Terpadu (Timdu) sesuai amanat SK Bupati,” tegasnya. 
Dia mengungkapkan, khusus di wilayah Selatan Sukabumi, seperti Jampang Kulon dan Surade, sedikitnya tedapat 4 pangkalan LPG 3 KG bersubsidi yang ilegal. Namun H. Baden enggan menyebtukan siapa dan di wialyah mana saja pangkalan ilegal itu berada. “Saya sudah mengantongi nama dan merk pangkalan yang saya duga ilegal. Kalau pemerintah ingin menertibkan, saya akan bantu dengan cara membertahu pangkalan ilegal itu, dan siapa penyupali nya,” tegasnya lagi. 
Sebenarnya, kata dia, persoalan ini telah disampaikan kepada HImpunan Wiraswsta nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sukabumi. Namun belum ada tanggapan, “ Saya sudah pernah melaporkan adanya pangkalan ilegal di wilayah Suarade dan jampang Kulon. NAmun hingga sekarang belum ada upaya pembinaan dari Hiswana Migas, dan penertiban dari pihak pemerintah,” tutur H Baden. 
Sementara Kepala Bidang Perdagangan pada Diskoperindag Kabupaten Sukabumi, H. Agus, ketika dikonfirmasi sedang tidak ada ditempat. Dilain pihak, Plh. Bidang Perlindungan Konsumen (PK), Memed Jamaludin menyatakan, PK dalam persoalan ini memiliki andil. Namun karena jarang dilibatkan soal LPG, pihaknya memilih diam, “ Kita takut Off side. Padahal bisa saja PK melangkah. Namun tanpa koordinasi, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Soal Timdu, kami akui ada kendala dalam pembentukannya. Dimana nantinya antara tugas dan fungsi Timdu, berbenturan dengan tupoksi Bidang Perdagangan” tegas Memed Jamaludin (NERACA)

18 Januari 2011

Jabar akan bangun bandara baru di Sukabumi

Bisnis Jabar -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun bandara baru di Citarate Kab. Sukabumi, yang ditargetkan berdiri dalam jangka waktu 15 tahun ke depan.
Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dicky Saromi mengemukakan rencana pembangunan bandara baru itu merupakan bagian dari rencana peningkatan infrastruktur perhubungan di Jabar bagian selatan.
“Dalam rencana pembangunan jangka panjang Jabar hingga 2025 memang ada rencana pembangunan bandara di Citarate yang merupakan bagian pembangunan infrastruktur strategis,” katanya hari ini.
Dia menuturkan studi kelayakan atas bandara tersebut sebetu ffb lnya sudah rampung pada 2005 lalu dan tinggal menunggu kepastian kebijakan pembangunan.Meski, belum bisa memastikan kapan bandara baru itu dapat direalisasikan.
Dia menuturkan jenis bandara baru akan berbentuk bandara perintis yang mirip Bandara Nusawiru di Kab. Ciamis yang saat ini menyokong kegiatan perekonomian berupa pertanian dan perikanan di kawasannya.
“Bandara itu juga akan mirip seperti Nusawiru seperti sekarang,” katanya.
Dia belum bisa merinci total areal kawasan bandara yang akan dibangun serta biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan bandara. Tetapi, dari sisi konstruksi area bandara akan memiliki panjang landasan sekitar 1,9 km dengan lebar landasan antara 30 meter—60 meter.
“Lahan bandara sudah ada sebagian. Tetapi, ada beberapa lahan milik masyarakat yang kemungkinan harus dibebaskan,” tuturnya.
Sebetulnya, kata dia, sudah ada komplek bandara di Palabuhanratu yang merupakan peninggalan Belanda.
Pemprov Jabar menilai kompleks bandara lama yang sudah tidak berfungsi itu sudah terlampau padat dengan pemukiman penduduk sehingga areal bandara baru digeser ke arah selatan di Kecamatan Surade.(hh)