Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan

9 Agustus 2011

Kelas Bisnis DPD PKS Kabupaten Sukabumi Diwisuda

Sukabumi – Luar biasa! Itulah yang diucapkan Bupati Sukabumi, Sukmawijaya usai menghadiri acara wisuda Kelas Bisnis yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sukabumi, kemarin. Bupati menambahkan kelas bisnis merupakan terobosan baru bagi mereka yang ingin maju dalam dunia kewirausahaan. “Apalagi saya melihat pemberi materi dalam kelas bisnis ini adalah para pengusaha sukses. Artinya pengalaman mereka dalam memberi wawasan keilmuan di bidang wirausaha sangat mumpuni,”akunya kepada Radar Sukabumi sembari menyeru agar masyarakat umum yang ingin menambah wawasan di bidang bisnis dapat mengikuti pelatihan kelas bisnis DPD PKS Kabupaten Sukabumi. 
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Wisuda Kelas Bisnis, Usep Warsono mengatakan, jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 30 orang. “Mereka terdiri dari 25 wisudawan dan lima wisudawati,”sebutnya. Pada acara wisuda tersebut dihadiri tokoh-tokoh pengusaha dan profesional di Kabupaten Sukabumi. Selain bupati, mereka di antaranya adalah Ketua Bidang Perekonomian Masyarakat DPW PKS Jawa Barat, Abdul Hadi, lalu Ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Totong Suparman, pemilik Meubel Rumah Q-Ta yang juga pengusaha gaek, H Mukhlis Yusuf, Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Adzkia Kabupaten Sukanbumi, Priyo Indrianto, Direktur Al Himmah, DR Asep Burhanudin, dan lain sebagainya.Mereka juga terlibat menjadi pemateri di kelas bisnis tersebut. 
Usep menambahkan, ke-30 mahasiswa yang diwisuda adalah angkatan I dan II. Mereka rata-rata pemilik usaha kecil menengah, seperti UKM cor logam, makanan dan minuman ringan, mainan, dan lain sebagainya. “Kelas bisnis ini dibagi dua, yakni Abdurrahman Bin Auf dan Utsman Bin Affan. Ketika belajar, setiap mahasiswa dibekali wawasan strategi pengembangan usaha, perluasan jaringan pemasaran, cara-cara memajukan produk, memanajemen atau mengelola keuangan yang baik, dan masih banyak lagi,”tutur pria yang juga menjabat Ketua Bidang Usaha dan Perekonomian Masyarakat DPD PKS Kabupaten Sukabumi ini. 
Ia berharap out put dari kelas bisnis tersebut diharapkan para wisudawan yang telah memperoleh sertifikat kelulusan dapat mengaplikasikan ilmu yang diberikan, sehingga berdaya hasil yang lebih baik dalam memajukan usahanya.”Ke depan kurang lebih dua bulan lagi, kami juga membuka pendaftaran mahasiswa baru. Dan ini terbuka untuk umum. Untuk semua kalangan. Untuk siapa saja yang ingin berkembang dan maju dalam dunia kewirausahaan,”ajak pria ramah ini. (dit)

8 Februari 2011

Suyadi, UKM Cilok yang Ulet

Radar Sukabumi -- Makanan ringan yang satu ini sudah tidak asing bagi kebanyakan masyarakat di Kota Sukabumi. Terlebih bagi mereka yang suka asupan makanan tambahan atau suka ngemil. Penganan ini terbuat dari bahan baku kanji. Bentuknya bulat seperti bakso, dan pada umumnya berisi daging ikan. Dengan dibubuhi saus tomat atau kecap, dengan cara ditusuk seperti sate biasanya makanan ini disantap. "Cilok" (aci dicolok, Sunda), demikian orang Sukabumi  menyebut penganan tersebut.  
Makanan yang seperti inilah yang kemudian diproduksi oleh Suyadi (52), warga Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Seiring waktu, lambat laun aktivitas yang digelutinya pun menjadi ladang usaha yang menjanjikan.  Sampai sekarang usahanya masih eksis, meski terus bermunculannya pengusaha cilok  yang kian menjamur. Suyadi yang ketika itu masih lajang, terlebih dahulu melewati masa sulit sebagai seorang kuli serabutan. Pekerjaannya bergonta-ganti sesuai dengan lapangan kerja yang dapat menerimanya. "Ketika masih bujangan, si bapak dulu bekerja sebagai kuli, " tutur anak kedua Suyadi yang bernama Sidik, kepada Radar Sukabumi siang kemarin. Jenuh dengan profesi sebagai buruh bangunan, setelah menikah akhirnya Suyadi mengambil langkah untuk membuka usaha sendiri. Pada mulanya, belum terbayang dalam benaknya untuk menjadi pengusaha cilok. Usaha yang pertama kali dicobanya adalah memproduksi dan memasarkan bakso. Dengan alat pikul sederhana sampai gerobak dorong, dirinya pun berkeliling kampung untuk menjajakan bakso hasil olahannya. Dengan kepiawaiannya berkomunikasi dengan calon pembeli, bakso yang dijajakannya pun diminati banyak orang dan laris terjual. "Bakso hasil olahan Bapak kami, menurut cerita orang sini, paling enak dan terkenal," lanjut Sidik putra Suyadi. Sejak 2006, Suyadi mulai mengganti kegiatan produksinya, yang tadinya membuat bakso berubah menjadi membuat cilok. Alasannya proses pembuatan cilok lebih mudah ketimbang bakso. "Bapak kami membuat terobosan baru, yaitu memproduksi cilok. Kami pun turut terjun membantunya. Proses pengadaan bahan baku cilok lebih simpel, karena di pasar di mana kami membeli, tempat aci dengan penggilingan daging ikannya menyatu. Berbeda dengan bakso, penggilingan daging dan terigu yang tempatnya masing-masing terpisah, "ujar Sidik.  
Proses produksi dimulai dari sore sampai malam hari. Untuk produksi, dalam sehari Suyadi memerlukan bahan baku kanji dan ikan tuna yang sudah digiling sebanyak satu kwintal. Adapun aktivitasnya dibantu oleh istrinya, Tumini (47), dan kedua anak laki-lakinya. Kini strategi pemasaran cilok yang dipergunakan Suyadi berbeda dengan bakso. Cilok dipasarkan ke tiap warung yang ada di Kota Sukabumi. "Ada juga konsumen yang sengaja datang ke rumah ataupun ke kios. Harga cilok berukuran besar per-butirnya Rp7 ratus dan ukuran kecil Rp3 ratus, " tutur Suyadi.
Dalam setiap bulan, rata-rata Suyadi memperoleh laba dari penghasilannya Rp2,5 juta. Dengan kegiatan usahanya tersebut, dirinya mampu menyekolahkan keempat anaknya. Dirinya berharap kepada pihak pemerintah Kota Sukabumi untuk membantu dalam mempromosikan  cilok hasil produksinya. "Alhamdulillah, usaha ini mampu membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup kami. Meskipun saat ini, pengusaha cilok makin menjamur di mana-mana. Kepada pemerintah Kota Sukabumi, kami berharap cilok mampu dipromosikan sebagai makanan khas Kota Sukabumi selain daripada moci, " pungkasnya.  (*)