Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label batako. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batako. Tampilkan semua postingan

11 Agustus 2011

Pengusaha Batako Kelimpungan

Cicurug - Beberapa jenis usaha mengalami penurunan pendapatan saat memasuki bulan ramadan. Salah satunya usaha bata tanah atau yang disebut batako. Pengusaha batako yang banyak terdapat di Kampung Benteng Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug mengeluh sepinya order.
Hampir semua pemilik modal menjalankan usaha ini dan ratusan warga di sana menjadi buruh cetak batako. Menurut para pengusaha, setiap memasuki bulan ramadan hingga sepekan Idul fitri, permintaan kerap menurun. Bahkan, pedagang sama sekali tidak menerima order. “Pada bulan ini terasa sulit sekali menjual satu rit batako. Biasanya pada bulan-bulan biasa pembeli sangat ramai padahal bulan ini sangat banyak kebutuhan menjelang hari raya,” ungkap Ujeh, salah seorang pengusaha.
Tidak ada usaha lain yang dapat dijalani Ujeh dan pengusaha lainnya. Sebab usaha ini sudah lekat dan menjadi tradisi di kampungnya. “Kalau tidak produksi saya tidak dapat membeli bahan, seperti tanah dan kapur. Selain itu tidak dapat memberikan gaji buruh. Saat ini buruh dan pengusaha sedang butuh,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, harga sebuah bata beragam sesuai dengan jenisnya, untuk pres mesin Rp900, cetak pres Rp450, dan cetak tangan Rp300. Tidak adanya batako yang terjual membuat puluhan ribu batako menumpuk di pabriknya.
“Kondisi ini akan merugikan pengusaha sebab batako akan memutih dan rusak karena terlalu lama terjemur matahari. Tentu saja ini merugikan,” ulasnya.
Dampaknya, ratusan buruh cetak batako harus menganggur. Kalau sudah demikian, sebagian buruh akan berpindah prodesi menjadi pedagang makanan, tukang ojek dan bekerja dipasar. Kadang tidak bekerja sama sekali. “Ya kalau sudah sepi begini terpaksa menggungur total selama dua minggu menjelang hariraya, padahal waktu tersebut sedang butuh-butuhnya uang untuk mencukupi segala kebutuhan,” tandas Ojang salah seorang buruh cetak. (dri)