Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label Krei. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Krei. Tampilkan semua postingan

24 Januari 2012

Pengrajin Krei Butuh Bantuan Permodalan

KADUDAMPIT - Sejumlah pengrajin krei yang berpusat di Kampung Citamiang RT 06 RW 01 Desa Citamiang Kecamatan Kadudampit mengimpikan adanya bantuan permodalan. Hal itu demi pengembangan usaha tersebut. Usaha mereka selama ini tidak berjalan dengan mulus. Bahkan ada beberapa pengrajin pindah ke pekerjaan lain. Karena kerajinan itu untuk sekarang susah untuk dikembangkan akibat harga bahan bakunya yang terus meningkat. Sementara harga penjualan tidak kunjung naik. Padahal ada sebagian warga menggantungkan hidupnya kepada kerajinan itu. Selama ini mereka menjual harga satuan dari krei bambu itu Rp9 ribu. Sementara harga bahan baku bambu satu batangnya dibeli dengan harga yang sama. Karena itu lah banyak sekali pengrajin yang mengalami kerugian. 
Menurut salah seorang pengrajin, Ai nur (40), menurutnya penghasilan kali ini berkurang akibat harga baku semakin tinggi, sementara harga jual tidak kunjung meningkat. “Duh untuk sekarang mah agak berkurang dalam penghasilannya. Akibat dari harga bakan baku bambu naik sementara harga jualnya turun,” katanya. Sementara Wawa (51) pengrajin lain, mengatakan hal yang sama dengan ai, ia mengaku penghasilannya berkurang. “Ya mungkin karena kurangnya modal, jadi usaha ini tidak berkembang-berkembang. Apalgi harga bakan baku naik, sementara harga jual begitu saja,” ungkapnya. Maka dari itu sejumlah warga Citamiang berharap kepada dinas terkait adanya bantuan permodalan untuk mengembangkan usaha mereka. (Radar Sukabumi)