Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label Pupuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk. Tampilkan semua postingan

9 Februari 2012

Pemalsu Pupuk Ditangkap di Sukabumi

Jakarta - Tedy Sutrisno (35) tersangka pembuat sekaligus pemilik pabrik pemalsu pupuk Petro Kimia dan MPK Poska berhasil ditangkap Aparat Polsek Metro Cimanggis Depok di Sukabumi. Kapolresta Depok, Kombes Mulyadi Kaharni menjelaskan petugas Polsek Metro Cimanggis berhasil mengamankan 15 ton pupuk siap edar ke pasaran, yang disita dari pabriknya di kawasan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat. "Pupuk itu nantinya akan dipasarkan ke daerah Jawa Barat dan Sumatera. Selain menyita pupuk kami juga menyita alat cetak merek pupuk, bahan kimia berupa pewarna pembuat pupuk, dan sejumlah karung yang sudah jadi dengan cetakan merek pupuk," ucap Mulyadi Rabu (8/2/2012) 
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Humas Polda Metro diketahui tersangka Tedy dalam menjalankan aksinya dibantu oleh Romi (35), Suhendri alias Budung (40) dan Nandang (42). Lebih lanjut Kapolsek Metro Cimanggis, Kompol Firman Andreanto mengatakan pendistribusian pupuk oleh tersangka hanya pada petani dan koperasi. "Kami kembangkan lagi dan berhasil meringkus tersangka lainnya berinisial HL saat membawa pupuk di dalam truk sebanyak 10 ton di tol Jagorawi KM 16, Tapos,”papar Firman. 
Firman menambahkan atas perbuatannya itu para tersangka dikenakan pasal 60 ayat 1 F, UU RI No. 19 Tahun 2001, dan Pasal 62 ayat satu No. 8 tahun 2009 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman tahanan 6 tahun. (TRIBUNNEWS)

25 Januari 2012

Pasokan Pupuk di Kabupaten Sukabumi Akan Ditambah

SUKABUMI : Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan distributor akan menambah pasokan pupuk untuk para petani karena selama ini mengalami kesulitan mendapatkannya. “Kami berkoordinasi dengan distributor maupun produsen pupuk agar menambah kuota pupuk, khususnya pupuk subsidi untuk petani yang kekurangan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Kabupaten Sukabumi, Sudrajat di Sukabumi, Jumat. 
Menurut dia, pasokan pupuk untuk tahun 2012 sebanyak 54 ribu ton atau tidak jauh beda dengan kuota pada tahun 2011. Ia mengatakan, kesulitan pupuk juga dipengaruhi oleh warna pupuk yang diubah dari warna putih menjadi warna merah muda atau pink yang mulai diberlakukan pada tahun ini. “Kami mengimbau kepada seluruh petani di Kabupaten Sukabumi agar segera melapor jika kesulitan mendapatkan pupuk,” tambahnya. 
Kepala Bagian Humas PT Pupuk Kujang Ade Cahya mengatakan, pihaknya siap menambah pasokan pupuk untuk Kabupaten Sukabumi bila ada kekurangan. Ia mengatakan, produksi PT Pupuk Kujang saat ini cukup besar yakni 3.500 ton/hari, sehingga masih bisa menjadi cadangan jika ada daerah yang kekurangan pupuk. “Dari data, pada Januari ini kuota pupuk untuk Kabupaten Sukabumi mencapai 4.500 ton dan baru tersalurkan 3.700 ton sisanya akan kembali di salurkan dalam waktu dekat ini,” kata Ade.  
Saat ini, katanya, persediaan pupuk urea di gudang lini tiga maupun pabrik mencapai 93 ribu ton, dengan rincian 67 ribu ton tersebar di lini tiga Jabar dan sisanya di pabrik, sehingga petani tidak perlu panik dengan kesulitan mendapatkan pupuk ini, karena persediaan masih cukup besar. (Bisnis Jabar)