Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label csr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label csr. Tampilkan semua postingan

10 Agustus 2011

CSR Untuk Fakir Miskin Masih Minim

Cikole - Srikandi Demokrat DPR RI Ingrid Kansil menyesalkan banyak perusahaan khususnya pabrik-pabrik garmen dan elekronik yang ada di Sukabumi tidak menyalurkan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR). Padahal dalam UU Penanganan Fakir Miskin jelas diatur kewajiban setiap perusahaan, BUMN dan instansi terkait lainnya untuk memberikan CSR sebesar-besarnya untuk penanggulangan fakir miskin. 
“Dulu kita masih memahami alasan mereka tidak menyalurkan CSR lantaran tidak ada regulasi yang jelas. Tapi setelah diketuk palu UU Fakir Miskin ini maka tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak menyerahkan CSR-nya pada masyarakat,” tegas Ingrid kepada Radar Sukabumi usai silaturahmi sekaligus pengajian di Masjid Tijanul Anwar Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, kemarin. Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua PKK Kota Sukabumi Isye Muslikh dan sejumlah pejabat dan unsur muspida tersebut diisi dengan siraman rohani oleh Ustadz Jaka Tingkir dan pemberian sumbangan untuk Yayasan Budi Nurani sebesar Rp 30 juta, sumbangan untuk Masjid Aridhoiah Sukabumi Rp 10 juta, santunan anak yatim dan pemberian Alqur’an kepada sejumlah DKM Kota Sukabumi. 
Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD) ini juga mengingatkan pemerintah setempat untuk serius melaksanakan UU Penanganan Fakir Miskin di lapangan agar penanganan fakir miskin bernasib sama seperti UU Sistem Jaminan Sosial Negara. “Agar hal demikian tidak terjadi lagi, maka kami dari Komisi VIII DPR akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-undang Penanganan Fakir Miskin ini di seluruh daerah di Indonesia. Terutama sosialisasi dan koordinasi yang dilakukan pemerintah pusat dengan daerah, terkait implementasinya,”katanya yang juga menjelaskan saat Komisi VIII DPR melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara, ternyata, pemerintah daerah setempat belum tahu tentang disahkannya UU Fakir Miskin ini. Bahkan, pemda setempat juga tidak mengetahui ada 19 kementerian terkait yang memiliki dana sosial untuk penganangan fakir miskin. Padahal lanjut perempuan yang juga istri Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan ini, dana yang digunakan dalam penanggulangan kemiskinan yang kemudian dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial selaku leading sector seluruh kementrian cukup besar, yakni mencapai Rp 82 triliun. Belum lagi, ada dana tambahan yang berasal dan dana hibah, dana yang disisihkan dari perseroan (CSR), zakat, infaq, shadaqoh dan dana yang tidak mengikat lainnya. 
“Tentunya, dana yang besar ini harus benar-benar diimplementasikan secara serius oleh pemerintah. Di sinilah kami di DPR mengajak semua pihak untuk mengawasi pelaksanaan dari legislasi yang akan segera dilaksanakan oleh pemerintah. Kalau belum ada action yang baik, DPR akan siap untuk mengingatkannya,”tegasnya lagi. 
Saat ditanya bentuk pengawasan seperti apakah yang akan dilakukan DPR khususnya Komisi VIII? Inggrid mengatakan pihaknya akan mengecek data base dan seberapa banyak masyarakat yang telah menerima manfaat dari penanggulangan fakir miskin setiap tahunnya. “Ini penting dilakukan untuk mengukur seberapa jauh program ini bisa berjalan dengan baik,”ujarnya yang juga mengatakan bahwa dalam undang-undang sudah diputuskan kalau pelaksana adalah 19 kementerian yang diketuai oleh Menteri Sosial.(sri)

9 Agustus 2011

Bank Mandiri Sudirman Gelontorkan CSR Rp 25 Juta

Sukabumi – PT Bank Mandiri (Persero) Pusat Jakarta melalui PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Sukabumi Sudirman menyerahkan dana corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan senilai Rp 25.350.000 di aula Bank Mandiri Cabang Sukabumi Sudirman, Jumat (15/8). Bantuan diserahkan langsung Kepala Unit Kerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Sukabumi Sudirman, Ahmad Susilo kepada Pengrajin Nirwana Gebog Art Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi,Iwan Nirwana (35) disaksikan Branch Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Sukabumi A.Yani, Sudarmoyo dan keluarga besar Bank Mandiri Cabang Sukabumi. 
Program CSR Bank Mandiri Cabang Sukabumi Sudirman yang disalurkan tersebut berupa bantuan pengadaan peralatan Kerajinan Gedebog Pisang berupa kompresor Rp 2.5 juta, serut profil Rp 2.8 juta, serut biasa Rp 2.5 juta, mesin bubut Rp 4.3 juta, bor duduk Rp 1.5 juta, hampelas Rp 3 juta, kayu mahoni Rp 3 juta, kayu jati Rp 4.9 juta, tripleks Rp 500 ribu dan lem/aibon Rp 350 ribu. Ahmad Susilo berharap CSR atau bantuan kemitraan dan bina lingkungan dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 
Implementasi program CSR Bank Mandiri di tahun 2011 dilaksanakan melalui tiga pilar utama. Pertama pembentukan komunitas mandiri melalui pelaksanaan program Mandiri Bersama Mandiri yang bertujuan membina kelompokmasyarakat secara terintegrasi dalam hal kapasitas, infrastruktur, kapabilitas dan akses. Kedua, kemandirian edukasi dan kewirausahaan dicapai dengan melaksanakan program Wirausaha Mandiri dan Mandiri Peduli Pendidikan yang bertujuan menciptakan pemimpin masa depan yang siap dengan persaingan global. Ketiga, penyediaan fasilitas ramah lingkungan melalui pelaksanaan enam program pilar utama seperti penyediaan sarana penunjang pengadaan air bersih, pengembangan energi terbarukan, penanaman pohon pada lahan kritis, penanaman dan pemeliharaan tumbuhan bakau, pengadaan taman kota dan pengembangan ekowisata. 
”Kami harus memastikan bahwa kehadiran Bank Mandiri di masyarakat bisa dirasakan manfaatnya. Ini sangat penting, karena masyarakat yang telah menjadikan Bank Mandiri terbesar di Indonesia,”tuturnya yang juga menjelaskan dua tahun terakhir pihaknya telah menyalurkan CSR kepada 200 anak yatim piatu, bantuan peralatan pendidikan kepada dua sekolah tinglat SLTA di Kota Sukabumi masing-masing senilai Rp 2 juta dan penanaman seribu pohon di Cibadak Sukabumi. 
Sementara itu, Pengrajin Nirwana Gebog Art Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi Iwan Nirwana (35) mengucapkan terimakasih kepada Bank Mandiri Cabang Sukabumi Sudirman yang begitu peduli kepadanya. “Baru kali ini ada perbankan yang begitu peduli kepada saya sebagai seorang pekerja seni. Bantuan ini akan kami pergunakan sebaik mungkin dan mudah- mudahan segala kebaikan yang telah diberikan ini menjadikan Bank Mandiri Cabang Sukabumi Sudirman makin sukses dan banyak nasabahnya,”- pungkasnya.(sri)