Sedapnya Mie Ayam Sehat Warna-Warni WASEGI

Pengen merasakan kelezatan Mie Ayam ini ? Anda dapat merasakannya di Foodcourt Yogya Toserba Sukabumi Lantai 3

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Dinamika Bisnis Anda Bisa Ditampilkan Disini

Dinamika bisnis anda di Sukabumi dapat ditampilkan dalam website ini. Anda dapat mengirimkan informasi bisnis melalui alamat email : redaksi@bisnissukabumi.com

Galeri Online Produk UMKM Sukabumi

Sekarang cari oleh-oleh produk khas Sukabumi semakin mudah dengan telah diluncurkannya galeri/toko online lengkap produk UMKM Sukabumi. Anda bisa mengunjunginya di : www.ProdukSukabumi.com

Tampilkan postingan dengan label Akar Bengkak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akar Bengkak. Tampilkan semua postingan

28 Januari 2012

Hama Akar Bengkak Serang Petani Sayuran

KADUDAMPIT : Sejumlah petani sayuran di Kampung Cijagung Desa Gedepangrango Kecamatan Kadudampit mengeluhkan hama akar bengkak (Plasmodiophora) yang menyerang tanaman mereka. Terutama tanaman yang diserang yaitu tanaman kubis-kubisan seperti kol, sawi, tomat, cabai dan lain-lain. Akibat serangan hama tersebut banyak sejumlah petani menglami kerugian rugi. 
Ade (40) salah seorang petani Kampung Cijagung, menjelaskan, hama tersebut menyerang dari mulai daun sehingga menyebabkan bengkaknya pada akar tanaman tersebut. “Hama ini menyerang, menyebabkan daun-daun tanaman layu jika hari panas dan kering, kemudian pulih kembali pada malam hari, serta kelihatan normal dan segar pada pagi hari. Jika penyakit berkembang terus, daun-daun menjadi kuning, tanaman kerdil, dan tanaman mungkin akan mati atau hidup tetapi merana,” jelasnya. 
Para petani hanya mengandalkan kapur dolomit (Kapur tanah), namun usaha mereka tidak begitu berhasil. Pastinya untuk mengusir hama ini adalah dengan menggunakan pestisida, dikarenakan harga pestisida mahal, para petani lebih memilih tidak membelinya. Ade menambahkan, dari kondisi tersebut ia sangat menginginkan adanya penyuluhan, untuk mengatasi hama penyakit tersebut. “Saya ingin sekali adanya penyuluhan karena saya sudah bingung untuk mengatwsi hama ini, susah sekali hama ini di hilangkan,” katanya. 
Sejumlah petani lainnya mengatakan, bahwa sejak tahun 1985, hingga saat ini pemerintah tak pernah melakukan penyuluhan terhadap para petani. “Padahal rapat anggatan tahunan (RAP) selalu dilakukan setiap tahunnya, dana dari dinas terkait juga suka ada. Tetapi tidak terealisasikan. Hanya orang-orang tertentu saja yang mendapatkannya. Pokonya kami berharap kepada instansi terkait membenahi hal ini dan memberikan penyuluhan kepada kami,” ujar sejumlah petani Desa Geudepangrango. Berdasarkan dari pantauan, hama ini menyerang bukan hanya daerah Kecamatan kadudampit saja, tetapi Kecamatan Cisaat pun mengalami hal yang sama. (Radar Sukabumi