Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label Pelatihan Wiraswasta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelatihan Wiraswasta. Tampilkan semua postingan

8 Februari 2011

Pegadaian Gandeng Enam Perguruan Tinggi

JAKARTA , (PRLM).- Direktur Pengembangan Usaha Perum Pegadaian Wasis Djuhar mengatakan di di Jakarta, Senin (7/2) pihaknya menggandeng enam perguruan tinggi (PT) untuk merintis semangat calon wirausahawan baru di masa mendatang.
Keenam PT tersebut adalah Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Pancasila serta Universitas Pembangunan Nasional dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
"Pegadaian memiliki perhatian yang kuat dalam mendukung penumbuhan wirausaha baru khususnya dari kalangan generasi muda, karena sejalan dengan program perusahaan sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan sector UMKM," ujar Wasis.
Menurutnya, generasi muda merupakan calon wirausahawan baru yang sangat potensial dalam mengembangkan bisnis-bisnis baru yang potensial di masa mendatang dalam rangka mengurangi angka pengangguran. "Pegadaian akan mendukung dengan pemberian fasilitas permodalan sehingga pengusaha muda mendapat kesempatan yang luas untuk membangun bisnisnya," tambah Wasis.
Contohnya, 100 mahasiswa Institut Pertanian Bogor tengah dijaring untuk diberikan bantuan permodalan serta pendidikan merintis usaha baru melalui program pendampingan selama satu tahun.
Selain itu, katanya, pihaknya juga membidik para siswa lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar bisa mendapat peluang untuk mengembangkan usaha mandiri dengan difokuskan pada bidang keahlian dan keterampilan tertentu. (A-26/Kominfo).***

4 Februari 2011

Jabar Akan Cetak 300 Orang Wirausahawan Baru

JAKARTA (PRLM),- Tahun 2011 ini Jawa Barat akan mencetak 300 orang wirausahawan baru. Disamping itu, kita sudah berkomitmen anggaran untuk pengembangan KUMKM di Jabar pada tahun 2011 sebesar Rp 200 miliar, dimana Rp 100 miliar dikucurkan langsung, sisanya diharapkan dapat direalisir pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Alokasi anggaran tersebut diantaranya untuk pembiayaan KUMKM, pengembangan pasar, produksi, teknologi, aspek legal KUMKM, sertifikat halal, pengembangan dan pelatihan sumberdaya manusia KUMKM.
Demikian dikatakan gubernur jawa barat Ahmad Heryawan usai menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Terbaik Dalam Pengembangan Kewirausahaan Tingkat Nasional di Gedung UKM Convention Center, SMEsCO UKM, Jalan Gatot Subroto Jakarta Rabu (2/2). Disaksikan Presiden dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhotono, penghargaan diserahkan Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hassan sebagai apresiasi dari Pemerintah Pusat atas keberhasilan Jawa Barat dalam membina dan mengembangkan sektor UKM. Khususnya mendorong terciptanya para wirausahawan baru.
Lebih lanjut Heryawan menyatakan sejak awal, kebijakannya sudah sangat mendorong tumbuh kembangnya sektor UKM. Untuk itu melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Jabar. Saat ini, menurut Heryawan hampir 80 persen lapangan kerja yang ada di Jabar diserap disektor UKM. Sehingga wajar bila sektor tersebut mendapatkan porsi khusus dalam upaya menumbuhkembangkan sekaligus memperkuat peran mereka dalam pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat.
Apalagi saat ini, jumlah wirausahawan di jawa barat masih minim, yakni hanya 0,2 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat. “Padahal jika ingin disebut kawasan maju ekonomi, idealnya antara 2 hingga 4 persen penduduk harus wirausahawan. Dan kita juga inginkan memperbanyak pemuda dengan jiwa mandiri dan berwirausaha, “ tandasnya.
Untuk itu, pemerintah provinsi jawa barat siap mendukung Program Gerakan Kewirausahaan Nasional yang sudah dicanangkan Pemerintah. Apalagi tema besar yang diusung adalah “Sejahterakan Masyarakat dengan Berwirausaha”, sejalan dengan visi pemerintah provinsi jawa barat mewujudkan masyarakat jawa barat yang Mandiri, Dinamis dan Sejahtera.
Sementara itu Menkop dan UKM menjelaskan untuk mendukung penciptaan wirausahawan baru, pemerintah sudah menggulirkan sejumlah program antara lain : Program Wirausaha 1.000 sarjana, pelatihan kewirausahaan, PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan), program pembiayaan CSR, PNPM Mandiri, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tahun 2011 ini ditargetkan Rp20 triliun.(A-122/kur)***

Pemprov Genjot Penciptaan 300 Wirausahawan Baru
BANDUNG, TRIBUN - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan untuk mencetak 300 wirausahawan baru tahun 2011 ini, Pemprov Jabar akan melakukan akselerasi. Hal itu disampaikannya setelah menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Terbaik Dalam Pengembangan Kewirausahaan Tingkat Nasional di Gedung UKM Convention Center, SMEsCO UKM, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (2/2).
Disaksikan Presiden dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhotono, penghargaan diserahkan Menteri Koperasi dan UKM, Syarifuddin Hassan sebagai apresiasi dari pemerintah pusat atas keberhasilan Jawa Barat dalam membina dan mengembangkan sektor UKM. Khususnya mendorong terciptanya para wirausahawan baru.
Heryawan mengatakan, sejak awal kebijakannya sudah sangat mendorong tumbuh kembangnya sektor UKM. Untuk itu, melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Jabar, untuk tahun 2011 akan mencetak 300 orang wirausahawan baru.
"Selain itu, kita sudah berkomitmen anggaran untuk pengembangan KUMKM di Jabar tahun 2011 sebesar Rp 200 miliar, dimana Rp 100 miliar dikucurkan langsung, sisanya diharapkan dapat direalisasi pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Alokasi anggaran tersebut di antaranya untuk pembiayaan KUMKM, pengembangan pasar, produksi, teknologi, aspek legal KUMKM, sertifikat halal, pengembangan dan pelatihan sumberdaya manusia KUMKM," kata Gubernur.     
Saat ini, menurut Heryawan, hampir 80 persen lapangan kerja yang ada di Jabar diserap disektor UKM. Sehingga wajar bila sektor tersebut mendapatkan porsi khusus dalam upaya menumbuhkembangkan sekaligus memperkuat peran mereka dalam pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat. Apalagi saat ini, jumlah wirausahawan di Jawa Barat masih minim, yakni hanya 0,2 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat.
"Padahal jika ingin disebut kawasan maju ekonomi, idealnya antara 2 hingga 4 persen penduduk harus wirausahawan. Dan kita juga inginkan memperbanyak pemuda dengan jiwa mandiri dan berwirausaha, " katanya.
Untuk itu, Pemprov Jabar siap mendukung Program Gerakan Kewirausahaan Nasional yang sudah dicanangkan Pemerintah. Apalagi tema besar yang diusung adalah "Sejahterakan Masyarakat dengan Berwirausaha", sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang Mandiri, Dinamis dan Sejahtera.
Sementara itu Menkop dan UKM menjelaskan untuk mendukung penciptaan wirausahawan baru, pemerintah sudah menggulirkan sejumlah program antara lain; Program Wirausaha 1.000 sarjana, pelatihan kewirausahaan, PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan), program pembiayaan CSR, PNPM Mandiri, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tahun 2011 ini ditargetkan Rp20 triliun. (fam)


Pemprov Akan Cetak 300 Pengusaha Baru

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mencetak 300 orang wirausahawan baru pada 2011 ini.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengemukakan program itu sejalan dengan rencana Pemprov Jabar yang akan mendorong pertumbuhan di sektor kewirausahaan.
Dia menuturkan program wirausahawan akan dijalankan oleh Dinas Koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Me ffb nengah) Jabar yang mengalokasikan dana bantuan total Rp200 miliar.
“Kami sudah berkomitmen anggaran pengembangan KUMKM pada 2011 sebesar Rp200 miliar yang Rp100 miliar di antaranya dapat dikucurkan langsung. Sedangkan sisanya dapat direalisir pada anggaran belanja tambahan [ABT],” katanya, hari ini.
Program pengembangan KUMKM secara keseluruhan meliputi pembiayaan, pengembangan pasar, produksi, teknologi, aspek legal, sertifikat halal, pengembangan, dan pelatihan sumberdaya manusia.
Heryawan mengatakan saat ini 80% lapangan kerja memang diserap KUKM. Sehingga wajar bila sektor tersebut mendapatkan porsi khusus dalam anggaran pemerintah.
Apalagi, katanya, jumlah wirausahawan di Jabar hanya 0,2% dari jumlah penduduk 43 juta. Jauh dari porsi ideal 2%–4%.
“Kami ingin juga ingin memperbanyak pemuda dengan jiwa mandiri dan berwirausaha,“ katanya.(Roberto Purba)

20 Januari 2011

Lensa dan KPDT Latih Buat Tikar Bambu

Gunakan Bahan Baku dari Dalam Sukabumi Upaya Membina Enterpreneur Agar Meningkatkan Perekonomian Warga Membuka usaha tanpa kemampuan dari sumber daya manusia yang berkualitas adalah sebuah kekonyolan. Hal tersebutlah yang menjadi komitmen Direktur Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (LENSA), Daden Sukendar. Untuk itulah dirinya membina sejumlah warga untuk dididik dan dilatih mengenai cara berwiraswasta. Bagaimana Kondisinya. 
ISEP ALISANDY Sukabumi -- Potensi Sumber daya alam yang terdapat di Sukabumi sangatlah beragam untuk dijadikan barang-barang kerajinan. Hal tersebut menjadi sebuah inspirasi tersendiri bagi sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ingin meningkatkan kemampuan daya beli warga Sukabumi yang dapat dikatakan cendrung meningkat setiap tahunnya. Direktur Lembaga Penelitian Sosial dan Agama (Lensa), Daden Sukendar mengatakan Sukabumi merupakan wilayah yang memilki kultur budaya masyarakat yang masih rendah dalam bidang kemampuan pengembangan program usaha. Hal ini m,erupakan hasil usaha dari penelitian yang telah dilakukan Lensa. Sehingga untuk membantu pemerintah Lensa bekerjasama dengan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) menyelengarakan pendidikan gratis bagi puluhan warga Sukabumi. Baik Kota maupun Kabupaten Sukabumi yang memiliki potensi alam yang dapat diberdayakan dan memiliki nilai jual. Terutama dalam pengelolaan bambu yang banyak dijadikan sebagai bahan baku kerajinan. Dari mulai kursi atap rumah, tikar, karper, tirai dan lainnya. "Kami melakukan pelatihan khusus ini adalah untuk mendidik warga yang ingin belajar dan meningkatkan taraf hidupnya," ujarnya. Program ini ditargetkan bagi warga yang masih merasa kesulitan dalam mengembangkan potensi ekonomi. Lagi pula dengan bekerjasama dengan Kemetrian PDT yang berusaha secara intens dalam menyelengarakan pembangunan baik Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM) warga Indonesia. "Merupakan program kami dalam meningkatkan potensi kedaerahan yang dimiliki," pungkas Tenaga Ahli Deputi Bidang Pengembangan Lembaga Sosial dan Budaya Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ahmad Wari. (***)