Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label subsidi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label subsidi. Tampilkan semua postingan

27 Januari 2012

4 Menteri Sudah Tandatangan Sepakat Kurangi Subsidi BBM

JAKARTA : Pemerintah memastikan bakal menjalankan program pengurangan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan program konversi gas per April 2012. Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo mengatakan yang belum dipastikan adalah program mana yang bakal terlebih dulu dijalankan . 
"April dipastikan mulai, namun nanti kita lihat mana saja yang lebih siap. Terus terang kita belum memutuskan mana yang didahulukan,” katanya di kantor Wakil Presiden, Jumat, 27 Januari 2012. Dia menegaskan pemerintah menyiapkan tiga opsi program menyangkut pengurangan subsidi BBM. Opsi pertama melalui pembatasan premium, kemudian konversi BBM ke bahan bakar gas dan terakhir dengan langkah menaikkan harga BBM Bersubsidi. 
Terlepas dari itu, Evita mengaku pihaknya melakukan sejumlah persiapan. Di antara menyiapkan sejumlah aturan yang kelak menjadi turunan dari revisi Peraturan Presiden No 55/2005 dan Perpres No. 9/2006 mengenai harga jual eceran BBM. Mengenai Perpres itu sendiri, Evita mengatakan hingga kini masih di bahas di Sekretaris Kabinet. "Masih di Seskab, tetapi semua menteri sudah memberikan tanda tangannya. Mudah-mudahan segera," katanya. 
Di samping itu, Evita menekankan pemerintah terus mendorong PT Pertamina untuk menyiapkan infrastruktur, terutama menyangkut pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Selain itu, Evita juga membantah adanya pembatasan BBM bersubsidi di sejumlah daerah. Menurut dia, yang terjadi adalah penyesuain jatah kuota BBM untuk daerah tersebut. "Masing-masing daerah sesuai dengan BPH Migas sudah ada jatahnya. Jadi mereka tidak bisa lebih besar dari kuotanya," katanya Dengan demikian, Evita memastikan langkah yang diambil sejumlah daerah yang membatasi penggunaan BBM tidak menyalahi aturan. 
 Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan. Pembatasan distribusi BBM bersubsidi belum dilakukan. Sejumlah daerah dilaporkan secara inisiatif sudah menjalankan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi seperti Gorontalo, Pontianak Kalimantan Barat, Lubuk Linggau Sumatera Selatan, Tarakan Kalimantan Timur, Kudus Jawa Tengah, Musi Rawas Sumatera Selatan, dan Tanjung Pinang Kepulauan Riau. (Bisnis Indonesia)

16 Februari 2011

Disperindag Kota Sukabumi Usulkan Permohonan Subsidi Kedelai

SUKABUMI, (PRLM).- Melonjaknya harga pembelian bahan baku tahu dan tempe berupa kacang kedelai memperoleh perhatian Pemkot Sukabumi. Rencananya Pemkot Sukabumi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Sukabumi akan mengusulkan bantuan subsidi impor kacang kedelai ke Kementerian Perindusterian pusat di Jakata.
Langka tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terancamanya puluhan perajin tahu dan tempe yang kolaps. Apalagi saat ini, rata-rata harga bahan baku kacang kedelai impot di pasaran berkisar Rp 7.000/kg. Hal itu menunjukan harga pasaran kacang kedelai masih relatif tinggi.
"Kami telah menyusun surat ke Kementerian Perindustrian pusat guna memperoleh subsidi pengadaan kacang kedelai import. Surat akan segera dilayangkan paling lambat pekan mendatang, " kata Kepala Disperindag Kota Sukabumi, Dudi Fatuljawad kepada "PRLM", Rabu (16/2). (A-162/A-147)***