Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

6 Maret 2012

Mengenal Wisata Sejarah Peninggalan Belanda Di Sukabumi

Kawasan wisata di Sukabumi tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah nan asri, tetapi juga membawa wisatawan ke wisata sejarah karena sebagian besar tempat wisata itu dibangun pada zaman Belanda. 
Di Selabintana yang terletak 7 kilometer dari kota Sukabumi, misalnya, wisatawan akan mendapatkan jejak sejarah peninggalan Belanda yang dipadu dengan panorama Gunung Gede-Pangrango. Hotel yang dibuat pada tahun 1900-an oleh seorang berkebangsaan Belanda tetap bertahan hingga kini dan masih menjadi ikon Selabintana. 
Kawasan wisata Danau Lido juga dibuat pada zaman Belanda. Ketika itu pada tahun 1898, saat Belanda membangun Jalan Raya Bogor-Sukabumi, mereka mencari tempat untuk peristirahatan para petinggi pengawas pembangunan jalan dan pemilik perkebunan. Danau Lido sendiri adalah danau alam yang letaknya di lembah Cijeruk dan Cigombong. Jika dilihat dari atas, Danau Lido seperti mangkuk di kaki Gunung Gede-Pangrango. Di dekat danau ini juga terdapat air terjun Curug Cikaweni yang mengalirkan air yang sangat dingin. Kawasan ini baru dibuka untuk umum pada tahun 1940 setelah Ratu Wilhelmina datang dan beristirahat di Lido pada tahun yang sama. Ketika itu, restoran pertama diresmikan sebagai pelengkap fasilitas kawasan wisata dan juga untuk menjamu Sang Ratu. 
Berbeda dengan Danau Lido, Situ Gunung bukanlah danau alam. Dari berbagai cerita rakyat setempat dan data dari pengelola taman wisata, danau ini ternyata buatan manusia. Konon, pada tahun 1800-an, danau ini dibuat oleh bangsawan Mataram Rangga Jagad Syahadana atau Mbah Jalun (1770-1841). Tokoh ini merupakan buronan penjajah yang akhirnya menetap di kawasan Kasultanan Banten, tepatnya di kaki Gunung Gede-Pangrango. Mbah Jalun merasa begitu bahagia ketika istrinya yang berasal dari Kuningan-Cirebon melahirkan seorang anak laki-laki, Rangga Jaka Lulunta. Perasaan bangga, bahagia, dan penuh syukur itu diwujudkannya dengan membangun Situ Gunung. 
Telaga Situ Gunung kemudian diambil alih oleh Belanda dan kemudian dibangunlah beberapa infrastruktur pada tahun 1850. Di kawasan ini pernah dibangun hotel dengan nama Hotel Situ Gunung. Kini di Situ Gunung tersedia penginapan yang cukup nyaman dengan fasilitas air panas. Apabila memilih berkemah, pelancong bisa membawa tenda sendiri atau menyewa tenda dari pengelola. Fasilitas mandi cuci kakus juga tersedia di areal perkemahan itu. (Kompas)

21 Maret 2011

Bisnis Rumah Makan Makin Sengit

SUKABUMI – Masyarakat Jawa Barat (Jabar), khususnya Kota Sukabumi menjadi pasar yang cukup potensial untuk bisnis kuliner. Dalam beberapa tahun terakhir ini, banyak rumah makan yang bermunculan di Kota Sukabumi, salah satunya Bumi Abdi Resto and Spa dan menjadi salah satu pilihan paling favorit yang dikunjungi masyarakat.
Rina Marlina, Manager Bumi Abdi Resto and Spa Kota Sukabumi mengakui sekarang ini persaingan bisnis memang sudah makin sengit. Namun sebenarnya masing-masing rumah makan atau restaurant memiliki keunggulan masing-masing, jadi sudah ada pasar masing-masing untuk konsumennya.
Bumi Abdi merupakan salah satu restoran di Kota Sukabumi yang menjadi langganan sejumlah selebritis ibu kota. Sejumlah artis ternama diantaranya Alexa, Anya Dwinov, Lucky Hakim, Dick Doang hingga Reza Artamevia sering menyambangi restoran yang berlokasi di Jalan Suryakencana Kota Sukabumi ini.
"Disini, kami menawarkan resto yang bernuansa alam pedesaan namun berada di dalam kota. Tentunya dengan suasana yang nyaman dan tenang, pengunjung pun merasa betah seperti di rumahnya sendiri,"ujarnya kepada Radar Sukabumi, kemarin.
Menurutnya, upaya lain yang dilakukan agar tetap eksis, salah satunya dengan memberikan penawaran harga yang lebih terjangkau."Harga yang kami tawarkan lebih murah, sehingga masyarakat semua lapisan bisa makan di tempat kami," ucapnya.
Dalam memanjakan konsumennya, manajemen Bumi Abdi juga menyediakan fasilitas lengkap lainnya. Yaitu resto and saung lesehan, salon and spa  modern, live music dan family karaoke.
"Sudah menjadi fitrah semua orang mendambakan tubuh sehat, wajah bersih, fikiran tenang setiap waktu. Dan semua ini bisa didapatkan disini,"tuturnya.
Dengan konsep tersebut, pantas saja sejumlah selebriti merasa betah jika berada disana.
Sementara itu, sebelum dan sesudah manggung di Gelanggang Olah Raga (GOR) Merdeka Kota Sukabumi yang digelar salah satu perusahaan rokok ternama kemarin, Aqi bersama Satrio (gitar/back vokal), Rizki (gitar/back vokal), Jmono (bass), dan Fajar (drum & perkusi) menyempatkan diri untuk makan siang dan malam di tempat ini.
Vokalis Alexa, Aqi mengaku terkesan dengan pelayanan yang diberikan Bumi Abdi Resto and Spa Kota Sukabumi. "Layanannnya ramah banget, menu makanannya sip. Terutama gurame sableng dan sop iga goreng rasrasannya itu mantap sekali enak dan cocok bagi lidah kami, menggugah selera makan. Kalau sudah begini manggung pun jadi tambah semangat,"kagumnya.
Selain gurame sableng dan sop iga goreng rasrasan, ditempat ini Alexa juga mencicipi hidangan unggulan Bumi Abdi Resto and Spa . Diantaranya, zupa Zupp, masakan nusantara, aneka jus buah dan ayam betutu.(sri) 

Waterpark Hadir di Sukabumi

SUKABUMI -- Kehadiran permainan air di sebuah arena bermain atau wisata wahana air kini menjadi tren hiburan. Bermain basah-basahan dengan berenang atau bermain  di atas rangkaian papan seluncur jadi pilihan yang tak bisa ditampik. Tak heran, sejak wahana air Ryzzy Azzahra Waterpark ini diluncurkan seminggu yamng lalu, antusias masyarakat terutama di Sukabumi dan kawasan sekitar tak bisa dilihat sebelah mata.
"Meski baru dibuka, dalam satu hari di hari libur ratusan pengunjung memadati arena air yang kami sediakan di  Rizzy Azzahra Waterpark ini,"kata General Manager (GM) Ryzzy Az-Zahra Waterpark Sukabumi, Yuni Resna Purnama Sari melalui Asisten GM  Ryzzy Az-Zahra Waterpark Sukabumi, Chandra Surya kepada Radar Sukabumi.
Dengan adanya arena ini, lanjut Chandra, masyarakat Sukabumi kini punya tempat rekreasi baru dan lengkap. Fasilitas yang disajikan Rizzy Azzahra Waterpark begitu memikat, tak heran bila wahana air yang berlokasi di Jalan Salabintana KM 6 Karawang Sukabumi ini menjadi salah satu obyek wisata yang paling diminati pelajar dan masyarakat umum.
Menurut pria ramah ini, kawasan Rizzy  Azzahra Waterpark bukan semata wahana air saja. "Kami juga punya arena permainan yang bersifat edukatif, seperti kolam pacu yang cocok bagi para pelajar SD dan SMP yang ingin belajar berenang,"terangnya.
Tidak hanya itu, fasilitas lainnya yang tak kalah menariknya disini adalah  water slide, adrenalin, kolam ember tumpah (waterboom,red), taman bermain anak, delapan tenan food court, mushola dan area parkir yang luas. 
"Karena saat ini masih dalam rangka promosi,pengunjung kami tawarkan harga promosi pula yakni Rp 15 ribu baik dewasa maupun anak-anak hingga tanggal 31 Maret 2011 mendatang. Setelah itu harga normal kembali pada hari biasa dikenakan tarif Rp 17.500 untuk anak-anak dan Rp 20 ribu dewasa. Dan pada hari libur dewasa Rp 25 ribu dan anak-anak Rp 20 ribu saja,"ujarnya yang juga menambahkan bahwa Rizzy Azzahra Waterpark buka dari pukul 09.00 WIB-16.00 WIB pada hari biasa dan pukul 08.00 WIB-17.00 WIB untuk hari libur.
Untuk memaksimalkan target pengunjung yang datang, manajemen waterpark ini juga menggandeng salah satu provider seluler yakni XL, dimana ada penawaran khusus bagi pengguna XL yang mendapatkan sms khusus tentang Rizzy Azzahra Waterpark. "Program layanan seluler ini kami namakan By One Get One. Artinya, setiap pengunjung yang menunjukkan sms tersebut, maka kami  berikan paket khusus yaitu datang berdua bayar satu karcis saja,"tuturnya.
Sebagai wahana wisata air atau waterpark, Rizzy Azzahra Waterpark juga mengembangkan konsep back to nature. "Jadi, semua wahana yang tersedia di dalamnya itu dilengkapi dengan ornamen alam maupun keanekaragaman laut, seperti ikan dan tumbuhannya,"imbuhnya.
Kendati begitu, faktor keamanan mendapat perhatian penuh. Ramainya pengunjung menunjukkan Rizzy Azzahra Waterpark adalah salah satu pilihan rekreasi bagi masyarakat Sukabumi dan kawasan sekitar. Menyadari hal ini, pihak manajemen ke depan akan terus mengembangkan wahana wisata ini agar mampu memberi rasa nyaman pada pengunjungnya. Terutama mengingat tren wisata air saat ini tengah booming. "Areal disini luasnya sekitar 1.2 hektar, dan di tahun ini kami akan menambah fasilitas lainnya, yaitu kolam arus,"pungkasnya.(sri)
 

24 Januari 2011

Wisata masih jadi kontributor utama PAD Bandung

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan sektor pariwisata masih jadi kontributor utama pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun ini.
Yossi Irianto, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bandung, mengatakan penambahan jumlah hotel dan restoran menjadi pendorong pendapatan daerah setiap tahunnya.
“Pendapatan pada 2010 itu over target, salah satunya karena pendapatan dari sektor pariwisata yang begitu besar,” katanya kepada bisnis-jabar.com, hari ini.
Pemkot Bandung, kata dia, pada tahun ini berencana mengembangkan sistem online untuk meminimalisasi kebocoran penerimaan pajak.
Pengembangan sistem ini, kata dia, juga diharapkan memudahkan wajib pajak (WP) badan ketika berurusan dengan perpajakan.
“Kebocoran penerimaan itu bisa terjadi akibat kelalaian WP atau petugasnya. Oleh karenanya, kami mengembangkan sistem online untuk meminimalisasi terjadinya kebocoran,” tuturnya. (MSU)

PAD wisata Kota Bandung 2011 Rp200 miliar
BANDUNG (bisnis-jabar.com): Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung dari sektor pariwisata pada 2011 bisa mencapai Rp200 miliar dari tahun lalu Rp176 miliar, asal pemerintah memiliki kebijakan pro bisnis.
Momon Abdurochman, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bandung, mengatakan sektor pariwisata selama ini menjadi kontributor terbesar PAD Kota Kembang.
“PAD Kota Bandung pada 2010 sebesar Rp300 miliar, dimana Rp176 miliar atau sekitar 58% bersumber dari sektor pariwisata,” katanya kepada bisnis-jabar.com, hari ini.
Dia optimistis pendapatan daerah dari sektor pariwisata bisa terus dipompa selama iklim usaha dan kebijakan pemerintah mendukung.
Momon mengatakan beberapa kebijakan yang bisa mendongkrak pertumbuhan sektor pariwisata antara lain pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).
Lembaga tersebut, kata dia, diharapkan bisa menjadi corong promosi hingga ke luar negeri.
“Kami telah berbicara dengan wali kota mengenai itu [BPPD] sejak lebih dari tujuh bulan lalu, namun hingga saat ini belum terbentuk juga,” tuturnya.
Momon mengatakan mayoritas wisatawan mancanegara yang datang ke Kota Bandung sepanjang tahun lalu berasal dari Malaysia, atau angkanya 5.000 wisatawan setiap bulannya.
Momon menambahkan banyaknya kunjungan dari negara itu disebabkan kemudahan akses transportasi dari Bandung menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
“Beberapa penerbangan telah ada sehingga memudahkan wisatawan Malaysia berkunjung ke Bandung,” tambahnya.
Dia mengakui kunjungan wisatawan dari negara lain ke Bandung masih minim. Dengan adanya badan promosi itu, kunjungan wisatawan dari negara lain diharapkan bisa ditingkatkan.
“Beberapa negara selain Malaysia, berpotensi untuk dikembangkan agar mereka berwisata ke Bandung, seperti Singapura dan Thailand,” lanjutnya. (MSU)