Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label mall. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mall. Tampilkan semua postingan

5 Maret 2012

Pemkab Bidik Investor Pasar Modern

Sukabumi – Setelah berhasil menggaet investor untuk mengembangkan pasar tradisional menjadi pasar semi modern (PSM), Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sukabumi mulai membidik investor guna mengembangkan pusat perbelanjaan modern (mal). 
Kepala Diskoperindag Kabupaten Sukabumi Asep Japar mengatakan, untuk lokasi mal tersebut, ada empat titik lokasi yang dianggap strategis, yakni Sukaraja, Cicurug, Palabuhanratu dan Cibadak. “Pemerintah Daerah sudah membuka celah itu bagi investor. Selain itu, Pemkab Sukabumi berharap lima tahun ke depan, Kabupaten Sukabumi menjadi sentra perdagangan dan perekonomian terkemuka”, terang pria yang akrab dipanggil Asjap ini.
Dikatakannya, keempat daerah itu, merupakan kawasan yang sangat strategis dalam pengembangan mal. Disamping masyarakatnya yang konsumtif, titik-titik tersebut juga merupakan zona kawasan ekonomi. Sehingga ke depan kehadiran mal tidak akan menganggu kegiatan ekonomi kecil. Peluang investasi membangun mal, kata Asjap, sangat terbuka luas mengingat di Kabupaten Sukabumi belum memiliki pusat perbelanjaan modern. “Saat ini masih Kota Sukabumi yang menguasai pasar pusat perbelajaan modern. Dan kita lihat, di Kota Sukabumi antara pasar semi modern dan pasar modern serta pasar tradisional masih menjadi tujuan belanja warga Kabupaten Sukabumi. Peluang ini yang kita tangkap”, tukas Asjap. 
Namun, kendati terbuka peluang, Pemkab tetap akan mematangkan rencananya dengan menyesuaikan site plan, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Daerah Tata Ruang (RDTR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), dan sebagainya. “Kita berharap berdirinya mal di sentra ekonomi itu tidak menganggu aktifitas perdagangan lainnya”, tandas Asjap. Dikatakan Asjap, dari hasil analisis mereka, sumbangan masyarakat Kabupaten Sukabumi terhadap jasa pusat perbelanjaan modern Kota Sukabumi, per harinya mencapai ratusan juta rupiah. (Neraca)

31 Januari 2012

Pusat Belanja Di Bandung ‘Over Supply’

Pasar Baru (Bisnis Jabar)
BANDUNG : Pusat perbelanjaan di Kota Bandung dinilai terlalu banyak (over supply) yang terindikasi dari sejumlah mal di yang mengalihkan bisnisnya menjadi perkantoran dan hotel. Berdasarkan informasi yang dihimpun bisnis-jabar.com, ada sejumlah mal di Kota Bandung yang mengalihkan arah bisnis dari pusat perbelanjaan menjadi pusat perkantoran, seperti yang dilakukan Be Mall. 
Selain itu, ada juga salah satu mal yang terletak di Jalan Braga, Kota Bandung, akan beralih dari pusat perbelanjaan menjadi hotel bintang dua yang akan dioperasikan jaringan hotel ternama di Tanah Air. Berdasarkan data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung saat ini jumlah mal di Kota Kembang telah mencapai 30 unit. Jumlah tersebut dianggap terlalu banyak untuk ukuran kota dengan luas yang tidak terlalu besar, yakni 16.730 hektare dan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. 
Chairiah, Sekretaris Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Barat, menuturkan persaingan mal makin ketat karena sempitnya lahan yang tersedia di daerah tersebut. Selain bersaing dengan sesama mal, ujarnya, pesaing pusat perbelanjaan juga datang dari perusahaan ritel yang semakin menjamur, terutama kategori supermarket dan hipermarket. Dia menuturkan berbagai kebutuhan sehari-hari juga ditawarkan ritel modern sehingga membuat persaingan semakin sengit dalam menggaet konsumen. Namun, dia menampik jika bisnis mal di Kota Bandung telah jenuh. “Kuenya memang sedikit, tapi bukan berarti bisnisnya telah jenuh,” ujarnya hari ini. 
Menurut dia, walaupun Bandung menjadi salah satu tujuan wisata, dengan keberadaan kafe, restoran, distribution outlet (distro), dan factory outlet (FO). Dalam menggaet pelanggan, ujar dia, pengelola FO juga tidak berdiam diri dengan nuansa persaingan yang semakin ketat, sehingga jumlah FO sebagai gerai fesyen dilengkapi pusat jajanan dan makanan semakin banyak. “Konsep FO juga sudah semakin seperti plaza dengan berbagai kelengkapan kebutuhan para calon konsumennya,” tuturnya. Dia menambahkan persaingan yang ketat tersebut membuat manajemen mal harus mengembangkan segala strategi agar mereka bisa tetap eksis berbisnis. (Bisnis Jabar)