Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan

31 Januari 2012

Pusat Belanja Di Bandung ‘Over Supply’

Pasar Baru (Bisnis Jabar)
BANDUNG : Pusat perbelanjaan di Kota Bandung dinilai terlalu banyak (over supply) yang terindikasi dari sejumlah mal di yang mengalihkan bisnisnya menjadi perkantoran dan hotel. Berdasarkan informasi yang dihimpun bisnis-jabar.com, ada sejumlah mal di Kota Bandung yang mengalihkan arah bisnis dari pusat perbelanjaan menjadi pusat perkantoran, seperti yang dilakukan Be Mall. 
Selain itu, ada juga salah satu mal yang terletak di Jalan Braga, Kota Bandung, akan beralih dari pusat perbelanjaan menjadi hotel bintang dua yang akan dioperasikan jaringan hotel ternama di Tanah Air. Berdasarkan data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung saat ini jumlah mal di Kota Kembang telah mencapai 30 unit. Jumlah tersebut dianggap terlalu banyak untuk ukuran kota dengan luas yang tidak terlalu besar, yakni 16.730 hektare dan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. 
Chairiah, Sekretaris Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Barat, menuturkan persaingan mal makin ketat karena sempitnya lahan yang tersedia di daerah tersebut. Selain bersaing dengan sesama mal, ujarnya, pesaing pusat perbelanjaan juga datang dari perusahaan ritel yang semakin menjamur, terutama kategori supermarket dan hipermarket. Dia menuturkan berbagai kebutuhan sehari-hari juga ditawarkan ritel modern sehingga membuat persaingan semakin sengit dalam menggaet konsumen. Namun, dia menampik jika bisnis mal di Kota Bandung telah jenuh. “Kuenya memang sedikit, tapi bukan berarti bisnisnya telah jenuh,” ujarnya hari ini. 
Menurut dia, walaupun Bandung menjadi salah satu tujuan wisata, dengan keberadaan kafe, restoran, distribution outlet (distro), dan factory outlet (FO). Dalam menggaet pelanggan, ujar dia, pengelola FO juga tidak berdiam diri dengan nuansa persaingan yang semakin ketat, sehingga jumlah FO sebagai gerai fesyen dilengkapi pusat jajanan dan makanan semakin banyak. “Konsep FO juga sudah semakin seperti plaza dengan berbagai kelengkapan kebutuhan para calon konsumennya,” tuturnya. Dia menambahkan persaingan yang ketat tersebut membuat manajemen mal harus mengembangkan segala strategi agar mereka bisa tetap eksis berbisnis. (Bisnis Jabar)

18 Januari 2012

Kerap Dirampok, Sopir Bis Sukabumi-Bandung Mogok Kerja

WARUDOYONG – Ratusan sopir dan kondektur bis angkutan jurusan Sukabumi-Bandung melakukan mogok kerja, kemarin, Sebanyak 90 Bis tidak dioperasikan. Pasalnya para sopir merasa cemas buntut pengeroyokan seorang Sopir Hiba Utama, Amo Suramo (40) dan Kondektur Toni, belasan perampok di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Senin (16/1) malam. 
Kepala Pull Hiba Putra Uday Sudayat (38) mengatakan, perampokan terhadap penumpang dan pemukulan seperti dialami Amo, sudah sering terjadi semenjak lima bulan kebelakang. Namun para sopir tidak berani melapor dengan alasan kalau melapor sopir tersebut malah menjadi sasaran perampok. Bahkan tidak tanggung-tanggung perampok berjumlah sampai 14 orang dengan cara mencegat atau menjadi penumpang dan di tengah perjalanan langsung menghadang dan mengancam sopir untuk berhenti. “Perampokan ini sudah terorganisir bahkan beroperasi mulai dari pagi sampai sore dengan jaringan sangat kuat untuk sasaran hanya kendaraan bis Ekonomi Sukabumi-Bandung,” ujar Uday. Kekhawatiran sopir dan penumpang yang merasa tidak nyaman apalagi kejadian ini sudah berkali-kali. Kejadian perampokan di wilayah perbatasan Kabupaten Bandung. “Wilayah TKP di Bandung, namun untuk sopir rata-rata warga Sukabumi, kami mengharapkan penindakan tegas oleh pihak kepolisian agar penumpang dan pengendara nyaman bertransportasi,” harapnya. 
Salah seorang sopir yang pernah mengalami kejadian tersebut yaitu Yudi Mulyadi mengaku pernah mengalami kejadian serupa yaitu perampokan yang dijegal oleh puluhan perampok sekitar pukul 04.00 WIB dengan cara memberhentikan bis di Bandung. “Saya pun pernah mengalami tapi saya takut untuk melapor takut jadi sasaran, buktinya saja teman saya jadi korban pemukulan perampok karena pernah melapor polisi,” ungkap Yudi. 
Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Witnu Urip Laksana mengatakan, tindak lanjut informasi tersebut akan melakukan koordinasi dengan Polres Bandung bahkan ke Polda Jabar untuk penindakan perampok yang meresahkan msyarakat. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat terutama wilayah Bandung,” pungkas Witnu.(fkr)