Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label Permodalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Permodalan. Tampilkan semua postingan

24 Januari 2012

KSU Sejahtera Bersama Siap Bantu Permodalan

SUKABUMI - Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama (KSU-SB) Cabang Sukabumi, merupakan koperasi yang bergerak dalam barbagai bidang usaha, antara lain Usaha Simpan Pinjam dan Usaha Perdagangan yang didirikan pada bulan Januari 2004 silam. KSU-SB Cabang Sukabumi berperan secara aktif dalam upaya membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. KSU-SB Cabang Sukabumi berlokasi di Jalan Jend. Sudirman No. 75A Sukabumi. 
KSU-SB Cabang Sukabumi sebagai badan usaha yang bergerak disegala bidang usaha, seperti jasa keuangan, perdagangan, agro bisnis, agro industri, exsport import dan lain-lainnya. “KSU-SB Cabang Sukabumi mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk bersatu menjadi penentu dan pemilik di negeri yang kita cintai ini. Kami snantiasa menciptakan usaha yang berazas keadilan dan keterbukaan, sehingga semua yang terlibat dalam usaha kami dapat merasakan kesejahteraan yang merata,” ungkap Stefany Trijastuti selaku manager area KSU-SB Cabang Sukabumi. 
Salah satu unit usaha KSU-SB Cabang Sukabumi, yaitu SB (Sejahtera Bersama) Finance. SB Finance bergerak dalam bidang Usaha Simpan Pinjam, yang beroperasioanl berdasarkan Surat Izin Usaha (SIU) Simpan Pinjam dari Kementrian Negara Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 44/SISP/Dep.1/II/2010. SB Finance melaksanakan kegiatan usaha menghimpun dana dalam bentuk tabungan koperasi dan simpanan berjangka koperasi, serta memberikan pinjaman dari dan untuk anggota atau calon anggota Koperasi lain dan atau anggotanya. Sebagaimana diatur dalam undang-undang Republik Indonesia, tentang perkoperasian dan Peraturan Pemerintah tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi. Sebagai salah satu institusi keuangan non bank, SB finance berperan sebagai lembaga intermediasi antara potensi yang dimiliki masyarakat Indonesia dengan tujuan yang akan dicapai yakni menjadi masyrakat yang sejahtera. 
“Dalam pengembangan usaha SB Finance mempunyai Visi pengelolaan keuangan masyarakat agar lebih berdayaguna dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Sedangkan Misi yang diemban, adalah menjadi lembaga investasi dan intermediasi yang sehat, kuat, terpercaya dan dapat diandalkan. Adapun produk-produk yang ditawarkan oleh SB finance ini,”ujarnya dengan senyum lembut . Produk-produk unggulan itu seperti Simpanan berjangka Sejahtera Prima, Simpanan Berjangka Investa Prima, Tabungan Beasiswa Sejahtera, Tabungan Multiguna Sejahtera, Tabungan ONH Sejahtera, Tabungan Tahapan Sejahtera, Pinjaman Komersil, Pinjaman Multi Guna, Pinjaman Ekspres, Pinjaman Rekening, Pinjaman Konsumtif, Pinjaman Kepemilikan Rumah, Pinjaman Kepemilikan Kendaraan, Gadai Kendaraan dan Gadai Emas. (Radar Sukabumi)

Produsen Triplek Terkendala Modal Usaha

SUKABUMI – Produksi triplek atau kayu lapis (Plywood) di Kota Sukabumi cukup banyak. Salah satu produsenya CV Intan Kayu memproduksi kayu lapis ini untuk bahan utama pembuat meja, kursi, pintu, jendela. Perusahaan yang terletak di Jalan Selaeurih No. 58 Kota Sukabumi ini mengolah kayu gelondongan menggunakan mesin modern untuk pengupasan atau pengikisan kayu tersebut. Setelah menjadi bahan setengah jadi, kemudian memasarkan ke wilayah Jakarta Bogor Tangeran dan Bekasi (Jabotabek). “Kayu gelondongan ini merupakan kayu masyarakat yang tidak merusak lingkungan karena bisa ditanam kembali setelah penebangan,” kata pemilik CV. Intan Kayu, Winata, kemarin. 
Dia mengawali usaha ini sejak 2008 silam. Winata sebelumnya pernah bekerja di salah satu perusahaan yang memproduksi kayu lapis di kawasan Cikembar, Kota Sukabumi. Berbekal pengalamannya, dia pun berinisiatif untuk membuka usaha sendiri bersama rekan dekatnya. Dalam sehari, dia meraih omzet penjualan sekitar Rp15 juta per hari dengan waktu kerja selama 26 hari/bulan. Selama empat tahun menjalankan usaha ia mengaku hanya mampu bertahan dengan keuntungan relatif tipis. Selain itu modal kerja menjadi penghambat lajunya usaha sehigga kapasitas produksinya tak bisa mencukupi semua pesanan. “Tiap pengiriman barang, perusahan selalu ngutang. Sebulan sekali mereka baru membayarnya. Padahal biaya operasional dan upah tenaga kerja harus bayar kontan,” ujarnya. 
CV Intan Kayu saat ini memiliki enam tenaga kerja dan tenaga pemasaran sebanyak 40 orang yang tersebar di kawasan Jabotabek. Dia pun berharap warga Sukabumi memilih produknya agar perusahaan dapat berkembang pesat. Selain itu,ada bantuan kredit berbunga rendah dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya. “Mudah-mudahan ada kucuran dana dari pemerintah, agar usaha saya ini bisa lebih maju,” pungkasnya. (Radar Sukabumi

Pengrajin Krei Butuh Bantuan Permodalan

KADUDAMPIT - Sejumlah pengrajin krei yang berpusat di Kampung Citamiang RT 06 RW 01 Desa Citamiang Kecamatan Kadudampit mengimpikan adanya bantuan permodalan. Hal itu demi pengembangan usaha tersebut. Usaha mereka selama ini tidak berjalan dengan mulus. Bahkan ada beberapa pengrajin pindah ke pekerjaan lain. Karena kerajinan itu untuk sekarang susah untuk dikembangkan akibat harga bahan bakunya yang terus meningkat. Sementara harga penjualan tidak kunjung naik. Padahal ada sebagian warga menggantungkan hidupnya kepada kerajinan itu. Selama ini mereka menjual harga satuan dari krei bambu itu Rp9 ribu. Sementara harga bahan baku bambu satu batangnya dibeli dengan harga yang sama. Karena itu lah banyak sekali pengrajin yang mengalami kerugian. 
Menurut salah seorang pengrajin, Ai nur (40), menurutnya penghasilan kali ini berkurang akibat harga baku semakin tinggi, sementara harga jual tidak kunjung meningkat. “Duh untuk sekarang mah agak berkurang dalam penghasilannya. Akibat dari harga bakan baku bambu naik sementara harga jualnya turun,” katanya. Sementara Wawa (51) pengrajin lain, mengatakan hal yang sama dengan ai, ia mengaku penghasilannya berkurang. “Ya mungkin karena kurangnya modal, jadi usaha ini tidak berkembang-berkembang. Apalgi harga bakan baku naik, sementara harga jual begitu saja,” ungkapnya. Maka dari itu sejumlah warga Citamiang berharap kepada dinas terkait adanya bantuan permodalan untuk mengembangkan usaha mereka. (Radar Sukabumi)