Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label penipuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penipuan. Tampilkan semua postingan

31 Januari 2012

Modus Penipuan : Hati-hati Pasang Iklan Jual Kendaraan

BOGOR : Penipuan sedang marak dengan sasaran para pemasang iklan jual kendaraan. Salah satu korbannya adalah warga Kabupaten Bogor bernama Noor, 30 yang tertipu Rp60 juta. Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor AKP Imron Ernawan mengungkapkan, Noor awalnya mengiklankan kendaraannya di media cetak. 
Dalam iklan tersebut, Noor mencantumkan nomor teleponnya agar bisa dihubungi calon pembeli. Peristiwa penipun terjadi Sabtu (28 Januari) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Noor dihubungi oleh pelaku yang mengaku calon pembeli. “Pelaku meminta nomor rekening korban untuk ditransfer uang sebagai DP awal beli mobil korban," kata AKP Imron. 
Lalu, lanjut Imron, korban mengirimkan nomor rekeningnya. Kemudian, pelaku menelpon korban dan mengatakan bahwa dirinya sudah mengirim uang sebanyak Rp5 juta kepada korban. Korban pun melakukan pengecekan, ternyata uang yang dimaksud tidak ada masuk ke rekening korban. Kemudian pelaku mengatakan kemungkinan jaringan "error". Dan disaat itulah pelaku memulai aksinya. Pelaku meminta korban memasukkan sejumlah angka secara beruntun dengan alasan bahwa angka tersebut merupakan kode untuk mengalihkan transfer miliki pelaku ke korban. Korban tidak sadar bahwa angka-angka tersebut merupakan rekening pelaku dan angka sejumlah uang milik korban dikirimkan ke rekening pelaku. "Korban tidak sadar akhirnya mengirimkan uang dengan perincian Rp30 juta, Rp20 juta, dan Rp10 juta ke dua rekening bank yang berbeda dengan total Rp60 juta," kata AKP Imron. 
Tidak lama setelah itu, ungkap Imron, korban sadar dengan mengecek uangnya sudah menghilang Rp60 juta di ATM dan nomor telepon pelaku sudah tidak bisa dihubungi lagi sampai saat ini. "Jadi, korban yang seharusnya mendapat keuntungan jual mobil tapi sekarang malah rugi Rp60 juta," kata Imron. Menurut Kasat Reskrim Polres Bogor itu, kejadian ini sudah banyak terjadi di masyarakat. Masyarakat menjadi korban tindak kejahatan melalui telepon karena tergiur tawaran yang diberikan oleh pelaku. 
"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam transaksi lewat telepon. Bila melalui iklan yang ditawarkan, lebih baik ketemu langsung antara penjual dan pembeli bila sudah sepakat harga. Banyak pelaku-pelaku penipu yang memanfaatkan kesempitan orang lain," katanya. (Bisnis Indonesia)

28 Januari 2012

Dikirim SMS Penipuan, Waspadalah!

CIKOLE : Para pelaku kriminal nampaknya mempunyai beribu cara untuk mengelabui para korbannya. Tidak hanya berupa tindakan penjambretan, pencurian, pembobolan dan lain sebagainya saja yang dilakukan. Baru-baru ini, masyarakat diresahkan dengan munculnya Short Message Service (SMS) yang isinya menyuruh untuk mengirimkan sejumlah uang ke nomor rekening salah satu Bank atas nama Jerry Andrico Harahap dengan nomor rekening 024-3247-577. Bahkan dalam isi sms tersebut, pelaku dengan jelas menyebutkan nama dan nomor rekening pelaku sebagai sasaran pengiriman uang. Nada SMS sebagai berikut, ‘Uangnya kirim aja ke Bank a/n Jerry Andrico Harahap, no rek 024-3247-577, kalau sudah kirim SMS ya.Trims’. 
Penipuan bermodus SMS ini meresahkan warga. Pelaku mencoba mengelabui penerima pesan singkat tersebut seolah-olah sudah mengenal target yang sudah diincarnya. “Saya tidak tahu, tiba-tiba ada SMS seperti itu. Saya juga tidak kenal siapa orang yang mengirim sms tersebut termasuk atas nama di dalam sms itu,” ujar warga yang menerima SMS, Taufik Ismail (27). Tapi, dirinya tidak menghiraukan sms tersebut. Namun dengan adanya SMS tersebut sangat mempengaruhinya. Dirinya takut, kalau nanti benar ada saudaranya yang meminta bantuan tapi memakai nomor dan atas nama pemilik lain tidak diberikan. “Bagaimana kalau ada kerabat saya yang benar minta bantuan. Inikan bisa jadi masalah. Tapi kalau saya kirim tiba-tiba juga saya takut tertipu,” ucapnya. 
Meski begitu, sampai saat ini Polres Sukabumi Kota belum menerima aduan adanya penipuan dengan modus SMS tersebut. Namun pihaknya menghimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati lagi jangan sampai terjebak oleh SMS yang tidak jelas. “Kami menghimbau, agar masyarakat mengabaikan pesan singkat itu. Kejahatan memang tidak mengenal waktu dan tempat. Termasuk modus yang dipakainya,” ujar Humas Polres Sukabumi Kota, Iptu Yasin. (Radar Sukabumi

17 Oktober 2011

Waspadai Penipuan Berkedok BRI

Sukabumi – Penipuan dengan mencatut nama BRI kembali terjadi. Kali ini, dilakukan oleh seseorang bernama Rizki yang mengaku pegawai Bank BRI Unit Cisaat Sukabumi. “Si pelaku mendatangi calon korban, dengan iming-iming bahwa korban akan mendapatkan pinjaman kredit secara cepat dan sesuai dengan permintaan,” kata Kepala BRI Unit Cisaat, Ede Kuswandi saat ditemui Radar Sukabumi di Kantor BRI Unit Cisaat Sukabumi. 
Untuk melancarkan aksinya, Ede Kuswandi menjelaskan si pelaku meminta korban untuk menyerahkan sejumlah uang muka dan sertifikat tanah/ surat kepemilikan rumah. “Jika kreditnya ingin segera cair, si pelaku yang mengaku pegawai kami meminta uang sekitar Rp 200-250 ribu dan sertifikat tanah kepada si korban. Otomatis si korbanpun percaya tipu daya si pelaku. Tak tanggung-tanggung berdasarkan keterangan dari si korban, pelaku ini menegaskan berulang kali jika tidak percaya datang saja ke BRI Unit Cisaat tempat dirinya bekerja,”ujarnya. 
Orang nomor satu di lingkungan BRI Unit Cisaat ini mengetahui informasi adanya penipuan tersebut dari informasi anak buahnya yakni Sutan Batara yang sedang bertugas ke lapangan. Sutan Batara sendiri merupakan satu-satunya Mantri BRI Unit Cisaat, yang tugasnya mendatangi (melakukan survey,red) nasabah yang hendak mengajukan pinjaman uang atau kredit. Tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2011, saat itu petugas BRI Unit Cisaat Sutan Batara mendatangi calon kreditur yang tinggal di Cijagung Panineungan RT 31/8 Kadudampit bernama Sunaningsih. Dalam perjalanannya, Sutan bertemu dengan salah seorang nasabah BRI Unit Cisaat yang telah mendapatkan kredit sebelumnya. Nasabah ini menanyakan kepada Sutan apakah mantri BRI Unit Cisaat ganti lagi dan kenapa tetangganya yaitu Sunaningsih yang ingin mendapatkan kredit dimintai sejumlah uang Rp 220 ribu dan menyerahkan foto copy sertifikat tanah segala, sementara dirinya tidak dimintai apa-apa sebelum proses kredit di setujui. 
Mendengar hal itu, sontak Sutan pun heran dan menyatakan bahwa orang yang dimaksud bukanlah petugas BRI Unit Cisaat akan tetapi oknum yang mengaku-ngaku karyawan BRI Unit Cisaat. Hingga waktu pencairan yang telah ditetapkan, kata Kepala BRI Unit Cisaat, pelaku yang merupakan oknum karyawan BRI tersebut tidak kunjung datang. Namun berhasil menggondol uang korban senilai Rp 220 ribu dan foto copy sertifikat tanah. 
“Kami minta masyarakat tetap waspada, karena oknum atau pegawai bank gadungan tersebut tentu masih berkeliaran mencari korban lain dalam menjalankan aksi penipuannya. Jika ada petugas yang mengaku pegawai BRI, saya sarankan tanya dulu identitasnya, kalau curiga kami harap warga segera lapor polisi terdekat,”tegas Ede Kuswandi. Menurutnya, BRI Unit Cisaat selalu memberikan kemudahan pinjaman uang tanpa jaminan sebelum pencairan. “Jika pada saat pencairan kreditur keluar uang untuk motocopi dan membuat surat keterangan dari aparat muspika setempat itu sih normatif. Artinya biaya tersebut merupakan kewajiban kreditur. Yang jelas persyaratan yang harus dilengkapi kreditur yang hendak meminjam uang ke BRI diantaranya fotocopy KTP, kartu keluarga dan surat keterangan usaha dari desa/kecamatan setempat. Jangan sekali-kali percaya oknum yang tidak bertanggung jawab, jika mau mengajukan kredit datanglah langsung ke kantor kami dan petugas kami siap melayani anda,”terangnya. 
Sementara itu, untuk mencegah penipuan sejenis kembali terjadi, Manager Bisnis Micro BRI Cabang Sukabumi, Surya Priatna saat ditemui Radar Sukabumi di ruang kerjanya menegaskan, bahwa pihaknya tidak pernah meminta uang muka ataupun surat-surat kepemilikan rumah kepada nasabahnya yang akan meminjam uang (kreditur). BRI Cabang Sukabumi juga telah menyebarluaskan informasi hati-hati terhadap penipuan tersebut kepada seluruh kantor unitnya hingga pemasangan spanduk berisi himbauan agar lebih hati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan BRI. 
“Dulu kejadian ini pernah terjadi di BRI Unit Sukaraja. Dan untuk menghindari korban selanjutnya, para nasabah aktif maupun masyarakat lain yang hendak mengajukan kredit agar jangan mudah percaya, terhadap bujuk rayu orang yang tidak dikenal. Karena bisa jadi orang itu adalah oknum yang mengaku-ngaku petugas BRI. Sekali lagi jangan berhubungan ke pihak lain, jika ingin mengajukan kredit datanglah langsung ke BRI terdekat. Selain prosesnya mudah, petugas kami pun tidak memungut uang muka,”pinta Manager Bisnis Micro BRI Cabang Sukabumi, Surya Priatna.(sri)