Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

31 Maret 2011

Melihat Pengrajin Sepatu yang Tetap Bertahan

Sukabumi -- Bisnis selama 12 tahun yang ditekuni Irawan (66) warga Kecamatan Cikole ini membuahkan hasil memuaskan. Kesuksesannya di bidang kerajianan pembuatan sepatu patut dijadikan contoh bagi pegiat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Kota Sukabumi. Meski di usianya sudah renta, bapak dari tiga anak ini tetap semangat untuk bertahan menekuni bisnisnya. Kuncinya keuletan dan kesabaran.
 Semenjak tahun 1998, Irawan T mencoba untuk menekuni kerajianan pembuatan sepatu kulit di kios kontrakannya yang terletak di Jalan Alun-alun Kota Sukabumi, depan Mesjid Agung.
Ditemani oleh satu orang karyawannya, dirinya mulai memusatkan perhatiannya untuk berbisnis.Beberapa bulan berjalan, usahanya kian dikenali banyak orang. Kiosnya kemudian diberinya nama "Swadaya". Sampai sekarang kios tempat di mana dia berusaha, tetap berada di lokasi yang sama.
"Kami tetap bertahan selama dua belas tahun di kios ini. Kami tetap ngontrak Dik," tuturnya kepada Radar Sukabumi, saat ditemui di kiosnya kemarin.
Pemesan pun terus berdatangan ke kios Irawan. Tamunya tersebut datang dari Kepolisian Resort Sukabumi Kota, Secapa Polri Sukabumi, bahkan dari berbagai daerah, diantaranya Bandung, Jakarta, bahkan dari Riau. Konsumen merasa puas dengan hasil produksi kios Swadaya, karena model yang didapat sesuai dengan pesanan.
"Saya suka dengan sepatu kulit kios ini, habisnya bisa sesuai keinginan kita modelnya," ujar Obos, salah seorang pelanggan. Bahan baku untuk memproduksi sepatu, seperti kulit dan kalep Irawan biasa mendatangkannya dari Cibaduyut, Bandung. Dengan dibantu empat karyawannya, kini dalam sebulan mampu memproduksi sepatu rata-rata sebanyak lima puluh pasang sesuai dengan pesanan pelanggan. Adapun omzet yang diraup Irawan T dalam sebulan rata-rata mencapai Rp10 juta. "Bersyukur! Penghasilan kami cukup untuk kebutuhan di hari tua, kami pun telah bisa membantu karyawan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya," pungkasnya seraya menatap para karyawannya. (*)  

Yomart Terus Berekspansi

SUKABUMI -- Membangun citra dan bersaing secara sehat, bisa jadi alasan mengapa Yogya Mart (Yomart) memilih Sukabumi sebagai target pasarnya di Jawa Barat(Jabar). Tahun ini Yomart terus berekspansi ke pelosok-pelosok daerah di Jabar termasuk Sukabumi. Rencananya pelaku ritel kategori minimarket ini akan menambah 65 gerai Yomart lagi di Jabar.
Legal Franchise Yomart, R Ariefudin Firdaus kepada Radar Sukabumi kemarin mengatakan saat ini minimarket Yomart telah mencapai sekitar 270 gerai yang tersebar di Jabar dan mayoritas  berada di Sukabumi.
"Untuk tahun 2011 ini kami menargetkan 65 Yomart baru bisa dibangun di Jabar, dan tentunya mayoritas di Sukabumi. Dan kami optimis hal itu bisa terwujud,"katanya.
Namun lanjut pria yang akrab disapa Arief ini,seiring maraknya aturan tentang perpasaran, rencana pembukaan gerai baru Yomart tentunya akan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di setiap daerah.
"Pada dasarnya pengusaha ritel mendukung terbitnya aturan tentang perpasaran. Karena bisa berdampak baik terhadap persaingan bisnis walaupun terjadi pengetatan perizinan bagi pembukaan gerai baru,"terangnya.
Selain itu, aturan tentang pasar juga mengakibatkan jarak atau zonasi antar gerai ritel dan antara pasar modern dengan pasar tradisional menjadi lebih tertata.
"Sebelumnya ada kesan persaingan antara peritel kurang teratur yang bisa terlihat dari jarak yang terlalu berdekatan di satu titik, namun dengan adanya aturan kondisi itu bisa diselesaikan," tuturnya.
Saat ditanya bagaimana pandangannya mengingat makin menjamurnya minimarket di semua daerah termasuk di Sukabumi? Legal Franchise Yomart, R Ariefudin Firdaus menjelaskan pengaturan tentang pasar bisa menimbulkan persaingan yang lebih sehat dan tidak saling mematikan.
"Justru dengan banyaknya minimarket itu membuat kami semakin termotivasi untuk lebih memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat atau dengan kata lain kita bersaing sehat,"terangnya.
Seperti diketahui Yomart merupakan perusahaan ritel modern yang bergerak dibidang minimarket. Dengan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, Yomart berkomitmen menjadi perusahaan terbaik tidak hanya skala lokal dan nasional tetapi juga skala global.
"Yomart merupakan bagian dari sebuah kelompok usaha ritel skala nasional yang berpusat di Bandung dan telah berpengalaman mengelola usaha ritel sejak tahun 1982. Sebagai pelebaran ekspansi Yomart, khususnya Yomart Grosir kini tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi,"paparnya.
Menurutnya keberadaan Yomart Grosir merupakan mitra pedagang toko ataupun kios. Dengan hadirnya Yomart Grosir di Sukabumi akan memberikan manfaat keuntungan tersendiri bagi penjual ataupun konsumen.
"Kehadiran Yomart di Sukabumi sebagai pusat belanja grosir, akan memberikan keutungan kepada para pedagang. Sebab secara harga akan lebih menguntungkan jika untuk dijual lagi kepada konsumen,"pungkasnya.(sri)

BRI Dongkrak Pasar Lettu Bakri Sukabumi

SUKABUMI -- Para pedagang Kota Sukabumi kini semakin dimanjakan dengan beragam layanan perbankan. Mereka tidak perlu repot-repot lagi datang ke bank untuk menyetor cicilan atau menabung. Karena, dengan telah dibukanya layanan Teras BRI Pasar Pelita II yang berlokasi di Jalan Lettu Bakri Nomor 14 Kota Sukabumi ini, waktu yang semula dihabiskan para pedagang untuk datang ke bank, sekarang bisa dimanfaatkan untuk tetap berjualan dan meraup keuntungan lebih banyak.
Masriah misalnya, pedagang makanan ringan di pasar tersebut mengaku gembira, dengan hadirnya Teras BRI yang merupakan kepanjangan tangan dari jaringan BRI Unit yang didesain unik dan merakyat. "Layanan inilah yang kami tunggu-tunggu sejak lama. Sebab, yang namanya pedagang seperti saya hampir tidak punya waktu untuk berangkat ke kantor BRI karena harus melayani pelanggan, sayangkan jika kita tinggalkan,"ujarnya polos.
Kepada Radar Sukabumi perempuan berkerudung ini juga menuturkan, strategi BRI dengan membuka kantor layanannya di pasar membawa banyak manfaat. "Dengan adanya Teras BRI dagangan kita laris, uangnyapun bisa langsung ditabungkan dengan cepat lagi. Kan kalau seperti ini semua pihak jadi untung,"katanya.
Teras BRI yang menjadi kepanjangan tangan BRI unit yang ada di segala penjuru Indonesia diharapkan menjadi senjata baru BRI untuk mendorong penyaluran kredit UMKM yang selama ini memang menjadi keahlian BRI.
"Dengan bunga kredit yang lebih kompetitif, layanan perbankan lengkap, dan sentuhan personal penuh kekeluargaan. Kami dari Bank BRI optimis sukses memasuki segmen pasar tradisional,"tutur Pemimpin Cabang (Pimca) BRI Sukabumi M Syafri Rozi.
M Syafri Rozi yang saat itu didampingi Bisnis Mikro BRI Cabang Sukabumi Agus Nurjaman dan Surya Priatna serta Supervisor BRI Cabang sukabumi Herry Purwanto menjelaskan Teras BRI merupakan Unit kerja baru BRI yang ada di tengah tengah pasar dibawah kantor BRI unit yang ada di wilayah kecamatan, dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat atau nasabah khususnya yang berada di pasar-pasar tradisional.
Dikatakan pria ramah ini, para pedagang di Pasar Lettu Bakri sangat potensial untuk disentuh oleh produk perbankkan. Terbukti sebanyak 150-250 nasabah menggunakan layanan Teras BRI ini.Kebanyakan dari para pedagang di pasar tersebut, tingkat perekonomiannya sudah sangat baik. Selain itu loyalitas masyarakat terhadap perbankkan khususnya para pedagang di Pasar Lettu Bakri ini terbilang cukup bagus.
"Dari segi jumlah, pedagang di pasar ini jumlahnya cukup banyak,"ujar M Syafri Rozi.
Dengan demikian kata pria berkacamata ini, dibukanya Teras BRI Pasar Pelita II, pelayanan BRI terhadap masyarakat bisa lebih maksimal dan masyarakat yang memerlukan jasa perbankan-pun semakin termudahkan. Selain itu tambah M Syafri Rozi, pelayanan Teras BRI lebih cenderung menggunakan sistem kekeluargaan. "Artinya Teras BRI dibuka dengan sistem kantor yang terbuka serta berada dan menyatu dengan kios-kios yang ada dipasar. Sehingga transaksi antara nasabah dengan petugas BRI juga akan lebih santai dan penuh kekeluargaan,"tuturnya.
Disinggung masalah target M Syafri Rozi mengatakan, target dari Teras BRI adalah melakukan pelayanan terhadap nasabah semaksimal mungkin."Dengan mengupayakan pelayanan yang maksimal tersebut diharapkan masyarakat akan lebih Percaya terhadap BRI, sehingga dari segi jumlah nasabahpun akan terus bertambah,"paparnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari BRI Cabang Sukabumi, hingga akhir Februari 2011, BRI Cabang Sukabumi telah membuka 3 Teras, yakni di Pasar Pelita I, Pasar Cisaat dan Pasar Lettu Bakri (Teras Pasar Pelita II,red). Dana masyarakat yang masuk ke Teras Pasar Pelita I bisa mencapai Rp 1.176 miliar dengan jumlah nasabah penabung sekitar 364 orang. Dan nasabah peminjam sekitar 290 orang, dengan total pinjaman Rp 2.466 miliar. Sedangkan dana yang mampu diserap Teras BRI Cisaat sebagai dana simpanan mencapai Rp 606 juta dari 224 penabung, serta total pinjaman mencapai Rp 1.745 miliar dari 395 peminjam. (sri)

Hadapi Persaingan, Supermall Pertahankan Ruang Pamer

SUKABUMI --  Namanya bisnis pastilah ada persaingan di dalamnya, tak terkecuali persaingan bisnis pusat perbelanjaan. Perkembangan teknologi yang melaju begitu cepat menjadikan semacam sinyal kepada setiap orang untuk mampu mengikuti kemajuan. Artinya, setiap pebisnis harus segera mengupgrade kemampuannya untuk dapat bersaing lebih luas.
Tenant Relation dan Promotion (TRP) Supermall Sukabumi, Deni Ramdani mengatakan untuk mengahadapi persaingan ketat mall di Sukabumi ini, pihaknya selalu konsekuen mempertahankan ruang even baik untuk pameran maupun even yang telah menjadi agenda tetap Supermall Sukabumi.
"Kami selalu berusaha mengadakan acara-acara yang berbeda. Kami pun selalu bekerjasama dengan beberapa event organizer yang sudah berjalan selama ini. Tidak menutup kemungkinan agenda tetap Supermall akan terus bertambah,"katanya saat ditemui Radar Sukabumi.
Didukung fasilitas yang area pameran dan lahan parkir yang luas, hot spot area, keamanan terpadu, serta travelator yang memudahkan pengunjung untuk berkeliling mall dengan trolly inilah yang menurutnya membedakan Supermall dengan mall-mall lain yang ada di Sukabumi.
Selain lengkapnya fasilitas, lanjut Deni, Supermall sendiri juga didukung oleh Super Indo (supermarket,red), ratusan kios yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok, gaya hidup, serta hiburan. Juga konter dan exhibition mulai dari lantai dasar hingga lantai tiga.
"Saya yakin masyarakat akan dapat memilih tempat yang paling nyaman sesuai kenyamanan mereka. Dengan demikian, kami juga punya kelas, konsep dan pelanggan tersendiri," lanjutnya.
Pria ramah ini juga menjelaskan bahwa produk yang ditawarkan Supermall sangat lengkap. Bahkan di tahun 2011 sendiri pihaknya lebih menonjolkan ke produk-produk bermerk. "Dari awal didirikannya Supermall ini kami selalu menampilkan produk yang lengkap atau multi produk bila dibandingkan dengan mall-mall lainnya. Namun, untuk tahun ini kami fokus untuk senantiasa memunculkan produk bermerk yang sudah hadir di kota-kota lainnya di Indonesia salah satunya produk Vanqis. Tentunya meski bermerk, semua produk yang kami tawarkan bisa dijangkau oleh semua kalangan,"tuturnya. 
Maka jangan kaget jika saat ini di lantai dasar Supermall Sukabumi marak dengan beragam pameran. Diantaranya pameran elektronik, kendaraan bermotor, sepatu, sandal, hingga alat rumah tangga yang menawarkan diskon fantastis.
"Ruang pameran yang kami tawarkan cukup ramai peminat, setiap minggu selalu dipakai pameran. Karena konsepnya indor untuk pameran ini kena artinya sesuai dengan yang diharapkan perusahaan yang menyewanya,"pungkasnya. (sri)

Kacab Bank Mandiri Sudirman Terapkan 4DX

Salah satu kunci keberhasilan Kepala Unit Kerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Sukabumi Sudirman, Ahmad Susilo ternyata tidak lepas dari kemampuannya dalam mengeksekusi strategi yang telah disusun. Yakni dengan mengembangkan program The 4 Disciplines of Execution (4DX).
"Program ini saya terapkan baik untuk lingkungan sendiri maupun di lingkungan kerja. Sebab, dengan 4 DX bisa membantu pencapaian sasaran organisasi maupun perusahaan bahkan pribadi. 4DX terdiri atas empat disiplin yang harus dijalankan secara terus-menerus yaitu fokus pada sasaran paling penting, bertindak berdasarkan lead measure, terus menggunakan papan skor yang menggugah, dab menciptakan irama pertanggungjawaban," tutur pria yang juga hobi bulu tangkis setiap Rabu ini.(sri)

BSM Siap Rayakan HUT Kota Sukabumi

SUKABUMI -- Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sukabumi ke-97 yang jatuh setiap Tanggal 1 April setiap tahunnya disambut baik oleh seluruh elemen masyarakat , tidak terkecuali PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sukabumi. Rencananya Bank yang kini dipimpin oleh Deddy Suryadi D tersebut akan turut serta memeriahkannya dengan menggelar Senam Sehat BSM With Indosat & Mc Donald's yang dipusatkan di Halaman Parkir Giant Sukabumi Indah Plaza Jalan RE Martadinata Sukabumi pada Minggu(3/4). 
"Sebagai salah satu perbankan yang berlokasi di Kota Sukabumi, kami punya tanggung jawab untuk sama-sama memeriahkannya,"kata  Marketing PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sukabumi, Hani Yulianti.
Senam bersama tersebut sengaja dipilih BSM, dengan harapan kesehatan masyarakat Kota Sukabumi makin terjaga dan berkualitas. "Artinya di HUT Kota ke-97 ini kami ingin semua masyarakat selalu waspada akan penyakit dan menjaga kesehatannya. Karena dengan begitu Kota Sukabumi menjadi Kota Sehat 2011 ini akan terwujud,"paparnya.
Untuk mewaspadai hal itu, lanjutnya, perlu meningkatkan kesadaran melalui promosi kesehatan yang efektif. "Salah satu promosi kesehatan efektif yang dapat dilakukan adalah membiasakan masyarakat rajin berolahraga. Sebab, olahraga sangat baik untuk kesehatan tubuh," tambahnya.
Lebih lanjut perempuan ramah ini juga menuturkan, dalam kegiatan tersebut BSM juga akan membuka gerai layanan perbankan. Dengan adanya geray tersebut masyarakat bisa membuka rekening BSM secara langsung. "Target kami bisa menjaring sebanyak- banyaknya nasabah baru. Dengan Rp 80 ribu saja, nasabah bisa membuka rekening baru BSM,"terangnya.
Banyak keuntungan yang akan didapat oleh para nasabah BSM. Selain ATM nya bisa digunakan diseluruh ATM bersama dan prima, juga layanannya sangat lengkap. Seperti melayani mikro, gadai emas, penjualan sukuk. "BSM merupakan satu-satunya bank syariah se-Indonesia yang telah melayani penjualan sukuk,"ujarnya.
Menurutnya, peserta yang akan mengikuti senam sehat tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Mereka tinggal datang langsung ke lokasi kegiatan untuk melakukan pendaftaran dari pukul 06.00 WIB-07.00 WIB.
"Selain masyarakat umum, peserta senam sehat ini juga akan diikuti oleh keluarga besar BSM Sukabumi, dan komunitas senam. Semua peserta nantinya kami harap jangan dulu pulang karena banyak doorprize yang akan dibagikan oleh panitia,"pungkasnya.(sri)

26 Maret 2011

Dindin Solehudin, Pengusaha Kripset Cikondang

Sukabumi -- Dengan usaha yang dirintisnya, Dindin Solehudin (38) sebagai pengusaha Kripset mampu mengubah penghidupan pribadi dan masyarakat di sekelilingnya. Etos bisnisnya bukan sekadar mengejar profit saja, melainkan juga motivasi sosial. Niatnya adalah menuju penghidupan mandiri, membuka lapangan pekerjaan baru dan pengentasan kemiskinan.  
Dengan bermodalkan pengalaman ketika bekerja sebagai sales, Dindin yang juga alumnus Universitas Terbuka (UT) ini berupaya meningkatkan hasil produksi dan pemasaran kripsetnya. Sebagai hasil industri rumahan, tentunya ia berpikir inovasi agar Kripset yang diolahnya mampu bersaing di pasaran. Selain manajemen karyawan dan peralatan produksi, dibenahi pula cara pengemasan barang dagangannya agar tetap disukai konsumen."Kami pun mulai mempelopori dalam pembuatan lebel Kripset di Kota Sukabumi ini. Setelah mendapat perijinan dari Depkes RI, pada 2009 kami mencantumkan nama 425 pada kemasan produk," katanya kepada Radar Sukabumi saat ditemui di ruang kerjanya. Menggunakan peralatan manual dalam pembuatan Kripset, dirasakan Dindin kurang begitu efektif. Pada 2010, ia mulai melengkapi peralatan produksinya dengan membeli beberapa mesin sugu. "Pabrik kami mulai menggunakan mesin sugu ketika itu,"ujarnya. Kini, pengerjaan pembuatan Kripset Dindin dibantu 50 orang karyawan. Para karyawan merupakan warga sekitar lokasi pengolahan Kripset. "Seiring bertambahnya tempat pembuatan kripset yang tadinya hanya satu lokasi menjadi 3 tempat, maka kami pun terus merekruit tetangga terdekat sebagai pekerja.Hampir 100 % dari mereka warga di sini. Alhamdulillah, dengan hadirnya usaha ini, tingkat kriminal dan pengangguran di Kelurahan Cikondang mulai tertanggulangi," lanjutnya. Kegembiraan pun terlontar dari salah seorang karyawannya, Nunung. "Saya sebagai janda miskin di sini merasa terbantu. Saya sudah satu tahun bekerja, alhamdulillah bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari," tukasnya. Dalam hal produksi. Singkong sebagai bahan baku utama Kripset, dibutuhkan dua hingga tiga ton per hari. Sehubungan banyak perusahaan lainnya yang membutuhkan singkong, selain untuk pembuatan Kripset, tak ayal lagi Dindin kelimpungan dalam pengadaan bahan baku yang satu ini. Belum lagi terjadi persaingan harga beli dan monopoli komoditi di antara pengusaha besar."Ya, kami mengalami kendala untuk mendapatkan singkong. Kami harus bersaing dengan pengusaha kanji, pengusaha kripik lainnya, atau peternak sapi," ujar salah seorang karyawannya, Asep Kusniadi. Setiap harinya, Kripset dikemas hingga mencapai rata-rata 150 bal. Dalam setiap balnya, terdapat 85-90 bungkus kripset ukuran kecil, eceran Rp500. Adapun omset, setiap bulannya mencapai rata-rata Rp200 juta. "Alhamdulillah untuk omset cukup lumayan. Namun untuk pengembangan usaha, kami masih memrlukan banyak modal. Kami membutuhkan mesin canggih guna efisiensi perusahaan," pungkas Dindin. (*)

23 Maret 2011

Bangunan Ruko menjamur di Kota Sukabumi

SUKABUMI -- Sesuai visi dan misi Kota Sukabumi, yakni sebagai pusat pelayanan berkualitas bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan di Jawa Barat, dimanfaatkan para pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Terlihat dengan banyaknya bangunan yang di dirikan untuk dijadikan lahan usaha. Itu juga yang dilakukan pengusaha-pengusaha untuk mendirikan rumah toko (Ruko) yang hampir tersebar disetiap sudut kota. Pembangunan ruko itupun kini marak. Sebut saja, jalan-jalan protokol seperti Bhayangkara, Akhmad Yani, RA Kosasih, RE Martadinata, Sudirman, sudah tampak jelas sekian ruko baru berdiri. Ada yang mendirikan satu area tiga sampai lima ruko.
Dari data yang didapat Radar Sukabumi, sejak 2010 terdapat 85 ruko di Kota Sukabumi. Ruko tersebut terdiri dari bangunan baru, pelebaran dan ruko hasil pengalihan fungsi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Kota Sukabumi Yoyo Subagyo. Dia mengungkapkan, untuk ruko di Kota Sukabumi memang banyak. " Untuk Ruko di Kota Sukabumi banyak. Ini dikarenakan tidak ada aturan yang melarang atau membatasi jumlah ruko. Tambah lagi, hal tersebut sesuai dengan visi-misi Kota Sukabumi yang ingin menjadikan Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan dalam bidang perdagangan yang berkualitas di Jawa Barat," ungkapnya, kemarin. Selain itu, maraknya ruko bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi. "Sebenarnya dengan pembangunan ruko akan menguntungkan pemerintah daerah sendiri. Karena, meningkatakan sektor PAD," sambungnya. Sementara itu, saat dikonfirmasi masalah perizinan Yoyo sendiri menandaskan semua ruko di Kota Sukabumi sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). " Sebenarnya untuk pembangunan ruko kita tidak sembarangan, ada pengkajian terlebih dahulu yang dilakukan dan itu bekerjasama dengan dinas-dinas terkait. Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengkaji dampak dengan lalu lintas,"jelasnya. Ada lagi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang mengkaji tata letak bangunan dan kelayakannya.(rp4)

Persaingan Leasing Sukabumi Makin Ketat

SUKABUMI -- Semakin ketatnya persaingan perusahaan leasing yang bergerak dalam pemberian pinjaman dana tunai, menuntut mereka untuk makin kreatif dalam menggaet konsumennya.
Hal tersebut diakui Kepala Cabang Nusantara Surya Cipta Dana (NSC) Finance Sukabumi Febri Ciptohadi. Kepada Radar Sukabumi kemarin, dirinya mengatakan meski perusahaan leasing di Sukabumi makin hari makin menjamur. Tidak menyurutkan semangatnya dalam berbisnis. Malah kondisi tersebut dijadikannya sebagai sebuah motivasi untuk terus memajukan perusahaan yang dipimpinnya.
"Yang penting adalah bagaimana kita bisa terus berinovasi  dan memaksimalkan layanan terhadap konsumen. Serta terus melakukan pendekatan dari segi SDM nya, artinya kita selalu menekankan kepada semua karyawan untuk menjadikan konsumen itu sebagai keluarga," katanya. 
Pria yang merintis Nusantara Surya Cipta Dana Sukabumi sejak tahun 2009 ini optimis bahwa perusahaannya tersebut bisa meraih posisi teratas dalam persaingan. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian yang selalu over target. "Alhamdulillah, perusahaan kami selalu nomor satu di Sukabumi. Di tahun pertama (2009,red) pencairan dana kita mencapai Rp 500 juta. Jumlah ini terus naik menjadi Rp 1.8 miliar di 2010 dari target Rp 1 miliar. Sedangkan di 2011 kami mentargetkan pencairan dana sebesar Rp 1.5 miliar," ujarnya.
Saat ditanya bagaimana dengan kondisi pangsa pasar di Sukabumi ? Febri menilai pangsa pasar Sukabumi cukup potensial. "Karena disini masyarakatnya konsumtif dan mata pencaharian mereka mayoritas wiraswasta serta banyaknya usaha kecil menengah(UKM). Dengan begitu otomatis mereka membutuhkan dana, dan NSC Finance siap melayaninya,"tuturnya yang juga menambahkan bahwa setiap harinya ada 300 nasabah baru yang memanfaatkan layanan pendanaan yang diluncurkan perusahannya.   
Menurutnya untuk melayani leasing, PT NSS juga memiliki leasing tersendiri yang dinamakan Nusantara Surya Cipta Dana (NSC) Finance. "Bagi Anda yang membutuhkan dana tunai, kini tak usah bingung lagi, karena sekarang tersedia layanan dari Dana Tunai NSC Finance. Cukup menjaminkan BPKB motor dengan nomor polisi bebas, maka dana yang Anda perlukan segera terealisasi,"tuturnya.
Meski sudah 3 tahun hadir di Sukabumi, NSC Finance yang berlokasi di Jalan Raya Cisaat Sukabumi tersebut siap membantu masyarakat dalam hal pendanaan. Sesuai dengan tagline-nya  Tercepat, Termudah dan Terpercaya (3T), NSC Finance ini akan memberikan solusi keuangan bagi masyarakat Sukabumi.
"Prosesnya cepat, bebas biaya admnistrasi, motor diasuransikan, nomor polisi bebas dan BPKB motor dijamin aman,"paparnya.
Untuk kendaraan yang dijaminkan BPKB-nya bervariasi, sepertri motor Honda, Yamaha, Suzuki ataupun Kawasaki. "Dana yang dipinjamkan nantinya bisa untuk biaya pendidikan, biaya renovasi keperluan rumah, untuk biaya modal usaha, untuk biaya kesehatan keluarga dan lainnya,"imbuhnya.
Dilanjutkannya, dana yang dipinjamkan pun bervariasi tergantung dengan permintaan konsumen. Untuk saat ini pinjaman dana mulai Rp 1 juta sampai Rp 9.5 juta  dengan angsuran mulai dari 6 bulan, 11 bulan, 17 bulan, dan 23 bulan. Namun, apabila mereka mau meminjam dana lebih dari dana Rp 10 juta, bisa dipenuhi tinggal datang ke kantor NSC Finance dan aplikasinya disetujui.
"Selama BPKB dijaminkan, kita mengasuransikan motor tersebut. Jadi di sini banyak sekali manfaat yang didapatkan, selain BPKB aman, motor pun diasuransikan,"pungkasnya.(sri)

Indolakto Diduga Cemari Lingkungan

SUKABUMI - Pencemaran lingkungan oleh pabrik besar di Sukabumi kembali terjadi. Kemarin, warga  Kampung Sindang Palay,  Desa Pasawahan,  Kecamatan Cicurug,  Kabupaten Sukabumi menuding pabrik  Indolakto telah mencemari lingkungan berupa bau tak sedap. Setiap jam  bau anyir keluar dari pabrik penghasil susu dalam kemasan ini.
Meski  mengeluh, warga setempat  tak mampu  berbuat apa pun. Sebelumnya bau tak sedap ini pernah dirasakan warga, namun  bau tersebut hilang kembali. Nah kini, bau limbah pabrik itu muncul lagi. Warga menduga bau itu berasal dari alat pengolahan limbah yang dibangun diluar pabrik.
"Kalau siang saat kondisi cuaca panas, bau anyir menyerabak seisi kampung. Baunya seperti susu basi. Kalau cuma sehari tak masalah, ini mah hampir setiap hari baunya muncul," keluh, Wahyu, warga Kampung Sindangpalaya, RT 05/010
Warga  mengkhawatirkan air yang ada di kawasan dekat pabrk juga tercemar. "Takutnya air minum juga tercemar kang," timpa Arif warga lainya.
Selama terjadinya bau ini, pihak perusahaan tak datang ke warga untuk menjelaskan kondisi yang terjadi di perusahaan. Tak heran, beberapa warga mulai gerah dan bakal bereaksi atas pencemaran  ini.
Lalu apa kata pihak PT Indolakto? Saat  wartawan koran ini mengkonfirmasi dugaan pencemaran ini, pihak perusahaan tak bersedia memberikan jawaban. Hanya petugas keamanan yang menerima wartawan koran ini dan mejelaskan keluhan warga ini sedang diatasi. (dri)